My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Alasan


__ADS_3

“ Vic bisa aku bertanya ?” Arini dengan menimbang berbagai


hal memutuskan bertanya pada Vico karena seperti sebelumnya dia tidak ingin


mengetahui kebenaran alasan seseorang ingin menculiknya karena mungkin mengira


itu perbuatan Valdo karena sebelumnya dia bertemu dengan Valdo.


“ Tentu, tanyakan saja .” Jawab Vico sambil meletakkan gelas


yang tengah iya pegang setelah isinya terminum Arini setelah makannya, dengan


wajah tenang Vico memegang kedua tangan Arini.


“ Apakah sebelumnya itu juga Pamanmu yang melakukannya ?”


Tanya Arini karena mendengar pembicaraan Paman Vico dan Zack saat di luar


ruangannya disekap. Walaupun Arini mengetahui penyebabnya adalah perebutan


harta tapi dia merasa ada yang aneh karena bisa setega itu sampai membunuh


keponakannya sendiri.


“ Mmmm, Tapi tenang saja ini adalah yang terakhir aku


jamin.” Jawab Vico mantap sambil menatap manik mata kecoklatan milik istrinya


tercinta dan mengeratkan genggamannya pada kedua tangan Arini. Sirat keseriusan


dan kedua mata Vico membuat Arini tersenyum agar suaminya itu tenang.


“ Kenapa dia begitu tega padamu Vic ?” Arini masih penasaran


dengan alasan yang masih mengganggu pikirannya itu, sambil menatap Vico ada


sedikit dendam membara kala Vico menjawab pertanyaan Arini tadi.


Apakah ini waktu yang tepat untukku menceritakan semuanya


? Batin Vico menimbang keputusan menceritakan semua pada Arini.


“ Entahlah Ar, alasannya selalu karena harta kakekku.


Walaupun aku selalu mengalah sebelumnya dan tidak peduli bahkan memberikan


kesempatan dia berubah tapi Paman tetap melakukan itu padaku sejak dulu.” Jawab


Vico ada siratan kepahitan masa lalu dari wajah tampannya. Dia masih berusaha


mencoba menyembunyikan pengalaman masa kecilnya pada Arini menurutnya ini masih


bukan waktu yang tepat.


“ Sejak dulu maksudmu ?” Tanya Arini karena mungkin masih


ada hal lain yang mungkin lebih parah dari yang dia alami melihat kedua mata


Vico dan perubahan ekspresi yang telah Vico tunjukan. Kepahitan, kesedihan dan


dendam terlihat dari kedua mata coklat milik Vico.


Flash Back


Vico kecil terlihat sedang menghadiri acara penjamuan makan


keluarga di Rumah besar keluarga Mayer keluarga dari Ibunya. Terlihat pesta


sangat mewah dan di hadiri banyak orang yang merupakan relasi kerja dan


berbagai orang penting dari Kakek Vico. Terlihat Kakek Vico Ardinal Mayer masih


terlihat sehat walau usianya sudah lanjut tidak seperti sekarang dia sudah


terbaring lemah di atas kasur saja.


Ardinal Mayer memiliki dua keturunan yaitu Fernando Mayer


paman Vico, dan Anggi Mayer ibu Vico saat ini dan setelah menikah dengan Marco

__ADS_1


Marleno ayah Vico mengubah namanya mengikuti nama suaminya. Terlihat Vico kecil


juga sangat tampan, lucu dan menawan kecerdasannya sudah terlihat dari


perbincangannya dengan teman-temannya mengenai pasar saham.


Vico yang masih berusia 8 tahun kala itu memakai setelan


formal khusus anak dengan jas berwarna hitam terlihat berjalan ke arah kamar


mandi meninggalkan teman-teman sebayanya dan keramaian yang ada. Vico kecil


yang masih belum mengenal keserakahan Pamannya karena memang jarangnya bertemu


karena memang tinggal di Indonesia bersama orang tuannya dihampiri Fernando.


“ Vic apakah kamu ingin ke kamar mandi ?” Tanya Fernando


yang berpapasan di lorong menuju kamar mandi. Fernando terlihat masih cukup


tampan kala itu dengan setelan jas berwarna biru.


“ Iya Paman.” Jawab Vico sopan karena memang yang bertanya


adalah pamannya yang memiliki umur lebih tua darinya. Setelah menjawab hal itu


Vico tetap berjalan menuju kamar mandi yang menjadi tujuannya.


Senyum tipis Fernando ulas dari wajah tampannya dan memberi


kode kepada seorang pria yang tengah dia temui mengikuti Vico kecil. Pakaian


serba hitam dan bertopi membuatnya sulit dikenali, Lorong dan kamar mandi kala


itu terlihat sepi entah karena memang tidak ada yang ingin ke sana atau sengaja


dibuat sepi dialihkan ke kamar mandi lain.


