My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Pencarian


__ADS_3

Zack terlihat mendapat panggilan dari Fernando untuk


berhati-hati dan mengirimkan bantuan untuk membantunya berpindah karena tidak


ingin persembunyiannya diketahui Vico.


Sebuah helikopter terlihat terbang mendekati tempat


persembunyian Arini. Zack yang sudah menyuntikkan obat bius pada Arini


menggendongnya di belakang dan menaiki sebuah tangga tali yang terulur dari


helikopter yang tidak bisa turun lebih jauh karena banyaknya pohon rimbun di


sekitar.


Sedangkan kedua anak buah Zack bertubuh kekar tidak bisa


mengikuti Zack karena tidak ada ruang untuknya di helikopter, sehingga keduanya


pergi meninggalkan tempat itu menggunakan speed boat menuju pulau terdekat.


Sesuai instruksi Fernando Arini di bawa ke Jakarta. Kalung


yang Arini pakai tidak sengaja sebelumnya terjatuh karena serangannya saat


menghadapi Zack sebelumnya. Sehingga Vico benar-benar buntu untuk mencari


keberadaan Arini.


Vico mencoba menghubungi Fernando kembali saat dia sudah di


tepi pantai tempat pesawat kecilnya berada. Tak lama beberapa pesawat milik Dika dan


beberapa orang juga datang mendarat tapi sayang semuanya harus pulang dengan


tangan kosong karena Arini sudah tidak di tempat itu.


Merasa tidak ada petunjuk semua pesawat menuju Jakarta


kembali ke markas besar mereka masing-masing. Sekretaris Kim mencoba


menghubungi Fernando lagi sesuai perintah Vico.


“ Sudah ketemu ?” Tanya Fernando mengejek Vico sambil


tertawa kecil sambil menghisap cerutu dan mengeluarkan asap tebal dari


mulutnya.


“ Aku akan menghancurkanmu jika tidak memberitahu keberadaan


istriku sekarang.” Teriak Vico sudah benar-benar murka dengan ulah Fernando


tersebut.


“ Datanglah ke alamat yang akan aku kirim, ingat jangan ada


yang bersamamu, oh jangan lupa bawakan surat perpindahan hartamu padaku.”


Seringai Fernando menyampaikan syarat pertukaran Arini pada Vico.


“ Sialan, cepat kirim aku alamatnya aku akan menyerahkan


harta tak berguna itu padamu.” Vico masih berteriak kencang hingga Fernando


menjauhkan ponselnya dari telinganya.


“ Awas semua yang kamu lakukan akan di awasi jika kamu


melanggar bukan hanya kamu tidak bisa berjumpa istri cantikmu itu tapi kamu


juga tidak bisa berjumpa dengan matahari esok.” Ancam Fernando merasa di atas


angin karena bisa menekan keponakannya dengan menggunakan Arini di tangannya


tersebut. Fernando lalu memutus panggilannya dan memberikan alamat untuk Vico


datang menemuinya.


Vico yang sudah menerima persyaratan itu menunggu pesan


masuk dari pamanya.


“ Kim suruh pusat membuat surat pemindahan sahamku di


perusahaan kakek.” Perintah Vico mencoba memikirkan taktiknya menemui pamannya

__ADS_1


dan menyelamatkan Arini.


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim lalu menghubungi


sekretaris perempuan bawahannya agar melakukan hal itu secepat mungkin sehingga


sesampainya mereka di Jakarta surat tersebut sudah selesai.


Di lain sisi Dika mengabari Putra jika tempat yang dia


datangi masih belum bisa menemukan Arini. Sehingga dia kembali ke Jakarta


dengan anak buah Putra yang lain. Putra kembali menghubungi Vico karena informasi Vico yang


tidak benar itu.


“ Kak Arini di Jakarta, tenanglah aku akan


menyelamatkannya.” Ucap Vico sudah mengetahui alasan Putra menghubunginya.


“ Siapa pelakunya ?” Tanya Putra sudah berpikir jernih


sambil terduduk di kursi dalam ruangan pribadinya.


“ Fernando, dia ingin menggunakan Arini untuk memerasku.”


Vico menjawab jujur pada kakak yang sangat protektif dan Arini tersebut.


“ Black Panther akan ku hancurkan.” Ucap Putra pelan tapi


penuh dengan makna sarkasme tersebut sambil menutup panggilannya.


Putra yang tengah dilanda dendam karena lagi-lagi Fernando


melibatkan adiknya pada perseteruan harta keluarga Vico membuatnya tidak bisa


lagi bersabar. Dia langsung menghubungi anak buahnya yang berada di Jerman


untuk mengirimkan data berbagai usaha Fernando dan kerajaan mafia Fernando di


Eropa dan segera menyelesaikan penyelidikannya pada orang yang menjadi


menyuplai dana pada Fernando selama ini. Dan mencari keberadaan Fernando saat


ini.


secepatnya padanya. Putra ingin menghancurkan Fernando hingga dia tidak bisa


bangkit lagi. Bahkan mungkin melenyapkan pria yang berumur hampir setengah abad


itu.


