
Terlihat makanan Arini masih banyak yang tersisa di piring
makannya.
“ Kenapa kamu tidak menghabiskannya ?” Tanya Vico setelah
selesai memakan makanannya dan melihat piring istrinya masih penuh.
“ Aku sudah kenyang, kamu mengambilkanku terlalu banyak.”
Ucap Arini yang sudah meletakkan sendok dan garpu dari tangannya.
“ Kamu perlu makan yang banyak agar cepat sembuh.” Ucap Vico
dan beralih mengambil sendok dan menyuapi Arini, tetapi dia hanya menyuapi
sayur dan lauknya saja.
“ Aaa ayo makanlah lagi aku akan menyuapi sayur dan lauknya
saja buka mulutmu.” Ucap Vico dan sudah mendekatkan sesendok sayur dan lauk ke depan
mulut Arini.
“ Aku sudah kenyang, kenapa kamu sangat memaksaku makan.”
Ucap Arini lalu cemberut dengan tindakan Vico tersebut. Tetapi karena paksaan
Vico Arini membuka mulutnya dan memakan beberapa sendok dengan disuapi Vico.
“ Kamu di sini saja, aku akan memberesi barang-barang kita
sebentar lagi kita akan ke bandara untuk pulang ke Indonesia.” Ucap Vico lagi
pada Arini dan mengacak rambut Arini setelah melihat respon anggukan yang Arini
berikan tanda dia mengerti ucapan Vico.
Vico terlihat sudah selesai membereskan baju dan barang
mereka berdua di koper dan sudah menggandeng koper-koper tersebut, lalu
menghubungi sekretaris Kim.
Tok tok tok. Terdengar pintu diketuk oleh sekretaris Kim
lalu masuk dan membawa koper dan Arini digendong Vico keluar menuju kendaraan
yang akan membawanya ke Bandara, karena malu Arini hanya menyembunyikan
wajahnya pada dada bidang Vico.
Indonesia
Arini dan Vico sudah berada di kamar mereka untuk
beristirahat setelah perjalanan panjang mereka berdua dari Belanda.
“ Arini untuk sementara kamu jangan masuk kerja dulu sampai
lukamu sembuh.” Ucap Vico yang duduk sambil bersandar memangku leptop di atas
ranjang di samping Arini.
“ Baiklah.” Jawab Arini yang berbaring di samping Vico.
“ Besok aku akan ke Itali untuk membereskan semuanya, kamu
di rumah saja jangan kemana-mana ” Perintah Vico lagi yang masih tetap
memandang ke arah leptopnya.
“ Bisakah kamu tidak perlu kesana, atau aku di rumah mamah
papah saja bagaimana?” Tanya Arini yang mulai menatap Vico yang masih fokus
bekerja.
“ Jangan, mereka akan kawatir melihat keadaanmu itu, dan aku
__ADS_1
harus membereskan semua aku tidak ingin terjadi hal serupa padamu lagi.” Jawab
Vico setelah berpikir beberapa saat atas permintaan Arini.
“ Baiklah aku di rumah saja.” Ucap Arini.
Vico yang terlihat sudah menyelesaikan pekerjaannya
meletakkan leptopnya di atas nakas dan kembali merangkak ke ranjang mendekati
Arini.
“ Tidurlah, selamat malam Arini.” Ucap Vico lalu memeluk dan
mencium puncak kepala Arini.
“ Mmmmh.” Respon yang dikeluarkan Arini.
Sudah empat bulan pernikahan mereka berjalan tapi kedekatan
mereka masih sekedar mencium dahi Arini dan sesekali mencium bibir.
Kantor Arini
“ Vivi bagaimana menurut kamu tentang karyawan baru kita
setelah empat bulan bekerja ?” Tanya Arini ingin mengevaluasi karyawannya.
“ Saya rasa dia bekerja cukup baik nona, dia selalu membuat
desain tepat waktu dan para pemesan cukup puas dengan desainnya.” Jawab Vivi
terhadap pertanyaan Arini.
Drt drt drt.
“ Halo iya Ga ada apa ?” Tanya Arini
“ Ayo makan siang Ar, aku ingin makan siang denganmu.” Ajak
Arga pada Arini.
saja.” Jawab Arini yang mulai menghindari kedekatannya dengan Arga karena
memang Arini sudah menikah jadi dia tidak ingin membuat kesalahpahaman dengan
Vico.