Vico yang terbiasa mandiri itu terlihat sudah menyelesaikan


urusannya dan berdiri di depan wastafel untuk mencuci tangannya. Pria bertubuh


memang kalah tenaga karena tubuhnya yang masih kecil dan penculikan itu


terlihat sangat mudah.


Vico yang pingsan di bawa melalui pintu belakang dan di bawa


ke Belanda oleh Pamannya. Terlihat bangunan tua yang usang di tengah hutan


menjadi tempat Vico di sekap saat dia masih kecil itu. Di sana terlihat pula


seorang anak laki-laki yang seusianya juga tengah di sekap seruangan dengannya


kala mata mungilnya mulai membuka mata.


Anak laki-laki berambut pirang dan panjang itu terlihat


masih menutup mata dengan kedua tangan dan kaki terikat dan mulut tersumpal.


Vico pun memiliki nasib yang sama di mana indra geraknya terikat dengan tali dan


mulutnya terlakban.


Sebuah ruangan gelap dan lembab dengan jendela kecil yang


bertralis besi terlihat di dekat Vico. Bangku-bangku kayu terlihat usang


berserakan dengan debu bertebaran. Vico yang sudah mulai bisa bergerak mencoba


melepaskan diri.


Pesta yang semula meriah berubah menjadi kepanikan karena


Vico tidak bisa ditemukan kala itu. Pencarian dilakukan di seluruh bagian rumah


tanpa terlewat sedikit pun tapi sosok Vico kecil tidak ditemukan.


“ Pah Vico di mana ?” Tanya mamah Vico terlihat sangat

__ADS_1


kawatir dengan keberadaan putra tunggal kesayangannya itu. Terlihat dia


menangis dan terisak di sofa ruang tamu menunggu kabar dari orang-orang yang


dikerahkan kakek Vico kala itu. Kakek Vico yang memang baru memiliki cucu


pertama itu juga terlihat sangat kawatir.


“ Mah, tenang ya Vico pasti ketemu.” Ucap Papah Vico yang


sebenarnya tak kalah kawatir dengan sang istri tapi mencoba berusaha setenang


mungkin menenangkan istrinya. Ibu jarinya mengusap air mata istrinya dan


memeluknya agar tenang.


Paman Vico yang menjadi dalang dari semua itu terlihat hanya


diam dan berakting panik tapi tersenyum tipis karena mendapat laporan dari anak


buahnya jika Vico sudah berada di Belanda.


Paman Vico memang sangat serakah, dia sebenarnya sudah


menduduki Perusahaan ayahnya tersebut tapi pemegang saham utama malah di


serahkan pada adik perempuannya yaitu mamahnya Vico. Merasa ingin memiliki


semua milik ayahnya itulah membuatnya tega pada Vico kecil selain itu dia juga


mendapat bantuan dari seseorang yang tiba-tiba menelponnya dan mengajaknya


bekerja sama untuk melancarkan rencananya tersebut.


Fernando yang sudah dibutakan dengan harta tidak peduli


dengan siapa yang mengajaknya kerja sama itu bahkan menanyakan alasannya


membantunya sekarang. Dua hari berlalu Vico masih belum juga ditemukan. Banyak orang


dikerahkan dan juga jajaran kepolisian untuk mencari keberadaan cucu orang


terkaya nomor 1 di Jerman kala itu tapi masih saja belum ditemukan.


Vico kecil yang di sekap hanya diberi makan seadanya oleh


penculik yang tengah menyekapnya. Orlando Philiph merupakan anak kecil yang


tengah disekapnya dengannya kala itu. Tidak ada komunikasi dari keduanya karena


memang mulut mereka di sumpal dan jika pun makan mereka akan disuapi


bergantian.


Saat Penjaga pergi meninggalkan keduanya Vico kecil berusaha


melepaskan diri lagi tapi tetap sia-sia seperti sebelumnya. Vico pun memiliki


ide untuk membantu Orlando dahulu dan kemudian memintanya melepaskannya.


Keduanya pun saling berdekatan.


Melepas sumpalan mulut Orlando merupakan hal pertama yang


dia lakukan di mana dia dan Orlando terlihat terbaring di tanah. Orlando dan


Vico yang sebelumnya berkomunikasi dengan kode dan deheman kali ini mereka sudah


dapat saling berbicara dengan bahasa Inggris yang memang mereka sudah kuasai.


Orlando berusaha melepaskan ikatan tangan Vico menggunakan


tangannya yang terikat dan kadang gigi kecilnya. Akhirnya ikatan kuat ditangan


Vico terlepas, Vico pun melepaskan ikatan tangan Orlando dan kakinya. Keduanya


sudah mempelajari kebiasaan penculik di mana setelah memberi makan akan


meninggalkannya dan tidak mengurus hingga waktu makan selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2