
Sebelum anggota keluarga Arini melakukan pekerjaan mereka
masing-masing tidak lupa mereka selalu sarapan bersama. Arini dan Vico kali ini
turun terlebih dahulu dan menunggu anggota yang lain. Tidak lama mamah dan
papah Arini pun berjalan ke arah meja makan diikuti Putra yang terlihat baru
menuruni tangga.
Sarapan pagi yang hikmat menurut Vico itu pun usai, terlihat
putra pamit pada kedua orang tuanya dengan mencium tangan mereka masing-masing
benar-benar hal yang sangat baru bagi seorang Vico melakukan hal yang sama
mengikuti istrinya melakukan hal itu. Kedua orang tua Arini terlihat sangat
senang dengan kehadiran pasangan muda itu.
“ Ar kamu menginap lagi saja ya, mamah masih merindukanmu.”
Ucap Mamah Arini yang tidak rela gadis yang selalu terlihat kecil di matanya itu
pergi meninggalkannya.
“ Mah maafkan Arini malam ini tidak bisa menginap lagi,
kapan-kapan Arini akan menginap lebih lama di sini ya ?” Ucap Arini sambil
memeluk wanita yang sangat ia cintai itu.
“ Janji ya ?” Ucap Mamah Arini.
“ Mah bukannya ingin segera menggendong cucu biarkan saja
pasangan manis ini berduaan biar keinginan mamah bisa segera tercapai.” Celetuk
Putra menggoda Adiknya dan Vico di depan kedua orang tuanya.
“ Ah iya, mamah ingin segera punya cucu.” Ucap mamah Arini
kembali bersemangat. Papah Arini terlihat hanya tersenyum dan
menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah lucu istrinya itu. Sedangkan Arini
dan Vico terlihat seperti orang kikuk dan bersungut pada Putra.
“ Ya sudah mah Arini dan Vico berangkat dulu ya.” Ucap Arini
bergegas pergi menggandeng Vico untuk segera berangkat kerja.
“ Iya, hati-hati sayang. Putra ingat pesan mamah, mamah
tunggu.” Ucap mamah sambil menyiratkan ancaman pada putranya yang tidak pernah
bisa dekat dengan wanita kecuali adiknya itu.
“ Mmmm siap yang mulia Ratu.” Ucap Putra menggoda mamahnya.
“ Sudah berangkatlah hati-hati jangan ngebut ya ?” Ucap
mamah Putra pada putra tampannya itu.
Terlihat mamah dari Arini dan Putra sangat bahagia menyaksikan
Putra Putrinya tumbuh dan kini bahkan salah satunya sudah berkeluarga.
“ Pah mamah sangat bahagia sekarang, bahkan Putri kecil yang
__ADS_1
lucu itu kini sudah dewasa, mamah sangat bersyukur akan adanya Arini yang
dikirim Tuhan untuk kita selama ini rasanya keluarga ini sangat lengkap, jika
hanya ada Putra mamah mungkin akan selalu darah tinggi menghadapi sifat keras
kepalanya.” Ucap mamah Arini sambil bersedekap dan sedikit meneteskan butiran
bening dari mata indahnya.
“ Iya mah Papah sangat bersyukur atas kehadiran dan
karunia-Nya pada keluarga kita, bahkan saat dalam keadaan yang tidak mungkin
keajaiban bisa terjadi dan berjalan membahagiakan sampai sekarang, bahkan putri
kita tumbuh dengan baik, cantik, mandiri, penurut bahkan sekarang sudah menjadi
tanggung jawab pria lain.” Jawab Papah Arini dan memeluk istrinya tersebut.
“Apakah kita perlu menceritakan semuanya atau hanya akan
merahasiakannya sampai kita menutup mata ya Pah ?” Ucap mamah Arini mengingat
masa lalu mereka.
“ Sudahlah mah anggap itu karunia untuk kita, tapi jika
benar-benar harus menceritakannya juga tidak masalah.” Ucap Papah Arini dan
kini papah Arini terlihat bersiap berangkat ke kantor juga untuk mengurusi
bisnis lainnya. Seperti biasa mamah Arini akan mencium tangan suaminya sungguh
dia mempelajari banyak hal usai menikahi Papah Arini yang memang sangat berbeda
jauh adat dan kebiasaannya hingga bisa dibilang benar-benar sudah hampir sama
Jerman
“ Suruh seseorang kembali mengawasi Vico dan Orlando aku
sudah tidak sabar menghabisi kedua orang itu setelah gagal beberapa kali.” Ucap
Pria setengah baya itu yang kini terlihat berpakaian serba hitam yang tengah
duduk sambil menikmati kegiatan memancing. Dia menyuruh bawahannya untuk
melaksanakan perintahnya. Bawahannya terlihat mengangguk lalu pergi usai memberi hormat.
