
“ Vico melempar amplop miliknya pada Fernando.” Fernando
menangkapnya dan membaca isi dari berkas tersebut.
“ Hahaha, begini dari dulu kan tidak perlu repot-repot.”
Ucap Fernando tertawa kembali merasa rencananya kali ini berhasil.
“ Serahkan Arini sekarang.” Bentak Vico merasa tidak sabar
dengan Fernando. Zack di perintah Fernando membawa Arini keluar dari kamar
penyekapan. Saat keduanya saling berpandangan Fernando memberikan kode untuk
menghabisi Vico.
Vico mencoba menghindar dan memberikan perlawanan sekuat
tenaganya hingga beberapa orang terlihat roboh. Merasa kalah jumlah Vico yang
mendapatkan timah panas pada dadanya tersungkur pada lantai dengan darah
mengucur deras . Arini yang tidak ingin kehilangan Vico meronta dari genggaman
Zack dan berlari ke arah Vico.
Arini berteriak kencang mencoba menyadarkan Vico yang
mengeluarkan banyak darah itu. Fernando, Zack dan semua anak buahnya yang
merasa sudah berhasil lalu meninggalkan Arini dan Vico di tempat itu. Dengan
terisak-isak Arini menangis kencang dan mencoba membuat Vico sadar tapi
sepertinya gagal.
Di tengah perjalanan gerombolan Fernando dan Zack di hadang
anak buah Vico yang di pimpin sekretaris Kim dan Peter. Baku hantam dan suara
tembakan dari kedua grup mafia tak terhindarkan banyak anak buah Fernando
berguguran dengan luka tembak di beberapa bagian Vital mereka.
“ Dorrr dorr dorrr” Suara tembakan dari keduanya terdengar.
“ Wush, bruk, buk, bak.” Suara baku hantam dari para pria
bertubuh kekar yang sudah kehabisan amunisi mereka tetapi tetap mencoba
bertahan hidup dengan bertarung fisik satu sama lain.
“ Ah.” begitulah suara para anak buah yang sudah kehilangan
nyawa mereka ambruk satu persatu.
“ Bunuh semuanya dan masukkan container itu.” Perintah
sekretaris Kim pada anak buahnya sambil tetap menembaki orang-orang yang
menjadi musuhnya bersama Peter.
Semua anak buah Fernando terlihat sudah tidak ada yang
bernyawa lagi semuanya sudah tersungkur di atas aspal hitam yang menjadi saksi
bisu pertarungan malam yang kian larut tersebut.
“ Jika kamu tidak membiarkan kita berdua pergi, rumah tempat
Arini dan Vico di sekap akan aku ledakkan.” Ancam Fernando di tengah kekalahannya
mencoba tetap mempertahankan diri. Karena dia sudah memasang Bom di sekeliling
rumah tersebut dan sebelum meninggalkannya dia menguncinya agar keduanya tidak
bisa keluar, dan jika terjadi apa-apa di jalan dia kembali bisa menggunakannya
untuk mengancam anak buah Vico yang menghentikannya.
Tapi sayang rencana Fernando tidak berjalan mulus karena ada
seorang anak buah Vico yang menyusup menjadi kaki tangan Fernando menyabotase
semua bom yang terpasang di rumah tersebut sehingga bom tersebut tidak akan
pernah bisa aktif.
__ADS_1
“ Ledakkan, silakan saja itu akan sia-sia.” Jawab Peter yang
percaya Rezky sudah mengamankan pasangan yang sudah menjadi suami istri
tersebut. Dan Bomnya pun sudah di nonaktifkan dengan spionase grup mafia yang
menyusup.
Zack dan Fernando mencoba melarikan diri karena jumlah yang
tidak sepadan dan anak buah yang sudah berguguran tapi sayangnya semua itu
gagal hingga akhirnya keduanya di tangkap bawahan sekretaris Kim dan Peter
tersebut.
Fernando dan Zack dibawa ke mobil Van dan membawanya pergi
dari tempat itu. Orang-orang yang tewas di masukkan ke dalam container.
Beberapa mobil yang berhenti di bawa anak buah yang lain tempat kejadian di
bersihkan dengan rapi hingga tidak mungkin ada yang mengetahui kejadian tragis
tersebut. Begitulah Vico selalu menginginkan kerapian dan tidak meninggalkan
jejak jika membereskan seseorang di dunia gelapnya.
Rumah penyekapan
Setelah Fernando dan anak buahnya pergi meninggalkan Arini
dan Vico. Terdengar suara kendaraan mendatangi rumah tersebut. Langkah kaki
pria mendekati Arini yang masih terisak memangku tubuh Vico.
“ Tuan Vico sudah beres.” Ucap Pria yang tak lain Resky anak
buah Vico tersebut dengan beberapa pengawal berpakaian hitam.
Arini yang tidak mengerti mendongakkan kepalanya menatap
pria yang berdiri di sampingnya tersebut. Arini kembali menatap wajah Vico yang
tersenyum pada Arini.
percaya jika Vico yang sebelumnya terkulai lemas di pangkuannya mulai membuka
matanya dan bergerak dan memeluk istrinya yang masih menangis itu.
