My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Melarikan Diri


__ADS_3

“ Kita harus bagaimana sekarang ?” Tanya Orlando usai gadis


kecil itu meninggalkannya pada Vico yang terlihat sedang memikirkan cara


teraman untuk lepas dari sana dengan berbagai pertimbangan apa yang mungkin


bisa terjadi padanya, Orlando dan gadis kecil yang menyelamatkannya itu.


“ Kamu bisa memakai ini, aku sudah mempelajari ilmu menembak


dari kakekku ya walaupun sebentar, karena jika kita membobol jendela ini akan sulit dan membutuhkan


waktu lama sebaiknya kita hadapi saja orang di depan, kita harus membereskannya


dengan cepat lalu lari dengan gadis kecil tadi.” Ucap Vico serius sambil


memberikan pisau yang dia dapat dari gadis kecil tadi.


Orlando pun mengangguk dan mencoba mendengarkan suara dari


luar untuk memastikan keadaan para penyekap yang berjaga. Terlihat para penjaga


tertidur karena kelelahan karena agenda mabuk-mabukan yang biasa mereka


lakukan. Hanya terlihat satu orang yang biasa memberi makan Orlando dan Vico


yang terlihat duduk sambil memakan kudapan miliknya.


“ Apa yang kamu dengar ?” Tanya Vico yang juga mendengarkan


situasi di luar yang menurutnya cukup sunyi itu tak ada suara selain suara


seorang yang tengah makan. Vico mencoba menganalisa keadaan di luar sambil


menggunakan alat yang diberikan gadis tadi membuka kunci pintu ruangan


penyekapannya.


“ Sepertinya tidak ada suara apa-apa, kira-kira berapa orang


yang berada di luar ya ? apa kamu yakin kita lewat depan ? Kenapa tidak


mencongkel jendela saja itu akan lebih aman ?” Orlando terlihat tidak yakin


dengan rencana Vico yang menurutnya sangat berisiko karena ketidaktahuan mereka


dengan lawan yang menyekapnya itu.


“ Ini adalah cara tercepat selain itu jika kita mencongkel


jendela itu akan sulit, jika kita orang dewasa itu akan mudah, kita hanya


anak-anak yang kita bisa gunakan hanya kecerdikan dan kecepatan kekuatan


lupakan saja. Tenanglah saat pintu ini bisa terbuka aku akan mencoba mengintip


situasi di luar untuk memastikan lagi.” Ucap Vico berusaha menenangkan Orlando


yang menurutnya sangat berisik itu.


“ Oh bagaimana jika kita meminta gadis kecil tadi meminta


bantuan orang dewasa, bukankan itu lebih mudah ?” Ucap Orlando lagi memberikan


ide yang baru terlintas di pikirannya dan menimang-nimang angka keberhasilan


keinginanya kabur dari ruangan gelap, lembab yang mengurungnya beberapa hari


itu.


“ Itu akan membutuhkan waktu lama, selain itu kita sudah

__ADS_1


beberapa hari di sini, jika mereka memerlukan uang seharusnya mereka akan cepat


meminta tebusan bukan ? tidak harus selama ini membiarkan kita di sini, bahkan


ini sangat jauh dari tempat tinggal kita aku takut jika terlalu lama mereka


sebenarnya mengincar nyawa atau menjual kita atau bahkan mungkin mereka


jaringan penjualan organ ilegal , bahkan mungkin sudah berpindah sebelum orang


dewasa itu tiba di sini, ini akan membutuhkan waktu lagi untuk lepas.” Vico mencoba


memberikan pengertian pada Orlando.


“ Baiklah, aku percaya padamu.” Ucap Orlando pasrah dengan


semua ide Vico. Vico terlihat berusaha membobol kunci itu dan akhirnya


berhasil. Dia membuka sedikit pintu itu dan mengintip keadaan di balik pintu


tersebut terlihat beberapa pria tertidur dan seorang makan, dia kembali menutup


pintu itu.


“ Aku akan menembak seorang pria yang sedang duduk, kamu


dengarkan aba-abaku untuk lari ya, gunakan pisau itu untuk mencoba lepas jika


mereka menangkapmu. Ingat jangan beri mereka ampun, anggap saja mereka bukan


orang oke, yang utama perlu kita pikirkan adalah bebas. Apa kamu sudah siap ?”


Tanya Vico pada Orlando dan mendapat anggukan dari Orlando tanda paham dengan


instruksi yang Vico jelaskan.


