My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Pulang ke Indonesia


__ADS_3

Terlihat makanan Arini masih banyak yang tersisa di piring


makannya.


“ Kenapa kamu tidak menghabiskannya ?” Tanya Vico setelah


selesai memakan makanannya dan melihat piring istrinya masih penuh.


“ Aku sudah kenyang, kamu mengambilkanku terlalu banyak.”


Ucap Arini yang sudah meletakkan sendok dan garpu dari tangannya.


“ Kamu perlu makan yang banyak agar cepat sembuh.” Ucap Vico


dan beralih mengambil sendok dan menyuapi Arini, tetapi dia hanya menyuapi


sayur dan lauknya saja.


“ Aaa ayo makanlah lagi aku akan menyuapi sayur dan lauknya


saja buka mulutmu.” Ucap Vico dan sudah mendekatkan sesendok sayur dan lauk ke depan


mulut Arini.


“ Aku sudah kenyang, kenapa kamu sangat memaksaku makan.”


Ucap Arini lalu cemberut dengan tindakan Vico tersebut. Tetapi karena paksaan


Vico Arini membuka mulutnya dan memakan beberapa sendok dengan disuapi Vico.


“ Kamu di sini saja, aku akan memberesi barang-barang kita


sebentar lagi kita akan ke bandara untuk pulang ke Indonesia.” Ucap Vico lagi


pada Arini dan mengacak rambut Arini setelah melihat respon anggukan yang Arini


berikan tanda dia mengerti ucapan Vico.


Vico terlihat sudah selesai membereskan baju dan barang


mereka berdua di koper dan sudah menggandeng koper-koper tersebut, lalu


menghubungi sekretaris Kim.


Tok tok tok. Terdengar pintu diketuk oleh sekretaris Kim


lalu masuk dan membawa koper dan Arini digendong Vico keluar menuju kendaraan


yang akan membawanya ke Bandara, karena malu Arini hanya menyembunyikan


wajahnya pada dada bidang Vico.


Indonesia


Arini dan Vico sudah berada di kamar mereka untuk


beristirahat setelah perjalanan panjang mereka berdua dari Belanda.


“ Arini untuk sementara kamu jangan masuk kerja dulu sampai


lukamu sembuh.” Ucap Vico yang duduk sambil bersandar memangku leptop di atas


ranjang di samping Arini.


“ Baiklah.” Jawab Arini yang berbaring di samping Vico.


“ Besok aku akan ke Itali untuk membereskan semuanya, kamu


di rumah saja jangan kemana-mana ” Perintah Vico lagi yang masih tetap


memandang ke arah leptopnya.


“ Bisakah kamu tidak perlu kesana, atau aku di rumah mamah


papah saja bagaimana?” Tanya Arini yang mulai menatap Vico yang masih fokus


bekerja.


“ Jangan, mereka akan kawatir melihat keadaanmu itu, dan aku

__ADS_1


harus membereskan semua aku tidak ingin terjadi hal serupa padamu lagi.” Jawab


Vico setelah berpikir beberapa saat atas permintaan Arini.


“ Baiklah aku di rumah saja.” Ucap Arini.


Vico yang terlihat sudah menyelesaikan pekerjaannya


meletakkan leptopnya di atas nakas dan kembali merangkak ke ranjang mendekati


Arini.


“ Tidurlah, selamat malam Arini.” Ucap Vico lalu memeluk dan


mencium puncak kepala Arini.


“ Mmmmh.” Respon yang dikeluarkan Arini.


Sudah empat bulan pernikahan mereka berjalan tapi kedekatan


mereka masih sekedar mencium dahi Arini dan sesekali mencium bibir.


Kantor Arini


“ Vivi bagaimana menurut kamu tentang karyawan baru kita


setelah empat bulan bekerja ?” Tanya Arini ingin mengevaluasi karyawannya.


“ Saya rasa dia bekerja cukup baik nona, dia selalu membuat


desain tepat waktu dan para pemesan cukup puas dengan desainnya.” Jawab Vivi


terhadap pertanyaan Arini.


Drt drt drt.


“ Halo iya Ga ada apa ?” Tanya Arini


“ Ayo makan siang Ar, aku ingin makan siang denganmu.” Ajak


Arga pada Arini.


saja.” Jawab Arini yang mulai menghindari kedekatannya dengan Arga karena


memang Arini sudah menikah jadi dia tidak ingin membuat kesalahpahaman dengan


Vico.


