My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Saling


__ADS_3

“ Hei kenapa menangis ? Iya aku menyiapkan semua ini, apa


kamu tidak suka ?” Ucap Vico lalu mendekati Arini dan mengusap air mata Arini dia terlihat


takut jika Arini tidak menyukai kejutannya tersebut.


“ Aku sangat menyukainya, Terima kasih.” Ucap Arini lalu


berjinjit mengecup bibir Vico yang terlihat kebingungan dengan ekspresi sedih


yang Arini tunjukan itu.


Merasa Arini bahagia sampai mengecupnya, membuat Vico tidak


menyia-nyiakan hal itu.


Vico lalu membalas kecupan Arini dengan perasaan yang


membara pada seluruh tubuhnya. Arini pun juga merasakan gairah yang tersalur


dari ciuman yang sangat rakus dari suaminya tersebut.


Vico masih menikmati bibir merah Arini tapi tangannya sudah


berusaha menyentuh semua bagian sensitif yang di miliki istrinya tersebut,


karena perasaan yang selama ini terpendam membuatnya benar-benar bagaikan


memiliki keinginan untuk memadu kasih dengan istri yang sudah dia nikahi selama


4 bulan itu.


Vico melepaskan semua pakaian dari tubuh Arini pelan-pelan


walaupun dia ingin segera melakukannya tapi karena dia tidak ingin menyakiti


Arini dia tetap bersabar melepaskannya. Terlihat Arini yang masih berdiri


dengan tubuh polosnya. Vico lalu berganti melepaskan semua pakaiannya.


Vico menjatuhkan tubuhnya dan Arini di atas ranjang yang


masih bertaburan kelopak mawar itu tanpa melepaskan ciumannya pada Arini. Tidak


ada penolakan dari Arini dengan apa yang dilakukan Vico hingga Vico melepaskan


ciumannya tersebut.


“ Apakah aku boleh ?” Tanya Vico yang masih memandang Arini


lekat karena dia tidak ingin memaksa Arini dengan keinginannya tersebut. Hanya


anggukan dan senyuman yang Arini berikan tanda dia setuju dengan tindakan Vico


itu.


Merasa mendapat lampu hijau dari Arini, Vico kembali mencium


rakus mulut Arini yang terlihat sangat merah karena ciuman sebelumnya, lidah


mereka saling beradu, walaupun terlihat Arini masih kaku tapi dia mencoba


mengimbangi perlakuan Vico tersebut.


Ciuman berpindah ke leher Arini, Vico mencium dan mengisap


leher Arini dan turun ke bawah mencium dan meninggalkan tanda merah di tubuh


Arini yang terlihat putih bagaikan susu itu.


Desiran, getaran dan decitan dari ranjang yang menjadi saksi


bisu kedua insan manusia yang memadu kasih itu.


Vico yang sudah menyelesaikan malam pertama yang tertunda


hingga 4 bulan itu terkulai lemas di atas tubuh Arini yang polos.


“ Terima kasih.” Ucap Vico membisikkan pada telinga Arini


mengecup puncak kepalanya dan mereka lalu tidur dengan saling berpelukan dan

__ADS_1


masih dalam keadaan belum memakai sehelai benang pun dan hanya menutupinya


dengan selimut.


Surya bersinar cerah pagi itu, seperti kebahagiaan dua insan


yang masih tertidur pulas karena kelelahan dengan gelora cinta yang saling


tersalur satu sama lain semalam.


Karena silau Arini terlihat membuka kedua matanya dan


mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk. Arini terlihat kaget


karena hari sudah menunjukkan pukul 07.00 dia tidak melaksanakan ibadah


subuhnya karena kesiangan.


Tangan Vico masih mendekap tubuhnya erat dia memindahkan


tangan Vico pelan agar tidak membangunkan suaminya tersebut.


Arini lalu menuju kamar mandi karena ini merupakan


pengalaman pertamanya terasa miliknya sangat perih ketika dia membenamkan


tubuhnya di bak mandi yang sudah terisi air hangat dan banyak kelopak mawar


itu.


“ Ahhhh sakit” Desis Arini yang merasakan perih pada miliknya


itu.


Vico terlihat juga mulai membuka matanya dan meregangkan


tubuhnya yang terasa lelah akan aktivitasnya tadi malam. Vico lalu mencari


Arini yang tidak ada di sampingnya, dia membuka selimutnya dan akan berdiri


meninggalkan ranjangnya, terlihat bercak darah di seprai tersebut menandakan


keperawanan Arini yang ia tembus tadi malam.


dalamnya.