“ Baik Tuan” Jawab anak buah Putra dan segera melaksanakan


tugas yang di perintahkan Putra.


Tempat Arini


Arini kembali tersadar dari biusan yang dia terima kembali


dia mengedarkan pandangannya dan menemukan jika tempat yang dia tempati berbeda


dari tempat sebelumnya. Ruangan yang bercat putih dan terlihat bersih dari


tempat sebelumnya menyambut Arini yang masih tetap terikat di kursi dengan


mulut tersumpal kain.


Seorang Pria setengah baya terlihat mendatanginya dan


menyeringai sambil menarik dagunya. Arini memandang jijik dengan pria yang


tidak di kenalnya tersebut.


“ Tenanglah, suamimu akan datang.” Ucapnya sambil melepaskan


dagu Arini. Tatapan tidak bersahabat memandang jengah pada pria dengan mata


sebelahnya tertutup bagaikan penggambaran bajak laut yang tak lain Fernando Paman Vico.


Zack juga terlihat berjalan di belakang pria setengah baya


itu. Mereka berdua hanya memberitahu Arini tentang kedatangan Vico tersebut


lalu meninggalkan Arini yang meronta-ronta dan kembali meninggalkan Arini yang


duduk dengan tangan dan kaki terikat itu.

__ADS_1


“ Oh satu lagi, mungkin nanti akan menjadi pertemuan


terakhirmu juga dengan suami tampanmu itu.” Fernando menoleh dan menyampaikan


pernyataannya tersebut sambil tertawa terbahak-bahak membayangkan rencananya


mendapatkan harta Vico dan menyingkirkannya dari dunia sesuai perintah orang


yang selalu membantunya dapat terwujud.


Mendengar hal tersebut Arini terdiam lemas dan berharap Vico


tidak datang ke tempat ini untuk menolongnya, walaupun dia ingin selamat tapi


dia tidak ingin kehilangan pria yang saat ini memiliki ruang tersendiri di


hatinya tersebut.


Arini hanya bisa berdoa pada Allah SWT agar suaminya itu


tidak datang dan berharap selamat jika dia tetap datang menemuinya. Di saat


seperti ini kepasrahan menjadi teman Arini sambil melantunkan doa pada sang pencipta


agar semua ini segera berakhir.


Sungguh tidak tega jika menyaksikan Arini dengan baju yang


sudah tidak lagi berwarna kuning cerah itu, terlihat beberapa bagian sudah


sobek karena pertarungannya dengan pria kekar di tempat sebelumnya. Kelopak


mata yang bengkak karena tangisannya berkali-kali, rambutnya yang acak-acakan,


tangan dan kakinya yang semakin memerah karena ikatan kencang dibanding


sebelumnya.


Keberadaan Vico


Vico yang sudah berada di Jakarta langsung menjalankan


rencananya surat pemindahan saham dan harta dari kakeknya telah di tangannya.


Dia menanda tangani berkas tersebut.


Rezky dan Peter yang sebelumnya di perintah untuk


menyelidiki keberadaan Fernando juga menemui Vico di bandara tersebut dan


menjelaskan keberadaan Fernando yang berada sama dengan alamat yang Fernando


kirimkan pada Vico. Karena perintah Vico mereka mengurungkan niatnya menghabisi


Fernando untuk menyelamatkan Arini. Keempat Pria tersebut terlihat mendengarkan


rencana Vico dan mengangguk memahami arahan Vico.


Setelah keempatnya memahami rencana Vico mereka lalu


melaksanakan sesuai instruksi tersebut. Tak beberapa lama Vico terlihat datang


sendirian di rumah yang cukup megah itu dengan sebuah amplop berkas pemindahan


harta.


“ Hahaha keponakanku tersayang, akhirnya datang juga.”


Sambut Fernando dengan tawa kemenangan melebarkan kedua lengannya mencoba


menjadi sosok paman yang ingin memeluk keponakan dengan kasih sayang.


“ Tidak perlu basa-basi mana Arini ?” Tanya Vico tersebut


dengan suara dingin. Dan tatapan tajam.


“ Wah kamu tidak sabar ya, serahkan dulu amplop itu.”


Perintah Fernando yang menjatuhkan tubuhnya pada sofa ruang tamu.


“ Aku ingin lihat Arini dulu.” Vico tidak bergerak dari


tempatnya dan kekeh ingin memastikan keselamatan istrinya tersebut.


“ Kamu tidak dalam posisi tawar menawar denganku, kamu tidak


melihat sekeliling adalah anak buahku ?” Gertak Fernando sambil menunjukkan

__ADS_1


para pria berpakaian serba hitam mengelilingi rumah tersebut.


__ADS_2