My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Ketahuan Haris


__ADS_3

Terlihat ruangan luas dengan arsitektur minimalis yang


elegan pada ruang kerja Vico. Arini terduduk di sofa dan kembali memainkan ponselnya


untuk mengusir kebosanan. Sifat Arini memang sangat tidak suka berdiam diri


walaupun hanya suka di rumah dia selalu melakukan berbagai hal mulai mendesain,


merawat tanaman atau sekedar memasak untuk dirinya sendiri dan membaca buku, komik atau sekedar menonton drama korea.


“ Vico.” Ucap Haris yang memang biasa masuk ke ruangan Vico


tanpa permisi itu. Teman yang selalu merasa kekurangan pekerjaan dan mendatangi


Vico saat bosan untuk sekedar mengganggunya. Melihat Vico tidak di ruangannya


dia ingin kembali tapi sorot matanya menangkap sesosok wanita idamannya yang


tak lain adalah Arini. Haris mengurungkan kepergiannya dan masuk mendekati


Arini.


“ Ar apa yang kamu lakukan di sini ? Apakah menunggu Vico ?”


Tanya Haris dengan polosnya berpikir mungkin Arini ada pekerjaan yang


mengharuskan dirinya bertemu Vico. Dengan santai dia duduk di dekat Arini dan


bertindak akrab seperti biasanya.


“ Oh mmm iya.” Ucap Arini tidak ingin membongkar


identitasnya. Terlihat mata Haris menyusuri seluruh tubuh Arini dan melihat bekas


luka pada beberapa bagian yang tidak tertutupi pakaian Arini.


“ Ada apa denganmu ? Apa yang terjadi ?” Ucap Haris sambil


menggenggam tangan Arini terlihat kekawatiran pada sorot wajah Haris melihat


wanita yang dia dambakan terluka.


“ Tidak apa-apa hanya luka gores, akan segera sembuh.” Ucap


Arini sambil melepas genggaman tangan Haris karena risih dan tidak mau di


pegang oleh orang yang bukan mahramnya itu. Arini juga menjauhkan duduknya dari


dekat Haris agar ada jarak yang cukup jauh. Haris yang merasa Arini menjauhinya


kembali mendekatkan tubuhnya kembali. Hingga Arini berpindah duduk ke sofa


single di seberang.


“ Bukankah kamu bilang kamu sudah menikah ? Apakah ini


dilakukan suamimu ? Ar jika kamu tidak bahagia dengannya atau bahkan dia


memperlakukan hal buruk ini padamu ceraikan saja suamimu itu dan menikahlah


denganku, dia tidak pantas memilikimu.” Ucap Haris yang menyimpulkan isi


pikirannya sendiri tanpa mengetahui alasan dan kejelasan penyebab luka pada


tubuh Arini itu.


“ Ris ini bukan seperti yang kamu pikirkan suamiku tidak


seperti itu. Dia sangat baik padaku.” Arini menghembus nafas kasar menghadapi

__ADS_1


Haris yang selalu unik menurutnya itu.


“ Apakah kamu diancam agar tidak memberitahukan pada orang


lain atas kekerasan dalam rumah tangga, tenang Ar aku akan mempekerjakan kuasa


hukum yang handal untuk membantumu bercerai, dan aku akan melindungimu darinya,


bagaimana kamu berpisah saja ya dengan dia ?” Ucap Haris menggebu-gebu ingin


membantu Arini bercerai dengan suaminya agar dia punya kesempatan bersama


dengan Arini selamanya.


“ Apa kamu bilang ?” Vico yang sudah selesai rapat masuk ke


dalam ruangannya dengan sorot mata membunuh dan dingin.


“ Iya Vic, Ini Arini wanita yang selalu aku bicarakan saat


kuliah, bukankan dia sangat cantik tapi sayang aku baru bertemu sekarang dan


dia bilang sudah menikah dan lihat dia terluka pasti suaminya melakukan


kekerasan padanya, aku ingin membantunya berpisah dengan suaminya agar dia


tidak terluka lagi, bukankah aku orang yang baik.” Ucap Haris dengan ketidaktahuannya


mengadu pada Vico .


“ Apa kamu bilang berpisah dengan suaminya, aku suaminya.”


Ucap Vico menatap dingin pada Haris dengan marah dan berasa ingin memakan pria


tampan di depannya itu.


“ Apa ? jadi istrimu Arini ?” Haris tidak percaya dengan


dengan berbagai penalaran tapi masih tidak bisa tersambung.


