My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Berakhir


__ADS_3

“ Vico melempar amplop miliknya pada Fernando.” Fernando


menangkapnya dan membaca isi dari berkas tersebut.


“ Hahaha, begini dari dulu kan tidak perlu repot-repot.”


Ucap Fernando tertawa kembali merasa rencananya kali ini berhasil.


“ Serahkan Arini sekarang.” Bentak Vico merasa tidak sabar


dengan Fernando. Zack di perintah Fernando membawa Arini keluar dari kamar


penyekapan. Saat keduanya saling berpandangan Fernando memberikan kode untuk


menghabisi Vico.


Vico mencoba menghindar dan memberikan perlawanan sekuat


tenaganya hingga beberapa orang terlihat roboh. Merasa kalah jumlah Vico yang


mendapatkan timah panas pada dadanya tersungkur pada lantai dengan darah


mengucur deras . Arini yang tidak ingin kehilangan Vico meronta dari genggaman


Zack dan berlari ke arah Vico.


Arini berteriak kencang mencoba menyadarkan Vico yang


mengeluarkan banyak darah itu. Fernando, Zack dan semua anak buahnya yang


merasa sudah berhasil lalu meninggalkan Arini dan Vico di tempat itu. Dengan


terisak-isak Arini menangis kencang dan mencoba membuat Vico sadar tapi


sepertinya gagal.


Di tengah perjalanan gerombolan Fernando dan Zack di hadang


anak buah Vico yang di pimpin sekretaris Kim dan Peter. Baku hantam dan suara


tembakan dari kedua grup mafia tak terhindarkan banyak anak buah Fernando


berguguran dengan luka tembak di beberapa bagian Vital mereka.


“ Dorrr dorr dorrr” Suara tembakan dari keduanya terdengar.


“ Wush, bruk, buk, bak.” Suara baku hantam dari para pria


bertubuh kekar yang sudah kehabisan amunisi mereka tetapi tetap mencoba


bertahan hidup dengan bertarung fisik satu sama lain.


“ Ah.” begitulah suara para anak buah yang sudah kehilangan


nyawa mereka ambruk satu persatu.


“ Bunuh semuanya dan masukkan container itu.” Perintah


sekretaris Kim pada anak buahnya sambil tetap menembaki orang-orang yang


menjadi musuhnya bersama Peter.


Semua anak buah Fernando terlihat sudah tidak ada yang


bernyawa lagi semuanya sudah tersungkur di atas aspal hitam yang menjadi saksi


bisu pertarungan malam yang kian larut tersebut.


“ Jika kamu tidak membiarkan kita berdua pergi, rumah tempat


Arini dan Vico di sekap akan aku ledakkan.” Ancam Fernando di tengah kekalahannya


mencoba tetap mempertahankan diri. Karena dia sudah memasang Bom di sekeliling


rumah tersebut dan sebelum meninggalkannya dia menguncinya agar keduanya tidak


bisa keluar, dan jika terjadi apa-apa di jalan dia kembali bisa menggunakannya


untuk mengancam anak buah Vico yang menghentikannya.


Tapi sayang rencana Fernando tidak berjalan mulus karena ada


seorang anak buah Vico yang menyusup menjadi kaki tangan Fernando menyabotase


semua bom yang terpasang di rumah tersebut sehingga bom tersebut tidak akan


pernah bisa aktif.

__ADS_1


“ Ledakkan, silakan saja itu akan sia-sia.” Jawab Peter yang


percaya Rezky sudah mengamankan pasangan yang sudah menjadi suami istri


tersebut. Dan Bomnya pun sudah di nonaktifkan dengan spionase grup mafia yang


menyusup.


Zack dan Fernando mencoba melarikan diri karena jumlah yang


tidak sepadan dan anak buah yang sudah berguguran tapi sayangnya semua itu


gagal hingga akhirnya keduanya di tangkap bawahan sekretaris Kim dan Peter


tersebut.


Fernando dan Zack dibawa ke mobil Van dan membawanya pergi


dari tempat itu. Orang-orang yang tewas di masukkan ke dalam container.


Beberapa mobil yang berhenti di bawa anak buah yang lain tempat kejadian di


bersihkan dengan rapi hingga tidak mungkin ada yang mengetahui kejadian tragis


tersebut. Begitulah Vico selalu menginginkan kerapian dan tidak meninggalkan


jejak jika membereskan seseorang di dunia gelapnya.


Rumah penyekapan


Setelah Fernando dan anak buahnya pergi meninggalkan Arini


dan Vico. Terdengar suara kendaraan mendatangi rumah tersebut. Langkah kaki


pria mendekati Arini yang masih terisak memangku tubuh Vico.


“ Tuan Vico sudah beres.” Ucap Pria yang tak lain Resky anak


buah Vico tersebut dengan beberapa pengawal berpakaian hitam.


Arini yang tidak mengerti mendongakkan kepalanya menatap


pria yang berdiri di sampingnya tersebut. Arini kembali menatap wajah Vico yang


tersenyum pada Arini.


percaya jika Vico yang sebelumnya terkulai lemas di pangkuannya mulai membuka


matanya dan bergerak dan memeluk istrinya yang masih menangis itu.


