My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Kantor Vico


__ADS_3

Begitulah pembicaraan Vico dengan sekretaris Kim saat


berkendara menuju kantor.


Kendaraan mereka berhenti lalu Vico keluar dan diikuti sekretaris Kim


langsung menuju ruangan Vico.


Terlihat beberapa tumpukan berkas permintaan persetujuan


Vico sudah menunggunya.


“ Kim buatkan aku secangkir kopi, aku masih merasa sedikit


mengantuk.” Ucap Vico yang sudah terduduk di kursi hitam miliknya dan membuka


berkas di mejanya dengan sedikit memutar kepala mengendurkan otot leher yang


dirasa masih tegang dan kantuk yang melanda.


“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris Kim lalu pergi meninggalkan


ruangan Vico dan meminta sekretaris wanita di depan menyiapkan secangkir kopi


untuk Vico.


“ Tuan 10 menit lagi akan rapat tentang produk makanan yang


akan menjadi kerja sama dengan chef internasional yang sudah kita atur dan


sepakati sebelumnya.” Ucap sekretaris Kim yang sudah masuk lagi ke ruangan Vico


untuk mengingatkan pekerjaan pada tuannya tersebut.


“ Iya , Kim siang nanti kosongkan waktu dua jam untukku aku


akan istirahat sebentar.” Ucap Vico lagi sambil menandatangani berkas yang ada


di mejanya.


“ Baik Tuan, ini kopi Anda Tuan.” Jawab sekretaris Kim dan


meletakkan secangkir Kopi di meja Vico setelah dia menerimanya dari sekretaris


wanita di depan. Vico yang memang terlihat sedikit mengantuk lalu mengambil


secangkir kopi itu dan meniup sebelum meneguknya.


Vico dan sekretaris Kim lalu pergi meninggalkan ruangannya


lima menit sebelum rapat mereka di mulai.


Terlihat Vico duduk memperhatikan presentasi dari Tim


perencana produk lalu dia memberikan beberapa ide untuk menyempurnakan rencana


produk baru tersebut dengan chef yang ikut bekerja sama dengannya tersebut.


Terlihat Vico sangat profesional saat bekerja tak sedikit pun perasaannya


mempengaruhi pekerjaannya saat rapat itu berlangsung. Usai rapat Vico berjabat


tangan dengan Chef tersebut setelah itu kembali ke ruangannya.


Kantor Arini


Waktu makan siang sudah tiba, Arini membulatkan niatnya


untuk menemui Vico ke kantornya. Arini lalu bersiap-siap untuk pergi tak lupa


dia mendatangi meja Vivi untuk pamit pergi dan memberitahu Vivi jika ada


apa-apa bisa menghubunginya lewat ponsel.


Arini lalu pergi menuju tempat parkir dan mengendarai


mobilnya akan berangkat ke Kantor Vico.


“ Apakah aku akan ke sana tanpa membawa apa-apa ?” Ucap Arini

__ADS_1


masih tetap fokus dengan kemudinya.


“ Aku bawakan makan siang saja mungkin lebih baik, tapi


nanti terlihat mencolok tidak ya dengan karyawannya.” Gumam Arini lagi bingung


dengan kedatangannya di kantor Vico yang mendadak itu. Dia terlihat berhenti


karena lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, beberapa kali Arini menengok


lampu memastikan apakah sudah hijau atau belum.


“ Aku mampir ke restoran yang biasa dia ajak makan saja,


membelikan makanan yang biasa dia makan.” Ucap Arini lalu membelokkan mobilnya


menuju restoran tersebut dan membelikan beberapa menu makanan yang mungkin


disukai Vico. Setelah itu dia melajukan kendaraannya lagi menuju kantor Vico.


Sesampainya dia kantor Vico Arini memarkirkan kendaraannya.


Dia lalu pergi memasuki kantor yang memang sangat megah dan besar ya 20 kali


kantor yang dimiliki Arini saat ini.


Arini lalu menuju resepsionis meminta untuk menunjukkan ruangan


Vico.


“ Selamat siang nona.” Ucap Arini pada dua resepsionis yang


terlihat sangan cantik dengan pakaian sangat rapi itu.


“ Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu ?” Tanya


resepsionis itu melihat kedatangan dan sapaan Arini tanpa mengetahui jika Arini


adalah istri bos yang mempekerjakannya sekarang.


