My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Pencarian Vico 2


__ADS_3

Hari ini terasa sangat panjang menurut Arini. Dini hari yang


gelap dengan angin sepoi menyentuh pipi mulus Arini kala dirinya berdiri di


balkon kamarnya untuk menenangkan hatinya. Dia terlihat memandang tanpa arah


hanya sekedar untuk membuat sang waktu segera berlalu. Matanya memejam enggan


sambil mengela nafas kasar. Tubuhnya terasa lelah dan kini dia mengistirahatkan


di bangku dekat jendela.


Putra yang hanya memperhatikan Arini yang berdiri di dekat


pintu kini mulai mendekat. “ Ar segeralah istirahat ini sudah malam.” Ucapnya


karena mengetahui waktu sudah menunjukkan pukul 11.25 di benda bulat yang


melingkari pergelangan tangannya itu. Tangannya menarik tubuh Arini mengajaknya


kembali ke dalam kamar agar sang adik tersebut bisa segera istirahat. Arini


sudah seperti boneka bergerak sesuai ajakan putra. Selimut sudah ditarik ke


atas menutup tubuh Arini. Mata yang terlihat merah dan sembab itu enggan untuk


menutup, waktu istirahat yang biasanya dilakukan pukul 9 malam kini seolah tak


ada sedikit pun rasa kantuk menghinggapi Arini. Putra beberapa kali menyuruhnya


segera tidur tapi Arini hanya bergerak-gerak di atas ranjang untuk mencari


posisi ternyaman untuk istirahat tetapi tetap saja tidak bisa tidur. Hingga


Putra mematikan semua lampu dan menyisakan sebuah lampu kecil di atas nakas


dekat ranjang Arini dan menutup mata Arini dengan tangan kanannya. Nafas Arini


yang sebelumnya tidak teratur berangsur-angsur mulai stabil menandakan dirinya


sudah terlelap. Putra pun segera pergi usai memastikan Arini tertidur. Langkahnya


pelan karena tidak ingin membangunkan Arini. Dirinya berjalan kembali ke ruang


kerjanya menjatuhkan tubuhnya kasar merasa lelah dengan apa yang terjadi hari


ini.


Italia


Di ruang belajar seorang pria setengah baya terlihat


menghisap cerutunya. Seorang pria berpakaian hitam terlihat berdiri di


depannya.” Tuan rencana menyingkirkan Vico sudah berjalan lancar pesawat yang


dikendarainya mengalami kecelakaan sampai saat ini masih belum ditemukan para


penumpang dan awaknya, diperkirakan semuanya sudah tewas.” Ucap pria tersebut.


Pria itu menyeringai dan memberi kode untuk sang bawahan itu


pergi. “ Akhirnya 1 orang tersingkir sisa 2 orang lagi untuk aku habisi. Kamu


harus merasakan rasanya kehilangan karena kamu telah meninggalkanku saat itu

__ADS_1


demi orang lain dan hidup bahagia. Saatnya aku menyingkirkan Orlando untuk membalaskan


kematian Ayahku yang dibunuh oleh kakeknya, aku sudah berhasil membunuh ayahnya


tinggal dia seorang keturunan si tua yang juga sudah mati ditanganku itu. Jika


mereka tahu bahwa ayah masih memilikiku dulu mereka pasti juga menghabisiku,


dasar keluarga sialan.”


Pria itu kembali menghisap cerutunya dan mengepulkan asap


putih yang pekat. Tangannya mengetuk-ngetuk kursi seolah berpikir hal lain.”


Black Kingdom sekarang sudah berkembang pesat dibandingkan waktu dulu yang


hanya preman wilayah semua itu karena otak cerdik anak dari wanita sialan itu


bagaimana mereka bisa bertemu dan bekerja sama padahal keduanya seharusnya


tidak ada hubungannya sama sekali, huh bagaimana pun keduanya sudah ditakdirkan


aku habisi untuk membalaskan dendamku.” Usai cerutu itu habis dirinya lalu berdiri


dan meninggalkan ruangan itu banyak pengawal di luar pintu melakukan penghormatan


kala dirinya melewatinya.


Keluarga Vico


Mama Vico terlihat berjalan mondar-mandir di ruang keluarga


di depan layar televisi yang masih menampilkan perkembangan evakuasi kecelakaan


yang dialami Vico. Bagaimana pun Vico adalah orang yang berpengaruh di dalam negeri


media sosial dan berita tagar #PrayforVico masih menjadi trending topik.


