My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Ingin Memisahkan


__ADS_3

Setelah makan selesai Arini lalu pamit pergi pada Haris,


sebelumnya dia menghubungi sopir pribadinya untuk menjemputnya dan mengantarkan


kembali ke kantor.


Drt drt drt


“ Halo iya Ga, ada apa ?” Tanya Arini saat mengetahui Arga menghubunginya.


“ Apa kamu baik-baik saja ? Aku mencoba menghubungimu tapi


tidak bisa .” Jawab Arga yang kawatir dengan Arini setelah dia ditarik paksa


Vico saat makan dengannya.


“ Aku baik-baik saja, kamu tenang saja.” Ucap Arini


berbicara setenang mungkin agar tidak membuat temannya itu kawatir.


“ Aku minta maaf karena ajakanku kamu bertengkar dengan


suamimu.” Jelas Arga merasa bersalah pada Arini.


“ Sudahlah tidak apa-apa.” Jawab Arini lagi.


“ Syukurlah aku tenang sekarang, ya sudah kamu pasti sedang


sibuk maaf aku mengganggumu.” Ucap Arga lalu memutus panggilannya pada Arini.


Arini terlihat memandang ke luar jendela dengan wajah sendu


sambil menikmati pepohonan yang berjajar rapi di tepi jalan, siang itu jalanan


cukup lengang sehingga tidak macet hingga dia cukup cepat sampai kantornya.


Arini duduk di mejanya dan kembali mengingat kejadian yang


dia alami pertama kali dengan Vico semalam.


“ Aku telah melakukannya dengan Vico, rasanya ada kelegaan


dalam hatiku dan sedikit bisa menghilangkan kenangan yang buruk itu, Aku mulai


nyaman dengannya.” Gumam Arini dengan sedikit menyunggingkan senyuman kecil


dari bibir manisnya.


Tok tok tok


“ Iya masuk.” Sahut Arini setelah suara ketukan pintu


membuyarkan pikirannya.


“ Nona barusan ada telepon dari Poppy Ardinata, dia ingin


memesan desain rumah tetapi dia ingin nona sendiri yang menanganinya.” Ucap


Vivi setelah masuk dan duduk di kursi depan Arini menjelaskan keinginan klien


baru.


“ Baiklah, aturkan saja jadwalnya nanti konfirmasi ke aku


ya ?” Jawab Arini merasa tidak keberatan dengan permintaan itu.


“ Baik nona, saya permisi.” Ucap Vivi lalu pergi


meninggalkan ruangan Arini untuk menghubungi kliennya untuk mengatur jadwal


pertemuan.


Kantor Vico


Vico siang itu tetap terlihat sangat bahagia, terlihat rona


merah dan senyum yang terpasang sejak masuk kantor sampai-sampai semua karyawan


heran karena tidak biasanya Vico seperti itu. Vico terlihat sibuk dengan berkas

__ADS_1


di depannya tapi entah kenapa dia terlihat tidak fokus dengan pekerjaannya saat


itu.


“ Semalam adalah pertama kalinya aku melakukannya, dan aku


sangat bahagia melakukannya dengan Arini, hah aku sudah merindukannya sekarang


rasanya ingin aku ajak dia ke kantor dan menemaniku.” Gumam Vico masih


memikirkan rencana dalam pikirannya sambil tersenyum kecil.


“ Tuan ada masalah dengan Fernando .” Ucap sekretaris Kim


membuyarkan bayangan Vico.


“ Ada masalah apa ?” Tanya Vico sambil mengerutkan dahinya


merasa terganggu dengan kedatangan sekretaris Kim yang tiba-tiba tanpa mengetuk


pintu menurutnya, padahal sudah beberapa kali sekretaris Kim mengetuk tapi


tidak ada sahutan dari Vico hingga akhirnya dia langsung memasuki ruangan Vico


tersebut.


“ Paman Tuan sepertinya membuat ulah lagi, setelah


penculikan nona Arini, dari informasi yang saya dapat dia akan datang kesini


untuk melakukan beberapa bisnis, untuk bisnisnya sedang saya selidiki tuan.”


Ucap sekretaris Kim.


“ Berikan pengawasan dan pengamanan pada Arini mulai


sekarang aku tidak mau terjadi apa-apa lagi dengannya.” Jawab Vico sambil


memikirkan cara untuk menyingkirkan pamannya yang selalu mengganggu


kedamaiannya selama ini.


menghancurkannya sekarang.” Ucap Vico lalu pergi meninggalkan ruangannya untuk


menuju kantor Arini ingin menjemputnya pulang lebih awal.


