
Putra yang sudah memiliki bukti dari Arini tanpa menunda dia
langsung menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki karyawan “Future Desain”
yang bekerja sama untuk mempermalukan perusahaan Arini. Sedangkan untuk
Karyawan Arini karena sudah mendapat data dari Arini mempermudahnya untuk
meringkus karyawan tersebut.
Kantor Future Desain
“ Bagaimana apakah sudah membereskan masalah plagiat dari
Perusahaan Queen Desain?” Tanya Pria bertubuh tambun terlihat dirinya adalah
pimpinan dari Perusahaan tersebut. Karyawan yang sebelumnya bekerja sama untuk
mencuri desain Arini terlihat berdiri di depan mejanya.
“ Masih diproses pengacara untuk penuntutan masalah hak
cipta Tuan.” Jawab Pria yang tengah berdiri tersebut. Pria itu jugalah yang mendapat tanggung
jawab untuk mendesain untuk tender perusahaan X tetapi karena merasa selama ini
Arini selalu mengunggulinya di setiap tender yang mereka ikuti bersama kali ini
dia tidak ingin kalah sehingga berlaku curang.
“ Segera bereskan, aku ingin orang itu jera karena berani memplagiat
desain dari perusahaan kita, Hal ini bisa membuat orang lain menganggap gampang
jika tidak diberi pelajaran.” Ucap Pria tambun yang tidak menyelidiki dan langsung
menyimpulkan itu.
“Baik Tuan, tenang saja.” Pria itu menjawab dengan hormat.
Setelah pimpinannya menyuruhnya kembali dia lalu memberi hormat dan
meninggalkan ruangan bosnya tersebut. Terlihat dia menyeringai merasa berada di
atas angin karena dengan mudah menyingkirkan Arini.
Pria itu kembali ke meja kerjanya, dia kemudian menghubungi
pengacara yang memproses masalah ini untuk segera membereskan dan meminta ganti
rugi yang besar mengingat ini merupakan tender yang sangat bernilai. Pengacara
yang bekerja untuk mendapat uang tanpa mengetahui kebenarannya itu hanya menjawab
paham dan akan segera melaksanakan perintah pria itu.
Kantor Arini
“ Desain kamu sudah selesai atau belum ?” Tanya Karyawan
wanita mendekati Pria yang menjadi penghianat di Perusahaan Arini.
“ Sudah, aku akan segera mengirimnya pada nona Arini.” Jawab
Pria tersebut bertingkah seperti biasa tanpa merasa bersalah atau terganggu
dengan penghianatan yang telah dia lakukan. Tidak terasa waktu pulang kerja pun
tiba. Pria itu bersiap-siap untuk kembali ke tempat tinggalnya.
“ Hah setelah semua beres aku akan segera keluar dari
perusahaan ini dan pergi ke perusahaan yang lebih besar, mendapatkan gaji yang
__ADS_1
lebih besar, dan bisa bersenang-senang setiap hari. Huh memang bekerja di
tempat bos yang kurang pintar itu sangat beruntung, bahkan sampai sekarang
belum ada masalah yang terjadi padaku.” Gumam pria tersebut sambil berjalan
keluar kantor.
Senja terlihat sangat indah kala itu, langit berwarna oren
dan cerah dengan sedikit awan yang bertengger di langit. Para pekerja pencari
nafkah terlihat mulai kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Hirup pikuk
keramaian berangsur senyap kala pria itu kini sudah memasuki gang sepi yang
sedikit kumuh di mana dia tinggal selama ini.
Saat jalanan yang sepi itu entah kenapa dia merasa ada yang
mengikuti dari belakang. Dia pun berjalan cepat untuk menghindari hal buruk
yang mungkin akan menimpanya. Sayang langkah kakinya terlalu lambat sehingga
dia mudah ditangkap oleh anak buah Putra yang sudah di perintah meringkusnya
sore itu.
“ Si siapa kalian.” Tanya Pria itu ketakutan kala tangannya
terikat ke belakang. Pria kekar satu lagi lalu menyumpal mulutnya dengan sapu tangan
hingga membuatnya pingsan sehingga lebih mudah membawanya dari lokasi itu.
