My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Kesialan


__ADS_3

Usai menghubungi kakak tercintanya Arini pun menghubungi


mamanya.


“ Halo Ar ada apa sayang ?” Jawab mama Arini yang terlihat


sedang duduk dibangku taman sambil menikmati secangkir teh dan beberapa kue


tersaji di piring warna putih di meja depannya. Terlihat buku ia taruh juga di sampingnya


kala menerima panggilan dari putri kesayangannya itu.


“ Halo ma, bagaimana kabar mama maaf Arini tidak bisa sering


berkunjung.” Ucap Arini merasa bersalah karena sejak menikah dia jarang


berkunjung ke rumah orang tuanya. Bibi pelayan terlihat juga datang sambil membawakan


makanan sesuai perintah mama Vico. Ditaruhnya semua makanan itu di depan Arini


lalu undur diri.


“ Aduh sayang tidak apa-apa , mama mengerti walau sebenarnya


mama sangat kangen dengan kamu, Putra kamu tahu sendiri dia hanya di rumah


untuk tidur dan akan berangkat pagi untuk bekerja begitu pun papamu, mama


sedikit kesepian karena kamu tidak ada. Jika ada waktu berkunjunglah ke sini


dengan Vico ya sayang.” Mama Arini walau sudah terbiasa sendirian dia tetap


merasa kesepian karena memang setelah keempatnya tinggal bersama di Indonesia dia


merasa bahagia dan rumah lebih hidup sejak ada Arini juga, bagaimana pun anak


perempuan memang berbeda dengan anak laki-laki untuk masalah perhatian dan


diajak ngobrol.


“ Iya ma, nanti jika Vico sudah pulang dari urusan bisnisnya


Arini akan berkunjung, O iya ma Arini mau kasih kabar ma kalau Arini saat ini


sedang hamil ma tolong beri tahu papa juga ya ma Arini tidak mau mengganggu


papa bekerja jadi Arini telepon mama saja.” Ucap Arini terlihat bahagia


memberikan kabar kehamilannya tersebut pada wanita yang sangat ia sayangi itu.


“ Wah Alhamdulillah, aduh putri kecil mama sekarang sudah


mau menjadi calon ibu, mama sangat bahagia sayang,  bagaimana kalau besok mama temani kamu ke


dokter mama mau tahu untuk kesehatan janinnya, aduh mama jadi tidak sabar ingin


beli berbagai perlengkapan bayi, aduh mama sangat senang akan memiliki cucu. Tidak


usah besok mama akan ke sana sekarang saja ingin bertemu putri mama tersayang.”


Mama Arini terlihat tidak kalah antusias dengan mama Vico mendengar kabar


kehamilan Arini tersebut. Ia segera beranjak dari kursinya meninggalkan semua


dan ingin segera bertemu Arini.


“ Mama Arini hamil masih sekitar 6 minggu mama jangan beli-beli

__ADS_1


dulu, Arini juga belum tahu anak Arini nantinya laki-laki atau perempuan jadi


mama tenang dulu ya, Arini akan tunggu mama ya, oh iya ma kak Putra nanti juga


akan ke sini malam, untuk besok ke dokter mama Vico juga akan mengantar jadi bagaimana


kalau mamah menginap di sini karena Vico juga tidak ada di rumah sekalian


menemani Arini dan besok kita bertiga berangkat ke dokternya ?” Ucap Arini


menenangkan mamanya yang sangat bersemangat itu.


“ Ok sayang ya sudah mama siap-siap dulu, sekalian telepon


papamu untuk memberi kabar dan meminta izin menginap di rumahmu ya. I love You


sayang .” Ucap mama Arini yang sudah sampai di dalam rumah dan menyuruh


sopirnya menyiapkan mobil untuk keberangkatannya, dan pelayan untuk menyiapkan


baju gantinya.


Bali


Terlihat sebuah ressort megah dengan taman luas. Di sebuah


kamar wanita berambut pendek yang bertemu dengan Orlando beberapa kali sedang


berjalan masuk ke kamar mandi bersiap untuk membersihkan diri. Kala dirinya


sudah memutar kran shower untuk membasahi tubuh indahnya terdengar suara Clack


dari luar. Pendengaran tajamnya membuat dirinya siaga, ia matikan keran itu dan


berusaha mendengar apakah ada yang salah dengan apa yang barusan dia dengar.


