
Usai menghubungi kakak tercintanya Arini pun menghubungi
mamanya.
“ Halo Ar ada apa sayang ?” Jawab mama Arini yang terlihat
sedang duduk dibangku taman sambil menikmati secangkir teh dan beberapa kue
tersaji di piring warna putih di meja depannya. Terlihat buku ia taruh juga di sampingnya
kala menerima panggilan dari putri kesayangannya itu.
“ Halo ma, bagaimana kabar mama maaf Arini tidak bisa sering
berkunjung.” Ucap Arini merasa bersalah karena sejak menikah dia jarang
berkunjung ke rumah orang tuanya. Bibi pelayan terlihat juga datang sambil membawakan
makanan sesuai perintah mama Vico. Ditaruhnya semua makanan itu di depan Arini
lalu undur diri.
“ Aduh sayang tidak apa-apa , mama mengerti walau sebenarnya
mama sangat kangen dengan kamu, Putra kamu tahu sendiri dia hanya di rumah
untuk tidur dan akan berangkat pagi untuk bekerja begitu pun papamu, mama
sedikit kesepian karena kamu tidak ada. Jika ada waktu berkunjunglah ke sini
dengan Vico ya sayang.” Mama Arini walau sudah terbiasa sendirian dia tetap
merasa kesepian karena memang setelah keempatnya tinggal bersama di Indonesia dia
merasa bahagia dan rumah lebih hidup sejak ada Arini juga, bagaimana pun anak
perempuan memang berbeda dengan anak laki-laki untuk masalah perhatian dan
diajak ngobrol.
“ Iya ma, nanti jika Vico sudah pulang dari urusan bisnisnya
Arini akan berkunjung, O iya ma Arini mau kasih kabar ma kalau Arini saat ini
sedang hamil ma tolong beri tahu papa juga ya ma Arini tidak mau mengganggu
papa bekerja jadi Arini telepon mama saja.” Ucap Arini terlihat bahagia
memberikan kabar kehamilannya tersebut pada wanita yang sangat ia sayangi itu.
“ Wah Alhamdulillah, aduh putri kecil mama sekarang sudah
mau menjadi calon ibu, mama sangat bahagia sayang, bagaimana kalau besok mama temani kamu ke
dokter mama mau tahu untuk kesehatan janinnya, aduh mama jadi tidak sabar ingin
beli berbagai perlengkapan bayi, aduh mama sangat senang akan memiliki cucu. Tidak
usah besok mama akan ke sana sekarang saja ingin bertemu putri mama tersayang.”
Mama Arini terlihat tidak kalah antusias dengan mama Vico mendengar kabar
kehamilan Arini tersebut. Ia segera beranjak dari kursinya meninggalkan semua
dan ingin segera bertemu Arini.
“ Mama Arini hamil masih sekitar 6 minggu mama jangan beli-beli
__ADS_1
dulu, Arini juga belum tahu anak Arini nantinya laki-laki atau perempuan jadi
mama tenang dulu ya, Arini akan tunggu mama ya, oh iya ma kak Putra nanti juga
akan ke sini malam, untuk besok ke dokter mama Vico juga akan mengantar jadi bagaimana
kalau mamah menginap di sini karena Vico juga tidak ada di rumah sekalian
menemani Arini dan besok kita bertiga berangkat ke dokternya ?” Ucap Arini
menenangkan mamanya yang sangat bersemangat itu.
“ Ok sayang ya sudah mama siap-siap dulu, sekalian telepon
papamu untuk memberi kabar dan meminta izin menginap di rumahmu ya. I love You
sayang .” Ucap mama Arini yang sudah sampai di dalam rumah dan menyuruh
sopirnya menyiapkan mobil untuk keberangkatannya, dan pelayan untuk menyiapkan
baju gantinya.
Bali
Terlihat sebuah ressort megah dengan taman luas. Di sebuah
kamar wanita berambut pendek yang bertemu dengan Orlando beberapa kali sedang
berjalan masuk ke kamar mandi bersiap untuk membersihkan diri. Kala dirinya
sudah memutar kran shower untuk membasahi tubuh indahnya terdengar suara Clack
dari luar. Pendengaran tajamnya membuat dirinya siaga, ia matikan keran itu dan
berusaha mendengar apakah ada yang salah dengan apa yang barusan dia dengar.
