My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Hasil Tes


__ADS_3

Rumah Sakit


Sebelum dilakukan pemeriksaan Arini ditanya terakhir kali


mengalami menstruasi, karena tes ini biasanya dilakukan setelah 5-10 hari setalah


menstruasi berakhir, karena waktu itu ovulasi belum terjadi. Merasa dirinya


terlalu sibuk bekerja dia lupa terakhir kali menstruasi dan merasa dia sudah


telat 2 minggu dari tanggal biasanya. Merasa itu hal wajar karena terlalu stres


belakangan ini dia tidak terlalu memikirkan hal itu, Arini juga beberapa kali


pernah mengalami hal tersebut sehingga dia tidak terlalu peduli.


Pemeriksaan HSG tidak bisa dilakukan jika pasien dalam


kondisi hamil karena hal itu dokter memeriksa apakah Arini hamil atau tidak,


karena tes HSG bagi perempuan hamil dapat membahayakan janin. Dokter pun mulai


mengecek Arini apakah dia mengandung atau tidak. Merasa ada tanda-tanda


kehamilan dalam pengecekannya. Tes HSG pun dibatalkan dan dia pun kini berjalan


ke arah meja kerjanya dan mendudukkan tubuhnya.


Merasa pemeriksaan ini tidak seperti pemeriksaan sebelumnya


Arini segera mengekor di belakang dokter dan kini duduk di samping mama Vico.


Kedua wanita yang dicintai Vico itu pun kini berhadapan dengan dokter muda


berkacamata itu. Terlihat Arini berdebar-debar menunggu informasi yang akan


disampaikan dokter tersebut.


“ Selamat nona Arini, nona saat ini sudah mengandung sekitar 6 minggu


di kehamilan yang masih dini ini tolong lebih berhati-hati baik


makanan atau pun berbagai kegiatan fisik. Untuk pemeriksaan lebih lanjut bisa


ke dokter kandungan,” Ucap sang dokter tidak berbasa-basi.


Merasa masih tidak menduga hasil tersebut Arini hanya diam


saja. Masih terbengong dengan apa yang baru di dengarnya.


“ Aduh Arini selamat kamu hamil, besok mama temani kamu ke


dokter kandungan saja ya, hari ini kan capek jadi kamu langsung pulang ke rumah


saja, mama juga akan memberitahu Vico dan papa ya.” Terlihat mama Vico bahagia mendengar


hal itu dan lupa dengan ketidaksukaannya dengan Arini.


Arini terlihat tersenyum senang dan berucap syukur dengan


hasil yang sudah ia tunggu selama setengah tahun itu. Sayang dikala berita


bahagia ini ada Vico sedang dalam perjalanan ke Italia.

__ADS_1


“ Ma untuk Vico biar Arini yang beritahu saja ya saat dia


sudah pulang, takutnya nanti Vico kepikiran dan tidak fokus dengan urusannya.”


Ucap Arini merasa kawatir jika Vico tahu dan membuat pekerjaannya terbengkalai


di sana karena baru berangkat hari ini.


“ Ah terserah kamu saja. Terima kasih ya Dok kami pamit


dulu.” Ucap mama Vico tidak mau ambil pusing dengan ucapan Arini dan bertingkah


sopan di depan dokter tampan tadi. Kini keduanya berjalan ke arah Lobi Rumah


sakit di mana mobil yang membawa mereka sebelumnya sudah berhenti menampakkan


sopir pribadi berpakaian hitam membukakan pintu.


“ Ar karena ini kehamilan pertama kamu harus hati-hati


kerjanya kalau bisa dari rumah saja, terus makan juga yang bergizi untuk janin,


atau kamu tinggal di rumah mama saja karena Vico tidak ada jadi kamu ada yang


jagain.” Ucap mama Vico yang sangat senang akhirnya dia akan memiliki cucu di usianya


yang masih cukup muda. Dia terlihat tidak berhenti menceramahi Arini.


