My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
5. Kebimbangan Hati


__ADS_3

Mendengar penjelasan papahnya Vico berpikir ulang untuk


meminta Papahnya menikahkannya dengan Arini ada kebimbangan dalam hati Vico


dengan semua yang Papahnya jelaskan, selain itu Vico juga belum mengenal sosok


Arini. Tapi entah kenapa Vico sangat tertarik dengan Arini, sedangkan biasanya


jangankan tertarik melirik saja dia tidak pernah. Walaupun Vico anak orang kaya


dan memiliki wajah yang tampan rupawan tapi Vico tidak pernah bermain


perempuan.


“Baiklah Pah, Vico akan mengenal Arini dulu, Tapi papah


janji ya kalau nanti Vico setuju papah minta om Permana untuk menjodohkan Arini


sama Vico ?” Ungkap Vico lagi


“Nanti papah coba bicara sama Pak Permana tapi papah tidak


bisa janji ya Vic, karena Keluarganya Pak Permana sangat menjunjung tinggi agamanya


dan Papah juga tidak tahu bagaimana statusnya Arini apakah dia sudah dijodohkan


oleh Pak Permana atau belum.” Jawab Papah Vico menjelaskan agar anaknya tidak


kecewa.


“ Oke Pah, Terima Kasih jangan beritahu mamah dulu ya.”


Ungkap Vico lagi.


“Oke tenang saja, ya sudah papah sibuk nanti pas papah


pulang di Indonesia kamu jelaskan lagi, papah matikan teleponnya.” Jawab Papah


Vico dan mematikan panggilannya sebelum Vico menjawab.


Aku harus menugaskan mata-mata untuk melihat keseharian


Arini. Aku juga harus menyembunyikan pekerjaan keduaku jangan sampai keluarga


dan Arini mengetahuinya. Batin Vico


Tak berapa lama berselang Vico menghubungi seseorang.


“ Orlando kirim satu orang mata-mata untukku untuk


memberikan beberapa informasi padaku,” Vico berkata kepada orang yang


dihubunginya.


“ Oke besok dia akan aku suruh ke sana Jawab Orlando tanpa


bertanya.


“ Satu lagi Orlando untuk sementara aku tidak bisa ikut


membantu ya, aku sedikit sibuk kamu bisa menyelesaikan semuanya sendiri kan ?”


Vico mengungkapkan tujuannya pada temannya tersebut.


“Oke, tidak masalah.” Jawab Orlando


Mereka pun mengakhiri panggilan tersebut. Semua kejadian


tersebut tidak dilihat sekretaris Kim karena Vico menyuruhnya mengawasi


Perkembangan Proyek setelah rapat desain tadi usai.


Dikantor Arini


Setelah sampai dikantor Arini dapat informasi kalau ada


klien baru yang menghubungi perusahaannya untuk membuatkan desain sebuah gedung


orkestra khusus untuk konser musik yang sangat megah.


Arga Purnama seorang Laki-laki muda yang sudah menjadi


Komposer dan pianis terkenal di dalam negeri dan luar negeri.


Arini lalu menghubungi Kliennya tersebut.

__ADS_1


“ Hallo “ sahutan dari seberang yang Arini Panggil


“ Hallo, selamat siang saya Arini dan Perusahaanan desain


Queen, Apakah benar saya berbicara dengan Bapak Arga Purnama ?” Jelas Arini


pada kliennya tersebut.


“Iya saya Arga selamat siang nona Arini, begini saya baru


tiba di negara ini saya ingin membangun Gedung Konser Musik yang sangat megah


dengan gaya eropa dan tetap ada kesan unik dari tradisi jawa karena saya ingin


menggabungkan beberapa musik Internasional dengan musik khas Jawa.” Jelas Arga


pada Arini.


“Baik tuan Arga. Kapan kira-kira bapak dapat bertemu untuk


membicarakan detailnya untuk Gedung Konser tersebut ?” Tanya Arini pada Klien


barunya.


“Bagaimana kalau besok kita bertemu di lokasi yang akan


dibangun ?” Jawab Arga.


“Mohon maaf Pak Arga besok saya sudah ada janji dengan klien


lain untuk membahas desain akhir. Bagaimana jika lusa, apakah bapak Arga bisa


?” Tanya Arini pada Arga.


“ Oke Lusa, alamatnya nanti saya beritahukan lewat pesan ya


nona Arini ?” Jawab Arga menerima waktu pertemuan mereka.


“Baik Pak Arga , terima kasih sudah mempercayakan kami


menjadi desainer Gedung Bapak Arga .” Jawab Arini


Pembicaraan melalui telepon itu pun segera berakhir.


