
Sesuai janjinya dengan Vico hari ini Orlando bersiap-siap
untuk berkunjung ke Indonesia negeri yang hampir di kunjungi ibunya tapi naas
pesawat yang dikendarainya itu terjadi kecelakaan hingga merenggut nyawa dan
membuatnya meninggalkan Orlando selama-lamanya. Hal itulah yang membuatnya
enggan untuk datang ke Indonesia walau banyak hal yang menggiurkan yang di
tawarkan negeri jutaan pulau itu. Baik itu dalam hal pariwisata, makanan,
penduduknya, kebudayaan, dan wanita-wanita Asia yang terkenal akan
kecantikannya.
Dia terlihat enggan pergi ke sana terlihat dari wajah kusut
yang terlihat di mana ia berjalan ke arah mobil yang akan mengantarkannya ke
bandara untuk terbang mengendarai burung besi ke negara berlambang burung
garuda itu. Terlihat Orlando menggunakan kaos hitam dengan jaket hitam dan
celana jeans hitam dengan sepatu Nike Air Jordan Klasik berwarna putih dan kaca
mata hitam yang menjadi pemanis wajah tampan khas pria Eropa yang dia miliki.
Seorang sopir terlihat membukakan pintu mobil Sport berlambang kuda berwarna
merah yang terparkir tepat di depan pintu rumahnya.
“ Ah sialan Vico kenapa harus menyuruhku datang untuk
mendengarkan informasi penting yang dia miliki tentang penolong kita saat kecil
itu. Dan kenapa juga harus di Indonesia entah kenapa negara itu membuatku
trauma dan tidak ingin aku ke sana karena takut bisa saja pesawatku jatuh
seperti mamahku dulu.” Orlando terlihat sangat sedih mengingat mendiang ibunya
yang meninggal dan ditemukan beberapa hari usai berita kecelakaan pesawat
terbang yang tengah membawanya ke Indonesia untuk berlibur itu. Masa kecilnya
harus di lewati tanpa adanya sosok ibu yang selalu lembut padanya itu.
Usai mengeluh dia pun tetap memasuki mobil itu. Sang sopir
berpakaian rapi warna hitam itu pun menutup pintunya usai Orlando masuk ke tempat duduk di
sampingnya. Dia lalu bergegas berjalan ke bangku kemudi untuk mengendarai kuda
besi itu. Orlando terlihat memijat pelipisnya yang terasa pusing karena
menghadapi tekanan yang dia rasakan saat ini itu.
“ Apakah semuanya sudah di cek dan dalam kondisi baik ?”
Tanya Orlando memperhatikan keselamatan yang biasanya tidak sampai seperti ini
dan selalu percaya dengan performa anak buahnya itu. Dia menghubungi Tim yang
biasa mempersiapkan pesawat pribadi yang mengantarkannya ke berbagai negara di
__ADS_1
Eropa untuk mengurus semua bisnisnya itu.
“ Semuanya sudah siap dan sudah dicek berulang kali Tuan
Orlando, kami juga menyiapkan orang-orang ahli dibandingkan biasanya untuk
penerbangan kali ini, Tuan Orlando tenang saja selain itu pesawat yang akan
digunakan juga dalam kondisi prima untuk penerbangan jarak jauh menurut laporan
teknisi yang biasa mengeceknya. Semua akan terasa nyaman dan aman Tuan
Orlando.” Jawab orang kepercayaan Orlando di bidang Transportasi khususnya
masalah burung besi itu.
“ Baiklah aku percaya padamu, O iya untuk keselamatan saat
terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan sudah memiliki antisipasi juga kan ?”
Tanya Orlando lagi benar-benar memastikan keselamatan dirinya untuk memutuskan
benar-benar melakukan penerbangannya kali ini.
“ Tenang saja tuan kami sudah menyediakan Parasut untuk Tuan
Orlando dan berbagai peralatan canggih untuk mempermudah komunikasi serta untuk
menyelamatkan diri dan bertahan hidup, dan kami juga sudah menghubungi berbagai
pihak di berbagai titik yang akan di lewati pesawat nanti dan mereka dalam
kondisi siaga untuk penerbangan kali ini Tuan Orlando.” Jawab orang kepercayaan
Orlando itu kembali mencoba menenangkan Orlando dengan persiapan yang telah dia
“ Baiklah 15 menit lagi aku sampai.” Ucap Orlando lalu
memutus panggilannya dan memasukkan benda pipih itu kembali ke saku celananya.