“ Ahhhhhhhh, apa yang kamu lakukan ?” Teriak Arini saat


melihat Vico berdiri di depannya polos.


“ Aku mencarimu, aku mau mandi juga, kita mandi bersama


ya ?” Ucap Vico lalu mendekat pada bak mandi yang Arini tempati.


“ Tidak kamu mandi nanti setelah aku selesai, jangan


mendekat.” Ucap Arini yang menutup dadanya dengan kedua tangan menyilang.


“ Baiklah aku akan menunggumu sampai selesai.” Ucap Vico


yang melihat itu lalu pergi meninggalkan Arini karena tidak ingin membuat Arini


marah.


“ Hah.” Helaan kasar Arini lepaskan. “ Walaupun aku sudah


melakukannya tapi entah kenapa aku masih risih jika melihatnya bertelanjang


seperti itu.” Ucap Arini sambil membersihkan dirinya.


“ Dunia memang tidak pernah ada yang bisa menebak jalan


ceritanya, semua hal yang sulit yang telah aku lewati selama ini hingga aku


mulai menjauhi seorang pria karena terlalu takut kejadian hal yang menyakitkan


itu terjadi lagi, dia pria yang aku kira sangat aneh pelan-pelan mendekatiku


dengan status sebagai suami mulai membuka hatiku dan mengikis semua kenangan


kelam dan sangat bersabar memperlakukan aku, selalu mencoba tidak menyentuhku

__ADS_1


sampai hari ini, aku pun yang takut mulai memberanikan diri menjalankan tugasku


melayaninya dengan jiwa dan ragaku dan akhirnya aku bisa melakukan kewajibanku


sebagai seorang istri malam ini, Apakah dia akan menginginkan kembali entahlah


aku akan berusaha tetap menerimanya .” Arini bergumam sambil tersenyum


mengingat semua kenangan selama 4 bulan bersama dengan suami yang dijodohkan


oleh kedua orang tuanya tersebut.


Arini yang sudah selesai mandi hanya menggunakan Kimono dan handuk


kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


“ Mandilah, aku sudah selesai.” Ucap Arini menghampiri Vico


yang duduk di sofa sudah menggunakan celana pendek.


Vico lalu berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk


membersihkan dirinya yang terasa lengket karena keringat.


“ Akhirnya Arini menerimaku, rasanya sungguh menyenangkan


melakukan itu dengannya, tubuhku merasakan sensasi yang tidak terlupakan,


sampai sekarang bahkan aku masih berdebar-debar setiap memandang Arini.” Ucap


Vico di depan cermin sambil mengingat pengalaman pertamanya dengan wanita yang


juga istrinya itu.


Vico lalu menyalakan shower, dia cukup lama menyiram kepala


hingga tubuhnya itu untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya yang masih terasa


panas timbul keinginan melakukannya lagi saat melihat Arini yang ada di bak


mandi tadi, tapi Vico tetap berusaha menahan keinginannya tersebut.


Vico selesai mandi dan sudah memakai pakaian rapi untuk


berangkat ke kantor.


Terlihat Arini sudah menunggunya di meja makan, makanan


sudah di hidangkan, karena Arini sudah meminta pelayan menyiapkannya saat Vico


mandi tadi.


Mereka menyantap sarapan itu dengan lahap mengisi energi


yang terkuras untuk menjalankan pekerjaannya masing-masing hari ini.


“ Sekretaris Kim tidak menjemputmu ?” Tanya Arini setelah


menyelesaikan makannya.


“ Tidak, aku menyuruhkan langsung ke kantor hari ini, ayo


kita berangkat aku akan mengantarkanmu ke kantor dulu .” Ucap Vico yang bangkit


dari duduknya lalu menggandeng istrinya pergi meninggalkan penthouse miliknya


itu.


Mereka melewati Lobby Hotel itu, terlihat beberapa orang


karyawan yang melihat Vico yang bergandengan dengan Arini sangat iri karena memang


ini pertama kalinya Vico membawa gadis ke Hotelnya dan bermalam bersama.


Kalau kalian kecewa dengan penggambaran malam pertama ini


Happy mohon maaf sekali...


Happy berkali-kali bingung untuk menentukan episode ini


karena jika terlalu vulgar sangat bertentangan dengan perasaan Happy

__ADS_1


Happy Reading ya


Thank You dukungannya selama ini....


__ADS_2