My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Ijab Qobul


__ADS_3

Bapak penghulu lalu menjabat tangan Vico setelah merasa


semua sudah siap.


“ Baik saudara Vico, apakah Anda sudah siap ?” Tanya


penghulu.


“ Iya Pak sudah” Jawab Vico mantap.


“ Baik kita mulai ijab Qobulnya ya , saudara Vico ulangi


setelah saya selesai membacakannya ya ?” Perintah penghulu kepada Vico.


“ Baik Pak “ Jawab Vico


“ Ananda Vico Marleno Bin Marco Marleno saya nikahkan dan


saya kawinkan engkau dengan Arini Putri Permana Binti Andri Permana dengan maskawinnya


berupa seperangkat alat sholat dan emas 8 gram dibayar tunai.” Ucap penghulu


Vico lalu mengulangnya dengan sekali percobaan yang sangat


lancar.


“ Bagaimana saksi sah ?” Tanya Penghulu


“ Sah, sah .” Ucap saksi yang hadir


“ Alhamdulillah. Selamat kalian sudah menjadi suami istri


yang sah dalam agama” Ucap penghulu lalu mendoakan pernikahan mereka berdua.


“ Baik suami boleh mencium kening istrinya dan istri mencium


tangan suami.” Ucap penghulu


Mereka berdua lalu melakukan perintah penghulu tersebut. Terlihat


Arini mengeluarkan butiran bening dari pelupuk matanya. Vico yang melihat itu


lalu menghapus air mata Arini dan tersenyum padanya. Arini melihat perlakuan


Vico juga membalas dengan senyum manisnya.


Semua terlihat bahagia kecuali mamah Vico


Arini lalu memeluk kedua orang tuanya dan kakaknya dikuti


Vico lalu memeluk kedua orang tua Vico.


“ Yang akur ya kalian berdua “ Ucap Papah Vico


“ Baik pah.” Ucap Vico dan Arini.


Terlihat tamu lain juga ikut memberikan selamat dan doa pada


pengantin yang baru menikah itu.


“ Tuan semoga selalu bahagia dan pernikahannya berkah.” Ucap


sekretaris Kim sambil menjabat tangan Vico


“ Iya kamu juga segeralah mencari pasangan .” Ucap Vico


meledek kesendirian sekretarisnya itu.


“ Selamat nona Arini, tolong sabar menghadapi tuan muda.”


Arini yang mendengar hal itu lalu melirik Vico.


“ Apa-apaan kamu Kim jangan membuat istriku takut denganku.”


Ucap Vico melotot dengan peringatan sekretaris Kim untuk Arini.


“ Iya sekretaris Kim terima kasih nasehatnya.” Ucap Arini


dengan diiringi senyuman termanisnya pada sekretaris Kim


Benar saja Tuan Vico menyukai nona Arini pada pandangan


pertama. Nona Arini sangat cantik dan menawan melihatnya tersenyum saja bisa


mendinginkan hati orang yang diberikan senyuman. Batin sekretaris Kim

__ADS_1


“ Kim jangan memandangi istriku terlalu lama !” ucap Vico


lagi melihat sekretaris Kim tidak segera pergi.


“ Iya Tuan.” Jawab sekretaris Kim dan berlalu meninggalkan


pasangan itu.


“ Selamat ya Vico Arini,” Ucap Keluarga yang hadir menjabat


tangan Vico dan Arini bergantian


“ Vico jaga adikku baik-baik, jika kamu ketahuan membuatnya


menangis kamu akan habis ditanganku.” Ucap Putra mengancam Vico


“ Kakak jangan begitu, tidak baik.” Ucap Arini lembut pada


kakaknya.


“ Iya kakak ipar Vico akan menjaga Arini dengan Baik, Vico


janji.” Ucap Vico yang masih menjabat tangan Putra.


“ Tepati janjimu, jika melanggar silahkan ucapkan selamat


tinggal pada dunia ini.” Ucap Putra lagi masih mengancam Vico.


“ Iya Kak Putra.” Jawab Vico berkata sesopan mungkin dengan


kakak iparnya itu.


“ Dek kalau ada apa-apa hubungi kakak ya, kakak akan datang


kapan pun kamu membutuhkan, jika dia menyakitimu bilang ke kakak, kakak akan


menyakitinya berkali lipat dia menyakitimu. Semoga pernikahan yang kamu pilih


ini membuatmu bahagia, Kakak merestuinya.” Ucap Putra pada Arini dan mengusap


puncak kepala Arini lembut.


