My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Makan Malam Romantis


__ADS_3

Tak lama setelah mereka duduk terlihat pelayan dan chef


restoran tersebut datang dan menyambut mereka . Karena Mereka menjadi tamu


istimewa chef menjelaskan menu makanan yang paling istimewa dan paling banyak


dipesan di restoran tersebut.


“ Kamu ingin memesan makanan apa Arini ?” Tanya Vico


Arini yang memegang buku menu menyebutkan menu yang dia


inginkan dan menyerahkan pada pelayan, begitu juga dengan Vico, lalu pelayan


mencatatnya dan mengulang menu pesanan yang dia terima setelah sesuai chef dan


pelayan pergi .


Pelayan kembali memberikan hidangan pembuka untuk menunggu


menu utama mereka siap.


Terlihat Arini menikmati makanan itu, Vico terlihat


memperhatikan Arini yang terlihat cantik di depannya.


“ Kenapa kamu tidak memakan makananmu malah memandangiku ?”


Tanya Arini dan sedikit mengernyit menatap Vico


“ Oh Tidak apa-apa.” Jawab Vico dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“ Apa kamu tidak menyukai makanan itu ?” Tanya Arini lagi masih bertanya-tanya dengan perilaku Vico tersebut.


“ Aku tidak terlalu menyukai makanan manis.” Jawab Vico jujur.


“ Cobalah ini sangat enak.” Ucap Arini mengambilkan dessert


itu dan menyuapkannya pada Vico.


Vico yang disuapi Arini terpaksa membuka mulutnya, walaupun


dia di dalam hatinya sangat senang dengan perlakuan Arini tersebut.


“ Enak kan ?” Tanya Arini sambil tersenyum.


“Mmm.” Jawab Vico berharap Arini menyuapinya lagi.


“ Kalau begitu kamu habiskan ya.” Ucap Arini lalu memberikan


sendok tadi ke tangan Vico


Vico menjentikkan jarinya. Terdengar musik romantis


dimainkan oleh beberapa orang di dekat mereka.


“ Apa kamu menyukainya Arini ?” Tanya Vico pada Arini sambil menatapnya lekat.


“ Iya.” Jawab Arini


Hidangan mereka telah siap, pelayan membawa ke meja mereka dan


menghidangkan serta mengucapkan “ Selamat menikmati “ lalu pergi.


Mereka lalu menyantap makanan itu dengan hikmat tanpa


berbicara satu sama lain.


“ Apa kamu menyukai makanannya ?” Tanya Vico setelah mereka


berdua selesai makan.


“ Iya.” Jawab Arini singkat.


“ Ayo kita pulang.” Ucap Vico lalu menggandeng Arini pergi


Arini lalu berdiri dan pergi sambil bergandengan dengan Vico


menuju tempat parkir.


Sekretaris Kim yang melihat nona dan tuannya telah keluar


lalu membukakan pintu mobilnya.

__ADS_1


Setelah keduanya masuk sekretaris Kim lalu masuk ke kursi


kemudi.


“ Apakah ada tujuan lain tuan, atau langsung pulang ?” Tanya


sekretaris Kim


“ Kita langsung pulang saja Kim.” Ucap sekretaris Kim


“ Baik Tuan.” Sekretaris Kim lalu melajukan kendaraannya


menuju rumah Vico.


Sesampainya di rumah Vico dan Arini bergandengan masuk ke


dalam rumah.


“ Aduh pengantin baru semakin mesra saja.” Ledek Papah Vico


“ Kamu sudah makan malam Vic, mamah meminta pelayan


membuatkan makanan favorit kamu tadi, biar mamah suruh mereka menyiapkan untuk kamu.”


Ucap mamah Vico


“ Tidak perlu mah Vico dan Arini sudah makan malam di luar


tadi. Kami langsung ke kamar ya mah pah” Ucap Vico lalu berlalu menggandeng


Arini menuju kamarnya


“ Baiklah cepat istirahat.” Ucap Pak Marco


Sesampainya di kamar Vico lalu mendudukkan tubuhnya di sofa


dan melentangkan kedua tangannya.


“ Aku akan mandi duluan ya Vic.” Ucap Arini


“ Iya.”Jawab Vico singkat


Arini lalu ke kamar mandi membersihkan diri, sholat lalu


keluar menemui Vico.


