
“ Satu lagi Kim segera siapkan semua orang kita menuju pulau
itu, kita langsung ke sana.” Vico yang tidak ingin membuang-buang waktu
langsung menuju tempat mobilnya dan pergi ke Bandara untuk mencari keberadaan
Arini di pulau tersebut.
Sekretaris Kim langsung menghubungi anak buahnya dan
menyiapkan semuanya lalu menghubungi paman Vico yang harusnya sudah 2 hari
berada di negara ini.
Panggilan sekretaris Kim diangkat setelah panggilan kedua
dilakukan.
“ Iya Kim” Jawab Fernando paman Vico yang terdengar tidak
mengetahui apa-apa dari panggilan tersebut. Sekretaris Kim lalu memberikan
ponsel miliknya pada Vico yang tidak sabar sampai di bandara dengan kedua mata
memerah menahan emosinya.
“ Fernando jika kamu menjadi dalangnya, jangan harap kamu
bisa menghirup udara esok hari.” Ancam Vico dengan nada kasar dan tinggi pada
pria yang menjadi paman dan musuhnya selama ini.
“ Anak bawang mencoba mengancamku. Berikan semua harta yang
kamu rebut dan aku akan membebaskan istri cantikmu itu.” Tawar Fernando yang
mencoba bernegosiasi dengan Vico.
“ He.. Harta jangan harap mendapatkan sepeser pun dariku,
aku tidak perlu bantuanmu untuk membebaskan istriku.” Vico mengejek kecerobohan
Pamannya karena berurusan dengannya lagi hanya gara-gara harta warisan.
“ Kamu kira bisa ?” Tantang Fernando menyepelekan kehebatan
Vico yang menurutnya tidak bisa apa-apa itu selain menjadi pengelola perusahaan
Ayahnya dan menikmati kekayaan warisan kakeknya tersebut.
“ Kita lihat saja.” Vico menyeringai mematikan ponsel miliknya
dan melemparnya pada sekretaris Kim yang berada di depannya.
“ Kim hubungi Peter, dan Rezky untuk melacak keberadaan
pamanku, dan segera bereskan tua bangka itu.” Perintah Vico pada sekretaris Kim
karena hukuman sebelumnya tidak membuat pamannya jera.
Kantor Putra
“ Tuan Putra sepertinya nona Arini di culik oleh anak buah
Vico yang sedang berkhianat, mohon maaf tadi saat saya mengikuti ada anak
buahnya yang menghadang hingga saya kehilangan jejak.” Dika yang selalu
mengikuti Arini selama ini melaporkan pada Putra atas kejadian yang tengah
Arini alami tersebut.
“ Sialan, kenapa anak itu selalu bodoh menjaga adikku.”
Umpat Putra tidak terima dengan kebodohan Vico yang sudah dua kali membuat
adiknya dalam bahaya itu.
“ Selidiki keberadaan adikku, siapa pun dalangnya aku akan
__ADS_1
menghancurkannya.” Putra yang sangat menyayangi adiknya merasa tidak terima
dengan kecerobohan Vico tersebut.
“ Baik Tuan.” Jawab Dika paham dan mulai menghubungi semua
kenalannya dari mulai mengecek cctv semua jalan untuk mengecek mobil dengan
nopol yang membawa Arini, penerbangan dan keberangkatan kapal semua lini dia
kerahkan untuk menemukan keberadaan Arini.
Putra yang sudah tidak bisa fokus dengan pekerjaannya
langsung menghubungi Vico.
“ Iya Kak.” Jawab Vico yang akan menaiki pesawat pribadinya
langsung menuju pulau di mana Arini berada.
“ Heh mafia gadungan, bagaimana kerjamu hingga membuat
adikku selalu dalam bahaya ?” Putra terlihat sangat marah pada Vico hingga dia
berteriak cukup keras hingga membuat telinga orang yang mendengarkannya
menjauhkan ponsel Vico tersebut.
“ Maafkan Vico kak.” Jawab Vico yang tidak bisa menjawab hal
lain karena memang semua itu salahnya.
“ Maaf ? jika Adikku kenapa-kenapa akan aku ratakan semua
perusahaanmu dan grup mafiamu.” Ancam Putra yang kekuatannya tidak kalah dengan
Vico jika dia ingin menghancurkan Vico.
“ Tenang kak aku saat ini sudah tahu keberadaan Arini.”