“ Iya, aku tidak apa-apa semuanya sudah aku rencanakan.
Jangan takut.” Vico memeluk tubuh Arini erat untuk menenangkan wanita tersebut.
“ Kamu membuatku sangat takut.” Arini masih menangis sambil
memukul punggung Vico merasa ditipu dengan suaminya tersebut.
“ Sudahlah semuanya sudah berakhir, ayo kita pergi.” Vico
mencoba menarik tubuh Arini yang lemas dengan masih menangis terisak-isak,
hingga akhirnya dia menggendongnya masuk ke dalam mobil.
Flash Back Rencana Vico
Vico menjelaskan kepada sekretaris Kim, Peter dan Rezky
tentang rencananya. Di mana dia akan datang ke sana dengan semua bagian
tubuhnya sudah terlindungi dengan peralatan anti peluru dengan darah palsu yang
menyelimuti dan hanya bisa keluar jika tertembus amunisi. Pakaian yang
digunakan Vico dapat menutupi pelindung anti peluru tersebut.
Sekretaris Kim dan Peter bertugas menghentikan pelarian
Fernando dan Zack saat pergi dari rumah tersebut, dan penyusup yang bekerja
pada Fernando yang menjadi bawahan Orlando di perintahkan untuk menceritakan
keadaan di sana dan menjalankan instruksi Vico mengamankan situasi.
Sedangkan Rezky akan mendekat jika sudah melihat Fernando
meninggalkan rumah tersebut. Anak buah yang sebelumnya di minta Fernando
__ADS_1
mengawasi Vico di suap agar tidak melaporkan rencana Vico tersebut. Karena
memang dunia mafia biasa dikendalikan dengan uang, kepercayaan sangat sulit
ditemukan dari para anggota yang biasa gila akan harta tersebut.
Tetapi sayang keserakahan membuat pria mata-mata itu belum
bisa menikmati uang tersebut karena harus kehilangan nyawanya. Untuk
keselamatan Arini semuanya di atur dengan rapi hingga semuanya bisa berjalan
sesuai rencana mereka.
Flash Back Off
Rezky dan anak buahnya pun meninggalkan rumah itu menuju
rumah Vico dan Arini. Arini terlihat tak sadarkan diri karena tekanan batin dan
energi yang terkuras sejak siang hingga larut malam dengan keadaan perut
kosong.
Vico terlihat membelai wajah Arini, menyalipkan anak rambut
yang terlihat acak-acakan menutupi wajah cantik istrinya tersebut.
“ Maafkan aku.” Ucap Vico merasa sangat bersalah karena
sekali lagi menemukan tubuh istrinya yang terluka di beberapa bagian tubuhnya
tersebut dan dress yang sudah kotor dan sobek-sobek di beberapa sisi.
Tidak terasa butiran bening mengalir di pipi Vico merasa
sangat sedih memandang Arini yang terlihat memucat itu dengan pergelangan kaki
dan tangan merah karena ikatan tali yang kuat. Sungguh mengiris hatinya
menyaksikan wanita yang menjadi belahan hatinya tersakiti karena kecerobohannya
itu.
Rezky yang menyaksikan kesedihan Vico dari kaca spion
mencoba menguatkan teman dan juga Tuan mudanya tersebut.” Sudah Vic, semuanya
sudah berlalu.” Ucapnya pelan sambil menatap Pria yang selalu tertunduk lesu
tersebut dari spion mobilnya. Resky, Peter, Mike dan Zack memang selama ini
selalu berada di sampingnya dan memanggilnya Tuan jika sedang dalam kondisi
resmi tapi akan memanggil nama jika keduanya hanya berdua atau keempatnya
bersama berbeda dengan sekretaris Kim yang selalu berlaku formal pada Vico sejak
kecil.
Tidak ada jawaban dari Vico, kesunyian menemani ketiganya di
mobil tersebut dengan gelapnya malam dan pohon-pohon yang mereka lewati di
sepanjang jalan karena rumah yang memang sangat jauh dari pemukiman warga
tersebut.
Tak terasa ketiganya sudah sampai di rumah mereka. Vico
sebelumnya juga sudah menghubungi dokter Miko untuk datang ke rumah mereka.
Rezky yang membukakan pintu rumah, Vico menggendong Arini masuk langsung menuju
kamar mereka diikuti Rezky dan Miko di belakangnya.
Setelah meletakkan tubuh istrinya dokter Miko langsung
melakukan pemeriksaan pada Arini dan mengatakan jika Arini hanya kelelahan dan
syok saja. Miko meminta Vico memberikan obat yang dia serahkan pada Arini dan
harus di konsumsi setelah makan.
Vico yang sudah mengerti hanya mengangguk pada Miko. Dia
lalu menyuruh keduanya meninggalkannya. Vico teringat dengan Putra lalu
__ADS_1
menghubunginya untuk memberikan kabar jika Arini sudah aman bersamanya.