
Tak lama setelah mereka duduk terlihat pelayan dan chef
restoran tersebut datang dan menyambut mereka . Karena Mereka menjadi tamu
istimewa chef menjelaskan menu makanan yang paling istimewa dan paling banyak
dipesan di restoran tersebut.
“ Kamu ingin memesan makanan apa Arini ?” Tanya Vico
Arini yang memegang buku menu menyebutkan menu yang dia
inginkan dan menyerahkan pada pelayan, begitu juga dengan Vico, lalu pelayan
mencatatnya dan mengulang menu pesanan yang dia terima setelah sesuai chef dan
pelayan pergi .
Pelayan kembali memberikan hidangan pembuka untuk menunggu
menu utama mereka siap.
Terlihat Arini menikmati makanan itu, Vico terlihat
memperhatikan Arini yang terlihat cantik di depannya.
“ Kenapa kamu tidak memakan makananmu malah memandangiku ?”
Tanya Arini dan sedikit mengernyit menatap Vico
“ Oh Tidak apa-apa.” Jawab Vico dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“ Apa kamu tidak menyukai makanan itu ?” Tanya Arini lagi masih bertanya-tanya dengan perilaku Vico tersebut.
“ Aku tidak terlalu menyukai makanan manis.” Jawab Vico jujur.
“ Cobalah ini sangat enak.” Ucap Arini mengambilkan dessert
itu dan menyuapkannya pada Vico.
Vico yang disuapi Arini terpaksa membuka mulutnya, walaupun
dia di dalam hatinya sangat senang dengan perlakuan Arini tersebut.
“ Enak kan ?” Tanya Arini sambil tersenyum.
“Mmm.” Jawab Vico berharap Arini menyuapinya lagi.
“ Kalau begitu kamu habiskan ya.” Ucap Arini lalu memberikan
sendok tadi ke tangan Vico
Vico menjentikkan jarinya. Terdengar musik romantis
dimainkan oleh beberapa orang di dekat mereka.
“ Apa kamu menyukainya Arini ?” Tanya Vico pada Arini sambil menatapnya lekat.
“ Iya.” Jawab Arini
Hidangan mereka telah siap, pelayan membawa ke meja mereka dan
menghidangkan serta mengucapkan “ Selamat menikmati “ lalu pergi.
Mereka lalu menyantap makanan itu dengan hikmat tanpa
berbicara satu sama lain.
“ Apa kamu menyukai makanannya ?” Tanya Vico setelah mereka
berdua selesai makan.
“ Iya.” Jawab Arini singkat.
“ Ayo kita pulang.” Ucap Vico lalu menggandeng Arini pergi
Arini lalu berdiri dan pergi sambil bergandengan dengan Vico
menuju tempat parkir.
Sekretaris Kim yang melihat nona dan tuannya telah keluar
lalu membukakan pintu mobilnya.
__ADS_1
Setelah keduanya masuk sekretaris Kim lalu masuk ke kursi
kemudi.
“ Apakah ada tujuan lain tuan, atau langsung pulang ?” Tanya
sekretaris Kim
“ Kita langsung pulang saja Kim.” Ucap sekretaris Kim
“ Baik Tuan.” Sekretaris Kim lalu melajukan kendaraannya
menuju rumah Vico.
Sesampainya di rumah Vico dan Arini bergandengan masuk ke
dalam rumah.
“ Aduh pengantin baru semakin mesra saja.” Ledek Papah Vico
“ Kamu sudah makan malam Vic, mamah meminta pelayan
membuatkan makanan favorit kamu tadi, biar mamah suruh mereka menyiapkan untuk kamu.”
Ucap mamah Vico
“ Tidak perlu mah Vico dan Arini sudah makan malam di luar
tadi. Kami langsung ke kamar ya mah pah” Ucap Vico lalu berlalu menggandeng
Arini menuju kamarnya
“ Baiklah cepat istirahat.” Ucap Pak Marco
Sesampainya di kamar Vico lalu mendudukkan tubuhnya di sofa
dan melentangkan kedua tangannya.
“ Aku akan mandi duluan ya Vic.” Ucap Arini
“ Iya.”Jawab Vico singkat
Arini lalu ke kamar mandi membersihkan diri, sholat lalu
keluar menemui Vico.
