My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Arini Minta Maaf


__ADS_3

“ Benarkah ? aku memang tahu masa lalunya dari cerita


kakeknya yang menyebabkan dia seperti itu, itulah yang membuatku sabar sampai


sejauh ini Kim, kamu tahu sifatku kan ?” Ucap Vico yang mengusap wajahnya kasar


dan sedikit memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan selanjutnya tentang


hubungannya dengan Arini yang tidak ada kemajuan selama di sini berbeda saat


mereka berbulan madu yang menurut Vico Arini menjadi sosok yang berbeda, tetapi


setelah sampai di Indonesia Arini kembali menjadi Arini yang saat dikenal


pertama oleh Vico.


Terlihat tidak ada satu pun kendaraan yang melintas jalan itu


hanya mobil yang dikendarai sekretaris Kim saja saat itu. Malam gelap terlihat


dari jendela kala itu yang menunjukkan waktu akan segera fajar. Sekretaris


mengendarai dengan kecepatan sedang.


“ Iya Tuan, saya tahu tuan sangat menahan semua sifat tuan


jika di depan nona Arini.” Jawab Kim yang tetap fokus dengan kemudinya.


Mereka sudah sampai di Hotel milik Vico terlihat Hotel


tersebut sebagai Hotel termewah di negeri ini tak heran selain mewah hotel ini


menjadi hotel termahal untuk sekali menginap.


Karena memang semua karyawan sudah mengetahui kalau Vico


pemilik Hotel, dia tidak perlu reservasi atau melakukan pendaftaran di


resepsionis untuk menginap dia langsung di sambut pelayan dan mengantarkannya


di Penthouse milik Vico di lantai paling atas gedung Hotel tersebut


menggunakan Lift khusus untuk Vico sendiri.


Penthouse tersebut sangat luas karena memakan 2


lantai penuh dalam hotel tersebut dengan berbagai fasilitas lengkap terdapat


beberapa kamar dengan ranjang mewah, bar, dapur pribadi meja makan dalam dan


luar ruangan, perpustakaan pribadi, ruang kerja, piano klasik, dan banyak hal


mewah lain tersedia. Semua pelayan berdatangan ketika mengetahui Vico akan


menginap di Hotel tersebut.


“ Untuk Hari ini jangan ada yang menggangguku semua pelayan


tidak perlu ada di sini.” ucap Vico pada sekretaris Kim saat sudah memasuki


kamar miliknya dan menjatuhkan tubuhnya yang terlihat sangat lelah baik hati


dan fisiknya itu.


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim lalu meninggalkan Vico


yang terlihat berbaring dan mulai memejamkan kedua matanya dengan tangan kanan


menutupi dahinya masih berpakaian lengkap.


Sekretaris Kim menemui pelayan yang sudah berada di

__ADS_1


posisinya masing-masing terlihat ada enam pelayan dan satu kepala pelayan siap


menerima perintah apa pun untuk menyenangkan tuannya tersebut.


“ Untuk hari ini kalian bisa turun, tidak perlu melayani


tuan muda karena Tuan tidak ingin diganggu untuk saat ini, jika nanti ada


kebutuhan akan saya hubungi.” Ucap sekretaris Kim menemui kepala pelayan dan


menjelaskan perintah Vico tadi.


“ Baik Tuan, saya dan para pelayan akan menunggu di bawah .”


Jawab kepala pelayan lalu menundukkan tubuhnya pada sekretaris Kim setelah itu


dia mengajak semua pelayan untuk turun meninggalkan ruangan itu.


“ Hah hari ini menjadi sangat melelahkan aku akan istirahat


di sini menjaga Tuan.” Ucap sekretaris Kim saat semua pelayan sudah pergi dia


mendudukkan tubuhnya di sofa beberapa saat lalu pergi ke kamar lain untuk mengistirahatkan


tubuhnya yang dia rasa sangat lelah selain selalu menemani Vico dia juga harus


selalu mengatur semuanya agar sempurna dimata Tuannya tersebut.


“ Kenapa Tuan untuk merasakan jatuh cinta saja sulit sekali,


bagaimana jika itu terjadi denganku, entahlah sampai sekarang aku juga belum


memikirkannya bahkan tidak ada yang menarik menurutku.” Gumam sekretaris Kim


yang masih merebahkan tubuhnya di ranjang tidurnya.


