
“ Baiklah serahkan pada kakak akan kakak bantu bereskan
masalah kecil ini aku akan menemuimu, Kamu di mana sekarang ? ” Putra sedikit
kesal karena ada yang mempermainkan adik kesayangannya. Dia terlihat segera
berdiri dari kursi kerjanya mengambil kunci dan jas untuk menemui Arini.
“ Oh Arini ada di Cafe X kak, Baiklah Arini tunggu.” Jawab
Arini lalu mematikan panggilannya. Sambil menunggu dia menyesap jus jeruk yang
sebelumnya dia pesan. Terlihat Arini memainkan ponsel miliknya untuk
menghilangkan kebosanan menunggu kedatangan Putra.
Tak berapa lama Putra pun datang dan menemuinya.
“ Kenapa berpakaian seperti ini aneh sekali .” Ucap Putra
yang melihat pakaian yang Arini kenakan. Terlihat alis sebelahnya sampai menaik
melihat style yang Arini gunakan saking anehnya. Putra lalu duduk di
depan Arini.
“ Jangan begitu kak, aku melakukan ini agar tidak dapat
dikenali, kalau aku berpakaian seperti biasa pasti mudah dikenali, atau aku tidak
bisa sedekat tadi untuk mendapatkan bukti plagiat ini.” Ucap Arini terlihat
cemberut dengan ejekan Putra yang memang kenyataannya seperti itu.
“ Jelaskan dulu bagaimana kejadiannya agar kakak bisa
membereskan agar tidak mengganggu perusahaanmu lagi.” Putra terlihat kembali
serius memulai pembicaraan masalah Arini.
“ Jadi begini kak beberapa saat lalu Perusahaan Arini
mengikuti Tender Perusahaan X, nah hari ini aku mendapat berita jika desain
yang sudah dikirimkan itu dituduh plagiat mengingat Perusahaan “Future Desain”
sudah mengirim lebih cepat dari Perusahaan Arini, kakak kan tahu Arini tidak
mungkin menjiplak desain orang lain, nah Arini tidak terima kan makannya Arini
selidiki dan benar ada karyawan Arini yang berkhianat dan kerja sama dengan
orang dari “Future desain” dengan imbalan uang dan juga posisi kerja di sana
yang membuat Arini sangat marah bahkan “Future Desain” menuntut perusahaan
Arini kak” Jelas Arini yang terlihat kesal mengenai kejadian itu.
“ Baiklah kakak sudah tahu bagaimana membalasnya, tenang
saja serahkan semua pada kakak kamu tahu beres saja, bahkan kamu yang sudah
tidak pernah meretas sampai melakukannya sepertinya ini benar-benar membuatmu
kesal ya, O iya mana buktinya ?” Putra sedikit menggoda Adiknya yang
berkarakter unik itu di mana dia bisa menjadi malaikat yang cantik dan kadang
__ADS_1
jika marah bisa seperti rubah yang cerdik untuk membalas. Semua hal berat yang
Arini alami benar-benar bisa menempanya menjadi lebih kuat, cerdas, cerdik dan
bijaksana.
“ Ini kak, Ya sudah Arini masih harus mendesain ulang untuk
lusa dikirim jadi Arini kembali ke kantor dulu ya, Terima kasih kakak selalu
menjadi orang yang bisa Arini andalkan.” Ucap Arini untuk berpamitan pada
kakaknya. Arini berdiri dari sofa duduknya berjalan ke arah pintu keluar.
“ Ar kamu tidak ada hal lain yang perlu diceritakan lagi ?”
Tanya Putra yang membuat langkah Arini terhenti sesaat.
“ Tidak kak, itu saja.” Jawab Arini berbalik menghadap Putra
dan menampakkan senyum manisnya untuk memperlihatkan dirinya baik-baik saja.
“ Huh baiklah, jika ada hal lain kamu beritahu kakak saja.”
Ucap Putra sambil bernafas kasar karena Arini yang kadang-kadang suka menyimpan
hal sulit agar tidak membebani orang lain.