“ Ayolah Ar, kamu beberapa kali menolak kali ini saja ?”
Paksa Arga akan permintaannya tersebut.
“ Ya sudah baiklah.” Jawab Arini merasa tidak enak dengan
Arga.
“ Okey kita ketemu di restoran X ya aku tunggu.” Jawab Arga
“ Oke .” Jawab Arini lalu memutus panggilannya.
Kantor Vico
“ Kim untuk perkembangan proyek kita sudah sampai mana ?”
Tanya Vico yang masih duduk di kursinya dengan ditemani berkas-berkas yang
menunggu persetujuannya.
“ Sudah tahap Pondasi dan pembangunan awal tuan.” Jawab
Sekretaris Kim yang berdiri di depan meja Vico.
“ Tuan nona Poppy sudah kembali dan dia beberapa kali ingin
bertemu dengan Tuan tapi saya sudah meminta security untuk mengusirnya.” Ucap
sekretaris Kim pada Vico.
“ Jangan sampai membiarkannya masuk, selain dia Velove
__ADS_1
jangan sampai masuk juga, aku tidak ingin berurusan dengan kedua wanita itu
saat ini.” Ucap Vico dengan sedikit mengerutkan keningnya akan kelakuan kedua
wanita yang suka mengganggunya tersebut.
“ Vico “ Ucap mamah Vico yang masuk tanpa permisi membawa
Fellicia untuk diperkenalkan pada Vico, dia merasa ini waktu yang tepat karena
sampai sekarang Vico dan Arini belum memberikan kabar kehamilan Arini membuat
mamah Vico berspekulasi kalau hubungan keduanya tidak baik.
“ Kim kamu pergi dulu.” Perintah mamah Vico pada sekretaris
Kim
“ Tidak perlu Kim kamu di sini saja.” Ucap Vico melarang
sekretaris Kim pergi.
“ Mamah tidak perlu mempedulikan keberadaan Kim anggap saja
dia tidak ada, Kenapa mamah ke sini ?” Tanya Vico pada mamahnya yang sudah
duduk di sofa panjang dekat dari mejanya.
“ Mamah mau kenalkan kamu dengan Fellicia Vic, dia cantik
dan sangat menyukaimu anak.” Ucap mamah Vico memulai keinginan menjodohkan
anaknya yang sudah menikah tapi tidak diketahui banyak orang tersebut.
“ Mah, Vico sudah menikah.” Ucap Vico sedikit keras pada
Vico karena perlakukan mamahnya tersebut.
“ Mamah tahu Arini tidak menyayangi kamu, dia bahkan sering
pergi-pergi dengan lelaki lain di belakangmu, pernikahan kalian akhiri saja dan
menikah dengan Fellicia, toh tidak ada yang mengetahui kalau kamu sudah
menikah.” Ucap mamah Vico dengan tidak berperasaan.
“ Mah Vico tidak mau.” Jawab Vico akan pembicaraan yang menurutnya
tidak penting itu lalu berdiri menuju meja kerjanya.
“ Vico kamu harus membuka mata kamu Arini itu bukan wanita
baik-baik dia tidak menyayangi kamu, itu sebabnya kalian sampai sekarang belum
juga memberi kabar kehamilan Arini, pasti kalian belum melakukan apa pun bukan ?”
Ucap mamah Vico yang berdiri mendekat ke anaknya dan mengungkapkan perasaannya
selama ini akan hubungan Vico dengan Arini.
“ Mah ini urusan Vico dengan Arini dan apa yang terjadi
dengan hubungan kami Vico yang lebih memahaminya, jadi Vico mohon mamah tidak
perlu ikut campur akan hal itu.” Ucap Vico dengan tekanan mamahnya tersebut
tanpa mempedulikan keberadaan Fellicia yang masih duduk di sofa.
“ Lihat Fellicia, dia bahkan lebih cantik daripada Arini dia
lebih baik dan pasti akan segera memberikan mamah momongan jika menikah dengan
kamu dibandingkan Arini.” Ucap mamah Vico tidak mau kalah dengan anaknya
tersebut.
“ Mah tapi Vico menyukai Arini, Vico hanya mau dengan Arini,
Vico tidak mungkin meninggalkannya.” Ucap Vico lalu bergegas pergi meninggalkan
__ADS_1
ruangannya karena tidak ingin berdebat dengan mamahnya diikuti sekretaris Kim.