“ Iya, aku tidak apa-apa semuanya sudah aku rencanakan.


Jangan takut.” Vico memeluk tubuh Arini erat untuk menenangkan wanita tersebut.


“ Kamu membuatku sangat takut.” Arini masih menangis sambil


memukul punggung Vico merasa ditipu dengan suaminya tersebut.


“ Sudahlah semuanya sudah berakhir, ayo kita pergi.” Vico


mencoba menarik tubuh Arini yang lemas dengan masih menangis terisak-isak,


hingga akhirnya dia menggendongnya masuk ke dalam mobil.


Flash Back Rencana Vico


Vico menjelaskan kepada sekretaris Kim, Peter dan Rezky


tentang rencananya. Di mana dia akan datang ke sana dengan semua bagian


tubuhnya sudah terlindungi dengan peralatan anti peluru dengan darah palsu yang


menyelimuti dan hanya bisa keluar jika tertembus amunisi. Pakaian yang


digunakan Vico dapat menutupi pelindung anti peluru tersebut.


Sekretaris Kim dan Peter bertugas menghentikan pelarian


Fernando dan Zack saat pergi dari rumah tersebut, dan penyusup yang bekerja


pada Fernando yang menjadi bawahan Orlando di perintahkan untuk menceritakan


keadaan di sana dan menjalankan instruksi Vico mengamankan situasi.


Sedangkan Rezky akan mendekat jika sudah melihat Fernando


meninggalkan rumah tersebut. Anak buah yang sebelumnya di minta Fernando

__ADS_1


mengawasi Vico di suap agar tidak melaporkan rencana Vico tersebut. Karena


memang dunia mafia biasa dikendalikan dengan uang, kepercayaan sangat sulit


ditemukan dari para anggota yang biasa gila akan harta tersebut.


Tetapi sayang keserakahan membuat pria mata-mata itu belum


bisa menikmati uang tersebut karena harus kehilangan nyawanya. Untuk


keselamatan Arini semuanya di atur dengan rapi hingga semuanya bisa berjalan


sesuai rencana mereka.


Flash Back Off


Rezky dan anak buahnya pun meninggalkan rumah itu menuju


rumah Vico dan Arini. Arini terlihat tak sadarkan diri karena tekanan batin dan


energi yang terkuras sejak siang hingga larut malam dengan keadaan perut


kosong.


Vico terlihat membelai wajah Arini, menyalipkan anak rambut


yang terlihat acak-acakan menutupi wajah cantik istrinya tersebut.


“ Maafkan aku.” Ucap Vico merasa sangat bersalah karena


sekali lagi menemukan tubuh istrinya yang terluka di beberapa bagian tubuhnya


tersebut dan dress yang sudah kotor dan sobek-sobek di beberapa sisi.


Tidak terasa butiran bening mengalir di pipi Vico merasa


sangat sedih memandang Arini yang terlihat memucat itu dengan pergelangan kaki


dan tangan merah karena ikatan tali yang kuat. Sungguh mengiris hatinya


menyaksikan wanita yang menjadi belahan hatinya tersakiti karena kecerobohannya


itu.


Rezky yang menyaksikan kesedihan Vico dari kaca spion


mencoba menguatkan teman dan juga Tuan mudanya tersebut.” Sudah Vic, semuanya


sudah berlalu.” Ucapnya pelan sambil menatap Pria yang selalu tertunduk lesu


tersebut dari spion mobilnya. Resky, Peter, Mike dan Zack memang selama ini


selalu berada di sampingnya dan memanggilnya Tuan jika sedang dalam kondisi


resmi tapi akan memanggil nama jika keduanya hanya berdua atau keempatnya


bersama berbeda dengan sekretaris Kim yang selalu berlaku formal pada Vico sejak


kecil.


Tidak ada jawaban dari Vico, kesunyian menemani ketiganya di


mobil tersebut dengan gelapnya malam dan pohon-pohon yang mereka lewati di


sepanjang jalan karena rumah yang memang sangat jauh dari pemukiman warga


tersebut.


Tak terasa ketiganya sudah sampai di rumah mereka. Vico


sebelumnya juga sudah menghubungi dokter Miko untuk datang ke rumah mereka.


Rezky yang membukakan pintu rumah, Vico menggendong Arini masuk langsung menuju


kamar mereka diikuti Rezky dan Miko di belakangnya.


Setelah meletakkan tubuh istrinya dokter Miko langsung


melakukan pemeriksaan pada Arini dan mengatakan jika Arini hanya kelelahan dan


syok saja. Miko meminta Vico memberikan obat yang dia serahkan pada Arini dan


harus di konsumsi setelah makan.


Vico yang sudah mengerti hanya mengangguk pada Miko. Dia


lalu menyuruh keduanya meninggalkannya. Vico teringat dengan Putra lalu

__ADS_1


menghubunginya untuk memberikan kabar jika Arini sudah aman bersamanya.


__ADS_2