My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Ingin Lebih Baik


__ADS_3

Arini menjadi pribadi yang kembali ceria lagi. Selain Putra


memang ingin menemani Arini di Belanda. Kakeknya ingin Putra mempelajari dan


mewarisi Perusahaan dan juga bisnis mafia miliknya. Sebenarnya itu harusnya


diurus mamah Putra tapi karena mamah Putra tidak ingin lagi mengikuti jejak


orang tuanya usai menikah itu, dia dengan terpaksa mengizinkan Putra menjalankan


bisnis itu tentu tanpa sepengetahuan suaminya.


Papah Putra hanya tahu tentang bisnis legal yang akan


dikelola Putra jika mengetahui bisnis gelap tentu saja dia tidak akan setuju


anak laki-lakinya melakukan hal itu. Bagaimana pun Papah Putra orang yang lurus


dan taat dalam agama yang di anutnya. Usahanya juga dia jalankan dengan jujur


dan membuatnya menjadi orang yang sukses sampai sekarang.


“ Oh jadi begitu, sekali lagi Vico sangat berterima kasih ya


kek atas semuanya, lain kali Vico akan datang ke sini bersama Orlando juga


untuk berkunjung, temanku satu itu juga selama ini mencari keberadaan kakek dan


Arini, Vico benar-benar takjub kala itu dengan Arini yang sangat berani dan


ceria bahkan dia bisa menembak dengan tepat tanpa takut berbeda dengan dia yang


aku kenal pertama saat ini di mana menjadi pribadi yang sangat tertutup tapi setelah


tahu cerita dari kakek sebelumnya dan sekarang aku tahu kenapa dia seperti itu.


Aku ingin lebih baik lagi dalam melindungi dan menyayanginya.” Vico terlihat


sangat senang. Wajah tampannya mengulaskan senyuman dan juga terbersit


kesedihan dengan segala hal yang terjadi pada Arini. Jika orang tidak tahu


pasti iri dengan semua hal yang Arini miliki tanpa tahu berbagai penderitaan


yang pernah dia alami.


“ Iya, Kakek titip cucu kesayangan kakek itu ya, dia


sebenarnya anak yang ceria hanya saja memang dia kadang-kadang sedikit tertutup


dan lebih suka memendam semua masalahnya. O iya Vic, apakah belum ada kabar


bahagia untuk kakek ?” Tanya Kakek Arini menggoda Vico karena memang dia sangat


ingin mendengar tentang kehamilan cucu kesayangannya itu. Dia ingin sekali bisa


bertemu dengan cicitnya sebelum waktu dia di dunia usai. Dia ingin bercerita


banyak hal pada istrinya di atas nanti saat waktunya telah tiba.


“ Iya kek, Doakan saja ya kek, semoga Vico dan Arini segera


dikaruniai momongan jika hal itu terjadi Vico pasti akan segera mengabari hal

__ADS_1


baik itu pada kakek.” Vico memang selama ini mendambakan seorang anak dari wanita yang


sangat ia sayangi itu, mungkin karena belum waktunya kabar bahagia itu belum


juga ia dengar.


“ Ingat ya Vico jaga Arini baik-baik jangan sampai


menyakitinya, selain itu sebenarnya kakek ingin Arini tidak terlibat dalam bisnis


gelap ini sedikit pun tapi sepertinya takdir berkata lain sehingga dia bahkan


berjodoh denganmu. Arini merupakan gadis yang cerdas dan telah kakek dan Putra


latih dengan banyak hal di berbagai bidang yang selama ini kami miliki. Selain


untuk mempertahankan diri jika terjadi hal yang tidak kami inginkan saat dia


sendirian juga jika suatu saat terjadi apa-apa pada kakek atau pun Putra dia


siap menerima dan meneruskan bisnis ini mau tidak mau walau itu sangat tidak


ingin Kakek dan Putra lakukan.” Kakek Arini terlihat sedih jika sampai hal


buruk menimpa dirinya dan Putra di mana begitulah risiko yang mungkin terjadi


di bisnis gelap ini. Dia tidak ingin sekali Arini mengemban tanggung jawab


berat meneruskan bisnisnya itu tapi mungkin karena sudah takdir bahkan dia


dipertemukan dengan Vico yang juga menjadi pimpinan Grup mafia yang sangat


berpengaruh di Eropa.


gelap yang Vico kelola dengan Orlando saat ini hanya elit kami saja yang tahu


tentang Vico.” Vico mencoba membuat Kakek Vico tenang jika Arini berada di


tangan yang aman dan dia akan selalu berusaha menjaga istrinya tersebut.


