
Arini menjadi pribadi yang kembali ceria lagi. Selain Putra
memang ingin menemani Arini di Belanda. Kakeknya ingin Putra mempelajari dan
mewarisi Perusahaan dan juga bisnis mafia miliknya. Sebenarnya itu harusnya
diurus mamah Putra tapi karena mamah Putra tidak ingin lagi mengikuti jejak
orang tuanya usai menikah itu, dia dengan terpaksa mengizinkan Putra menjalankan
bisnis itu tentu tanpa sepengetahuan suaminya.
Papah Putra hanya tahu tentang bisnis legal yang akan
dikelola Putra jika mengetahui bisnis gelap tentu saja dia tidak akan setuju
anak laki-lakinya melakukan hal itu. Bagaimana pun Papah Putra orang yang lurus
dan taat dalam agama yang di anutnya. Usahanya juga dia jalankan dengan jujur
dan membuatnya menjadi orang yang sukses sampai sekarang.
“ Oh jadi begitu, sekali lagi Vico sangat berterima kasih ya
kek atas semuanya, lain kali Vico akan datang ke sini bersama Orlando juga
untuk berkunjung, temanku satu itu juga selama ini mencari keberadaan kakek dan
Arini, Vico benar-benar takjub kala itu dengan Arini yang sangat berani dan
ceria bahkan dia bisa menembak dengan tepat tanpa takut berbeda dengan dia yang
aku kenal pertama saat ini di mana menjadi pribadi yang sangat tertutup tapi setelah
tahu cerita dari kakek sebelumnya dan sekarang aku tahu kenapa dia seperti itu.
Aku ingin lebih baik lagi dalam melindungi dan menyayanginya.” Vico terlihat
sangat senang. Wajah tampannya mengulaskan senyuman dan juga terbersit
kesedihan dengan segala hal yang terjadi pada Arini. Jika orang tidak tahu
pasti iri dengan semua hal yang Arini miliki tanpa tahu berbagai penderitaan
yang pernah dia alami.
“ Iya, Kakek titip cucu kesayangan kakek itu ya, dia
sebenarnya anak yang ceria hanya saja memang dia kadang-kadang sedikit tertutup
dan lebih suka memendam semua masalahnya. O iya Vic, apakah belum ada kabar
bahagia untuk kakek ?” Tanya Kakek Arini menggoda Vico karena memang dia sangat
ingin mendengar tentang kehamilan cucu kesayangannya itu. Dia ingin sekali bisa
bertemu dengan cicitnya sebelum waktu dia di dunia usai. Dia ingin bercerita
banyak hal pada istrinya di atas nanti saat waktunya telah tiba.
“ Iya kek, Doakan saja ya kek, semoga Vico dan Arini segera
dikaruniai momongan jika hal itu terjadi Vico pasti akan segera mengabari hal
__ADS_1
baik itu pada kakek.” Vico memang selama ini mendambakan seorang anak dari wanita yang
sangat ia sayangi itu, mungkin karena belum waktunya kabar bahagia itu belum
juga ia dengar.
“ Ingat ya Vico jaga Arini baik-baik jangan sampai
menyakitinya, selain itu sebenarnya kakek ingin Arini tidak terlibat dalam bisnis
gelap ini sedikit pun tapi sepertinya takdir berkata lain sehingga dia bahkan
berjodoh denganmu. Arini merupakan gadis yang cerdas dan telah kakek dan Putra
latih dengan banyak hal di berbagai bidang yang selama ini kami miliki. Selain
untuk mempertahankan diri jika terjadi hal yang tidak kami inginkan saat dia
sendirian juga jika suatu saat terjadi apa-apa pada kakek atau pun Putra dia
siap menerima dan meneruskan bisnis ini mau tidak mau walau itu sangat tidak
ingin Kakek dan Putra lakukan.” Kakek Arini terlihat sedih jika sampai hal
buruk menimpa dirinya dan Putra di mana begitulah risiko yang mungkin terjadi
di bisnis gelap ini. Dia tidak ingin sekali Arini mengemban tanggung jawab
berat meneruskan bisnisnya itu tapi mungkin karena sudah takdir bahkan dia
dipertemukan dengan Vico yang juga menjadi pimpinan Grup mafia yang sangat
berpengaruh di Eropa.
gelap yang Vico kelola dengan Orlando saat ini hanya elit kami saja yang tahu
tentang Vico.” Vico mencoba membuat Kakek Vico tenang jika Arini berada di
tangan yang aman dan dia akan selalu berusaha menjaga istrinya tersebut.