Sebuah jeep hitam membawa orang-orang tersebut pergi ke sebuah gedung tua. Pria
itu di lemparkan ke tanah dengan kedua tangan dan kaki terikat.
ke polisi untuk diurus, tapi karena dia merasa tidak terima jika para
penghianat itu mendapat balasan dengan mudah dia lalu memutuskan memberikan
mereka pelajaran terlebih dahulu.
Kantor Future Desain
“ Huh memang berurusan dengan wanita sangat mudah, apa lagi
ternyata lemah begitu huh bahkan sampai sekarang tidak ada yang bisa dia
lakukan, jika tender ini lusa bisa aku dapatkan aku pasti akan naik jabatan
mengingat tender ini sangat besar nilainya. Memang memiliki tikus penyusup
mempermudah segalanya, apalagi pemikiran mata duitannya itu membuat semakin mudah
menipunya.
“ Aku pulang dulu saja, Pengacara tadi bilang besok akan
melakukan pelaporan, hahaha memang melempar batu mengenai dua burung sekaligus
adalah taktik terbaik. Saat aku bisa mendapat bonus dan jabatan dan membuat nama Queen
Desain buruk dimata klien maka jalanku mendapat tender-tender selanjutnya akan
lebih mudah, dasar wanita sebaiknya di rumah saja tidak usah kerja karena dunia
bisnis sekejam ini. Tapi kalau dilihat nona Arini memang sangat cantik dan mempesona
mungkin saja dia mendapat jalan belakang dalam mendapat tendernya. Hah sudahlah
aku segera pulang saja.” Gumamnya sambil membereskan pekerjaannya.
__ADS_1
Karena merasa terlalu bahagia karena usaha curangnya
berjalan lancar dia terlihat selalu tersenyum dan menyapa beberapa rekan kerjanya.
Dia segera mengendarai mobilnya dan meninggalkan kantor tempat kerjanya itu.
Terdengar suara kencang dari pemutar musik di mobil miliknya dia juga terlihat
bernyanyi-nyanyi karena keberhasilannya itu.
Tiba-tiba saat berada di jalan sepi kendaraannya dicegat
oleh sebuah mobil Land Cruiser warna hitam yang tiba-tiba menyalip, berbelok dan
berhenti mendadak. Jika dia tidak segera mengerem mobil miliknya mungkin akan
terjadi tabrakan dengan mobil tersebut. Merasa sangat kesal dengan tingkah
pengendara mobil di depannya dia lalu turun dari kendaraannya dan mendatangi
mobil tersebut untuk memarahi karena kepayahan dalam mengemudinya itu.
“ Heh keluar kamu bisa nyetir tidak hampir saja aku menabrak,
leherku sakit karena ulah kamu segera turun dan bertanggung jawab.” Ucapnya
sambil mengetok-ngetok jendela mobil itu. Pria yang berada di mobil itu keluar
kecuali pengemudi segera menarik tubuh pria itu masuk dan membawanya sedangkan
kendaraan miliknya dikemudikan pria yang lain.
“ Lepaskan aku, siapa kalian, jangan macam-macam denganku
aku memiliki kenalan orang kuat jika kalian macam-macam aku akan menghancurkan
kalian semua.” Pria itu tidak mau dia dan mengoceh merasa tidak terima dengan penculikan
itu.
“ Berisik.” Pria berpakaian hitam memukul tengkuk pria
tersebut hingga membuatnya pingsan seketika. Pria tersebut juga di lemparkan di
tempat yang sama dengan karyawan Arini yang diculik sebelumnya. Sama seperti
karyawan Arini kedua tangan dan kaki pria itu juga terikat.
Pria kekar yang telah meringkus keduanya lalu menghubungi
Putra untuk melaporkan pekerjaan mereka yang berjalan lancar dan kedua orang
itu disekap. Putra yang sudah mendengar laporan anak buahnya segera berangkat
menuju tempat itu.
“ Kamu kenapa di sini ?” Tanya Karyawan perusahaan Arini
yang heran dengan keberadaan rekan menghianatinya dari Future Desain.
“ Hah kamu juga di sini ?” Karyawan Future desain yang
pingsan sadarkan diri mendengar suara itu dan juga kaget dengan keberadaan
mereka berdua.
“ Aku tidak tahu siapa yang berani melakukan ini, aku akan
melaporkan pada orangku agar mereka di balas.” Ucap Karyawan Future Desain.
“ Apakah ini karena kita menghianati nona Arini ?” Ucap karyawan
perusahaan Arini.
__ADS_1