“ Bagaimana bisa kalian bisa bersama, Ar kenapa kamu menikah


dengan dia, aku sangat menyayangimu Ar, dia itu manusia berdarah dingin.” Haris


kembali mendekati Arini.


“ Jangan dekat-dekat. Arini sedang terluka.” Ucap Vico menyingkirkan


Haris dari dekat Arini dan mendudukkan tubuh Arini pada pangkuannya.


“ Vic kenapa kamu mengambil Ariniku? aku sangat menyayangi


dia. Lihat Arini terluka pasti karena ulah kamu kan ?” Ucap Haris sambil


bersungut karena kekecewaannya pada cinta pertamanya yang harus pupus ditangan


sahabat setianya.


“ Sudah, Ris dia Vico suamiku yang aku pernah bilang padamu,


dan aku terluka bukan karena dia, jadi tolong jangan mendekatiku lagi.” Ucap


Arini tegas pada Haris agar pria yang menyayanginya selama ini menyerah akan


perasaannya.


“ Tapi Ar, aku tidak bisa melupakanmu aku sudah mencoba berhubungan


dengan wanita lainnya tapi aku selalu teringat denganmu, jika saja aku bertemu

__ADS_1


denganmu lebih dulu pasti aku yang akan menjadi suamimu, bukan Vico.” Ucap Haris


yang sangat sedih dengan waktu yang tidak berpihak padanya kali ini hingga


membuatnya sekali lagi berpisah dan bahkan benar-benar mengubur semua perasaan


cinta pada wanita pertama yang menggetarkan hatinya tersebut.


Arini kenapa kamu selalu bisa memikat pria lain, rasanya


ingin sekali aku mengurungmu dan memilikimu sendiri, aku tidak ingin dia


bertemu dengan pria lainnya dan pria itu terpikat pada Ariniku. Batin Vico


“ Sudahlah Ris. Kita hanya bisa berteman saja sekarang, kamu


pasti akan bertemu dengan wanita yang lebih baik dariku, cobalah membuka diri


lagi.” Ucap Arini menyemangati Haris.


“ Tidak boleh berteman juga tidak boleh, kamu jangan


berhubungan lagi dengannya, pokoknya hanya aku yang boleh berhubungan dengan


kamu .” Vico yang tidak terima berucap dengan cepat agar Arini tidak dekat


dengan Haris lagi.


“ Kamu pelit sekali jadi suami, berteman saja tidak boleh,


toh Arini masih ikut dalam tender pembangun dengan perusahaanku jadi masih


bertemu beberapa kali.” Haris yang tidak terima mencoba mencari jalan agar bisa


bertemu Arini untuk melepaskan perasaannya pelan-pelan.


“ Ar suruh karyawanmu saja mengurusinya, pokoknya kamu tidak


boleh bertemu dia lagi ya.” Ucap Vico sambil menatap Arini lekat karena tidak


ingin istri tercintanya dekat dengan cinta lamanya itu.


“ Huh baiklah, maaf ya Ris nanti pekerjaanku akan aku


delegasikan pada karyawanku untuk mengurusinya.” Ucap Arini agar kedua sahabat


itu bisa berhenti memperebutkannya.


“ Dasar kamu suami posesif, kamu pasti takut kalah denganku.”


Ejek Haris merasa bisa menang dari Vico karena kekuatan cinta lamanya. Sebenarnya


Vico sudah ingin meninju wajah Haris jika tidak ada Arini, Vico memang berusaha


sabar di depan Arini dia tidak ingin jiwa monsternya keluar.


“ Berani menggoda istriku ?” Ucap Vico pelan dengan tatapan


tajam membunuh karena sudah tidak bisa meredam emosinya.


“ Santai Vic, tidak-tidak aku tidak berani. Baiklah aku akan


pulang dulu tidak mengganggu kalian, sampai jumpa Arini aku pulang dulu.” Ucap


Haris yang tidak berani lagi menggoda Vico yang terkenal sadis itu dia berlalu


pergi meninggalkan ruangan kerja Vico tersebut.


“ Ariniku sudah menikah, bahkan dia menikah dengan Vico aku

__ADS_1


sudah tidak punya harapan lebih baik aku ke bar untuk menghilangkan kesedihanku


saat ini.” Gumam Haris dan menancapkan gas untuk menuju Bar langganannya.


__ADS_2