Vico lalu pergi ke kamar mandi setelah selesai dia lalu


memakai celana pendek dan kaos oblong lalu keluar ruang pakaian. Vico


merebahkan tubuhnya di ranjang dan terlihat Arini di sampingnya sedang duduk .


“ Arini aku lusa akan ke Italia “ Ucap Vico


“ Iya.” Jawab Arini


“ Kamu ingin disini atau di rumah baru ?” Tanya Vico


“ Vic bolehkah aku pulang ke rumah selama kamu tidak ada,


aku sangat rindu dengan mamah, papah dan kak Putra ? Tanya Arini


“ Baiklah, aku akan mengantarmu lusa sebelum ke bandara, aku


juga lebih merasa kamu aman disana.” Jawab Vico


“ Terima Kasih.” Ucap Arini


Pembicaraan berhenti cukup lama dari kedua insan yang


bingung saling bertingkah satu sama lain di dalam kamar.


Arini yang sebelumnya terlihat duduk merebahkan tubuhnya dan


menarik selimut dan tidur membelakangi Vico.


“ Arini, apa kamu sudah tidur ?” Tanya Vico


“ Belum, ada apa ?” Tanya Arini


“ Bisakah kamu menghadap kesini ?” Ucap Vico


Arini membalikkan badannya dan menghadap ke Vico.

__ADS_1


“ Arini apakah aku bisa mencium kening kamu sebelum tidur


atau sebelum kita berpisah setiap hari ?” Tanya Vico.


“ Baiklah.” Ucap Arini


“ Bisa aku lakukan sekarang ?” Tanya Vico lagi


“ Mmmm” Jawab Arini


Vico yang mendapat lampu hijau lalu mencium kening Arini


cukup lama dan memeluknya.


Arini hanya diam mendapat perlakuan itu, menurutnya dia akan


mencoba menekan rasa traumanya terhadap lelaki demi kewajibannya dengan


suaminya dan selain itu Vico tidak bertindak kurang ajar dia selalu meminta


ijinnya saat ingin bersentuhan dengan Arini.


“ Bisakah kita tidur seperti ini ?” tanya Vico yang sangat


ingin melakukan lebih dari itu sebenarnya tapi melihat Arini dia ingin


membuatnya nyaman dan melakukannya pelan-pelan dan bertahap agar tidak


menyakiti Arini.


“ mmmm.” Jawab Arini yang masih dalam dekapan Vico dimana


wajahnya menghadap dada bidang Vico yang terbungkus kaos tercium bau harum kas


pria.


“ Selamat tidur istriku Arini.” Ucap Vico dan mencium kening


Arini lagi


“ Selamat tidur Vico.” Ucap Arini lalu menutup matanya.


 Aku harus


bagaimana dengan dia, dia terlihat sangat kaku jika denganku, aku ingin dia


berperilaku seperti dengan kakaknya yang mesra begitu, kak Putra selalu


membuatku iri jika Arini bersamanya, Arini aku akan membuatmu jatuh cinta


denganku pelan-pelan dan menerima semua yang ada padaku, aku juga akan


menceritakan semuanya padamu jika waktunya sudah tepat, aku tidak ingin


menyembunyikan apa pun darimu, aku takut kamu membenciku dan meninggalkanku


jika kamu mengetahui diriku dari orang lain. Batin Vico


Aku akan berusaha menerimanya, dan berusaha menjalankan


kewajibanku sebagai istrinya.Vico terima kasih telah sabar denganku. Batin


Arini


Di ruang kerja Putra


“ Selamat malam tuan Putra, hari ini Nona Arini berada di


kantor diantar tuan Vico, nona tidak pergi kemanapun saat jam kerjanya, Tuan


Vico lalu menjemput dan mengajak nona makan malam di restoran X sepertinya Tuan


Vico memperlakukan nona dengan baik, lalu mereka pulang sampai di rumah sekitar


pukul sembilan tuan.” Lapor mata-mata Putra


“ Oke terima kasih, segeralah istirahat.” Ucap Putra


“ Apakah Vico menyukai adikku, atau dia takut dengan


ancamanku sehingga melakukan itu, aku harus tetap mengawasinya” Ucap Putra


berbicara sendiri dalam ruangannya.

__ADS_1


Putra lalu berdiri dan meninggalkan ruangannya untuk pulang


ke rumah.


__ADS_2