Suara lain mulai terdengar mengetahui jika ia mungkin dalam bahaya ia pun
kimono mandi dan ia sahut juga sebuah handphone dan pistol yang dia taruh
sebelumnya di meja dekat wastafel.
Ia terlihat siaga sambil menggenggam pistol berwarna
kecoklatan itu. Ia lirik ke luar kamar mandi ke bagian ranjang tidurnya dan
terlihat ada beberapa orang bertubuh kekar yang menjadi tamu tidak diundang
mengacak-ngacak lemari dan koper miliknya. Merasa dirinya akan dalam bahaya
jika melawannya sendirian dia mencoba berjalan keluar untuk segera menghubungi
orang suruhannya.
Sayang seorang pria mengetahui gerak-geriknya dan
mengikutinya keluar untuk mengejarnya. Dilain sisi terlihat Orlando sedang akan
membuka pintu kamar miliknya usai dia menikmati berbagai surga dunia di pulau
dewata itu. Seorang wanita yang hanya memakai kimono tiba-tiba menariknya masuk
ke dalam kamar miliknya dan membekap mulutnya menekannya ke pintu kayu berwarna
coklat itu.
Orlando yang kebingungan hanya terlihat diam saja,
__ADS_1
dilihatnya seorang wanita berambut pendek yang sudah ia temui dua kali hari ini
tengah memakai kimono mandi dengan tali sedikit lepas memperlihatkan sedikit
keindahan bagian tubuh yang hanya dimiliki wanita itu. Pria yang sebelumnya
mengejar wanita itu terlihat kebingungan karena tidak bisa menemukan jejak
wanita yang ia kejar sebelumnya. Ia pun kembali ke arah kamar yang sebelumnya
ia datangi tadi.
Orlando yang memang seorang laki-laki normal dan akan
beraksi jika melihat hal-hal tersebut pun entah kenapa tertarik dan tidak
mengalihkan pandangannya dari bagian-bagian terindah itu. Mata memuja milik
Orlando ternyata diketahui oleh gadis berambut pendek itu dia pun memperkuat
tekanan pada mulut Orlando.
“ Apa yang kamu lihat, tidak pernah melihat hal seperti ini
?” Ucap gadis yang selalu bersikap arogan dan tidak sopan itu. Mendengar hal
itu Orlando mengalihkan pandangannya dan mencoba melepas bekapan tangan wanita
muda itu.
“ Hah memang hari ini hari kesialanku bertemu dengan wanita
Arogan sepertimu sebanyak 3 kali hari ini.” Ucapnya dan kini dia membalikkan
keadaan dengan membalik badannya dan menarik kedua tangan wanita itu ke belakang
membuatnya kini menghadap ke tembok terjepit diantar tubuh kekar milik Orlando.
“ Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku, sepertinya orang yang
mengejarku sudah tidak ada aku akan keluar sekarang dan maaf sebelumnya.” Ucap
wanita itu mencoba meronta agar bisa lepas dari genggaman Orlando tapi
bagaimanapun kekuatan wanita akan kalah dengan tubuh kekar terlatih milik
Orlando. Karena sebelumnya pistol miliknya ia masukkan ke dalam saku kimono dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.
“ Hah maaf sepertinya hanya itu kata yang sebelumnya selalu
kamu katakan setelah melakukan sesuatu yang menyebalkan bagi orang lain.” Bibirnya
menyungging sinis mendengar ucapan wanita yang sudah membuat harinya terasa
buruk itu. Tekanannya semakin kuat kala
gerakan sang wanita semakin inten. Tidak ada jawaban dari BIbir merah mungil yang
terpasang pada wajah cantik wanita yang terlihat bukan dari negara ini itu.
“ Diamlah jangan bergerak, apa kamu sedang menggodaku dengan
tubuhmu? Malam ini sepertinya aku butuh penghangat ranjang karena aku bosan
dengan wanita sebelumnya.” Tubuh seksi yang terlihat basah di bagian rambut
yang masih meneteskan air hingga melewati leher putih jenjang wanita itu dengan
__ADS_1
gerakan tubuhnya yang terus menyentuh bagian prianya membuatnya menghangat dan
menginginkan kegiatan penyaluran hasrat.