“ Nona ruangan Tuan Vico dimana ya ?” Tanya Arini yang


letak kantor suaminya tersebut.


“ Apakah nona sudah membuat janji dengan tuan Vico ?” Ucap


resepsionis tersebut pada Arini karena menurut peraturan kantor hanya orang


yang sudah membuat janji saja yang boleh bertemu dengan Tuan Vico kecuali anggota


keluarga Vico sendiri yaitu mamah dan papahnya.


“ Belum nona.” Ucap Arini yang memang belum membuat janji


tersebut, kedatangannya saja mendadak.


“ Mohon maaf nona menurut peraturan kantor kami tidak bisa


mengijinkan nona menemui Tuan Vico jika belum ada janji bertemu.” Ucap


resepsionis itu sopan dengan Arini.


“ Begini saja nona, bisakah saya menitipkan ini untuk Tuan


Vico tolong sampaikan dari Arini begitu saja ya, “ Ucap Arini lalu menyerahkan


makanan yang dia beli tadi pada resepsionis.


“ Baik nona akan kami serahkan ke Tuan Vico dan menyampaikan


pesan nona.” Ucap Resepsionis tersebut.


Arini lalu pergi meninggalkan kantor suaminya dengan


perasaan yang masih mengganjal karena keinginannya untuk minta maaf dengan Vico


tidak bisa dia lakukan.


Arini lalu mengendarai mobilnya itu melajukannya dan

__ADS_1


menghentikannya pada sebuah taman kota yang dekat dengan laut dia sejenak


keluar dari mobilnya tersebut menikmati angin yang semilir siang itu sambil


menikmati pemandangan laut yang indah. Walaupun terik Arini terlihat tetap


menikmatinya sambil membaca buku yang dia biasa bawa di dalam mobilnya terduduk


di bawah pohon yang rindang.


Kantor Vico


Tok tok tok


Sekretaris Kim yang memang duduk di sofa memangku leptopnya


mendengar suara ketukan itu lalu meletakkan leptopnya di meja dan membukakan


pintu ruangan Vico. Terlihat Vico tidak ada di mejanya dia terlihat berada di


ruangan yang disediakan khusus untuknya beristirahat di kantor dia terlihat


baru akan memejamkan matanya.


“ Ada apa ?” Tanya sekretaris Kim pada sekretaris wanita


yang mengetuk pintu sambil membawa makanan yang tadi Arini titipkan ke


resepsionis.


“ Tuan ada titipan dan nona Arini tadi resepsionis


membawakan ke atas katanya ada nona muda bernama Arini menitipkan ini untuk


Tuan Vico sebenarnya dia ingin bertemu tapi karena belum ada janji hanya


menitipkannya dan pergi Tuan.” Ucap sekretaris wanita tersebut pada sekretaris


Kim.


“ Baiklah kamu boleh pergi.” Ucap sekretaris Kim lalu


menerima makanan tersebut dan meletakkannya di meja lalu menemui Vico yang


berada di kamarnya.


“ Tuan Vico.” Panggil sekretaris Kim di sebelah ranjang Vico


yang terlihat Vico merebahkan tubuhnya dan menutupkan matanya tetapi belum


terlihat tidur pulas sehingga sekretaris Kim memanggilnya.


“ Hemm kenapa Kim ?” Jawab Vico yang masih belum membuka


matanya mendengar pangilan sekretaris Kim.


“ Tuan tadi nona Arini ke kantor dan membawakan makanan


untuk makan siang Tuan sebenarnya dia ingin bertemu dengan tuan Vico tapi


sesuai prosedur jika tidak ada janji tidak bisa bertemu sehingga dia


menitipkan makanan itu ke resepsionis sekarang sudah di meja depan Tuan, apakah


tuan ingin makan siang dulu ?” Ucap sekretaris Kim.


Vico yang mendengar hal itu lalu langsung berdiri


meninggalkan sekretaris Kim dan langsung meninggalkan ruangannya dan menuju


resepsionis jika saja Arini masih belum pergi terlalu jauh.


“ Dimana wanita yang mengirimkan makanan tadi ?” Tanya Vico


dengan tatapan tajam pada resepsionis tadi.


“ Su sudah pergi tuan.” Ucap Resepsionis terbata-bata


menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2