My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Rencana Poppy 2


__ADS_3

Club Malam


“ Selamat malam nona, ingin saya buatkan apa ?” Tanya


bartender pria yang tampan di depan berbagai merek minuman alkohol yang


berjajar rapi di belakangnya.


“ satu Red Boom “ Ucap Poppy memesan salah satu racikan yang


dapat membuat semua orang yang tidak biasa meminumnya kehilangan kesadarannya


jika meminumnya walaupun hanya satu gelas.


“ Baik Nona.” Jawab Bartender tampan itu dan menyiapkan


pesanan Poppy.


Club malam itu sangat ramai malam itu, terlihat banyak


muda-mudi duduk di meja bergerombol dengan mejanya di penuhi berbagai merek


minuman.


Bau tajam alkohol yang menusuk hidung, suara keras


memekakkan telinga, dan lampu sorot warna-warni bergerak membuat tempat itu


menjadi neraka bagi orang yang tidak biasa.


Tapi tidak dengan Poppy dia terlihat sangat menikmatinya,


baginya hal ini sudah biasa. Sebagai model internasional seperti dirinya party


di Club malam sudah menjadi kegiatan sehari-hari dengan teman-temannya selama


di luar negeri.


Terlihat bartender sudah meletakkan satu gelas minuman pesanan


Poppy di meja didekatkannya pada tangan yang dari tadi digunakan untuk


menyanggah kepalanya seakan ada banyak pikiran di kepalanya.


Melihat minuman berwarna merah itu Poppy lalu mengambilnya


dan meneguknya habis lalu mengembalikan gelas kosong yang sudah habis isinya ke


tempat semula.


“ Ayo hari ini bersenang-senang.” Teriaknya yang sudah


berdiri dari tempat duduknya menuju tempat banyak orang menari sesuka hatinya


sesuai iringan musik keras yang diputarkan DJ.


Dia menari sambil tersenyum-senyum entah apa yang membuatnya


bahagia, tak lama Haris mendatanginya dan menarik tangan Poppy untuk duduk.


“ Kenapa tidak menungguku ?” Tanya Haris yang melihat Poppy


sudah meneguk alkohol tanpa menunggunya.


“ Kamu terlalu lama, sudahlah segera pesan minuman dan ayo


kita menikmati malam ini di sini.” Ucap Poppy masih sadar sambil menepuk bahu


Haris.


Haris memesan minuman dan meneguknya habis dan ikut menari


dengan Poppy.


Rumah Vico


Terlihat Arini hanya diam saja malam itu saat Vico pulang.


Dia tetap melakukan kewajibannya menyiapkan pakaian ganti menaruh tas kerja dan

__ADS_1


baju kotor Vico, walaupun biasanya dia jarang berbicara tapi hari itu Arini


benar-benar menjadi orang yang pendiam.


Vico yang merasa Arini tidak seperti biasanya mencoba


mendekat dan bertanya pada Arini.


“ Kamu kenapa ? Kamu marah ?” Tanya Vico pelan setelah


menangkup wajah Arini yang tertunduk dan sekarang sudah menatap dirinya.


Hanya gelengan kepala yang menjadi respon pertanyaan Vico


itu.


“ Terus kenapa kamu diam saja ?” Tanya Vico lagi sambil


tersenyum.


“ Tidak apa-apa.” Jawab Arini dengan wajah datarnya.


“ Ayolah Arini, kamu kenapa ?” Tanya Vico lagi masih dengan


nada lembut dan senyum masih menempel di wajah tampannya.


“ Aku tidak apa-apa.” Jawab Arini lalu tersenyum pada Vico.


“ Baiklah, ayo kita istirahat.” Ajak Vico dan menarik


tangan Arini menuju ranjang empuk dengan seprei warna cream itu.


Saat keduanya sudah merebahkan tubuh masing-masing pada


kasur empuk itu terlihat mereka memiringkan badannya masing-masing sehingga


sekarang sudah saling berhadapan.


“ Kamu marah soal kemarin.” Tanya Vico yang sekarang


membelai wajah Arini dan menyelipkan anak rambut Arini yang sedikit terurai


“ Tidak, aku hanya entahlah rasanya masih tidak nyaman.”


