
Setelah makan selesai Arini lalu pamit pergi pada Haris,
sebelumnya dia menghubungi sopir pribadinya untuk menjemputnya dan mengantarkan
kembali ke kantor.
Drt drt drt
“ Halo iya Ga, ada apa ?” Tanya Arini saat mengetahui Arga menghubunginya.
“ Apa kamu baik-baik saja ? Aku mencoba menghubungimu tapi
tidak bisa .” Jawab Arga yang kawatir dengan Arini setelah dia ditarik paksa
Vico saat makan dengannya.
“ Aku baik-baik saja, kamu tenang saja.” Ucap Arini
berbicara setenang mungkin agar tidak membuat temannya itu kawatir.
“ Aku minta maaf karena ajakanku kamu bertengkar dengan
suamimu.” Jelas Arga merasa bersalah pada Arini.
“ Sudahlah tidak apa-apa.” Jawab Arini lagi.
“ Syukurlah aku tenang sekarang, ya sudah kamu pasti sedang
sibuk maaf aku mengganggumu.” Ucap Arga lalu memutus panggilannya pada Arini.
Arini terlihat memandang ke luar jendela dengan wajah sendu
sambil menikmati pepohonan yang berjajar rapi di tepi jalan, siang itu jalanan
cukup lengang sehingga tidak macet hingga dia cukup cepat sampai kantornya.
Arini duduk di mejanya dan kembali mengingat kejadian yang
dia alami pertama kali dengan Vico semalam.
“ Aku telah melakukannya dengan Vico, rasanya ada kelegaan
dalam hatiku dan sedikit bisa menghilangkan kenangan yang buruk itu, Aku mulai
nyaman dengannya.” Gumam Arini dengan sedikit menyunggingkan senyuman kecil
dari bibir manisnya.
Tok tok tok
“ Iya masuk.” Sahut Arini setelah suara ketukan pintu
membuyarkan pikirannya.
“ Nona barusan ada telepon dari Poppy Ardinata, dia ingin
memesan desain rumah tetapi dia ingin nona sendiri yang menanganinya.” Ucap
Vivi setelah masuk dan duduk di kursi depan Arini menjelaskan keinginan klien
baru.
“ Baiklah, aturkan saja jadwalnya nanti konfirmasi ke aku
ya ?” Jawab Arini merasa tidak keberatan dengan permintaan itu.
“ Baik nona, saya permisi.” Ucap Vivi lalu pergi
meninggalkan ruangan Arini untuk menghubungi kliennya untuk mengatur jadwal
pertemuan.
Kantor Vico
Vico siang itu tetap terlihat sangat bahagia, terlihat rona
merah dan senyum yang terpasang sejak masuk kantor sampai-sampai semua karyawan
heran karena tidak biasanya Vico seperti itu. Vico terlihat sibuk dengan berkas
__ADS_1
di depannya tapi entah kenapa dia terlihat tidak fokus dengan pekerjaannya saat
itu.
“ Semalam adalah pertama kalinya aku melakukannya, dan aku
sangat bahagia melakukannya dengan Arini, hah aku sudah merindukannya sekarang
rasanya ingin aku ajak dia ke kantor dan menemaniku.” Gumam Vico masih
memikirkan rencana dalam pikirannya sambil tersenyum kecil.
“ Tuan ada masalah dengan Fernando .” Ucap sekretaris Kim
membuyarkan bayangan Vico.
“ Ada masalah apa ?” Tanya Vico sambil mengerutkan dahinya
merasa terganggu dengan kedatangan sekretaris Kim yang tiba-tiba tanpa mengetuk
pintu menurutnya, padahal sudah beberapa kali sekretaris Kim mengetuk tapi
tidak ada sahutan dari Vico hingga akhirnya dia langsung memasuki ruangan Vico
tersebut.
“ Paman Tuan sepertinya membuat ulah lagi, setelah
penculikan nona Arini, dari informasi yang saya dapat dia akan datang kesini
untuk melakukan beberapa bisnis, untuk bisnisnya sedang saya selidiki tuan.”
Ucap sekretaris Kim.
“ Berikan pengawasan dan pengamanan pada Arini mulai
sekarang aku tidak mau terjadi apa-apa lagi dengannya.” Jawab Vico sambil
memikirkan cara untuk menyingkirkan pamannya yang selalu mengganggu
kedamaiannya selama ini.
menghancurkannya sekarang.” Ucap Vico lalu pergi meninggalkan ruangannya untuk
menuju kantor Arini ingin menjemputnya pulang lebih awal.
