
“ Kita harus bagaimana sekarang ?” Tanya Orlando usai gadis
kecil itu meninggalkannya pada Vico yang terlihat sedang memikirkan cara
teraman untuk lepas dari sana dengan berbagai pertimbangan apa yang mungkin
bisa terjadi padanya, Orlando dan gadis kecil yang menyelamatkannya itu.
“ Kamu bisa memakai ini, aku sudah mempelajari ilmu menembak
dari kakekku ya walaupun sebentar, karena jika kita membobol jendela ini akan sulit dan membutuhkan
waktu lama sebaiknya kita hadapi saja orang di depan, kita harus membereskannya
dengan cepat lalu lari dengan gadis kecil tadi.” Ucap Vico serius sambil
memberikan pisau yang dia dapat dari gadis kecil tadi.
Orlando pun mengangguk dan mencoba mendengarkan suara dari
luar untuk memastikan keadaan para penyekap yang berjaga. Terlihat para penjaga
tertidur karena kelelahan karena agenda mabuk-mabukan yang biasa mereka
lakukan. Hanya terlihat satu orang yang biasa memberi makan Orlando dan Vico
yang terlihat duduk sambil memakan kudapan miliknya.
“ Apa yang kamu dengar ?” Tanya Vico yang juga mendengarkan
situasi di luar yang menurutnya cukup sunyi itu tak ada suara selain suara
seorang yang tengah makan. Vico mencoba menganalisa keadaan di luar sambil
menggunakan alat yang diberikan gadis tadi membuka kunci pintu ruangan
penyekapannya.
“ Sepertinya tidak ada suara apa-apa, kira-kira berapa orang
yang berada di luar ya ? apa kamu yakin kita lewat depan ? Kenapa tidak
mencongkel jendela saja itu akan lebih aman ?” Orlando terlihat tidak yakin
dengan rencana Vico yang menurutnya sangat berisiko karena ketidaktahuan mereka
dengan lawan yang menyekapnya itu.
“ Ini adalah cara tercepat selain itu jika kita mencongkel
jendela itu akan sulit, jika kita orang dewasa itu akan mudah, kita hanya
anak-anak yang kita bisa gunakan hanya kecerdikan dan kecepatan kekuatan
lupakan saja. Tenanglah saat pintu ini bisa terbuka aku akan mencoba mengintip
situasi di luar untuk memastikan lagi.” Ucap Vico berusaha menenangkan Orlando
yang menurutnya sangat berisik itu.
“ Oh bagaimana jika kita meminta gadis kecil tadi meminta
bantuan orang dewasa, bukankan itu lebih mudah ?” Ucap Orlando lagi memberikan
ide yang baru terlintas di pikirannya dan menimang-nimang angka keberhasilan
keinginanya kabur dari ruangan gelap, lembab yang mengurungnya beberapa hari
itu.
“ Itu akan membutuhkan waktu lama, selain itu kita sudah
__ADS_1
beberapa hari di sini, jika mereka memerlukan uang seharusnya mereka akan cepat
meminta tebusan bukan ? tidak harus selama ini membiarkan kita di sini, bahkan
ini sangat jauh dari tempat tinggal kita aku takut jika terlalu lama mereka
sebenarnya mengincar nyawa atau menjual kita atau bahkan mungkin mereka
jaringan penjualan organ ilegal , bahkan mungkin sudah berpindah sebelum orang
dewasa itu tiba di sini, ini akan membutuhkan waktu lagi untuk lepas.” Vico mencoba
memberikan pengertian pada Orlando.
“ Baiklah, aku percaya padamu.” Ucap Orlando pasrah dengan
semua ide Vico. Vico terlihat berusaha membobol kunci itu dan akhirnya
berhasil. Dia membuka sedikit pintu itu dan mengintip keadaan di balik pintu
tersebut terlihat beberapa pria tertidur dan seorang makan, dia kembali menutup
pintu itu.
“ Aku akan menembak seorang pria yang sedang duduk, kamu
dengarkan aba-abaku untuk lari ya, gunakan pisau itu untuk mencoba lepas jika
mereka menangkapmu. Ingat jangan beri mereka ampun, anggap saja mereka bukan
orang oke, yang utama perlu kita pikirkan adalah bebas. Apa kamu sudah siap ?”
Tanya Vico pada Orlando dan mendapat anggukan dari Orlando tanda paham dengan
instruksi yang Vico jelaskan.
