My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

“ Lusa saja Kim.” Ucap Vico menurutnya lebih cepat mereka


menghabiskan banyak waktu akan membuat kedekatannnya dengan Arini berjalan


lancar.


“ Baik Tuan, akan saya jadwalkan.” Jawab sekretaris Kim lalu


berlalu meninggalkan ruangan Vico kembali ke ruangannya untuk mengatur jadwal


dan semua kebutuhan untuk tuannya melakukan bulan madu dengan Arini.


Sore telah tiba dimana waktu Vico dan sekretaris Kim keluar


dari kantor dan pergi ke kantor Arini untuk menjemputnya.


“ Ar aku sudah diperjalanan untuk menjemputmu.” Ucap Vico


agar Arini dapat bersiap-siap sebelum dia jemput selain itu agar dia dan


sekretaris Kim tidak menunggu lama


“ Iya aku akan siap-siap.” Jawab Arini dan membereskan


pekerjaannya yang terlihat berserakan beberapa lembar kertas desain di mejanya setelah


membereskan mejanya dan menata kertas desain ke tempatnya Arini lalu keluar


ruangan dan berpamitan dengan sekretarisnya Vivi kalau dia akan pulang duluan


dan meminta Vivi membereskan perkerjaan karyawannya dan meletakkan hasil kerja


mereka di meja Arini.


Nona semenjak memiliki kekasih selalu pulang lebih awal.Batin


Vivi dengan kepulangan Arini akhir-akhir ini


Sore itu terlihat matahari akan kembali ke peraduannya,


jingga terlihat indah dengan suara burung yang akan kembali ke sarangnya


terlihat Arini menunggu Vico di tepi jalan dengan melihat setiap mobil yang akan


mendekat ke arahnya.


Terlihat mobil Vico mendekat, sekretaris Kim lalu keluar


dari kemudinya dan membukakan pintu untuk nona muda tuannya tersebut dan


mempersilahkan Arini masuk.


“ Apa kamu menunggu lama ?” Tanya Vico yang tadi melihat


Arini sudah di tepi jalan Raya dan menengok ke kiri kanan memperhatikan


kendaraan yang lewat.


“ Sedikit.” Ucap Arini yang memang tadi dia segera bergegas


membereskan pekerjaannya dan segera keluar takut Vico menunggu lama seperti


sebelumnya.


“ Maafkan aku.” Ucap Vico yang merasa bersalah membuat


wanita yang dia sayangi menunggu


“ Arini kosongkan jadwalmu untuk lusa ya ?” Ucap Vico agar


Arini bisa mengatur jadwal kerjanya.


“ Ada apa ?” Tanya Arini yang tidak mengerti permintaan dari


Vico tersebut.


“ Lusa kita akan pergi bulan madu berdua.” Ucap Vico ingin

__ADS_1


mengajak istrinya pergi berlibur berdua.


“ Berapa lama ?” Tanya Arini karena dia akan memberitahukan


ke Vivi untuk tidak hadirannya di kantor agar Vivi bisa mengatur kerja semua


selama Arini tidak datang.


“ 4 Hari.” Jawab Vico setelah beberapa saat memikirkan lama


dia dan Arini akan berbulan madu, memang saat memikirkan bulan madu Vico hanya


memikirkan kepergiannya saja, tidak memikirkan berapa lama, menurutnya semakin


lama bisa bersama dan tidak diganggu urusan pekerjaan akan membuat mereka


semakin dekat, tapi karena mempertimbangkan pekerjaan Arini dia memutuskan 4


hari untuk pergi.


“ Baiklah nanti aku akan mengambil cuti.” Jawab Arini yang


sudah mengerti dengan agenda bulan madu mereka berdua tanpa menanyakan kemana


tujuan kepergian mereka.


“ Kim kita mampir ke Masjid dulu.” Ucap Vico yang kala itu


sudah mendengarkan adzan waktu sholat Magrib, karena mengetahui Arini selalu


tertib beribadah dia menyuruh sekretaris Kim untuk berhenti di masjid terdekat


untuk Arini beribadah.


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim


Apakah tuan akan beribadah ? apa dia sudah berubah ? Apa


nona Arini memintanya beribadah ? Selama ini Tuan besar selalu memintanya saja


dia tidak pernah melaksanakannya. Batin sekretaris Kim yang merasa aneh


suara adzan.