“ Baiklah kakek percaya padamu, O iya Putra juga akan datang
apakah kamu akan menginap di sini ?” Tanya Kakek Arini yang memang sangat ramah
dan juga sebenarnya dia ingin mengenal lebih jauh dengan Vico yang menjadi
suami cucu kesayangannya itu.
“ Maafkan Vico ya kek lain kali Vico akan berkunjung bersama
Arini ke sini dan menginap, Vico tidak tega meninggalkan Arini terlalu lama di
rumah jadi nanti malam Vico langsung pulang ke Indonesia, maafkan Vico beberapa
hari yang lalu telah membahayakan Arini karena keteledoran Vico ya kek.” Jujur
Vico merasa bersalah dan meminta maaf sebelum kakek Vico mengetahui dari cerita
Putra yang mungkin akan mengecewakan Kakek Arini karena kelalaiannya menjaga
keselamatan Arini.
“ Iya tapi ingat Putra sangat menyayangi adik perempuannya
__ADS_1
itu jika hal buruk terjadi padanya dia bisa sangat marah dan mungkin akan
menyakitimu, dulu saja saat Arini disakiti dengan laki-laki teman kuliahnya dia
hampir saja membunuh anak itu bahkan dia telah membangkrutkan keluarganya
karena tidak terima Arini di sakiti seperti itu. Bagaimana pun Putra adalah
kakak yang sangat protektif pada Arini dia bahkan mempekerjakan mata-mata yang
bertugas menjaga dan melaporkan semua kegiatan Arini padanya sampai sekarang
jadi kakek harap kamu tidak membuatnya marah karena jika Putra sudah marah
kakek tidak bisa membantumu sama sekali.” Kakek Arini mengingatkan Vico dengan
Putra karena mengetahui sifat cucu laki-lakinya yang sangat keras, sadis dan
tidak pernah memiliki kata ampun pada orang yang tidak dia sukai itu. Hal itu
juga yang membuatnya terkenal akan kekejamannya sampai saat ini dan dapat
mengendalikan semua bisnisnya dan membuat anak buahnya tidak berani sedikit pun
berkhianat padanya.
“ Iya Kek, Vico sudah mendapat SP2 dan jika terjadi hal
buruk sekali lagi Kak Putra akan membuat Vico dan Arini berpisah.” Vico
terlihat pasrah sebenarnya dia juga tidak kalah dari Putra dari berbagai sisi
tapi kakak istrinya itu adalah orang yang sangat Arini sayangi jadi dia merasa
serba salah jika menghadapi Putra. Salah tak tik dia bisa saja dibenci oleh
Arini dan bisa membuatnya tidak hanya kehilangan raga Arini tetapi juga hati
Arini. Vico menghela nafas kasar membayangkan apa yang akan terjadi padanya
jika hal itu terjadi.
“ Ya sudahlah kamu nanti hati-hati pulangnya, O iya salam
buat Arini ya, jika terjadi sesuatu kakek akan membantu sebisanya untuk meredam
amarah Putra tetapi kakek juga tidak bisa janji karena kamu tahu sendiri sifat
Putra.” Ucap Kakek Arini sambil menepuk Bahu Vico.
“ O iya kamu makan siang dulu di sini ya.” Ajak Kakek Arini
lalu berdiri dan mengajak cucu menantunya itu berjalan keluar menuju meja makan
untuk menyantap hidangan yang dia minta siapkan pelayannya saat mengetahui
kedatangan Vico tadi. Sekretaris Kim Pun terlihat mengekor di belakang keduanya
dan juga diminta kakek Arini untuk ikut makan siang bersama dengan mereka. Usai
makan siang terlihat keduanya berbincang-bincang di ruang keluarga hingga tidak
terasa sore telah tiba dan Vico pun pamit pulang kembali ke Indonesia.
__ADS_1