My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Memastikan


__ADS_3

“ Baiklah serahkan pada kakak akan kakak bantu bereskan


masalah kecil ini aku akan menemuimu, Kamu di mana sekarang ? ” Putra sedikit


kesal karena ada yang mempermainkan adik kesayangannya. Dia terlihat segera


berdiri dari kursi kerjanya mengambil kunci dan jas untuk menemui Arini.


“ Oh Arini ada di Cafe X kak, Baiklah Arini tunggu.” Jawab


Arini lalu mematikan panggilannya. Sambil menunggu dia menyesap jus jeruk yang


sebelumnya dia pesan. Terlihat Arini memainkan ponsel miliknya untuk


menghilangkan kebosanan menunggu kedatangan Putra.


Tak berapa lama Putra pun datang dan menemuinya.


“ Kenapa berpakaian seperti ini aneh sekali .” Ucap Putra


yang melihat pakaian yang Arini kenakan. Terlihat alis sebelahnya sampai menaik


melihat style yang Arini gunakan saking anehnya. Putra lalu duduk di


depan Arini.


“ Jangan begitu kak, aku melakukan ini agar tidak dapat


dikenali, kalau aku berpakaian seperti biasa pasti mudah dikenali, atau aku tidak


bisa sedekat tadi untuk mendapatkan bukti plagiat ini.” Ucap Arini terlihat


cemberut dengan ejekan Putra yang memang kenyataannya seperti itu.


“ Jelaskan dulu bagaimana kejadiannya agar kakak bisa


membereskan agar tidak mengganggu perusahaanmu lagi.” Putra terlihat kembali


serius memulai pembicaraan masalah Arini.


“ Jadi begini kak beberapa saat lalu Perusahaan Arini


mengikuti Tender Perusahaan X, nah hari ini aku mendapat berita jika desain


yang sudah dikirimkan itu dituduh plagiat mengingat Perusahaan “Future Desain”


sudah mengirim lebih cepat dari Perusahaan Arini, kakak kan tahu Arini tidak


mungkin menjiplak desain orang lain, nah Arini tidak terima kan makannya Arini


selidiki dan benar ada karyawan Arini yang berkhianat dan kerja sama dengan


orang dari “Future desain” dengan imbalan uang dan juga posisi kerja di sana


yang membuat Arini sangat marah bahkan “Future Desain” menuntut perusahaan


Arini kak” Jelas Arini yang terlihat kesal mengenai kejadian itu.


“ Baiklah kakak sudah tahu bagaimana membalasnya, tenang


saja serahkan semua pada kakak kamu tahu beres saja, bahkan kamu yang sudah


tidak pernah meretas sampai melakukannya sepertinya ini benar-benar membuatmu


kesal ya, O iya mana buktinya ?” Putra sedikit menggoda Adiknya yang


berkarakter unik itu di mana dia bisa menjadi malaikat yang cantik dan kadang

__ADS_1


jika marah bisa seperti rubah yang cerdik untuk membalas. Semua hal berat yang


Arini alami benar-benar bisa menempanya menjadi lebih kuat, cerdas, cerdik dan


bijaksana.


“ Ini kak, Ya sudah Arini masih harus mendesain ulang untuk


lusa dikirim jadi Arini kembali ke kantor dulu ya, Terima kasih kakak selalu


menjadi orang yang bisa Arini andalkan.” Ucap Arini untuk berpamitan pada


kakaknya. Arini berdiri dari sofa duduknya berjalan ke arah pintu keluar.


“ Ar kamu tidak ada hal lain yang perlu diceritakan lagi ?”


Tanya Putra yang membuat langkah Arini terhenti sesaat.


“ Tidak kak, itu saja.” Jawab Arini berbalik menghadap Putra


dan menampakkan senyum manisnya untuk memperlihatkan dirinya baik-baik saja.


“ Huh baiklah, jika ada hal lain kamu beritahu kakak saja.”


Ucap Putra sambil bernafas kasar karena Arini yang kadang-kadang suka menyimpan


hal sulit agar tidak membebani orang lain.


