My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Keberadaan Arini


__ADS_3

“ Satu lagi Kim segera siapkan semua orang kita menuju pulau


itu, kita langsung ke sana.” Vico yang tidak ingin membuang-buang waktu


langsung menuju tempat mobilnya dan pergi ke Bandara untuk mencari keberadaan


Arini di pulau tersebut.


Sekretaris Kim langsung menghubungi anak buahnya dan


menyiapkan semuanya lalu menghubungi paman Vico yang harusnya sudah 2 hari


berada di negara ini.


Panggilan sekretaris Kim diangkat setelah panggilan kedua


dilakukan.


“ Iya Kim” Jawab Fernando paman Vico yang terdengar tidak


mengetahui apa-apa dari panggilan tersebut. Sekretaris Kim lalu memberikan


ponsel miliknya pada Vico yang tidak sabar sampai di bandara dengan kedua mata


memerah menahan emosinya.


“ Fernando jika kamu menjadi dalangnya, jangan harap kamu


bisa menghirup udara esok hari.” Ancam Vico dengan nada kasar dan tinggi pada


pria yang menjadi paman dan musuhnya selama ini.


“ Anak bawang mencoba mengancamku. Berikan semua harta yang


kamu rebut dan aku akan membebaskan istri cantikmu itu.” Tawar Fernando yang


mencoba bernegosiasi dengan Vico.


“ He.. Harta jangan harap mendapatkan sepeser pun dariku,


aku tidak perlu bantuanmu untuk membebaskan istriku.” Vico mengejek kecerobohan


Pamannya karena berurusan dengannya lagi hanya gara-gara harta warisan.


“ Kamu kira bisa ?” Tantang Fernando menyepelekan kehebatan


Vico yang menurutnya tidak bisa apa-apa itu selain menjadi pengelola perusahaan


Ayahnya dan menikmati kekayaan warisan kakeknya tersebut.


“ Kita lihat saja.” Vico menyeringai mematikan ponsel miliknya


dan melemparnya pada sekretaris Kim yang berada di depannya.


“ Kim hubungi Peter, dan Rezky untuk melacak keberadaan


pamanku, dan segera bereskan tua bangka itu.” Perintah Vico pada sekretaris Kim


karena hukuman sebelumnya tidak membuat pamannya jera.


Kantor Putra


“ Tuan Putra sepertinya nona Arini di culik oleh anak buah


Vico yang sedang berkhianat, mohon maaf tadi saat saya mengikuti ada anak


buahnya yang menghadang hingga saya kehilangan jejak.” Dika yang selalu


mengikuti Arini selama ini melaporkan pada Putra atas kejadian yang tengah


Arini alami tersebut.


“ Sialan, kenapa anak itu selalu bodoh menjaga adikku.”


Umpat Putra tidak terima dengan kebodohan Vico yang sudah dua kali membuat


adiknya dalam bahaya itu.


“ Selidiki keberadaan adikku, siapa pun dalangnya aku akan

__ADS_1


menghancurkannya.” Putra yang sangat menyayangi adiknya merasa tidak terima


dengan kecerobohan Vico tersebut.


“ Baik Tuan.” Jawab Dika paham dan mulai menghubungi semua


kenalannya dari mulai mengecek cctv semua jalan untuk mengecek mobil dengan


nopol yang membawa Arini, penerbangan dan keberangkatan kapal semua lini dia


kerahkan untuk menemukan keberadaan Arini.


Putra yang sudah tidak bisa fokus dengan pekerjaannya


langsung menghubungi Vico.


“ Iya Kak.” Jawab Vico yang akan menaiki pesawat pribadinya


langsung menuju pulau di mana Arini berada.


“ Heh mafia gadungan, bagaimana kerjamu hingga membuat


adikku selalu dalam bahaya ?” Putra terlihat sangat marah pada Vico hingga dia


berteriak cukup keras hingga membuat telinga orang yang mendengarkannya


menjauhkan ponsel Vico tersebut.


“ Maafkan Vico kak.” Jawab Vico yang tidak bisa menjawab hal


lain karena memang semua itu salahnya.


“ Maaf ? jika Adikku kenapa-kenapa akan aku ratakan semua


perusahaanmu dan grup mafiamu.” Ancam Putra yang kekuatannya tidak kalah dengan


Vico jika dia ingin menghancurkan Vico.


“ Tenang kak aku saat ini sudah tahu keberadaan Arini.”


