My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Ciuman


__ADS_3

“ Baiklah, jangan cemberut aku akan mencobanya sedikit.”


Ucap Vico setelah memperhatikan ekspresi istrinya yang menurutnya imut saat


cemberut. Dan membuka mulutnya menggigit sedikit sekali permen kapas itu.


“ Enak bukan.” Tanya Arini dengan wajah menunjukkan


keingintahuan pendapat Vico dan tersenyum.


“ Mmmmh enak.” Ucap Vico sambil mengangguk-anggukan


kepalanya.


Ternyata dia seperti anak kecil yang sangat manja, imut,


lucu sekali aku tidak tahu dia bisa berubah 180 derajat dari sebelumnya yang


terlihat mandiri, anggun, elegan. Batin Vico merasakan semua kejadian yang


dia alami bersama Arini seharian ini.


“ Ayo kita kesana, akan ada festival yang di gelar setiap


hari saat malam tiba.” Ucap Arini yang sudah melupakan kejadian tadi dan


menarik tangan Vico. Vico hanya mengikuti keinginan Arini dan ikut berdesakan


dengan pengunjung lain untuk mendapatkan posisi depan agar dapat melihat dengan


jelas semua pertunjukkan yang disuguhkan.


Setelah festival selesai dia mengajak Vico menaiki Ferris


Wheel menurut Arini pemandangan yang bisa dilihat dari wahana bermain satu


ini sangat memanjakan matanya. Mereka berdua menaikinya berdua Arini dan Vico


duduk berhadapan, terlihat Arini memainkan ponselnya untuk berfoto karena ingin


mengirimnya pada kakaknya Putra.


“Berikan padaku ponselmu, aku bantu.” Ucap Putra pada Arini


dan mengulurkan tangannya.


“ Thank You.” Jawab Arini dan menyerahkan telepon genggamnya


pada Vico.


Vico lalu memotret Arini dengan berbagai ekspresi yang


memperlihatkan kecantikan dan kelucuan Arini.


Karena merasa Arini juga perlu membalas kebaikan Vico, dia


menawarkan akan memotret Vico juga dengan ponsel Vico. Tapi Vico menolaknya dan


menawarkan foto bersama.


Walaupun sedikit malu-malu Arini lalu berpindah tempat duduk


dengan Vico tapi tiba-tiba saat posisi mereka berada di paling atas terlihat


wahana itu berhenti mendadak membuat Arini terjatuh kepelukan Vico dengan jarak


yang cukup dekat di antara wajah mereka.


Arini yang masih berdebar-debar dan wajah merona terlihat


sangat menarik untuk Vico tanpa sadar Vico memajukan wajahnya dan mencium Arini


saat itu, merasa tidak ada penolakan Vico memperdalam ciumannya dengan Arini,


Arini hanya terdiam membisu tanpa memberi perlawanan dan balasan ciuman Vico


tersebut. Mereka lalu saling melepaskan diri dan duduk berhadapan setelah ada


pergerakan dari wahana yang mulai berputar lagi. Arini terlihat duduk terdiam

__ADS_1


dan memandang ke jendela untuk menikmati pemandangan Belanda di malam hari yang


sangat indah.


Vico hanya terdiam walaupun merasa sedikit bersalah karena


tidak meminta ijin pada Arini dengan tindakannya, tapi dia merasa sangat


bahagia dengan apa yang barusan mereka lakukan itu.


Tidak ada pembicaraan setelah apa yang terjadi tadi sampai


mereka sudah keluar dari wahana itu.


“ Apa kamu marah ?” Tanya Vico yang tidak mau Arini marah


akan apa yang sudah dilakukan tadi.


“ mmm.” Jawab Arini sambil menggelengkan kepalanya.


“ Kenapa kamu terlihat tidak senang ?” Tanya Vico yang


merasa Arini tidak seperti sebelumnya dimana selalu tersenyum menjadi Arini


yang pendiam lagi.


“ Tidak apa-apa.” Jawab Arini dengan ekspresi yang sama.


“ Aku minta maaf, kamu jangan marah.” Ucap Vico yang


memegang kedua tangan Arini dan meminta maaf.


“ Iya.” Jawab Arini lalu tersenyum pada Vico menggambarkan


dia tidak apa-apa.


“ Baiklah ayo kita makan malam, pasti kamu lapar.” Ucap Vico


dan mencium puncak kepala Arini dan menggandengnya ke tempat makan di taman


bermain itu.


mengikutinya dari belakang.


