
“ Kita akan kemana tuan ?” Tanya sekretaris Kim mengendarai
mobilnya.
“ Entahlah Kim menenangkan pikiran dulu, mengemudilah nanti
jika aku sudah tenang kita akan ke kantor.” Ucap Vico yang masih memijat
dahinya terlihat pusing jika sudah berurusan dengan mamahnya.
Dari kejauhan saat berhenti di lampu merah Vico melihat
Arini makan berdua dengan seorang pria dia lalu meminta sekretaris Kim putar
balik dan menuju restoran tersebut.
Tanpa pikir panjang Vico langsung turun melangkahkan kaki panjangnya
cepat menuju meja makan mereka berdua dengan pikiran marah dan cemburu akan apa
yang dia lihat saat ini.
“ Apa yang kamu lakukan di sini .” Tanya Vico yang sudah
mengerutkan alis dan terlihat sangat marah.
“ Vico, kenalkan dia Arga temanku kita hanya makan siang
karena.” Ucapan Arini terhenti setelah Vico menarik paksa tangan Arini
mengajaknya pergi dari meja makan itu.
“ Apa yang kamu lakukan ?” Tanya Arga melihat Vico menarik
tangan Arini dan Arini terlihat kesakitan dengan hal itu.
“ Kenapa kamu tidak terima ?” Teriak Vico yang menghentikan
langkahnya berbalik memandang Arga sengit.
“ Iya, bukan seperti itu memperlakukan wanita Tuan ?” Ucap
Arga dengan penekanan akan perlakuan Vico tersebut.
“ Apa urusanmu dengan apa yang aku lakukan dengan istriku ?”
Ucap Vico memandang tajam pada Arga dan kembali meninggalkan Arga yang masih
mematung mendengar jika Arini sudah menikah.
“ Masuk.” Ucap Vico menyuruh Arini masuk mobilnya.
“ Kim langsung pulang ke rumah .” Ucap Vico yang tidak mau
berbicara dengan Arini.
“ Vic, maafkan aku tidak bilang jika aku makan siang dengan
Arga.” Ucap Arini sambil memohon agar Vico tidak marah padanya, dia tahu jika
apa yang dilakukannya salah.
Arini berkali-kali memohon dan menangis tetapi Vico tidak
mendengarkannya.
Setelah sampai rumah Vico langsung menarik tangan Arini
menuju kamar mereka.
“ Kenapa kamu suka sekali bersama laki-laki lain ?” Tanya
Vico membentak Arini dan melemparkan tubuh Arini di ranjang tidur mereka.
“ Maafkan aku, aku hanya bertemu klien Vic itupun bersama
Vivi ?” Jawab Arini yang masih menangis dan memohon pada Vico.
__ADS_1
“ Arini aku tidak menyukai itu, berapa kali aku
mengatakannya.” Ucap Vico yang sudah mendekatkan tubuhnya pada Arini.
“ Arini, ayo kita lakukan sekarang saja.” Ucap Vico menindih
tubuh Arini.
“ Vico maafkan aku, bisakah jangan lakukan itu sekarang ?”
Ucap Arini yang tidak ingin melakukan hal itu dengan keadaan marah.
“ Kenapa kamu ingin melakukan dengan orang lain ?” Ucap Vico
merasa tambah emosi dengan penolakan Arini dan menjauhkan tubuhnya dari Arini
“ Bukan-bukan begitu Vic, aku mau melakukannya denganmu
tapi.” Ucapan Arini terpotong saat melihat Vico mendekatkan tubuhnya lagi.
Vico lalu mulai mencium bibir ranum Arini dengan paksa dan
memegang kedua tangan Arini keatas dengan satu tangannya dimana tangan yang
lain mulai menyentuh semua bagian tubuh Arini dan membuka pakaian Arini setelah
itu dia melepas pakaiannya, melihat Arini yang menangis terisak Vico tidak tega
melakukannya dia menghentikan tidakannya sebelum berlanjut lebih dalam.
“ Maaf, maafkan aku.” Ucap Vico lalu mengusap mukanya kasar
tanpa memperhatikan Arini yang terisak-isak di ranjang dalam keadaan tanpa
menggunakan sehelai benang pun menutupi tubuhnya.