Indonesia
Usai mengantar istrinya ke kantor Vico terlihat menghubungi
Orlando mengingat kalung yang sebelumnya dia suruh Orlando menyelidikinya. Vico
berpikiran jika mungkin saja kalung itu seperti milik Arini di mana di tengah
kalung akan terukir inisial nama sehingga mempermudahnya untuk melakukan
penyelidikan.
“ Halo Iya Vic ada apa ?” Tanya Orlando yang terlihat masih
berada di atas tempat tidur dengan keadaan masih terlihat sangat mengantuk itu.
“ Ambil kalung yang aku suruh selidiki itu dan berikan
pencahayaan pada bagian tengahnya sekarang lihatlah apakah yang terukir di
__ADS_1
dalamnya. Cepat aku tunggu sekarang!” Suruh Vico tidak sabar ingin segera
mengetahui kemungkinan yang mungkin bisa membantunya menemukan penyelamatnya
itu.
“ Oke, sebentar.” Ucap Orlando lalu ia pun segera bangun
dari tidur lelapnya meninggalkan ranjang empuk kesayangannya dan berjalan
menuju lemari kayu di ruang pakaiannya usai membuka laci dan loker rahasianya
dia pun mengambil kalung tersebut dan melakukan hal sesuai instruksi yang Vico
berikan. Usai melakukannya dia melihat ada inisial APP pada kalung tersebut.
“ Bagaimana apa inisialnya ?” Tanya Vico yang tidak
mendengar suara dari Orlando.
“ APP, apa ini maksudnya Vic ?” Tanya Orlando pada Vico yang
masih kebingungan bagaimana Vico bisa mengetahui hal tersebut.
“ Hah benarkah ? Aku sudah menemukannya aku hanya perlu
memastikannya lagi, Thank You Bro aku tutup dulu.” Ucap Vico yang terlihat kini
bahagia mungkin saja gadis kecil itu benar-benar Arini untuk kepemilikan kalung
itu dia mencoba untuk menemui kakek Arini di Belanda dan ingin berangkat ke
Italia juga untuk segera menyelesaikan teka-tekinya selama ini.
Jika semuanya sudah jelas, Vico mungkin merasa benar-benar
bahagia karena dari milyaran wanita di dunia ini dia bisa tertarik dengan Arini
dan bahkan menjadikannya istri dan dia pulalah yang menjadi penyelamatnya waktu
kecil. Jika tidak ada gadis kecil itu entah bagaimana nasibnya sekarang apakah
masih hidup atau sudah lama tewas dalam ruangan lembap itu.
Jika dugaannya benar dia juga ingin mengetahui kenapa Arini
melupakan kejadian itu, karena kejadian itu seharusnya bisa benar-benar
tersimpan karena dirinya saja sampai sekarang tidak bisa melupakannya. Selain
itu dia juga ingin menyelidiki orang yang meneror Arini selama ini. Dia
mengetahui hal itu karena memasang penyadap pada ponsel milik istrinya dia
benar-benar tidak ingin kejadian buruk terjadi pada istrinya.
Entah kenapa kejadian penculikan terakhir membuatnya
benar-benar khawatir. Selain itu Vico dan juga Orlando belum bisa menemukan
dalang sebenarnya dalam penculikan mereka berdua dan motif mereka melakukannya.
Bagaikan benang kusut menyelidiki kejadian-kejadian itu. Bahkan nomor ponsel
yang telah meneror Arini juga belum bisa terlacak sampai sekarang.
Musuhnya dalam bisnis atau dunia gelap bahkan musuh Putra
mungkin juga bisa menjadi tersangka dalam hal teror itu, atau mungkin orang
__ADS_1
yang Arini kenal, walau Arini tidak mau bercerita padanya dia ingin
membereskannya tanpa diketahui Arini dan menciptakan rasa aman untuk Arini.