Ucap Arini yang tidak memahami dirinya sendiri mulai bercerita akan perasaan


yang dia rasakan mengingat apa yang dia dan Vico lakukan semalam.


“ Apa kamu belum siap ?” Tanya Vico lagi berusaha memahami


istrinya tersebut dengan sedikit menarik tubuh Arini lebih mendekat padanya dan


mendekap tubuh ramping Arini.


“ Bukan, aku sudah mempersiapkan hal itu, tapi aku tidak


tahu aku hanya takut saat ini.” Ucap Arini yang terlihat wajahnya ada di dada


Vico yang bidang.


“ Apa kamu mau melakukannya lagi, agar kamu bisa


menghilangkan perasaanmu itu ?” Ucap Vico lembut sambil mencium puncak kepala


Arini.


“ Baiklah.” Jawab Arini


Tidak menyia-nyiakan hal itu Vico lalu melucuti pakainya dan


milik Arini dan malam panjang nan panas berlangsung hingga keduanya sudah lemas


dan masih terlihat belum tertidur dan masih berdekapan.


“ Bagaimana perasaanmu sekarang ?” Tanya Vico yang saat ini


mensejajarkan wajahnya dengan Arini.


“ Aku tidak tahu, ada kelegaan dan sedikit rasa takut

__ADS_1


sekarang.” Ucap Arin pelan dengan wajah sudah sayu karena mengantuk dan


kelelahan tapi entah kenapa matanya masih berat untuk terpejam.


“ Arini percayalah padaku, aku akan selalu berada di


sampingmu, kamu jangan takut, aku sangat menyayangimu.” Ucap Vico dan meraih


kepala Arini dan mengecup pelan bibir merah yang Arini miliki.


“ Iya.” Jawab Arini dan tersenyum pada Vico.


Mereka lalu tertidur lelap dengan saling berdekapan.


Apartemen Poppy


Silau surya siang masuk dari sela-sela tirai tipis dari


jendela apartemen menyorot pada wajah teler Poppy yang masih tidak bergerak di


dalam balutan selimut menutupi tubuh yang masih memakai pakaian seksi yang dia


kenakan semalam .


“ Hah sudah siang ternyata.” Ucap Poppy saat sinar itu


menusuk matanya terlihat dia mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang


masuk pada matanya sambil melihat jam yang tertera pada layar ponsel dekat


nakas yang mudah dijangkau tangan panjangnya.


Poppy lalu terduduk malas di ranjangnya dan membuka beberapa


pesan yang di terimanya. Salah satunya dari mata-mata yang kemarin dia suruh


menyelidiki pria yang dekat dengan Arini.


Dia membaca informasi yang cukup detail dari matanya


tersebut.


“ Siapa ya yang sebaiknya aku ajak kerja sama ?” Gumam Poppy


sambil menggigit bibir bawahnya dan tangan kirinya meremas kepala agar


membuatnya menemukan ide.


“ Oh aku kerja sama dengan Aldo saja, sepertinya dia cocok


denganku dibandingkan aku mengajak Arga.” Pikirnya saat sudah mendapat ide


gilanya itu sambil menyeringai licik.


Poppy lalu memulai untuk menemui Aldo dan membuatnya dekat


dengan dia, ya dia memang sangat percaya diri untuk mendapat perhatian pria.


Poppy merasa kalau masalah pria merupakan hal yang mudah kecuali mendapatkan


Vico kembali hingga membuatnya harus selalu putar otak.


“ Aku hari ini sudah ada janji dengan sekretaris Arini untuk


membicarakan masalah desain rumah, aku akan mulai mendekati Arini dulu, lalu


Aldo setelah itu aku akan membuat Arini tidak percaya dengan Vico, di lain sisi


aku juga akan mengajak Aldo untuk membuat Arini lebih dekat dengannya dan aku


akan meminta orang suruhanku memotret kebersamaan mereka dan mengirim pada Vico


dan saat semuanya sudah renggang aku akan menghibur Vico dan Vico akan berpisah


dengan Arini dan aku akan kembali menjadi kekasih Vico dan menjadi Nyonya


Angkasa Grup.  Hahahahahahaha.” Ucap


Poppy dan tertawa jahat akan semua ide gila yang menjadi rencana memisahkan

__ADS_1


Vico dengan Arini tersebut.


__ADS_2