Vico lalu pergi ke kamar mandi setelah selesai dia lalu
memakai celana pendek dan kaos oblong lalu keluar ruang pakaian. Vico
merebahkan tubuhnya di ranjang dan terlihat Arini di sampingnya sedang duduk .
“ Arini aku lusa akan ke Italia “ Ucap Vico
“ Iya.” Jawab Arini
“ Kamu ingin disini atau di rumah baru ?” Tanya Vico
“ Vic bolehkah aku pulang ke rumah selama kamu tidak ada,
aku sangat rindu dengan mamah, papah dan kak Putra ? Tanya Arini
“ Baiklah, aku akan mengantarmu lusa sebelum ke bandara, aku
juga lebih merasa kamu aman disana.” Jawab Vico
“ Terima Kasih.” Ucap Arini
Pembicaraan berhenti cukup lama dari kedua insan yang
bingung saling bertingkah satu sama lain di dalam kamar.
Arini yang sebelumnya terlihat duduk merebahkan tubuhnya dan
menarik selimut dan tidur membelakangi Vico.
“ Arini, apa kamu sudah tidur ?” Tanya Vico
“ Belum, ada apa ?” Tanya Arini
“ Bisakah kamu menghadap kesini ?” Ucap Vico
Arini membalikkan badannya dan menghadap ke Vico.
__ADS_1
“ Arini apakah aku bisa mencium kening kamu sebelum tidur
atau sebelum kita berpisah setiap hari ?” Tanya Vico.
“ Baiklah.” Ucap Arini
“ Bisa aku lakukan sekarang ?” Tanya Vico lagi
“ Mmmm” Jawab Arini
Vico yang mendapat lampu hijau lalu mencium kening Arini
cukup lama dan memeluknya.
Arini hanya diam mendapat perlakuan itu, menurutnya dia akan
mencoba menekan rasa traumanya terhadap lelaki demi kewajibannya dengan
suaminya dan selain itu Vico tidak bertindak kurang ajar dia selalu meminta
ijinnya saat ingin bersentuhan dengan Arini.
“ Bisakah kita tidur seperti ini ?” tanya Vico yang sangat
ingin melakukan lebih dari itu sebenarnya tapi melihat Arini dia ingin
membuatnya nyaman dan melakukannya pelan-pelan dan bertahap agar tidak
menyakiti Arini.
“ mmmm.” Jawab Arini yang masih dalam dekapan Vico dimana
wajahnya menghadap dada bidang Vico yang terbungkus kaos tercium bau harum kas
pria.
“ Selamat tidur istriku Arini.” Ucap Vico dan mencium kening
Arini lagi
“ Selamat tidur Vico.” Ucap Arini lalu menutup matanya.
Aku harus
bagaimana dengan dia, dia terlihat sangat kaku jika denganku, aku ingin dia
berperilaku seperti dengan kakaknya yang mesra begitu, kak Putra selalu
membuatku iri jika Arini bersamanya, Arini aku akan membuatmu jatuh cinta
denganku pelan-pelan dan menerima semua yang ada padaku, aku juga akan
menceritakan semuanya padamu jika waktunya sudah tepat, aku tidak ingin
menyembunyikan apa pun darimu, aku takut kamu membenciku dan meninggalkanku
jika kamu mengetahui diriku dari orang lain. Batin Vico
Aku akan berusaha menerimanya, dan berusaha menjalankan
kewajibanku sebagai istrinya.Vico terima kasih telah sabar denganku. Batin
Arini
Di ruang kerja Putra
“ Selamat malam tuan Putra, hari ini Nona Arini berada di
kantor diantar tuan Vico, nona tidak pergi kemanapun saat jam kerjanya, Tuan
Vico lalu menjemput dan mengajak nona makan malam di restoran X sepertinya Tuan
Vico memperlakukan nona dengan baik, lalu mereka pulang sampai di rumah sekitar
pukul sembilan tuan.” Lapor mata-mata Putra
“ Oke terima kasih, segeralah istirahat.” Ucap Putra
“ Apakah Vico menyukai adikku, atau dia takut dengan
ancamanku sehingga melakukan itu, aku harus tetap mengawasinya” Ucap Putra
berbicara sendiri dalam ruangannya.
__ADS_1
Putra lalu berdiri dan meninggalkan ruangannya untuk pulang
ke rumah.