Dia merasa penerbangan kali ini sangat spesial selain untuk melawan traumanya
juga karena ingin mengetahui siapa gadis kecil yang sudah menolongnya dulu itu,
karena berkat dialah dia masih hidup sampai sekarang sebenarnya dia juga
terpesona dengan keberanian gadis kecil itu apalagi saat menembak lawan yang
mengejarnya saat itu. Orlando membayangkan jika gadis kecil itu pasti sangat
cantik sekarang di usianya yang masih kecil saja dia sangat menawan dan hal itu
juga yang membuatnya masih sendiri sampai sekarang jika dia bisa menemukan
gadis kecil itu dia ingin menjadikannya kekasih atau bahkan istrinya.
Ingatan singkat yang membuatnya percaya dengan istilah
“Cinta pada pandangan pertama” Walau sampai sekarang dia masih belum bisa
menemukan gadis kecil itu dia percaya jika gadis kecil itu masih hidup di suatu
tempat dan dia bisa bertemu kembali dengannya. Selain berterima kasih mungkin
dia bisa juga menyatakan cinta pikirnya.
__ADS_1
Tidak terasa kendaraan itu sampai di bandara tempat burung
besi itu bertengger. Barang bawaannya sudah dimasukkan dia terlihat duduk di
kursi utama yang sangat besar dengan di layani dua pramugari cantik yang
terlihat terpesona dengan sosok Orlando yang legendaris di Italia itu. Orlando
menjadi sosok suami idaman nomor 1 di Italia selain karena ketampanannya juga
karena kekayaan yang dia miliki selama ini selain itu karena tidak seperti pria
kebanyakan Orlando memang tidak suka bermain perempuan.
Ya itu semua karena Orlando masih menunggu pertemuannya
dengan gadis kecil penyelamat hidupnya itu, apa lagi Vico juga sudah menikah
jadi mungkin kesempatannya untuk mendapatkan gadis itu lebih tinggi karena saingannya mungkin berkurang satu orang dia hanya berharap gadis kecil itu masih sendiri sampai sekarang. Dia terlihat tersenyum
membayangkan pertemuannya nanti dengan gadis kecil itu yang kini sudah dewasa. Pramugari cantik yang
melayaninya semakin terpesona melihat Orlando tersenyum.
“ Tuan Orlando memang sangat tampan, ini pertama kalinya aku
bertemu dengannya memang seperti rumornya dia tidak seperti pria kaya lain yang
menggoda wanita yang dia temui. Benar-benar suami sempurna untuk masa depan.”
Ucap Pramugari cantik dengan rambut tercepol ke belakang itu. Pakaiannya terlihat
sangat seksi dan menggoda tapi hal itu tidak mempengaruhi Orlando sedikit pun.
“ Benar sekali, Tuan Orlando memang sangat tampan, bahkan
sampai sekarang dia masih single, apa kamu mau mencoba menggodanya ?” Tanya
Pramugari dengan rambut pendek berwarna pirang itu dengan pakaian yang tak
kalah seksi memperlihatkan bentuk tubuhnya yang aduhai.
“ Tidak, apa kamu tidak ingat dengan perintah atasan tidak
boleh mengganggunya atau membuatnya marah, bisa-bisa aku di suruh turun dari
ketinggian karena mencoba menggodanya.” Terlihat dia negeri dengan rumor yang
mengatakan Orlando selain idaman juga pria yang cukup sadis dan tidak
terpengaruh gender untuk menyakiti.
“ Benarkah dia bisa melakukan itu ?” Tanya rekannya yang
memang tidak mengetahui tentang hal itu. Dia terlihat bergidik ngeri
mendengarnya dan memegang lehernya sambil menelan ludah membayangkan hal yang
bisa terjadi padanya jika dia benar-benar melakukan niatnya untuk menggoda
Orlando.
“ Sudahlah kita harus fokus kembali dengan pekerjaan kita
melayani tuan Orlando untuk gaji yang akan kita terima nanti.” Ucap Gadis
__ADS_1
dengan rambut bercepol mengingatkan rekannya kembali ke ruang dapur untuk menyiapkan
makan siang untuk Orlando