“ Siapa orang yang mengganggumu itu, huh apakah laki-laki
brngs*k itu kembali, bahkan anak buahku belum bisa mendapatkan informasi
keberadaannya sampai sekarang setelah dia terlepas dari pengawasku, aku harus
meminta Dika bekerja lebih untuk melindungimu.” Gumam Putra yang masih terduduk
dan menjaganya selama ini. Dia tidak ingin ada musuhnya atau orang lain menyakiti
Arini.
Amerika
Seorang pria muda terlihat tengah duduk dengan angkuhnya
sambil meneguk segelas wine berwarna merah. Pria bertubuh kekar tinggi dengan
mata biru terlihat tersenyum tipis entah apa yang tengah dia pikirkan. Seorang
pria muda masuk dan memberi hormat lalu melapor pada pria dengan kemeja biru
yang masih menggenggam gelas wine di tangannya itu.
“ Tuan sepertinya ada pergerakan dari Tuan Putra dan Tuan
Vico untuk menyelidiki Anda, saya mendapat kabar beberapa orang dipekerjakan
untuk mengecek nomor dan keberadaan Anda. Selanjutnya bagaimana tuan ?”
Pria tampan itu meletakkan gelas wine miliknya menyeringai
bagaikan iblis mendengar berita yang disampaikan anak buahnya itu.
“ Tenang saja itu hanya permulaan, biarkan mereka mencari
tahu dulu pastikan tidak bisa mendapat apa yang mereka inginkan.” Ucap Pria dengan
rambut coklat itu. Anak buahnya lalu mengangguk dan memberi hormat lalu
__ADS_1
meninggalkan pemuda yang menjadi tuannya itu. Pria tersebut kemudian berdiri
dan berjalan ke arah jendela.
“ Ariniku hanya milikku tidak ada yang boleh memilikinya
selain aku, aku berjuang keras untuk menjadi sekuat ini segalanya untuk
mendapatkanmu kembali tapi sayang aku kalah selangkah hingga kamu bisa menikahi
pria brengs*k itu, Tapi pada akhirnya aku akan memisahkan kalian dan menjadikanmu
seutuhnya milikku untuk selamanya.” Ucapnya lalu kembali menyeringai bak iblis karena
membayangkan keberhasilan pada semua rencananya untuk mendapatkan wanita
pertama dalam hidupnya itu.
Indonesia
Arini dan Vico saat ini sedang makan malam seperti biasa
tidak ada pembicaraan pada keduanya saat menyantap sajian yang terhidang itu.
Usai makan malam keduanya kembali ke kamar mereka.
“ Ar aku lusa akan ke Italia mungkin selama seminggu, kamu
tinggal di rumah atau ingin tinggal dengan orang tuamu untuk sementara ?” Tanya
Vico yang ingin mengatur penjagaan untuk Arini jika istrinya memilih tinggal
dengan orang tuanya hal itu lebih bisa membuat hatinya tenang mengingat ada
Putra di sana. Tapi jika tinggal di rumah dia akan memperketat penjagaan di
luar rumah.
“ Aku tinggal di rumah saja, di rumahku tidak ada orang
soalnya mamah papah ada urusan bisnis di luar negeri begitu juga kakak jadi
sama saja aku di rumah sana atau di rumah sini.” Jawab Arini sedikit cemberut
mendengar Vico akan pergi ke Italia untuk urusan pekerjaan itu.
“ Baiklah, hati-hati selama di rumah, jika ada apa-apa
segera hubungi aku ya, maaf aku tidak bisa mengajakmu aku takut jika kamu akan
mengalami hal yang tidak aku inginkan jika kamu ikut denganku” Vico terlihat
sedikit sedih karena harus terpisah dengan istri cantiknya itu.
“ Sudahlah aku sudah biasa kok sendirian, orang tuaku juga
sering bepergian mamah selalu menemani papah jika ada urusan bisnis begitu pula
kakak juga sering ke Belanda untuk mengurusi bisnis kakek, kamu hati-hati di
sana beri kabar padaku jika kamu sedang senggang.” Ucap Arini yang sebenarnya
berat ditinggal Vico mengingat dia sudah sangat nyaman dengan keberadaan Vico.
“ Siap yang mulia, aku hanya ingin memastikan sesuatu semoga
itu sesuai harapanku.” Ucap Vico
__ADS_1
“ Apa ?” Tanya Arini penasaran.