“ Arini di rumah saja ma, nanti kan ada bibi di rumah yang jagain


Arini, mama jangan kawatir.” Ucap Arini tidak mau merepotkan mama Vico, ada


senyum merekah dalam hatinya karena merasa senang akan perhatian mama Vico yang


selama ini tidak pernah ia dapatkan.


kalau kamu hamil, lagian kamu gak merasa kamu hamil ?” Mama Vico tiba-tiba merasa


sebal karena jika kehamilan awal tidak diketahui takut terjadi apa-apa jika


tidak hati-hati.


“ Maaf ma, selama ini Arini tidak mengalami apa-apa mual,


pusing atau lain-lain dan sebelumnya juga pernah telat tapi tidak hamil jadi


Arini tidak terlalu memikirkannya lagi.” Jawab Arini merasa bagaimana pun bersalah


tidak bisa mengetahui ada janin di dalam perutnya.


“ Sudahlah pokoknya sekarang kamu mama antar pulang


istirahat besok tidak usah kerja dulu atau kalau terpaksa kerja dari rumah


saja, siang mama jemput untuk ke dokter kandungan ya, ingat makan makanan yang


bergizi biar cucuku tumbuh sehat.” Mama Vico kembali bersemangat jika membahas akan


kehamilan Arini.


Di sepanjang perjalanan dari rumah sakit menuju rumah Arini


mama Vico tak henti-hentinya memberikan wejangan, saran dan larangan untuk

__ADS_1


wanita yang sedang hamil muda. Dia juga memikirkan berbagai hal mulai dari yoga


ibu hamil, rencana untuk tes USG dan berbagai hal lain seputar kehamilan tidak


terasa mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan rumah Arini.


Usai sampai mama Vico langsung berjalan ke arah dapur dan


meminta pelayan untuk menyiapkan makanan yang bergizi untuk ibu hamil dan memberikan


berbagai perintah untuk lebih menjaga kebersihan, membeli sayuran organik yang


sehat dan lain-lain usai dirinya merasa sudah menyampaikan berbagai hal yang


dirasa perlu ia pun pamit, walau sebenarnya Arini mengajaknya istirahat sebentar


sekedar minum teh tapi ditolaknya. Wanita dengan muka masam yang kini senyumnya


bertengger tak henti-hentinya berjalan ke arah keluar sambil ditemani Arini


untuk mengantarnya.


“ Wah nona selamat ya, bibi senang sekali mendengar berita


itu, o iya mamanya non perhatian sekali ya ?” Ucap sang Pelayan kala Arini


mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.


“ Terima kasih bi, iya mama sangat perhatian. “ Ucap Arini


sambil tersenyum manis kini dirinya mengambil benda persegi panjang dari dalam


tas miliknya untuk menghubungi keluarganya.


“ Halo Ar ada apa ?” Tanya Putra yang terlihat ada pertemuan


dengan koleganya tapi dihentikan karena ada panggilan dari adik tersayangnya.


“ Kak Arini ada berita gembira, Kakak sebentar lagi akan


punya keponakan.” Ucap Arini dengan senangnya.


“ Wah selamat ya, nanti kakak datang ke rumahmu ya, Vico ada


di rumah kan ?” Tanya Putra yang ingin bertemu Arini setelah mendengar kabar


tersebut.


“ Terima kasih kak, Vico hari ini berangkat ke Italia, dia


belum Arini beritahu Kak, tadi Arini tahunya saat ditemani mamanya Vico ke


rumah sakit untuk cek.” Jawab Arini ada kebahagiaan karena mendapat perhatian


dari mama Vico tapi di satu sisi orang yang ingin dia beri tahu pertama kali


saat ini malah tidak ada di sisinya.


Dasar adik ipar kurang ajar adikku hamil malah dia


tinggal untung mamanya baik coba saja tidak huh awa saja kalau bertemu


denganku. Batin Putra tidak ingin di dengar rekan kerjanya.

__ADS_1


“ Huh ya sudah, nanti kakak ke sana ya.” Ucap Putra lalu keduanya


saling berpamitan dan memutus panggilan


__ADS_2