Sekretaris Kim lalu bangkit dan membersihkan diri di kamar


bekerja.


Vico yang masih belum bisa tidur membukan ponselnya dan


terlihat 50 Panggilan tidak terjawab dari Arini dan satu pesan menanyakan


keberadaannya.


Apakah benar yang dikatakan Kim kalau Arini juga


mengkawatirkanku, tapi selama ini dia tidak pernah menanyakan keadaanku


sekalipun, iya memang aku selalu memberitahukan dia dimana keberadaanku dan apa


yang aku lakukan tapi selalu aku yang memberitahunya tanpa dia menanyakan


sekali pun. Batin Vico


“Aku biarkan saja besok saja aku menjawabnya, aku ingin


sejenak melupakan perasaanku padanya aku selalu menjadi Vico yang lemah saat di


dekatnya, semua sifat dominanku pupus jika melihat kedua mata indah itu,


entahlah Tuhan apakah ini karma untukku.” Gumam Vico yang membuka kedua matanya


menatap langit-langit kamar tersebut dan masih memikirkan perasaannya saat ini.


Vico kembali terduduk dan mengembuskan nafasnya kasar mulai


keluar kamarnya dan menuju dapur mengambil segelas air dingin dan meneguknya


kasar.

__ADS_1


“ Sudahlah aku akan berbicara dengan Arini besok setelah


pulang kerja, benar kata Kim mungkin aku terlalu marah dengan mamah hingga


melihat Arini dengan pria lain tanpa tahu yang mereka bicarakan aku sudah


menjadi murka, mungkin mereka membahas desain ? Arini pasti tahu batasannya.”


Ucap Vico sendiri setelah menghabiskan minumannya lalu kembali ke kamarnya dan


menuju ke kamar mandi lalu merendam tubuhnya dengan air hangat agar lebih


rileks setelah selesai di kembali ke ranjang dan mematikan penerangannya lalu


melelapkan matanya agar beristirahat.


Rumah


Dingin menusuk tubuh Arini yang tertidur di ruang tamu kala


waktu hampir mulai subuh, Arini yang terbangun merasa kedinginan dia lalu


bergegas ke kamarnya tapi masih tidak menemukan suaminya tersebut. Arini yang


terlihat sangat sedih karena ini pertama kalinya Vico tidak pulang ke rumah


tanpa mengabarinya bahkan biasanya walaupun keluar kota Vico akan tetap


mengusahakan dirinya pulang ke rumah walaupun itu larut atau sudah mulai pagi


sekalipun.


“ Apakah dia sangat marah hingga tidak mau pulang ke rumah


?” Ucap Arini dan meneteskan air matanya dan pergi ke kamar mandi untuk


membersihkan diri.


Arini lalu mengisi bak mandi dengan air panas dan dingin


hingga terasa hangat dikulitnya menuangkan sabun dan beberapa aroma terapi lalu


membenamkan tubuhnya yang terlihat bagaikan susu itu untuk menenangkan perasaan


kalutnya saat Vico tidak pulang tanpa ada kabar sedikit pun.


“ Apa sebaiknya aku menemui Vico di kantornya hari ini, aku


harus meluruskan kesalahpahaman ini dan meminta maaf padanya, aku tidak ingin


bertengkar dengannya, walaupun aku belum bisa melayaninya dengan baik sebagai


istri tapi aku sudah bisa menerima keberadaannya di dekatku selama ini, aku


sudah merasa nyaman dengan dia seperti aku bersama kakak, dia sangat baik


kepadaku dia tidak sekalipun berkata kasar padaku atau meninggikan suaranya,


mungkin karena kesalahanku bertemu dengan Arga membuatnya semarah itu padaku


hari ini.” Ucap Arini yang masih merendamkan tubuhnya pada air hangat dan


memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk meminta maaf pada Vico dan mengakui


kesalahannya yang membuat Vico sangat marah hingga tidak pulang malam ini.


Arini lalu menyudahi ritual mandinya tersebut lalu segera


melakukan ibadah subuhnya. Arini lalu berolahraga kali ini dia melakukannya di ruangan


Gym dan dia memutuskan akan mendatangi Vico di kantornya.

__ADS_1


__ADS_2