Vico lalu memakai pakaian baru dan pergi meninggalkan Arini
di kamar.
“ Kim ayo kembali ke kantor.” Ucap Vico yang sudah mulai
“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris Kim yang terlihat duduk di
sofa dan memangku leptop di pangkuannya. Lalu menutupnya setelah mendengar
perintah tuannya tersebut.
Vico dan sekretaris Kim kembali ke kantor.
Kamar
Arini terlihat masih terisak-isak menangis dengan menutupi
tubuhnya dengan selimut.
“ Maafkan aku Vic.” Ucap Arini di sela tangisnya.
Dia lalu mengambil benda pipih di tas nya dan menghubungi
Vivi.
“ Vivi, aku pulang duluan dan tidak akan kembali ke kantor,
tolong kamu urus dulu ya.” Ucap Arini pada panggilannya dengan Vivi
“ Baik nona, nona tidak apa-apa ?” Tanya Vivi karena merasa
suara Arini serak seperti orang baru menagis.
“ Tidak apa-apa, terima kasih.” Ucap Arini lalu memutus
panggilannya.
Arini yang bingung karena kemarahan yang tidak biasa dari
Vico hari ini merasa sangat bersalah dan dia berpikir untuk mencoba melakukan
__ADS_1
hal tersebut dengan Vico malam ini, walaupun Arini belum cukup berani.
Arini lalu pergi ke
taman belakang untuk menenangkan perasaannya yang sedang berkecamuk saat ini
tersebut.
Terlihat banyak bunga warna-warni dan kolam ikan terlihat
sangat tenang dan indah untuk Arini.
Kantor Vico
Vico yang masuk ke kantornya terlihat mengerutkan dahi dan
menunjukkan wajah tidak ramah sama sekali dan akan meledak jika ada sedikit
saja membuatnya kesal. Beberapa karyawan yang bertemu di lobi terlihat sangat
takut dengan tatapan wajah Vico yang seperti itu bahkan tidak berani
memandangnya. Vico hanya berjalan cepat menuju lift dan masuk ke ruangan
kerjanya.
Sekretaris Kim yang melihat Tuannya tersebut hanya terdiam
dan tidak ingin bertanya sedikit pun tentang keadaan Vico saat itu.
“ Hai Vic ?” Ucap Haris yang tiba-tiba masuk ke dalam kantor
Vico tanpa permisi.
“ Kenapa kamu kemari ?” Tanya Vico menaikkan salah satu
alisnya semakin memperlihatkan ketidak ramahan dalam ekspresinya tersebut.
“ Santai kawan, ada apa denganmu ?” Tanya Haris yang bingung
dengan ekspresi Vico tersebut.
“ Jika tidak penting pergilah.” Usir Vico pada Haris
disertai tatapan tajam dari sekretaris Kim.
“ Aku hanya ingin menyapamu saja Vic, Nanti malam akan akan
pesta di club biasanya ya reuni kecil-kecilan teman kuliah kita, kamu mau
datang ?” Tanya Haris pada Vico dengan sudah menduduknya tubuhnya pada sofa
ruangan itu.
“ Baiklah aku akan datang.” Ucap Vico yang memang itu bisa
membuatnya mengurangi kemarahannya sementara akan apa yang terjadi hari ini.
“ Wah bagus, tumben sekali kamu mau ada angin apa ini Kim ?”
Tanya Haris pada sekretaris Kim sambil tersenyum padanya.
“ Sudah pergilah jika hanya ingin membicarakan itu.” Ucap
Vico masih mengusir sahabat kuliahnya tersebut.
“ Baiklah Vic, aku pergi dulu, jangan lupa nanti malam kamu
datang.” Ucapnya mengingatkan agar sahabatnya itu benar-benar datang.
Drt drt drt
“ Hallo ada apa ?” Ucap Poppy mendapat panggilan dari Haris
“ Nanti malam datanglah ke tempat biasa Vico juga akan
datang aku sudah mengundangnya dan dia setuju.” Ucap Haris pada Poppy agar bisa
__ADS_1
membuat dua sejoli itu bersatu lagi karena dia mendengar cerita dari Poppy kalau
mereka berpisah karena kesalahpahaman.