“ Apa kamu ingin ikut sholat denganku ?” Tanya Arini yang


mendengar permintaan Vico untuk berhenti pada sekretaris Kim


“ Tidak, aku mendengar Adzan dan merupakan waktu kamu


beribadah jadi menyuruh Kim berhenti.” Jelas Vico yang memang itulah yang


terpikir dalam otaknya saat meminta sekretaris Kim berhenti.


“ Baiklah.” Ucap Arini lalu turun dari kendaraan tersebut


saat sekretaris Kim sudah menghentikan laju mobil yang di kemudinya di salah


satu masjid megah yang masih terdengar suara Adzan berkumandang memanggil


setiap insan yang beragama muslim menjalankan kewajibannya sebagai umat islam


untuk beribadah.


Vico melihat ke jendela terlihat banyak orang yang


berdatangan untuk beribadah terlihat beberapa kendaraan juga menghentikan


mobilnya untuk para penumpangnya melaksanakan ibadah mereka.


Terlihat beberapa orang sudah keluar menandakan sholat sudah


selesai, Arini yang sudah selesai beribadah lalu bergegas menemui Vico.


“ Apa kamu ingin makan malam di luar atau kita makan di


rumah ?” Tanya Vico pada Arini yang kala itu baru mendudukkan tubuhnya di kursi

__ADS_1


mobil dan menutup pintu.


“ Terserah kamu.” Ucapnya karena dia ingin mengikuti kemauan


Vico.


“ Kim pergi ke restoran X.” Ucap Vico setelah menentukan


pilihan makannya.


“ Baik Tuan.” Balas sekretaris Kim yang sudah paham kemana


tujuan selanjutnya dia mengantarkan Tuan muda dan nona mudanya pergi.


Sesampainya di restoran mereka lalu masuk ke ruangan yang


memang selalu dipesan privat oleh Vico untuk makan berdua dengan Arini. Mereka


memesan makanan dan setelah terhidang mereka menyantapnya dan setelah selesai


mereka pergi.


Sekretaris Kim melajukan kembali kendaraannya yang membawa


Vico dan Arini ke rumah baru yang sebelumnya sudah Vico beli.


Vico dan Arini memasuki rumah itu.


“ Selamat malam tuan dan Nona.” Ucap pelayan yang sengaja


Vico pekerjakan untuk membantu Arini selama di rumah.


“ Selamat malam bi.” Jawab Arini ramah dengan pelayan


tersebut dan meninggalkannya menuju ke kamar mereka.


Mereka lalu saling membersihkan diri dan beristirahat.


Bandara


Seorang wanita tinggi 185cm dengan tubuh kecil terlihat


menggandeng kopernya berjalan keluar dari bandara.


Terlihat sopir menjemputnya menunggu di depan pintu keluar,


melihat nona muda yang ditunggunya telah datang dia lalu membukakan pintu dan


mempersilahkan wanita tersebut masuk.


“ Nona kita langsung pulang atau menuju apartemen ?” Tanya


sang sopir menanyakan tujuannya setelah menjemput nona muda tersebut.


“ Kerumah saja Pak, saya sangat lelah baru sampai saat malam


begini.” Ucapnya menyuruh sopir mengantarnya ke rumah.


Terlihat wanita tersebut memakai pakaian yang sangat seksi


dengan polesan make up yang sangat tebal, dia adalah model yang terkenal dan


anak dari pengusaha ternama. Poppy Ardinata nama wanita tersebut baru saja


pulang dari Paris untuk menjadi super model kelas dunia dia belajar dan


melakukan banyak peragaan busana serta pemotretan untuk mendapat keinginannya.


Setelah memasuki rumah yang sangat megah dia turun dari


kendaraan yang membawanya lalu masuk ke dalam rumah, tidak terlihat orang yang


menyambut kepulangannya.


Dia sudah terbiasa dengan hal tersebut karena memang


papahnya jarang ada di rumah karena mengurusi bisnisnya begitu juga mamahnya

__ADS_1


juga selalu menemani kemana papahnya pergi, para pelayan sudah beristirahat


karena memang sudah sangat larut.


__ADS_2