Apartemen Poppy
“ Vico sangat tidak menyukai penghianatan, apa aku pakai
cara itu saja ya ?” Gumam Poppy sambil memikirkan rencana memisahkan Vico dan
Arini sambil duduk termenung di sofa empuk warna coklat dan terlihat ada
secangkir kopi yang menemani di mejanya terlihat seringai licik di wajahnya.
“ Menurut data dari mata-mataku kemarin bukankan Arini dekat
dengan beberapa pria, oh ada Haris apa aku minta dia saja ya, mungkin dia mau
aku ajak bekerja sama, tapi Haris juga teman Vico, aku harus memikirkannya
dengan matang agar tidak ada yang curiga.” Gumam Poppy lagi setelah menyesap
cairan hitam yang ada di dalam cangkirnya.
Poppy lalu berdiri menuju meja dekat ranjangnya untuk
mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.
“ Dengarkan aku cari tahu pria yang namanya aku kirim
melalui pesan, segera berikan padaku informasinya paling lambat besok siang.”
Perintah Poppy pada seseorang yang dia hubungi.
“ Aku akan menggunakan orang lain saja, terlalu berisiko
jika aku menggunakan Haris, aku bisa memakainya untuk mendekatkan aku dengan
__ADS_1
Vico kembali.” Gumam Poppy lagi yang sekarang sudah duduk di ranjang empuk yang
menjadi tempat istirahatnya beberapa hari karena tidak ingin diganggu orang
tuanya dia memilih berada di apartemennya.
Poppy yang memang sangat menyukai pergi ke Club malam lalu
pergi ke kamar mandi dan membersikan dirinya bersiap untuk menghilangkan rasa
frustasi dan menenangkan pikirannya dengan minum dan bersenang-senang sambil
menari.
Terlihat Poppy sudah menggunakan pakaian super seksinya
berwarna merah yang hanya menutup bagian pribadinya saja, rok pendek ketat
mungkin panjangnya hanya satu setengah jengkal tangannya dan atasan yang
terlihat backless dan juga berwarna merah.
Sepatu hak tinggi warna hitam menjadi alas kaki wajibnya karena memang malam terasa dingin dia menyabet jaket
kulit warna hitam yang berdesain hanya menutupi sampai pusarnya saja. Saat
dirasa semua sudah siap dia terlihat menjinjing tas kecilnya warna hitam dan
mengambil benda pipih yang biasa dia gunakan untuk berkomunikasi.
“ Ris dimana ?” Ucapnya setelah panggilannya diterima oleh
Haris temannya sekaligus teman Vico yang juga sangat suka pergi ke Club malam
semenjak berada di Indonesia.
“ Di Kantor, ada apa ?” Tanya Haris yang terlihat masih
fokus dengan layar tipis komputer di depannya sambil jari-jarinya mengetikkan
huruf.
“ Pergi ke tempat biasa Yuk, aku sangat bosan saat ini.”
Ajak Poppy yang terlihat menunggu lift untuk membawanya turun dari lantai
kamarnya ke tempat di mana kendaraannya terparkir.
“ Baiklah, aku selesaikan tugasku setelah itu aku akan
langsung ke sana menemuimu.” Jawab Haris yang memang dia ingin juga
mengembalikan moodnya yang buruk setelah di tolak dengan Arini bahkan
mengetahui fakta bahwa Arini sudah menikah membuatnya cukup kecewa karena
memang selama ini hanya Arini wanita yang membuatnya tidak berdaya, wanita lain hanya seperti pakaian menurutnya.
“ Oke aku tunggu, aku berangkat sekarang, sampai ketemu di
sana .” Jawab Poppy lalu mengakhiri panggilannya pada Haris dan sudah berada di
parkiran kendaraannya.
Dia menaiki mobil warna birunya itu dan memacunya dengan
cukup kencang meninggalkan gedung apartemen miliknya menuju Club malam
langganannya.
Terima kasih atas supportnya selama ini
Happy sangat senang sekali
mohon maaf karena proses review sehingga novel ini tidak up selama 2 hari
Jangan Lupa juga mampir ke karya Happy yang berjudul "My Nagging Wife"
Happy Reading with Happy Blue
__ADS_1