Suara lain mulai terdengar mengetahui jika ia mungkin dalam bahaya ia pun


kimono mandi dan ia sahut juga sebuah handphone dan pistol yang dia taruh


sebelumnya di meja dekat wastafel.


Ia terlihat siaga sambil menggenggam pistol berwarna


kecoklatan itu. Ia lirik ke luar kamar mandi ke bagian ranjang tidurnya dan


terlihat ada beberapa orang bertubuh kekar yang menjadi tamu tidak diundang


mengacak-ngacak lemari dan koper miliknya. Merasa dirinya akan dalam bahaya


jika melawannya sendirian dia mencoba berjalan keluar untuk segera menghubungi


orang suruhannya.


Sayang seorang pria mengetahui gerak-geriknya dan


mengikutinya keluar untuk mengejarnya. Dilain sisi terlihat Orlando sedang akan


membuka pintu kamar miliknya usai dia menikmati berbagai surga dunia di pulau


dewata itu. Seorang wanita yang hanya memakai kimono tiba-tiba menariknya masuk


ke dalam kamar miliknya dan membekap mulutnya menekannya ke pintu kayu berwarna


coklat itu.


Orlando yang kebingungan hanya terlihat diam saja,

__ADS_1


dilihatnya seorang wanita berambut pendek yang sudah ia temui dua kali hari ini


tengah memakai kimono mandi dengan tali sedikit lepas memperlihatkan sedikit


keindahan bagian tubuh yang hanya dimiliki wanita itu. Pria yang sebelumnya


mengejar wanita itu terlihat kebingungan karena tidak bisa menemukan jejak


wanita yang ia kejar sebelumnya. Ia pun kembali ke arah kamar yang sebelumnya


ia datangi tadi.


Orlando yang memang seorang laki-laki normal dan akan


beraksi jika melihat hal-hal tersebut pun entah kenapa tertarik dan tidak


mengalihkan pandangannya dari bagian-bagian terindah itu. Mata memuja milik


Orlando ternyata diketahui oleh gadis berambut pendek itu dia pun memperkuat


tekanan pada mulut Orlando.


“ Apa yang kamu lihat, tidak pernah melihat hal seperti ini


?” Ucap gadis yang selalu bersikap arogan dan tidak sopan itu. Mendengar hal


itu Orlando mengalihkan pandangannya dan mencoba melepas bekapan tangan wanita


muda itu.


“ Hah memang hari ini hari kesialanku bertemu dengan wanita


Arogan sepertimu sebanyak 3 kali hari ini.” Ucapnya dan kini dia membalikkan


keadaan dengan membalik badannya dan menarik kedua tangan wanita itu ke belakang


membuatnya kini menghadap ke tembok terjepit diantar tubuh kekar milik Orlando.


“ Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku, sepertinya orang yang


mengejarku sudah tidak ada aku akan keluar sekarang dan maaf sebelumnya.” Ucap


wanita itu mencoba meronta agar bisa lepas dari genggaman Orlando tapi


bagaimanapun kekuatan wanita akan kalah dengan tubuh kekar terlatih milik


Orlando. Karena sebelumnya pistol miliknya ia masukkan ke dalam saku kimono dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.


“ Hah maaf sepertinya hanya itu kata yang sebelumnya selalu


kamu katakan setelah melakukan sesuatu yang menyebalkan bagi orang lain.” Bibirnya


menyungging sinis mendengar ucapan wanita yang sudah membuat harinya terasa


buruk itu.  Tekanannya semakin kuat kala


gerakan sang wanita semakin inten. Tidak ada jawaban dari BIbir merah mungil yang


terpasang pada wajah cantik wanita yang terlihat bukan dari negara ini itu.


“ Diamlah jangan bergerak, apa kamu sedang menggodaku dengan


tubuhmu? Malam ini sepertinya aku butuh penghangat ranjang karena aku bosan


dengan wanita sebelumnya.” Tubuh seksi yang terlihat basah di bagian rambut


yang masih meneteskan air hingga melewati leher putih jenjang wanita itu dengan

__ADS_1


gerakan tubuhnya yang terus menyentuh bagian prianya membuatnya menghangat dan


menginginkan kegiatan penyaluran hasrat.


__ADS_2