My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Rumah yang Indah


__ADS_3

“ Bukankah ini seperti takdir yang mempertemukan kita lagi


?” Tanya Haris


“ Tapi kita hanya bisa berteman.” Jawab Arini.


Drt drt drt


“ Halo Vivi.” Jawab Arini


“ Nona dimana ? saya mencari nona kemana-mana tapi tidak


menemukannya.


“ Vivi kamu bisa kembali ke kantor duluan aku masih ada


urusan.” Ucap Arini


“ Baik nona, saya akan kembali ke kantor. Sampai jumpa


nona.” Ucap Vivi


“ Iya, hati-hati.” Ucap Arini dan memutus panggilannya


“ Kenapa Arini ?” Tanya Haris


Drt drt drt terdengar getar lagi dari ponsel Arini saat


ingin menjawab pertanyaan Haris.


“ Arini kamu sudah selesai ?” Ternyata panggilan dari Vico


“ Iya sudah.” Jawab Arini


“ Segeralah ke depan kantor aku sudah menunggumu.” Ucap Vico


“ Iya.” Jawb Arini. Dan memutus panggilannya


“ Aku pamit dulu ya, dahhh.” Ucap Arini dan pergi dari


kantor Haris setelah menerima panggilan dari Vico.


“ Arini aku akan mengejarmu lagi, sampai kamu mengatakan


setuju denganku.” Ucap Haris melihat Arini pergi dari ruangannya


“Arini kamu masih tetap cantik dan mempesona seperti dulu,


aku tidak tahu aku sangat bahagia bertemu denganmu lagi.” Ucap Haris dan


tersenyum dengan hal itu.


Arini sudah berada di depan kantor dan berjalan menuju mobil


Vico.


“ Kenapa lama sekali, bagaimana presentasimu ?” Tanya Vico


“ Maaf , presentasiku berjalan lancar.” Jawab Arini


“ Kita makan siang dulu ya, kamu pasti belum makan ?” Tanya


Vico


“ Iya.” Jawab Arini


Vico lalu meminta sekretaris Kim mampir ke salah satu


restoran untuk makan siang dengan Arini.


Mereka berdua makan di salah satu ruangan VIP yang khusus


untuk mereka berdua.


Mereka terlihat menyantap makan siang dalam keheningan.


“ Arini apakah makanannya kamu suka ?” Tanya Vico


“ Iya,” Jawab Arini


Mereka lalu pergi setelah selesai. Arini dan Vico kembali ke

__ADS_1


mobil mereka, Arini meminta mampir ke Masjid karena sudah memasuki hampir


memasuki waktu sholat Adzar karena Arini belum sempat beribadah tadi. Mobil


berhenti di salah satu masjid Arini keluar dan melaksakan ibadah dzuhur serta


ashar sekalian . Arini lalu kembali ke mobil. Sekretaris Kim lalu melajukan ke


rumah-rumah yang telah dia siapkan sesuai permintaan tuannya.


Arini melihat-lihat setiap rumah yang dikunjungi dengan Vico


di rumah yang ketiga Arini merasa rumah itu sangat indah.


“ Apa kamu tertarik dengan rumah ini ?” Tanya Vico yang


melihat ekspresi Arini terlihat senang dengan rumah itu


Rumah itu ada 4 tingkat dan memiliki lift dan fasilitas yang


lengkap, tapi yang membuat Arini menyukainya adalah taman di depan rumah yang


dipenuhi banyak bunga serta belakang rumah yang banyak pohon buah-buahan, kolam


ikan, kolam renang, dan banyak tumbuh sayur-mayur dan tanaman lain untuk bahan


memasak.


“ Iya.” Jawab Arini


“ Kamu ingin melihat yang lain ?, kita masih ada dua rumah


lagi yang belum kita kunjungi ?” Tanya Vico


“ Kita memilih rumah ini saja ya.” Ucap Vico


“ Baiklah terserah kamu.” Jawab Vico


“ Kim segera bereskan pembeliannya untuk rumah ini, aku


memilihnya.” Ucap Vico pada sekretaris Kim


“ Baik Tuan.” Jawab Sekretaris Kim


malam dulu . Mereka langsung pergi ke kamar untuk istirahat.


