
Rumah Sakit
Sebelum dilakukan pemeriksaan Arini ditanya terakhir kali
mengalami menstruasi, karena tes ini biasanya dilakukan setelah 5-10 hari setalah
menstruasi berakhir, karena waktu itu ovulasi belum terjadi. Merasa dirinya
terlalu sibuk bekerja dia lupa terakhir kali menstruasi dan merasa dia sudah
telat 2 minggu dari tanggal biasanya. Merasa itu hal wajar karena terlalu stres
belakangan ini dia tidak terlalu memikirkan hal itu, Arini juga beberapa kali
pernah mengalami hal tersebut sehingga dia tidak terlalu peduli.
Pemeriksaan HSG tidak bisa dilakukan jika pasien dalam
kondisi hamil karena hal itu dokter memeriksa apakah Arini hamil atau tidak,
karena tes HSG bagi perempuan hamil dapat membahayakan janin. Dokter pun mulai
mengecek Arini apakah dia mengandung atau tidak. Merasa ada tanda-tanda
kehamilan dalam pengecekannya. Tes HSG pun dibatalkan dan dia pun kini berjalan
ke arah meja kerjanya dan mendudukkan tubuhnya.
Merasa pemeriksaan ini tidak seperti pemeriksaan sebelumnya
Arini segera mengekor di belakang dokter dan kini duduk di samping mama Vico.
Kedua wanita yang dicintai Vico itu pun kini berhadapan dengan dokter muda
berkacamata itu. Terlihat Arini berdebar-debar menunggu informasi yang akan
disampaikan dokter tersebut.
“ Selamat nona Arini, nona saat ini sudah mengandung sekitar 6 minggu
di kehamilan yang masih dini ini tolong lebih berhati-hati baik
makanan atau pun berbagai kegiatan fisik. Untuk pemeriksaan lebih lanjut bisa
ke dokter kandungan,” Ucap sang dokter tidak berbasa-basi.
Merasa masih tidak menduga hasil tersebut Arini hanya diam
saja. Masih terbengong dengan apa yang baru di dengarnya.
“ Aduh Arini selamat kamu hamil, besok mama temani kamu ke
dokter kandungan saja ya, hari ini kan capek jadi kamu langsung pulang ke rumah
saja, mama juga akan memberitahu Vico dan papa ya.” Terlihat mama Vico bahagia mendengar
hal itu dan lupa dengan ketidaksukaannya dengan Arini.
Arini terlihat tersenyum senang dan berucap syukur dengan
hasil yang sudah ia tunggu selama setengah tahun itu. Sayang dikala berita
bahagia ini ada Vico sedang dalam perjalanan ke Italia.
__ADS_1
“ Ma untuk Vico biar Arini yang beritahu saja ya saat dia
sudah pulang, takutnya nanti Vico kepikiran dan tidak fokus dengan urusannya.”
Ucap Arini merasa kawatir jika Vico tahu dan membuat pekerjaannya terbengkalai
di sana karena baru berangkat hari ini.
“ Ah terserah kamu saja. Terima kasih ya Dok kami pamit
dulu.” Ucap mama Vico tidak mau ambil pusing dengan ucapan Arini dan bertingkah
sopan di depan dokter tampan tadi. Kini keduanya berjalan ke arah Lobi Rumah
sakit di mana mobil yang membawa mereka sebelumnya sudah berhenti menampakkan
sopir pribadi berpakaian hitam membukakan pintu.
“ Ar karena ini kehamilan pertama kamu harus hati-hati
kerjanya kalau bisa dari rumah saja, terus makan juga yang bergizi untuk janin,
atau kamu tinggal di rumah mama saja karena Vico tidak ada jadi kamu ada yang
jagain.” Ucap mama Vico yang sangat senang akhirnya dia akan memiliki cucu di usianya
yang masih cukup muda. Dia terlihat tidak berhenti menceramahi Arini.