“ Siapa orang yang mengganggumu itu, huh apakah laki-laki


brngs*k itu kembali, bahkan anak buahku belum bisa mendapatkan informasi


keberadaannya sampai sekarang setelah dia terlepas dari pengawasku, aku harus


meminta Dika bekerja lebih untuk melindungimu.” Gumam Putra yang masih terduduk


dan menjaganya selama ini. Dia tidak ingin ada musuhnya atau orang lain menyakiti


Arini.


Amerika


Seorang pria muda terlihat tengah duduk dengan angkuhnya


sambil meneguk segelas wine berwarna merah. Pria bertubuh kekar tinggi dengan


mata biru terlihat tersenyum tipis entah apa yang tengah dia pikirkan. Seorang


pria muda masuk dan memberi hormat lalu melapor pada pria dengan kemeja biru


yang masih menggenggam gelas wine di tangannya itu.


“ Tuan sepertinya ada pergerakan dari Tuan Putra dan Tuan


Vico untuk menyelidiki Anda, saya mendapat kabar beberapa orang dipekerjakan


untuk mengecek nomor dan keberadaan Anda. Selanjutnya bagaimana tuan ?”


Pria tampan itu meletakkan gelas wine miliknya menyeringai


bagaikan iblis mendengar berita yang disampaikan anak buahnya itu.


“ Tenang saja itu hanya permulaan, biarkan mereka mencari


tahu dulu pastikan tidak bisa mendapat apa yang mereka inginkan.” Ucap Pria dengan


rambut coklat itu. Anak buahnya lalu mengangguk dan memberi hormat lalu

__ADS_1


meninggalkan pemuda yang menjadi tuannya itu. Pria tersebut kemudian berdiri


dan berjalan ke arah jendela.


“ Ariniku hanya milikku tidak ada yang boleh memilikinya


selain aku, aku berjuang keras untuk menjadi sekuat ini segalanya untuk


mendapatkanmu kembali tapi sayang aku kalah selangkah hingga kamu bisa menikahi


pria brengs*k itu, Tapi pada akhirnya aku akan memisahkan kalian dan menjadikanmu


seutuhnya milikku untuk selamanya.” Ucapnya lalu kembali menyeringai bak iblis karena


membayangkan keberhasilan pada semua rencananya untuk mendapatkan wanita


pertama dalam hidupnya itu.


Indonesia


Arini dan Vico saat ini sedang makan malam seperti biasa


tidak ada pembicaraan pada keduanya saat menyantap sajian yang terhidang itu.


Usai makan malam keduanya kembali ke kamar mereka.


“ Ar aku lusa akan ke Italia mungkin selama seminggu, kamu


tinggal di rumah atau ingin tinggal dengan orang tuamu untuk sementara ?” Tanya


Vico yang ingin mengatur penjagaan untuk Arini jika istrinya memilih tinggal


dengan orang tuanya hal itu lebih bisa membuat hatinya tenang mengingat ada


Putra di sana. Tapi jika tinggal di rumah dia akan memperketat penjagaan di


luar rumah.


“ Aku tinggal di rumah saja, di rumahku tidak ada orang


soalnya mamah papah ada urusan bisnis di luar negeri begitu juga kakak jadi


sama saja aku di rumah sana atau di rumah sini.” Jawab Arini sedikit cemberut


mendengar Vico akan pergi ke Italia untuk urusan pekerjaan itu.


“ Baiklah, hati-hati selama di rumah, jika ada apa-apa


segera hubungi aku ya, maaf aku tidak bisa mengajakmu aku takut jika kamu akan


mengalami hal yang tidak aku inginkan jika kamu ikut denganku” Vico terlihat


sedikit sedih karena harus terpisah dengan istri cantiknya itu.


“ Sudahlah aku sudah biasa kok sendirian, orang tuaku juga


sering bepergian mamah selalu menemani papah jika ada urusan bisnis begitu pula


kakak juga sering ke Belanda untuk mengurusi bisnis kakek, kamu hati-hati di


sana beri kabar padaku jika kamu sedang senggang.” Ucap Arini yang sebenarnya


berat ditinggal Vico mengingat dia sudah sangat nyaman dengan keberadaan Vico.


“ Siap yang mulia, aku hanya ingin memastikan sesuatu semoga


itu sesuai harapanku.” Ucap Vico

__ADS_1


“ Apa ?” Tanya Arini penasaran.


__ADS_2