“ Kenapa mereka mengikutiku dari tadi, sepertinya ini tidak


baik, lebih baik aku menghindar dan melarikan diri dulu.” Gumam Arini


Terlihat 2 orang mengikuti Arini dari belakang menggunakan


pakaian serba hitam dan topi di kepalanya, Arini sebenarnya sudah curiga dari


mulai dia makan permen kapas tadi, tapi dia tidak ingin memberitahukan pada


Vico, takut orang itu suruhan Pria yang menemuinya tadi dan akan membahayakan


Vico karena memang Belanda merupakan kekuasaan mereka.


Arini baru mengetahuinya setelah mereka berpisah, karena


selama berhubungan dengan Valdo dia tidak curiga sama sekali dengan pria yang


di cintai itu selama Kuliah.


Arini yang hanya diikuti 1 mata-mata Putra yang menjaganya


terlihat bersiaga untuk melindungi nona mudanya, pengawal Vico terlihat lengah


dan hanya mengawasi Vico tanpa memperhatikan Arini.


Arini mempercepat langkah kakinya, saat yang mengikuti juga


mengikutinya semakin dekat, Arini lalu berlari untuk menghindar , tapi sayang


dia terpojok di tembok yang tinggi.


Arini lalu berusaha menghajar dengan berbagai seni bela diri


yang dia pelajari setelah berpisah dari Valdo sesuai perintah kakaknya.

__ADS_1


Terlihat 1 orang pria datang, Arini terlihat sedikit takut


karena merasa kalah jumlah dan akan berakhir di tempat itu. Tetapi ternyata itu


mata-mata dari kakaknya, dia membantu Arini berkelahi satu lawan satu dengan


kedua penculik itu.


Perlawanan begitu sengit dari kedua penculik yang memang


disiapkan khusus untuk menculik Arini.


Arini terlihat mendapat beberapa pukulan dan bajunya sedikit


sobek di beberapa tempat.


Vico yang merasa Arini cukup lama ke kamar mandi dia pun


menyusul untuk memeriksanya takut terjadi hal buruk.


Vico memasuki kamar mandi perempuan.


“ AAAAAAAA” Teriakan para perempuan yang berada di kamar


mandi kala Vico masuk tanpa permisi dengan ekspresi sangat cemas karena dia


sudah berada di depan kamar mandi cukup lama tidak kunjung melihat Arini


keluar. Vico membuka semua bilik yang ada di kamar mandi tersebut setelah semua


wanita meninggalkannya karena takut melihat ekspresi cemas Vico.


“ Arini kamu dimana ?” Gumam Vico yang sudah sangat cemas


tidak menemukan wanita yang sangat disayanginya itu di kamar mandi. Vico lalu


keluar dan menghampiri sekretaris Kim


“ Kim cari Arini minta semua berpencar aku tidak mau terjadi


apa-apa dengan Arini.” Ucap Vico yang lalu pergi berkeliling semua tempat di


taman hiburan itu.


“ Arini .” Panggil Vico setelah melihat wanita berpakaian


dan penampilan mirip Arini dari belakang tapi ternyata bukan Arini.


“ Arini kamu dimana ? “ Ucap Vico yang tak kunjung menemukan


keberadaan Arini dengan mengusap wajahnya kasar dan meremas rambutnya frustasi


dengan hilangnya Arini.


“ Kim bagimana sudah ketemu ?” Tanya Vico pada sekretaris


Kim melalui telepon genggamnya berharap sekretaris Kim atau anak buahnya yang


lain sudah menemukannya.


Arini yang masih bertarung mendengar teriakan yang


memanggilnya lalu dia menyahuti panggilan itu.


“ Arini “ Teriak Vico yang masih terus berputar-putar


mencari Arini.


“ Vico aku di sini, tolong aku.” Teriak Arini yang masih


tetap bertarung melawan kedua penculik.


Vico yang medengar sahutan Arini lalu bergegas menuju asal


suara itu. Dia menemukan Arini sendiri dengan baju tersobek dibeberapa bagian


dan wajah lebam di pipi dan kedua tangan yang berdarah.


Kedua penculik yang mendengar suara Vico lalu bergegas

__ADS_1


meninggalkan Arini begitu juga mata-mata Putra sebelum kedatangan Vico.


__ADS_2