Jawab Vico mencoba meredakan emosi Putra yang sangat jengkel dengannya
tersebut.
sekarang ?” Tanya Putra yang juga ingin memastikan keadaan adik kesayangannya
tersebut aman dari para cicunguk yang menculiknya tersebut.
“ Dia ada di pulau H, pulau yang seharusnya tidak
berpenghuni kak.” Jawab Vico pada Putra, setelah mendengar posisi adiknya
tersebut Putra langsung memutuskan panggilannya.
Putra terlihat sudah menaiki mobil miliknya dan menghubungi
Dika.
“ Dik. “ Panggil Putra tetapi terpotong oleh ucapan Dika
yang sudah mengetahui keberadaan Arini.
“ Tuan Putra nona Arini seharusnya berada di pulau H dia
langsung di bawa ke Bandara dan menuju ke sana dengan penerbangan domestik
lain.” Jelas Dika karena memang Putra selalu protektif jika ada hal yang
terjadi pada Adik kesayangannya tersebut.
“ Baguslah jika kau sudah tahu, segera bawa anak buah kita
ke sana dan jika sudah bisa menemukan adikku langsung bawa ke sini jangan
biarkan Putra membawanya, kecuali dapat ijin dariku.” Perintah Putra pada Dika
langsung dimengerti lalu panggilannya diakhiri.
Tempat Arini disekap
__ADS_1
Arini yang masih belum menemukan jalan bagaimana dia keluar
kembali duduk di kursi abu-abu miliknya hingga dia akhirnya mendapatkan ide
untuk berpura-pura masih terikat dan mengelabuhi jika ada orang masuk ke
ruangannya tersebut.
Terlihat pria berpakaian hitam dengan topeng masuk dan
memberikan makan pada Arini. Dia meletakkan kantong makanan tersebut dan
membuka penyumpal mulut Arini dan saat akan membuka ikatan tangan Arini, Arini
menendang area sensitifnya hingga dia mengaduh dan berteriak pada anak buah
yang berjaga di luar. Arini yang mendapat kesempatan kabur lalu berlari keluar
di hadang dua pria bertubuh tinggi besar dan kekar. Arini mencoba melawan
keduanya dengan semua teknik bela diri yang dia pelajari. Hingga dia juga
mencoba trik yang sama yaitu menendang area sensitif mereka tapi gagal.
Zack yang sebelumnya mengaduh dan tersungkur sambil
memegangi miliknya kini telah berdiri dan mencoba membekuk Arini dari belakang.
Merasa energinya semakin menipis dan tidak menemukan benda lain untuk melawan
kedua pria tersebut membuat Arini sangat mudah di tangkap kembali.
“ Dasar wanita sialan.” Umpat Zack sambil menarik lengan
Arini kembali ke Kamar penyekapan di bantu kedua pria bertubuh kekar itu tapi.
Ronta teriakan dan tendangan gagal Arini berikan sebagai perlawanan pada para
pria yang tengah menculiknya tersebut.
“ Zack itu kamu kan ? Kenapa kamu melakukan ini padaku ?”
Tanya Arini karena dia sebelumnya sudah di jelaskan Vico jika Zack adalah anak
buah kepercayaannya sehingga Arini mempercayainya juga.
“ Diamlah, terlalu berisik.” Zack kembali menyumpal mulut
Arini. Hanya Air mata yang bisa Arini keluarkan karena kedua tangan dan kakinya
kini terikat lebih kencang dari sebelumnya.
“ Tidak ada makanan untuk wanita yang tidak bisa menurut
sepertimu.” Zack kembali membawa makanan yang sebelumnya untuk Arini dan
mengajak dua anak buahnya pergi dari kamar tersebut. Seperti sebelumnya Zack
menutup pintu dengan kencang karena sangat marah dengan kelakuan Arini.
Arini masih tidak ingin menyerah dia mencoba meronta, dan
melepaskan diri dari ikatan itu tetapi tetap gagal hingga akhirnya dia pasrah
dan terlihat lesu dengan rambut yang terburai menutupi wajah cantiknya dan
linangan air mata yang menyalurkan kesedihannya karena tidak bisa melepaskan
diri.
“ Vic temukan aku, tolong aku.” Gumamnya berkali-kali
mencoba berbicara tetapi tidak terdengar jelas karena mulutnya yang tersumpal
kain.
Tidak lama Pesawat milik Vico sudah mendarat pada pulau
terpencil itu, sedangkan anak buah Putra masih dalam perjalanan menuju pulau
__ADS_1
tersebut.