Vico kecil mencoba membuka pintu itu dan menembak dua kali


mengeluarkan banyak darah dan tersungkur dari tempat duduknya. Mendengar suara


tembakan pria yang sebelumnya masih terlihat tidur lalu bangun dan mencoba


menyesuaikan kesadaran mereka.


“ Mereka bangun, sepertinya masih mabuk, ayo sekarang kita


harus lari.” Ucap Vico lalu keluar dan berlari bersama Orlando. Orang yang


masih terlihat pusing itu sangat mudah di lewati Oleh Vico dan Orlando. Seorang


Pria yang kesadarannya mulai pulih memegang kaki Orlando yang kala itu berlari


melewatinya. Orlando menebas tangan pria itu dengan pisaunya.


“ Ahhhhh, dasar bocah si*lan, .” Teriak pria kekar itu


melepaskan genggamannya pada kaki Orlando. Orlando pun kembali berlari menyusul


Vico. Keduanya berlari ke arah pintu keluar untuk menemui gadis kecil yang


bersembunyi di hutan. Pria yang bertubuh besar itu lalu membasuh muka mereka


dengan air agar lebih mudah menyadarkan mereka dan mengejar Orlando dan Vico


yang tengah kabur masuk ke dalam hutan itu.


“ Orlando cepat.” Teriak Vico yang sudah menunggunya di


pintu keluar melihat Orlando yang tertinggal di belakang karena harus menebas


tangan pria kekar tadi. Orlando terlihat berlari kencang ke arah pintu. Setelah

__ADS_1


keduanya keluar dari rumah itu Vico langsung menutup pintu rumah itu dan


menyabotasenya dengan mengunci pintu itu dari luar. Lalu lari ke arah hutan.


“Dia di mana tadi ?” Tanya Orlando pada Vico yang mencoba


mencari keberadaan gadis kecil yang memberinya peralatan tadi. “ ke sini, ke


sini cepat.” Teriak gadis kecil yang sebelumnya bersembunyi itu yang keluar


setelah melihat Orlando dan Vico yang sudah berada di luar. Kedua anak


laki-laki itu menghampiri gadis kecil itu dan menebus hutan untuk menemui kakek


gadis kecil itu untuk meminta bantuan.


Para pria dewasa yang sudah sampai pintu dan tidak bisa


membukanya mendobrak pintu itu dan berlari berpencar untuk mencari keberadaan


anak yang mereka sekap. Seorang terlihat mengikuti Orlando dan Vico dari


belakang, karena memang kaki yang masih pendek tidak mungkin mudah untuk lari


lebih cepat dari para pria dewasa. Vico yang memang belum terbiasa menembak


target bergerak sedikit kesusahan menembak.


“ Serahkan padaku.” Ucap gadis kecil itu lalu mengambil


pistol di tangan Vico dan menembak kedua kaki pria tersebut dengan tepat


sasaran. “ Dor Dor “ Suara tembakan membuat orang yang sebelumnya berpencar


mendatangi asal suara tembakan yang sebelumnya membangunkan mereka dari mimpi


indah itu.


“ Iblis kecil Breng*ek mereka menembak kakiku.” Teriak Pria


yang kali ini tersungkur ke tanah karena kedua kakinya tertembak, mengaduh


kesakitan dan menghentikan pengejarannya. Ketiga anak itu terus berlari


mengikuti semua tanda yang sebelumnya gadis kecil itu tempel sambil melepasnya


agar tidak meninggalkan jejak.


“ Apa kamu tahu bagaimana keluar dari sini ?” Tanya Vico


yang berlari di belakang gadis yang menjadi dewi penolongnya itu. “ Tenanglah


ikuti tanda yang aku tempel ini dan kita akan bertemu dengan kakekku. O iya


bantu aku melepaskannya juga.” Ucap gadis kecil itu tetap berlari terus kembali


kepada para orang dewasa yang membawanya ke hutan itu.


Pria kekar yang sebelumnya berpencar sudah bertemu dan


mendapati teman mereka tersungkur dengan luka tembak pada kedua kakinya. “


Mereka ke arah mana ?” Tanya seorang pria pada kawannya itu. “ Ke sana cepat


kejar, jika kita tidak mendapatkannya kita akan mati di tangan bos, cepat.” Perintah


pria tersebut dengan tatapan tajam pada kawannya yang lain.


“ Dasar bikin susah saja, anak itu dapat pistol juga dari


mana, hah si*lan.” Ucap 2 pria kekar sambil berlari ke arah yang diberitahukan

__ADS_1


pria yang tersungkur di tanah tadi.


__ADS_2