
Zack terlihat mendapat panggilan dari Fernando untuk
berhati-hati dan mengirimkan bantuan untuk membantunya berpindah karena tidak
ingin persembunyiannya diketahui Vico.
Sebuah helikopter terlihat terbang mendekati tempat
persembunyian Arini. Zack yang sudah menyuntikkan obat bius pada Arini
menggendongnya di belakang dan menaiki sebuah tangga tali yang terulur dari
helikopter yang tidak bisa turun lebih jauh karena banyaknya pohon rimbun di
sekitar.
Sedangkan kedua anak buah Zack bertubuh kekar tidak bisa
mengikuti Zack karena tidak ada ruang untuknya di helikopter, sehingga keduanya
pergi meninggalkan tempat itu menggunakan speed boat menuju pulau terdekat.
Sesuai instruksi Fernando Arini di bawa ke Jakarta. Kalung
yang Arini pakai tidak sengaja sebelumnya terjatuh karena serangannya saat
menghadapi Zack sebelumnya. Sehingga Vico benar-benar buntu untuk mencari
keberadaan Arini.
Vico mencoba menghubungi Fernando kembali saat dia sudah di
tepi pantai tempat pesawat kecilnya berada. Tak lama beberapa pesawat milik Dika dan
beberapa orang juga datang mendarat tapi sayang semuanya harus pulang dengan
tangan kosong karena Arini sudah tidak di tempat itu.
Merasa tidak ada petunjuk semua pesawat menuju Jakarta
kembali ke markas besar mereka masing-masing. Sekretaris Kim mencoba
menghubungi Fernando lagi sesuai perintah Vico.
“ Sudah ketemu ?” Tanya Fernando mengejek Vico sambil
tertawa kecil sambil menghisap cerutu dan mengeluarkan asap tebal dari
mulutnya.
“ Aku akan menghancurkanmu jika tidak memberitahu keberadaan
istriku sekarang.” Teriak Vico sudah benar-benar murka dengan ulah Fernando
tersebut.
“ Datanglah ke alamat yang akan aku kirim, ingat jangan ada
yang bersamamu, oh jangan lupa bawakan surat perpindahan hartamu padaku.”
Seringai Fernando menyampaikan syarat pertukaran Arini pada Vico.
“ Sialan, cepat kirim aku alamatnya aku akan menyerahkan
harta tak berguna itu padamu.” Vico masih berteriak kencang hingga Fernando
menjauhkan ponselnya dari telinganya.
“ Awas semua yang kamu lakukan akan di awasi jika kamu
melanggar bukan hanya kamu tidak bisa berjumpa istri cantikmu itu tapi kamu
juga tidak bisa berjumpa dengan matahari esok.” Ancam Fernando merasa di atas
angin karena bisa menekan keponakannya dengan menggunakan Arini di tangannya
tersebut. Fernando lalu memutus panggilannya dan memberikan alamat untuk Vico
datang menemuinya.
Vico yang sudah menerima persyaratan itu menunggu pesan
masuk dari pamanya.
“ Kim suruh pusat membuat surat pemindahan sahamku di
perusahaan kakek.” Perintah Vico mencoba memikirkan taktiknya menemui pamannya
__ADS_1
dan menyelamatkan Arini.
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim lalu menghubungi
sekretaris perempuan bawahannya agar melakukan hal itu secepat mungkin sehingga
sesampainya mereka di Jakarta surat tersebut sudah selesai.
Di lain sisi Dika mengabari Putra jika tempat yang dia
datangi masih belum bisa menemukan Arini. Sehingga dia kembali ke Jakarta
dengan anak buah Putra yang lain. Putra kembali menghubungi Vico karena informasi Vico yang
tidak benar itu.
“ Kak Arini di Jakarta, tenanglah aku akan
menyelamatkannya.” Ucap Vico sudah mengetahui alasan Putra menghubunginya.
“ Siapa pelakunya ?” Tanya Putra sudah berpikir jernih
sambil terduduk di kursi dalam ruangan pribadinya.
“ Fernando, dia ingin menggunakan Arini untuk memerasku.”
Vico menjawab jujur pada kakak yang sangat protektif dan Arini tersebut.
“ Black Panther akan ku hancurkan.” Ucap Putra pelan tapi
penuh dengan makna sarkasme tersebut sambil menutup panggilannya.
Putra yang tengah dilanda dendam karena lagi-lagi Fernando
melibatkan adiknya pada perseteruan harta keluarga Vico membuatnya tidak bisa
lagi bersabar. Dia langsung menghubungi anak buahnya yang berada di Jerman
untuk mengirimkan data berbagai usaha Fernando dan kerajaan mafia Fernando di
Eropa dan segera menyelesaikan penyelidikannya pada orang yang menjadi
menyuplai dana pada Fernando selama ini. Dan mencari keberadaan Fernando saat
ini.
secepatnya padanya. Putra ingin menghancurkan Fernando hingga dia tidak bisa
bangkit lagi. Bahkan mungkin melenyapkan pria yang berumur hampir setengah abad
itu.