“ Iya kak, terima kasih selalu mengawatirkan Arini, tenang


saja Arini akan bahagia.” Ucap Arini dan memeluk kakaknya.


kakaknya tersebut. Walaupun dia kakaknya sendiri, Terlihat Arini dan Kakaknya


sangat mesra jika mereka tidak ingat fakta mereka berdua adalah kakak beradik


jika orang melihatnya akan merasa mereka adalah pasangan kekasih.


Setelah memeluk Arini putra lalu pergi.


Acara pernikahan telah usah mereka berdua telah sah menjadi


pasangan suami istri.


Di dalam Kamar Pengantin (Kamar Vico sebelumnya)


“ Arini kamu bisa mandi duluan aku akan menunggumu di sini.”


Ucap Vico canggung karena hanya berdua dengan Arini saja di kamar itu.


“ Baiklah.” Arini lalu pergi ke kamar mandi dan membersihkan


diri.


“ Hari ini aku telah sah menjadi istri Vico, semoga aku bisa


menjadi istri yang baik untuknya “ Ucap Arini di depan cermin sambil


membersihkan riasan di wajahnya.


“ Hari ini aku sudah menjadi suami istri dengannya, semoga


aku bisa membahagiakannya dan meredam emosiku yang lalu.” Ucap Vico yang


terduduk di sofa kamar itu.


“ Vico bisa minta tolong ambilkan bajuku dikoper “ Ucap


Arini yang berada di ruang pakaian meminta tolong pada Vico karena dia memang


belum menata pakaian yang dibawanya ke rumah Vico tersebut.

__ADS_1


“ Iya sebentar aku ambilkan.” Ucap Vico menyahuti permintaan


Arini


“ Ini Koper kamu.” Ucap Vico dan menyerahkan dari balik


pintu. Terlihat tangan mulus Arini yang tidak terbalut kain sedikit pun


terlihat meraih koper miliknya.


Vico yang melihat itu menelan ludahnya. Arini lalu keluar


dari ruangan itu sudah memakai piyama tidurnya baju panjang menutupi lengan dan celana


panjang warna coklat muda.


Vico melihatnya membuang nafasnya kasar, karena dia pikir


Arini akan keluar dengan penampilan seksi khusus malam pertama mereka.


“ Vic, aku sudah selesai, kamu bisa mandi sekarang.” Ucap


Arini lalu berlalu mengeringkan rambutnya yang basah masih terbalut handuk


putih.


“ Oh Iya Arini.” Jawab Vico sedikit terbata-bata dengan


ucapannya


Vico lalu menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya yang


lengket karena keringat saat prosesi pernikahannya tadi.


Setelah selesai mandi Vico keluar dan hanya memakai celana


pendek selutut tanpa memakai atasan.


“ Aaaahahhh” Teriak Arini kaget melihat dada Vico yang tidak


tertutup busana.


“  Kenapa, ada apa


Arini ? “ Ucap Vico yang panik dengan Arini yang berteriak, untung saja kamar


itu kedap suara jadi orang lain tidak mendengar terikan Arini tersebut.


“ Kenapa kamu tidak memakai baju Vic ?” Tanya Arini masih


menutup kedua matanya dengan tangan.


“ Aku biasanya tidur seperti ini, apa kamu tidak


menyukainya?” Tanya Vico pada Arini yang merasa ini bukan hal yang tidak wajar


saat pria akan tidur.


“ Bisakah kamu memakai baju saat tidur denganku ?” Pinta


Arini memohon dengan suara terlembutnya.


“ Kenapa ?” Vico balik bertanya dengan permintaan Arini itu.


“ Aku tidak suka melihat laki-laki bertelanjang dada.” Ucap


Arini jujur.


“ Hah, Baiklah.” Jawab Vico yang mengalah dan membuang nafasnya


kasar merasa aneh dengan Arini. Vico lalu meninggalkan Arini dan berlalu ke


kamar baju lagi untuk memakai kaos.


“ Kalau bukan karena sudah berjanji dengan kakaknya aku


pasti akan tetap bertelanjang dada, bagaimana aku bisa tidur kalau memakai kaos


seperti ini, dia itu wanita yang aneh kenapa aku menyukainya juga dulu, wanita


lain melihatku bertelanjang dada akan berteriak terpukau dengan bentuk tubuhkan


ini, dia malah teriak takut.” Ucap Vico memandangi perut yang memiliki roti


sobek di depan cermin dan membanggakannya sendiri sambil berpose bak model

__ADS_1


profesional.


__ADS_2