Apartemen Poppy


“ Vico sangat tidak menyukai penghianatan, apa aku pakai


cara itu saja ya ?” Gumam Poppy sambil memikirkan rencana memisahkan Vico dan


Arini sambil duduk termenung di sofa empuk warna coklat dan terlihat ada


secangkir kopi yang menemani di mejanya terlihat seringai licik di wajahnya.


“ Menurut data dari mata-mataku kemarin bukankan Arini dekat


dengan beberapa pria, oh ada Haris apa aku minta dia saja ya, mungkin dia mau


aku ajak bekerja sama, tapi Haris juga teman Vico, aku harus memikirkannya


dengan matang agar tidak ada yang curiga.” Gumam Poppy lagi setelah menyesap


cairan hitam yang ada di dalam cangkirnya.


Poppy lalu berdiri menuju meja dekat ranjangnya untuk


mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.


“ Dengarkan aku cari tahu pria yang namanya aku kirim


melalui pesan, segera berikan padaku informasinya paling lambat besok siang.”


Perintah Poppy pada seseorang yang dia hubungi.


“ Aku akan menggunakan orang lain saja, terlalu berisiko


jika aku menggunakan Haris, aku bisa memakainya untuk mendekatkan aku dengan

__ADS_1


Vico kembali.” Gumam Poppy lagi yang sekarang sudah duduk di ranjang empuk yang


menjadi tempat istirahatnya beberapa hari karena tidak ingin diganggu orang


tuanya dia memilih berada di apartemennya.


Poppy yang memang sangat menyukai pergi ke Club malam lalu


pergi ke kamar mandi dan membersikan dirinya bersiap untuk menghilangkan rasa


frustasi dan menenangkan pikirannya dengan minum dan bersenang-senang sambil


menari.


Terlihat Poppy sudah menggunakan pakaian super seksinya


berwarna merah yang hanya menutup bagian pribadinya saja, rok pendek ketat


mungkin panjangnya hanya satu setengah jengkal tangannya dan atasan yang


terlihat backless dan juga berwarna merah.


Sepatu hak tinggi warna hitam menjadi alas kaki wajibnya karena memang malam terasa dingin dia menyabet jaket


kulit warna hitam yang berdesain hanya menutupi sampai pusarnya saja. Saat


dirasa semua sudah siap dia terlihat menjinjing tas kecilnya warna hitam dan


mengambil benda pipih yang biasa dia gunakan untuk berkomunikasi.


“ Ris dimana ?” Ucapnya setelah panggilannya diterima oleh


Haris temannya sekaligus teman Vico yang juga sangat suka pergi ke Club malam


semenjak berada di Indonesia.


“ Di Kantor, ada apa ?” Tanya Haris yang terlihat masih


fokus dengan layar tipis komputer di depannya sambil jari-jarinya mengetikkan


huruf.


“ Pergi ke tempat biasa Yuk, aku sangat bosan saat ini.”


Ajak Poppy yang terlihat menunggu lift untuk membawanya turun dari lantai


kamarnya ke tempat di mana kendaraannya terparkir.


“ Baiklah, aku selesaikan tugasku setelah itu aku akan


langsung ke sana menemuimu.” Jawab Haris yang memang dia ingin juga


mengembalikan moodnya yang buruk setelah di tolak dengan Arini bahkan


mengetahui fakta bahwa Arini sudah menikah membuatnya cukup kecewa karena


memang selama ini hanya Arini wanita yang membuatnya tidak berdaya,  wanita lain hanya seperti pakaian menurutnya.


“ Oke aku tunggu, aku berangkat sekarang, sampai ketemu di


sana .” Jawab Poppy lalu mengakhiri panggilannya pada Haris dan sudah berada di


parkiran kendaraannya.


Dia menaiki mobil warna birunya itu dan memacunya dengan


cukup kencang meninggalkan gedung apartemen miliknya menuju Club malam


langganannya.


Terima kasih atas supportnya selama ini


Happy sangat senang sekali


mohon maaf karena proses review sehingga novel ini tidak up selama 2 hari


Jangan Lupa juga mampir ke karya Happy yang berjudul "My Nagging Wife" 


Happy Reading with Happy Blue

__ADS_1


__ADS_2