My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
9. Kesepakatan Perjodohan


__ADS_3

“Kamu jangan mencemaskan itu anak aku menyukai anak kamu


juga, dia yang memintaku menanyakannya padamu.” Jawab Pak Marco.


“ Baiklah aku yakin anakmu anak yang baik selain memiliki


wajah tampan. Nanti aku coba bicarakan dengan istriku dan Arini.” Jawab Pak


Permana karena merasa Vico serius dengan putrinya selain itu dia dan Marco


memang rekan bisnis sejak lama dan beberapa kali menangani bisnis yang sama


sudah seperti saudara.


Setelah pembicaraan perjodohan antara Vico dan Arini


disepakati keduanya mereka pun membicarakan tentang bisnis.


Kantor Arini


Selamat siang Pak Aldo untuk desainnya sudah selesai dan


dapat diambil di kantor desain saya, Terima Kasih—Klien Aldo


Begitulah isi pesan yang Arini kirim pada Aldo. Tidak


beberapa lama pesan sudah diterima Aldo dan dia baca. Mengetahui informasi


tersebut Aldo tidak menyuruh anak buahnya kesana tetapi memilih datang sendiri


ke kantor Arini.


“Siang nona, tuan Aldo datang untuk mengambil desainnya.”


Ucap Vivi kepada Arini di ruangannya.


“Iya Vivi terima kasih, saya akan menemuinya.” Balas Arini


“Baik Nona.” Vivi menjawab dan meninggalkan ruangan Arini.


Arini bergegas memasukkan desainnya ke kalam wadah gulungan.


Dan berjalan ke ruang meeting untuk menemui Aldo.


“Selamat siang Pak Aldo ini untuk desainnya sudah saya  selesaikan, jika ada tambahan nanti bisa


menghubungi saya.” Ucap Arini dengan menyerahkan Desainnya pada Aldo


“ Baik Nona Arini, o iya nona maaf kalau saya terdengar


lancang, Apakah nona sudah memiliki pasangan ?” Tanyanya yang sedikit


ragu-ragu.


“ Sementara saya masih sendiri Pak Aldo.” Ucap Arini singkat


Sepertinya apa yang Vivi ucapkan tempo hari kalau Pak


Aldo tertarik denganku benar. Batin Arini


Wah aku masih memiliki harapan untuk mendekati nona


Arini, aku sudah  tertarik dengannya


sejak dia bersekolah sama denganku saat di Belanda. Sepertinya dia tidak


mengingatku. Batin Aldo


Mereka berdua pun terdiam setelah membicarakan hal yang


memang dirasa sangat pribadi tersebut.


“Nona Arini jangan memanggil saya Pak Aldo, panggil Aldo


saja agar lebih akrab, sebenarnya kita dulu pernah satu sekolah lho saat di


Belanda.” Ucap Aldo mengingatkan Arini.

__ADS_1


“ Iya mohon maaf saya tidak terlalu ingat, karena memang


saya jarang bergaul saat disekolah dulu.” Ucap Arini. Arini memang gadis yang


cukup pendiam saat bersekolah di Belanda karena memang dia pernah mengalami


trauma saat sekolah dasar di Indonesia sehingga dia diajak Kakeknya untuk bersekolah


di Belanda. Dan Arini mulai berubah menjadi orang yang periang kembali. Arini


memang sangat dekat dengan kakeknya. Dia sejak kecil tinggal di sana karena


memang kedua orang tuanya sangat sibuk saat itu sampai Arini sekolah dasar dan


orang tuanya mengajak ke Indonesia untuk pindah sekolah dasar dan menetap tapi


ada sebuah kecelakaan yang membuatnya Trauma, Pembulian anak-anak karena


melihat Arini sangat cantik, dan menjadikannya korban bulian. Sebenarnya Arini


beberapa kali dibuli dan diselamatkan anak laki-laki setiap kali dibulli, tapi


saat kejadian itu anak laki-laki tersebut sedang tidak masuk sekolah.


Arini Terkurung dalam gudang gelap sampai malam dengan kedua


tangannya diikat dan mulut disumpal Dasi. Sejak saat itu Arini sangat takut


dengan ruang gelap dan sendirian. Kejadian itu pula yang membuatnya pindah


kembali ke Belanda dan tidak pernah mau bersekolah di Indonesia.