“ Baik Tuan” Jawab anak buah Putra dan segera melaksanakan
tugas yang di perintahkan Putra.
Tempat Arini
Arini kembali tersadar dari biusan yang dia terima kembali
dia mengedarkan pandangannya dan menemukan jika tempat yang dia tempati berbeda
dari tempat sebelumnya. Ruangan yang bercat putih dan terlihat bersih dari
tempat sebelumnya menyambut Arini yang masih tetap terikat di kursi dengan
mulut tersumpal kain.
Seorang Pria setengah baya terlihat mendatanginya dan
menyeringai sambil menarik dagunya. Arini memandang jijik dengan pria yang
tidak di kenalnya tersebut.
“ Tenanglah, suamimu akan datang.” Ucapnya sambil melepaskan
dagu Arini. Tatapan tidak bersahabat memandang jengah pada pria dengan mata
sebelahnya tertutup bagaikan penggambaran bajak laut yang tak lain Fernando Paman Vico.
Zack juga terlihat berjalan di belakang pria setengah baya
itu. Mereka berdua hanya memberitahu Arini tentang kedatangan Vico tersebut
lalu meninggalkan Arini yang meronta-ronta dan kembali meninggalkan Arini yang
duduk dengan tangan dan kaki terikat itu.
__ADS_1
“ Oh satu lagi, mungkin nanti akan menjadi pertemuan
terakhirmu juga dengan suami tampanmu itu.” Fernando menoleh dan menyampaikan
pernyataannya tersebut sambil tertawa terbahak-bahak membayangkan rencananya
mendapatkan harta Vico dan menyingkirkannya dari dunia sesuai perintah orang
yang selalu membantunya dapat terwujud.
Mendengar hal tersebut Arini terdiam lemas dan berharap Vico
tidak datang ke tempat ini untuk menolongnya, walaupun dia ingin selamat tapi
dia tidak ingin kehilangan pria yang saat ini memiliki ruang tersendiri di
hatinya tersebut.
Arini hanya bisa berdoa pada Allah SWT agar suaminya itu
tidak datang dan berharap selamat jika dia tetap datang menemuinya. Di saat
seperti ini kepasrahan menjadi teman Arini sambil melantunkan doa pada sang pencipta
agar semua ini segera berakhir.
Sungguh tidak tega jika menyaksikan Arini dengan baju yang
sudah tidak lagi berwarna kuning cerah itu, terlihat beberapa bagian sudah
sobek karena pertarungannya dengan pria kekar di tempat sebelumnya. Kelopak
mata yang bengkak karena tangisannya berkali-kali, rambutnya yang acak-acakan,
tangan dan kakinya yang semakin memerah karena ikatan kencang dibanding
sebelumnya.
Keberadaan Vico
Vico yang sudah berada di Jakarta langsung menjalankan
rencananya surat pemindahan saham dan harta dari kakeknya telah di tangannya.
Dia menanda tangani berkas tersebut.
Rezky dan Peter yang sebelumnya di perintah untuk
menyelidiki keberadaan Fernando juga menemui Vico di bandara tersebut dan
menjelaskan keberadaan Fernando yang berada sama dengan alamat yang Fernando
kirimkan pada Vico. Karena perintah Vico mereka mengurungkan niatnya menghabisi
Fernando untuk menyelamatkan Arini. Keempat Pria tersebut terlihat mendengarkan
rencana Vico dan mengangguk memahami arahan Vico.
Setelah keempatnya memahami rencana Vico mereka lalu
melaksanakan sesuai instruksi tersebut. Tak beberapa lama Vico terlihat datang
sendirian di rumah yang cukup megah itu dengan sebuah amplop berkas pemindahan
harta.
“ Hahaha keponakanku tersayang, akhirnya datang juga.”
Sambut Fernando dengan tawa kemenangan melebarkan kedua lengannya mencoba
menjadi sosok paman yang ingin memeluk keponakan dengan kasih sayang.
“ Tidak perlu basa-basi mana Arini ?” Tanya Vico tersebut
dengan suara dingin. Dan tatapan tajam.
“ Wah kamu tidak sabar ya, serahkan dulu amplop itu.”
Perintah Fernando yang menjatuhkan tubuhnya pada sofa ruang tamu.
“ Aku ingin lihat Arini dulu.” Vico tidak bergerak dari
tempatnya dan kekeh ingin memastikan keselamatan istrinya tersebut.
“ Kamu tidak dalam posisi tawar menawar denganku, kamu tidak
melihat sekeliling adalah anak buahku ?” Gertak Fernando sambil menunjukkan
__ADS_1
para pria berpakaian serba hitam mengelilingi rumah tersebut.