“ Baiklah kakek percaya padamu, O iya Putra juga akan datang


apakah kamu akan menginap di sini ?” Tanya Kakek Arini yang memang sangat ramah


dan juga sebenarnya dia ingin mengenal lebih jauh dengan Vico yang menjadi


suami cucu kesayangannya itu.


“ Maafkan Vico ya kek lain kali Vico akan berkunjung bersama


Arini ke sini dan menginap, Vico tidak tega meninggalkan Arini terlalu lama di


rumah jadi nanti malam Vico langsung pulang ke Indonesia, maafkan Vico beberapa


hari yang lalu telah membahayakan Arini karena keteledoran Vico ya kek.” Jujur


Vico merasa bersalah dan meminta maaf sebelum kakek Vico mengetahui dari cerita


Putra yang mungkin akan mengecewakan Kakek Arini karena kelalaiannya menjaga


keselamatan Arini.


“ Iya tapi ingat Putra sangat menyayangi adik perempuannya

__ADS_1


itu jika hal buruk terjadi padanya dia bisa sangat marah dan mungkin akan


menyakitimu, dulu saja saat Arini disakiti dengan laki-laki teman kuliahnya dia


hampir saja membunuh anak itu bahkan dia telah membangkrutkan keluarganya


karena tidak terima Arini di sakiti seperti itu. Bagaimana pun Putra adalah


kakak yang sangat protektif pada Arini dia bahkan mempekerjakan mata-mata yang


bertugas menjaga dan melaporkan semua kegiatan Arini padanya sampai sekarang


jadi kakek harap kamu tidak membuatnya marah karena jika Putra sudah marah


kakek tidak bisa membantumu sama sekali.” Kakek Arini mengingatkan Vico dengan


Putra karena mengetahui sifat cucu laki-lakinya yang sangat keras, sadis dan


tidak pernah memiliki kata ampun pada orang yang tidak dia sukai itu. Hal itu


juga yang membuatnya terkenal akan kekejamannya sampai saat ini dan dapat


mengendalikan semua bisnisnya dan membuat anak buahnya tidak berani sedikit pun


berkhianat padanya.


“ Iya Kek, Vico sudah mendapat SP2 dan jika terjadi hal


buruk sekali lagi Kak Putra akan membuat Vico dan Arini berpisah.” Vico


terlihat pasrah sebenarnya dia juga tidak kalah dari Putra dari berbagai sisi


tapi kakak istrinya itu adalah orang yang sangat Arini sayangi jadi dia merasa


serba salah jika menghadapi Putra. Salah tak tik dia bisa saja dibenci oleh


Arini dan bisa membuatnya tidak hanya kehilangan raga Arini tetapi juga hati


Arini. Vico menghela nafas kasar membayangkan apa yang akan terjadi padanya


jika hal itu terjadi.


“ Ya sudahlah kamu nanti hati-hati pulangnya, O iya salam


buat Arini ya, jika terjadi sesuatu kakek akan membantu sebisanya untuk meredam


amarah Putra tetapi kakek juga tidak bisa janji karena kamu tahu sendiri sifat


Putra.” Ucap Kakek Arini sambil menepuk Bahu Vico.


“ O iya kamu makan siang dulu di sini ya.” Ajak Kakek Arini


lalu berdiri dan mengajak cucu menantunya itu berjalan keluar menuju meja makan


untuk menyantap hidangan yang dia minta siapkan pelayannya saat mengetahui


kedatangan Vico tadi. Sekretaris Kim Pun terlihat mengekor di belakang keduanya


dan juga diminta kakek Arini untuk ikut makan siang bersama dengan mereka. Usai


makan siang terlihat keduanya berbincang-bincang di ruang keluarga hingga tidak


terasa sore telah tiba dan Vico pun pamit pulang kembali ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2