“Vivi masukkan ke jadwal ya lusa kita ada pertemuan dengan


karyawan lain bagaimana ?.” Tanya Arini untuk mengecek desain Karyawannya yang


lain karena memang untuk pesanan yang masih bisa karyawannya kerjakan dia


menyerahkan ke karyawannya.


Setelah Vivi memberitahukan jadwal untuk besok ke Vivi,


Arini segera menuju mushola untuk sholat.


Selesai sholat Vivi kembali ke ruang kerjanya.


Dret dret  dret


Notifikasi ada pesan masuk di telepon genggam Arini. Selama


bekerja Arini memang tidak menyalakan Nada dering yang keras takut kalau sedang


rapat atau bertemu klien akan mengganggu, selain itu dapat memecah


konsentrasinya saat mendesain. Arini pun membuka isi pesan tersebut yang ternyata


dari kakaknya.


Sibuk ? Ayo aku traktir makan aku sedang senggang. –Kakakku


Tersayang


Arini pun membalasnya. Tidak beberapa lama telepon genggam


Putra juga bergetar. Dia segera melihat isi pesannya.


Lagi senggang kak, makan dimana ? kita langsung ketemu


disana saja ya ?” –Adik Kesayangan


Telepon genggam Arini kembali bergetar. Pesan kakaknya baru


masuk.

__ADS_1


“Ok di tempat biasa, aku ke sana sekarang.—Kakakku Tersayang


Arini yang menerima pesan tersebut segera bersiap-siap


berangkat untuk makan dengan kakaknya. Tak lupa Arini menitipkan pesan pada


sekretarisnya Vivi kalau dia akan pergi.


Sesampainya di tempat makan Arini duduk di dekat jendela.


Tidak berselang beberapa lama kakaknya datang.


“Tunggu lama ?” Tanya kakaknya.


“Tidak kak, barusan saja Arini sampai dan duduk disini.”


Jawab Arini


Saat mereka berdua sudah duduk pelayan menghampiri mereka


untuk mencatat pesanannya.


Setelah mereka berdua memesan makanan yang mereka inginkan


dan dicatat oleh pelayan, pelayan pun meninggalkan mereka untuk segera


menyiapkan pesanannya. Karena ini restoran milik keluarga mereka pelayan, chef


dan pengelola restoran datang menemui mereka dan mengucapkan selamat datang.


Putra dan Arini pun menjawab salam mereka. Setelah itu mereka meninggalkan


mereka berdua dan segera menyiapkan makanan pesanannya.


“ Andrew laporan bulan ini tolong bawakan kesini ya,


sekalian saya cek ?” Perintah Putra kepada pimpinan restoran tersebut.


O iya walaupun Arini adalah putri dari keluarga Permana tapi


tidak ada yang mengetahuinya karena memang Arini sebelumnya selalu bersekolah


di luar negeri dan tidak pernah terekspos di media. Serta dia tidak pernah


mengikuti orang tuanya dan kakaknya saat ada pertemuan atau jamuan bisnis. Itu


sebabnya karyawan restoran tidak mengetahui siapa Arini.


Pimpinan restoran datang dan menyerahkan laporannya kepada


putra. Putra melihat laporan restoran tersebut dan meneliti setiap anggaran dan


pemasukannya, laporan itu menunjukkan grafik yang baik dari restoran ini.


“Bagus kerjamu, tingkatkan lagi ya, nanti akan aku beri


bonus.” Ucap Putra kepada pimpinan restoran itu. Putra memang terkenal loyal


dengan semua karyawannya jika dia melihat hasil yang melebihi ekspektasinya,


tetapi jangan sampai membuat dia marah dia juga tidak segan-segan untuk


memecatnya.


“Terima kasih Pak Putra, Baik saya akan meningkatkan lagi


untuk penjualannya, nanti ada beberapa rencana untuk peningkatannya saya akan


informasikan ke Pak Putra melalui email.” Ucap pimpinan restoran tersebut.


“Oke, kamu boleh pergi.” Jawab Putra singkat.


“Bagaimana kak proyek dan pabrik yang kakak kunjungi hari


ini ?” Tanya Arini kepada kakaknya saat memulai pembicaraan.


“ Semuanya lancar, kerjaan kamu bagaimana ?” Tanya Kakak


Arini


“Alhamdulillah lancar kak, hari ini aku mendapat klien baru


untuk desain gedung konser musik, pertemuan dengan perusahaan Angkasa aku hari


ini mendapat bagian mendesain taman bermain, setelah ini aku akan bertemu teman

__ADS_1


papah untuk desain akhir yang sudah aku buat di kantor.” Jelas Arini panjang


lebar dengan kakaknya.


__ADS_2