Jawab Vico mencoba meredakan emosi Putra yang sangat jengkel dengannya


tersebut.


sekarang ?” Tanya Putra yang juga ingin memastikan keadaan adik kesayangannya


tersebut aman dari para cicunguk yang menculiknya tersebut.


“ Dia ada di pulau H, pulau yang seharusnya tidak


berpenghuni kak.” Jawab Vico pada Putra, setelah mendengar posisi adiknya


tersebut Putra langsung memutuskan panggilannya.


Putra terlihat sudah menaiki mobil miliknya dan menghubungi


Dika.


“ Dik. “ Panggil Putra tetapi terpotong oleh ucapan Dika


yang sudah mengetahui keberadaan Arini.


“ Tuan Putra nona Arini seharusnya berada di pulau H dia


langsung di bawa ke Bandara dan menuju ke sana dengan penerbangan domestik


lain.” Jelas Dika karena memang Putra selalu protektif jika ada hal yang


terjadi pada Adik kesayangannya tersebut.


“ Baguslah jika kau sudah tahu, segera bawa anak buah kita


ke sana dan jika sudah bisa menemukan adikku langsung bawa ke sini jangan


biarkan Putra membawanya, kecuali dapat ijin dariku.” Perintah Putra pada Dika


langsung dimengerti lalu panggilannya diakhiri.


Tempat Arini disekap

__ADS_1


Arini yang masih belum menemukan jalan bagaimana dia keluar


kembali duduk di kursi abu-abu miliknya hingga dia akhirnya mendapatkan ide


untuk berpura-pura masih terikat dan mengelabuhi jika ada orang masuk ke


ruangannya tersebut.


Terlihat pria berpakaian hitam dengan topeng masuk dan


memberikan makan pada Arini. Dia meletakkan kantong makanan tersebut dan


membuka penyumpal mulut Arini dan saat akan membuka ikatan tangan Arini, Arini


menendang area sensitifnya hingga dia mengaduh dan berteriak pada anak buah


yang berjaga di luar. Arini yang mendapat kesempatan kabur lalu berlari keluar


di hadang dua pria bertubuh tinggi besar dan kekar. Arini mencoba melawan


keduanya dengan semua teknik bela diri yang dia pelajari. Hingga dia juga


mencoba trik yang sama yaitu menendang area sensitif mereka tapi gagal.


Zack yang sebelumnya mengaduh dan tersungkur sambil


memegangi miliknya kini telah berdiri dan mencoba membekuk Arini dari belakang.


Merasa energinya semakin menipis dan tidak menemukan benda lain untuk melawan


kedua pria tersebut membuat Arini sangat mudah di tangkap kembali.


“ Dasar wanita sialan.” Umpat Zack sambil menarik lengan


Arini kembali ke Kamar penyekapan di bantu kedua pria bertubuh kekar itu tapi.


Ronta teriakan dan tendangan gagal Arini berikan sebagai perlawanan pada para


pria yang tengah menculiknya tersebut.


“ Zack itu kamu kan ? Kenapa kamu melakukan ini padaku ?”


Tanya Arini karena dia sebelumnya sudah di jelaskan Vico jika Zack adalah anak


buah kepercayaannya sehingga Arini mempercayainya juga.


“ Diamlah, terlalu berisik.” Zack kembali menyumpal mulut


Arini. Hanya Air mata yang bisa Arini keluarkan karena kedua tangan dan kakinya


kini terikat lebih kencang dari sebelumnya.


“ Tidak ada makanan untuk wanita yang tidak bisa menurut


sepertimu.” Zack kembali membawa makanan yang sebelumnya untuk Arini dan


mengajak dua anak buahnya pergi dari kamar tersebut. Seperti sebelumnya Zack


menutup pintu dengan kencang karena sangat marah dengan kelakuan Arini.


Arini masih tidak ingin menyerah dia mencoba meronta, dan


melepaskan diri dari ikatan itu tetapi tetap gagal hingga akhirnya dia pasrah


dan terlihat lesu dengan rambut yang terburai menutupi wajah cantiknya dan


linangan air mata yang menyalurkan kesedihannya karena tidak bisa melepaskan


diri.


“ Vic temukan aku, tolong aku.” Gumamnya berkali-kali


mencoba berbicara tetapi tidak terdengar jelas karena mulutnya yang tersumpal


kain.


Tidak lama Pesawat milik Vico sudah mendarat pada pulau


terpencil itu, sedangkan anak buah Putra masih dalam perjalanan menuju pulau

__ADS_1


tersebut.


__ADS_2