Vico kecil mencoba membuka pintu itu dan menembak dua kali
mengeluarkan banyak darah dan tersungkur dari tempat duduknya. Mendengar suara
tembakan pria yang sebelumnya masih terlihat tidur lalu bangun dan mencoba
menyesuaikan kesadaran mereka.
“ Mereka bangun, sepertinya masih mabuk, ayo sekarang kita
harus lari.” Ucap Vico lalu keluar dan berlari bersama Orlando. Orang yang
masih terlihat pusing itu sangat mudah di lewati Oleh Vico dan Orlando. Seorang
Pria yang kesadarannya mulai pulih memegang kaki Orlando yang kala itu berlari
melewatinya. Orlando menebas tangan pria itu dengan pisaunya.
“ Ahhhhh, dasar bocah si*lan, .” Teriak pria kekar itu
melepaskan genggamannya pada kaki Orlando. Orlando pun kembali berlari menyusul
Vico. Keduanya berlari ke arah pintu keluar untuk menemui gadis kecil yang
bersembunyi di hutan. Pria yang bertubuh besar itu lalu membasuh muka mereka
dengan air agar lebih mudah menyadarkan mereka dan mengejar Orlando dan Vico
yang tengah kabur masuk ke dalam hutan itu.
“ Orlando cepat.” Teriak Vico yang sudah menunggunya di
pintu keluar melihat Orlando yang tertinggal di belakang karena harus menebas
tangan pria kekar tadi. Orlando terlihat berlari kencang ke arah pintu. Setelah
__ADS_1
keduanya keluar dari rumah itu Vico langsung menutup pintu rumah itu dan
menyabotasenya dengan mengunci pintu itu dari luar. Lalu lari ke arah hutan.
“Dia di mana tadi ?” Tanya Orlando pada Vico yang mencoba
mencari keberadaan gadis kecil yang memberinya peralatan tadi. “ ke sini, ke
sini cepat.” Teriak gadis kecil yang sebelumnya bersembunyi itu yang keluar
setelah melihat Orlando dan Vico yang sudah berada di luar. Kedua anak
laki-laki itu menghampiri gadis kecil itu dan menebus hutan untuk menemui kakek
gadis kecil itu untuk meminta bantuan.
Para pria dewasa yang sudah sampai pintu dan tidak bisa
membukanya mendobrak pintu itu dan berlari berpencar untuk mencari keberadaan
anak yang mereka sekap. Seorang terlihat mengikuti Orlando dan Vico dari
belakang, karena memang kaki yang masih pendek tidak mungkin mudah untuk lari
lebih cepat dari para pria dewasa. Vico yang memang belum terbiasa menembak
target bergerak sedikit kesusahan menembak.
“ Serahkan padaku.” Ucap gadis kecil itu lalu mengambil
pistol di tangan Vico dan menembak kedua kaki pria tersebut dengan tepat
sasaran. “ Dor Dor “ Suara tembakan membuat orang yang sebelumnya berpencar
mendatangi asal suara tembakan yang sebelumnya membangunkan mereka dari mimpi
indah itu.
“ Iblis kecil Breng*ek mereka menembak kakiku.” Teriak Pria
yang kali ini tersungkur ke tanah karena kedua kakinya tertembak, mengaduh
kesakitan dan menghentikan pengejarannya. Ketiga anak itu terus berlari
mengikuti semua tanda yang sebelumnya gadis kecil itu tempel sambil melepasnya
agar tidak meninggalkan jejak.
“ Apa kamu tahu bagaimana keluar dari sini ?” Tanya Vico
yang berlari di belakang gadis yang menjadi dewi penolongnya itu. “ Tenanglah
ikuti tanda yang aku tempel ini dan kita akan bertemu dengan kakekku. O iya
bantu aku melepaskannya juga.” Ucap gadis kecil itu tetap berlari terus kembali
kepada para orang dewasa yang membawanya ke hutan itu.
Pria kekar yang sebelumnya berpencar sudah bertemu dan
mendapati teman mereka tersungkur dengan luka tembak pada kedua kakinya. “
Mereka ke arah mana ?” Tanya seorang pria pada kawannya itu. “ Ke sana cepat
kejar, jika kita tidak mendapatkannya kita akan mati di tangan bos, cepat.” Perintah
pria tersebut dengan tatapan tajam pada kawannya yang lain.
“ Dasar bikin susah saja, anak itu dapat pistol juga dari
mana, hah si*lan.” Ucap 2 pria kekar sambil berlari ke arah yang diberitahukan
__ADS_1
pria yang tersungkur di tanah tadi.