“ Ayolah Ar, kamu beberapa kali menolak kali ini saja ?”


Paksa Arga akan permintaannya tersebut.


“ Ya sudah baiklah.” Jawab Arini merasa tidak enak dengan


Arga.


“ Okey kita ketemu di restoran X ya aku tunggu.” Jawab Arga


“ Oke .” Jawab Arini lalu memutus panggilannya.


Kantor Vico


“ Kim untuk perkembangan proyek kita sudah sampai mana ?”


Tanya Vico yang masih duduk di kursinya dengan ditemani berkas-berkas yang


menunggu persetujuannya.


“ Sudah tahap Pondasi dan pembangunan awal tuan.” Jawab


Sekretaris Kim yang berdiri di depan meja Vico.


“ Tuan nona Poppy sudah kembali dan dia beberapa kali ingin


bertemu dengan Tuan tapi saya sudah meminta security untuk mengusirnya.” Ucap


sekretaris Kim pada Vico.


“ Jangan sampai membiarkannya masuk, selain dia Velove

__ADS_1


jangan sampai masuk juga, aku tidak ingin berurusan dengan kedua wanita itu


saat ini.” Ucap Vico dengan sedikit mengerutkan keningnya akan kelakuan kedua


wanita yang suka mengganggunya tersebut.


“ Vico “ Ucap mamah Vico yang masuk tanpa permisi membawa


Fellicia untuk diperkenalkan pada Vico, dia merasa ini waktu yang tepat karena


sampai sekarang Vico dan Arini belum memberikan kabar kehamilan Arini membuat


mamah Vico berspekulasi kalau hubungan keduanya tidak baik.


“ Kim kamu pergi dulu.” Perintah mamah Vico pada sekretaris


Kim


“ Tidak perlu Kim kamu di sini saja.” Ucap Vico melarang


sekretaris Kim pergi.


“ Mamah tidak perlu mempedulikan keberadaan Kim anggap saja


dia tidak ada, Kenapa mamah ke sini ?” Tanya Vico pada mamahnya yang sudah


duduk di sofa panjang dekat dari mejanya.


“ Mamah mau kenalkan kamu dengan Fellicia Vic, dia cantik


dan sangat menyukaimu anak.” Ucap mamah Vico memulai keinginan menjodohkan


anaknya yang sudah menikah tapi tidak diketahui banyak orang tersebut.


“ Mah, Vico sudah menikah.” Ucap Vico sedikit keras pada


Vico karena perlakukan mamahnya tersebut.


“ Mamah tahu Arini tidak menyayangi kamu, dia bahkan sering


pergi-pergi dengan lelaki lain di belakangmu, pernikahan kalian akhiri saja dan


menikah dengan Fellicia, toh tidak ada yang mengetahui kalau kamu sudah


menikah.” Ucap mamah Vico dengan tidak berperasaan.


“ Mah Vico tidak mau.” Jawab Vico akan pembicaraan yang menurutnya


tidak penting itu lalu berdiri menuju meja kerjanya.


“ Vico kamu harus membuka mata kamu Arini itu bukan wanita


baik-baik dia tidak menyayangi kamu, itu sebabnya kalian sampai sekarang belum


juga memberi kabar kehamilan Arini, pasti kalian belum melakukan apa pun bukan ?”


Ucap mamah Vico yang berdiri mendekat ke anaknya dan mengungkapkan perasaannya


selama ini akan hubungan Vico dengan Arini.


“ Mah ini urusan Vico dengan Arini dan apa yang terjadi


dengan hubungan kami Vico yang lebih memahaminya, jadi Vico mohon mamah tidak


perlu ikut campur akan hal itu.” Ucap Vico dengan tekanan mamahnya tersebut


tanpa mempedulikan keberadaan Fellicia yang masih duduk di sofa.


“ Lihat Fellicia, dia bahkan lebih cantik daripada Arini dia


lebih baik dan pasti akan segera memberikan mamah momongan jika menikah dengan


kamu dibandingkan Arini.” Ucap mamah Vico tidak mau kalah dengan anaknya


tersebut.


“ Mah tapi Vico menyukai Arini, Vico hanya mau dengan Arini,


Vico tidak mungkin meninggalkannya.” Ucap Vico lalu bergegas pergi meninggalkan

__ADS_1


ruangannya karena tidak ingin berdebat dengan mamahnya diikuti sekretaris Kim.


__ADS_2