Mereka tidur seperti kemarin dimana Vico mendekap tubuh


Arini dan mencium puncak kepala Arini.


Pagi hari Arini menyiapkan pakaian ke dalam koper karena


Vico semalam memintanya mengemas pakaian untuk pindah ke rumah baru. Setelah


selesai dan melakukan rutinitas  pagi


Vico mengantar Arini ke rumah Arini karena hari itu hari Libur jadi Arini tidak


pergi ke kantor.


“ Hati-hati selama aku tidak ada .” Ucap Vico


“ Iya, kamu juga selama di sana “ Jawab Arini dan Vico


mengecup puncak kepala Arini. Setelah itu Vico menuju Bandara untuk pergi ke


Italia bersama sekretaris Kim.


“ Kim orang yang menjaga Arini sudah bekerja ya ?” Tanya


Vico


“ sudah tuan.” Jawab sekretaris Kim


“ Bilang padanya untuk melaporkan padaku setiap hari melalui


email.” Ucap Vico


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim


Rumah Arini

__ADS_1


“ Mamah, papah “ Ucap Arini melihat kedua orang tuanya yang


duduk menonton tv di ruang keluarga. Dan memeluk mereka berdua bergantian.


“ Sayang ada apa kamu kesini Vico dimana ?” Tanya mamah


Arini


“ Vico ada urusan di Italia mah, dan Arini ingin tinggal


disini selama dia di Italia.” Jawab Arini


“ Kalian baik-baik saja kan berdua ?” Tanya mamah Arini


“ Iya mah, Vico orangnya baik kok, dia tidak pernah


menyakiti Arini.” Ucap Arini


“ Wah wah siapa ini yang datang, kenapa kamu kesini dek ?”


Tanya Putra yang baru turun dari tangga


“ Kakak Arini sangat kangen dengan kakak, Vico ke Italia


jadi Arini memilih kesini karena kangen dengan kalian.” Ucap Arini memeluk


putra dan kembali menjadi Arini yang manja dan ceria.


“ Kakak juga merindukanmu.’ Ucap Putra


Ada apa Vico ke Italia apakah ada masalah dengan Black


Kingdom sampai dia pergi kesana.Batin Putra


“ Kakak mau ke Mall apa kamu mau ikut ?” Tanya Putra.


“ Tidak kak, Arini ada janji makan siang  dengan Klien juga teman Arini nanti siang.”


Jawab Arini


“ Teman siapa ?” Tanya Putra


“ Teman saat aku sekolah di Indonesia, yang selalu


menemaniku dulu kak, kita bertemu disini beberapa kali dan dia mengajak Arini


makan kak sambil membicarakan desain yang dia pesan.” Ucap Arini


“ Oh baiklah hati-hati ya dek, kakak berangkat dulu.” Ucap


Kaka Arini


“ Iya Kak hati-hati.” Ucap Arini melepas kepergian kakaknya.


“ Mah, pah Arini ke atas dulu ya besiap-siap.” Arini


bergegas ke kamarnya dan berganti pakaian lalu pergi ke tempat dia dan Arga


janjian makan siang. Arini sudah mengirim pesan dengan Arga kalau langsung


bertemu di restoran saja tidak perlu menjemputnya


“ Hai Arini disini.” Teriak Arga melihat Arini baru memasuki


restoran.


“ Hai Ga, sorry lama nunggunya ?” Tanya Arini


“ Santai saja aku juga baru sampai kok , eh begini untuk


desainnya aku ingin ada perubahan Arini.” Ucap Arga.


“ Oke, bagian mana saja yang ingin kamu rubah ?” Tanya Arini


Pelayan datang dan memberikan buku menu, mereka memilih


makanan dan pelayanpun mencatat lalu pergi menggalkan mereka berdua.


“ Aku ingin pewarnaannya abu-abu, hitam dan putih, lalau


untuk panggungnya full nuasa jawa, untuk kesan elegannya dari beberapa latar

__ADS_1


belakangnya menggunakan gaya eropa, bagaimana menurut kamu ?” Tanya Arga


__ADS_2