“Mungkin karena kita hanya sebentar satu sekolahnya karena


aku harus pindah kesini karena orang tuaku ada pindah menjadi kedutaan besar di


sini sampai sekarang sehingga kita tidak pernah bertemu lagi, sampai aku


mendengar kabar dari teman-teman di Belanda bahwa kamu pulang ke Indonesia.”


“ Iya .” Ucap Arini singkat.


“ Oiya ini aku perlihatkan foto saat kita berfoto bersekolah


bersama di Belanda.” Tunjuk Aldo pada selembar foto. Karena memang terlihat


raut sedikit tidak percaya akan cerita Aldo tersebut.


“Oiya sekarang aku ingat denganmu Aldo, tapi sepertinya


panggilanmu bukan Aldo saat itu tapi Albert ? Tanya Arini mengingat foto itu.


“Iya karena kata teman-temanku nama Aldo aneh di sana jadi


mereka memberiku nama Albert. Oiya bagaimana kalau untuk pertemuan kita kali


ini kita makan ke Restoran di Mall X” Ucap Aldo


“ Baiklah selain untuk reunian juga sebagai ucapan terima kasih


untuk kerja sama desain rumahnya. Sebentar saya ambil tas dan kunci mobil saya.”


Ucap Arini akan meninggalkan Aldo


“Tidak perlu membawa kunci bareng dengan aku saja nanti akan


aku antar ke kantor lagi setelah selesai.” Ucap Aldo.


Arini pun mengangguk dan pergi meninggalkan Aldo untuk


mengambil tasnya. Mereka berdua pun berangkat ke restoran yang mereka sepakati


tadi.


Sesampainya di restoran mereka memesan makanan pada pelayan


yang menyerahkan buku menu dan mencatatnya. Setelah pelayan pergi mereka

__ADS_1


berbincang bincang sambil mengenang masa-masa sekolahnya di Belanda.


“Kegiatanmu selain desain apa Arini ?” Tanya Aldo yang mulai


mengakrabkan diri dengan Arini


“ Tidak ada hanya mengurus perusahaan desain saja, kamu


sendiri apa kegiatanmu Pak Aldo ?” Jawab Arini yang masih belum akrab dengan


Aldo.


“Pak lagi, Aldo saja kita kan seumuran selain itu kita juga


bisa berteman.” Ucap Aldo sambil tersenyum.


“ Iya Aldo.’ Jawab Arini yang sedikit canggung sudah mulai memanggil


Aldo tanda diikuti Pak.


“Nah Begitu dong. Oiya Arini kamu kalau akhir pekan apa


bagaimana kalau pergi jalan-jalan.” Ajak Aldo yang mulai menerapkan trik


PDKTnya.


“ Aku biasanya di rumah tidak kemana-mana.” Jawab Arini


“ Kamu di Indonesia sudah kemana saja ?” Aldo bertanya lagi


pada Arini


“ Bali dan beberapa tempat wisata bersama keluargaku atau


kakakku .”Walaupun sedikit risih dengan pertanyaan yang terlalu pribadi Arini


tetap menjawab pertanyaan dari Aldo.


“Kalau di Jakarta kamu kemana saja ?” Tanya Aldo yang


seperti ingin sekali tahu apa pun tentang Arini.


“ di Jakarta tidak pernah kemana-mana selain ke kantor dan


Mall dengan kakakku ?” Jawab Arini.


Arini memang tidak terlalu tertarik untuk menjalani hubungan


saat ini jadi dia hanya menjawab tanpa balas bertanya.


Selama pembicaraan mereka berdua terlihat mata yang memperhatikan


mereka berdua dari mulai mereka duduk sampai mereka terlihat berbincang-bincang


berdua.


Makanan yang Arini dan Aldo pesan mereka lalu makan, saat


Aldo berbicara Arini memintanya untuk diam saat makan. Ya Begitulah Arini


karena sudah jadi kebiasaan dia sangat tidak suka kalau saat makan diajak


berbicara.


Vico yang menatap dari kursi sebelah sedikit tersenyum


dengan tidakan Arini tersebut.


Vico dan Sekretaris Kim memang tidak terlihat dari pandangan


mereka karena ditutupi tanaman yang menjadi pembatas setiap meja kecuali


memperhatikan dengan seksama.


Selesai menyantap makanannya Arini dan Aldo pergi


meninggalkan restoran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2