“ Arini di rumah saja ma, nanti kan ada bibi di rumah yang jagain
Arini, mama jangan kawatir.” Ucap Arini tidak mau merepotkan mama Vico, ada
senyum merekah dalam hatinya karena merasa senang akan perhatian mama Vico yang
selama ini tidak pernah ia dapatkan.
kalau kamu hamil, lagian kamu gak merasa kamu hamil ?” Mama Vico tiba-tiba merasa
sebal karena jika kehamilan awal tidak diketahui takut terjadi apa-apa jika
tidak hati-hati.
“ Maaf ma, selama ini Arini tidak mengalami apa-apa mual,
pusing atau lain-lain dan sebelumnya juga pernah telat tapi tidak hamil jadi
Arini tidak terlalu memikirkannya lagi.” Jawab Arini merasa bagaimana pun bersalah
tidak bisa mengetahui ada janin di dalam perutnya.
“ Sudahlah pokoknya sekarang kamu mama antar pulang
istirahat besok tidak usah kerja dulu atau kalau terpaksa kerja dari rumah
saja, siang mama jemput untuk ke dokter kandungan ya, ingat makan makanan yang
bergizi biar cucuku tumbuh sehat.” Mama Vico kembali bersemangat jika membahas akan
kehamilan Arini.
Di sepanjang perjalanan dari rumah sakit menuju rumah Arini
mama Vico tak henti-hentinya memberikan wejangan, saran dan larangan untuk
__ADS_1
wanita yang sedang hamil muda. Dia juga memikirkan berbagai hal mulai dari yoga
ibu hamil, rencana untuk tes USG dan berbagai hal lain seputar kehamilan tidak
terasa mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan rumah Arini.
Usai sampai mama Vico langsung berjalan ke arah dapur dan
meminta pelayan untuk menyiapkan makanan yang bergizi untuk ibu hamil dan memberikan
berbagai perintah untuk lebih menjaga kebersihan, membeli sayuran organik yang
sehat dan lain-lain usai dirinya merasa sudah menyampaikan berbagai hal yang
dirasa perlu ia pun pamit, walau sebenarnya Arini mengajaknya istirahat sebentar
sekedar minum teh tapi ditolaknya. Wanita dengan muka masam yang kini senyumnya
bertengger tak henti-hentinya berjalan ke arah keluar sambil ditemani Arini
untuk mengantarnya.
“ Wah nona selamat ya, bibi senang sekali mendengar berita
itu, o iya mamanya non perhatian sekali ya ?” Ucap sang Pelayan kala Arini
mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
“ Terima kasih bi, iya mama sangat perhatian. “ Ucap Arini
sambil tersenyum manis kini dirinya mengambil benda persegi panjang dari dalam
tas miliknya untuk menghubungi keluarganya.
“ Halo Ar ada apa ?” Tanya Putra yang terlihat ada pertemuan
dengan koleganya tapi dihentikan karena ada panggilan dari adik tersayangnya.
“ Kak Arini ada berita gembira, Kakak sebentar lagi akan
punya keponakan.” Ucap Arini dengan senangnya.
“ Wah selamat ya, nanti kakak datang ke rumahmu ya, Vico ada
di rumah kan ?” Tanya Putra yang ingin bertemu Arini setelah mendengar kabar
tersebut.
“ Terima kasih kak, Vico hari ini berangkat ke Italia, dia
belum Arini beritahu Kak, tadi Arini tahunya saat ditemani mamanya Vico ke
rumah sakit untuk cek.” Jawab Arini ada kebahagiaan karena mendapat perhatian
dari mama Vico tapi di satu sisi orang yang ingin dia beri tahu pertama kali
saat ini malah tidak ada di sisinya.
Dasar adik ipar kurang ajar adikku hamil malah dia
tinggal untung mamanya baik coba saja tidak huh awa saja kalau bertemu
denganku. Batin Putra tidak ingin di dengar rekan kerjanya.
__ADS_1
“ Huh ya sudah, nanti kakak ke sana ya.” Ucap Putra lalu keduanya
saling berpamitan dan memutus panggilan