 “ Pa apakah masih


belum ada kabar tentang Vico ?” Tanya mama Vico yang wajahnya terlihat sangat


cemas karena kabar sang anak kesayangan mengalami kecelakaan maut. Papa Vico


pun juga terlihat memijat keningnya yang terlihat kaku karena berita tersebut.


Sekeras apa pun dia dengan Vico dia sangat menyayangi anak lelakinya itu. Dirinya


dan sang istri bahkan sudah mempersiapkan armada untuk pergi ke tempat kejadian


esok hari. Sebenarnya dia ingin berangkat hari ini tetapi masih ada urusan


perusahaan yang harus dibereskan karena kepergian Vico dan berita kecelakaan


yang menyebabkan gejolak harga saham pada perusahaannya. Dirinya juga


sebenarnya juga berusaha menekan berita tetapi karena animo masyarakat yang


tinggi dan perkembangan telekomunikasi hal tersebut tersebar dengan cepat.


“ Masih belum.” Ucapnya frustasi dan berdiri mengambil benda


pipih untuk menghubungi seseorang yang merupakan anak buahnya yang dia kirim


untuk mengikuti evakuasi di tempat kejadian.“ Apakah masih belum ada kabar ?” Tanyanya

__ADS_1


dengan alis mengerut berharap ada angin segar tentang keberadaan sang putra


semata wayangnya itu.


“ Belum ada.” Jawab orang yang dihubungi terdengar pasrah


dengan keadaan di lapangan.


“ Perluas pencarian !” Perintahnya lagi pada orang tersebut.


Berita kecelakaan Vico membuat semua orang mengerahkan banyak tim pencarian


baik dari Orlando, Putra maupun orang tua Vico sendiri tapi hingga hampir 24


hilang, masih belum ada kabar tentang keberadaan Vico, sekretaris Kim dan awak


yang lain.


“ Pa besok jika papa masih sibuk Mama akan berangkat sendiri


ke sana ya, Mama tidak bisa berdiam diri seperti ini di rumah, padahal Arini


sedang hamil dan itu merupakan hal yang mama tunggu-tunggu tetapi kenapa anak


itu malah tidak kembali Pa.” Mama Vico terlihat menangis frustasi dan tidak


sabar dengan semua kerja keras orang-orang yang melakukan pencarian dan ingin


sekali segera berangkat ke sana untuk mencari putra kesayangannya itu.


“ Ma tenanglah, Papa besok akan ke sana juga, Papa sudah menyiapkan


semua untuk keberangkatan besok jadi mama jangan menangis lagi, Vico pasti


ketemu anak itu pasti selamat, percaya dengan papa ya Ma.” Bujuk Papa Viko


sambil mengusap kepala mama Vico dan memberikan tissue padanya. Mama Vico berderai


air matanya seakan tidak mau berhenti. Hati ibu mana yang rela kehilangan


anaknya dalam kecelakaan yang tragis seperti itu.


“ Iya Pa. Mama berharap Vico selamat kemungkinan sekecil apa


pun kita tidak boleh menyerah Pa untuk mencari Vico, dia pasti akan bahagia jika


mengetahui Arini hamil.” Ucapnya sambil mengusap air mata dan memeluk suaminya.


Rumah Arini


Terlihat seorang pria memanjat balkon Arini, pria tinggi itu


terlihat dengan mudah sampai di balkon lalu masuk ke dalam kamar Arini. Dirinya


lalu mencium bibir pucat Arini mengelus rambut panjangnya. “ Aku akan segera


menjemputmu priamu sudah tewas sekarang itu adalah takdir di mana seharusnya


kitalah yang bersama, tunggu aku sayang.”


Usai melakukan hal tersebut dirinya pergi meninggal kamar


Arini dia menggunakan Hoodi hitam dengan mudah melewati pagar tinggi dan


beberapa penjaga di rumah Arini. Sebuah mobil jeep hitam tidak jauh dengan

__ADS_1


rumah itu terparkir dan kini sang pria itu membuka Hoodinya dan memperlihatkan


wajahnya yang tak lain adalah mantan pacar Arini Valdo.


__ADS_2