
Tidak terasa perjalanan yang cukup lama untuk di tempuh
burung besi itu akhirnya tiba di negara dengan lambang burung garuda itu. Pesawat
yang Orlando tumpangi mendarat dengan aman di bandara pribadi milik Perusahaan
Vico. Orlando yang sebelumnya terlihat tertidur pulas di kursi besar terlihat
terbangun karena dibangunkan pramugari yang menemaninya karena sudah tiba di
tujuan. Orlando menghela nafas lega karena tiba dengan selamat di negara yang
hampir dikunjungi almarhum ibunya itu. Orlando lalu mengerjap beberapa kali
menyesuaikan pandangan dan meregangkan otot-otonya yang kaku karena perjalanan
yang panjang itu.
Orlando lalu berjalan keluar dari armada yang ia tumpangi itu.
Langkah panjang kakinya menuju tempat penjemputan terlihat Vico dan sekretaris
Kim menunggu kedatangan Orlando berdiri dan menyambutnya. Wajah senang Orlando karena
akhirnya bisa ke sini sangat terlihat di wajah tampannya.
“ Selamat datang di Indonesia, akhirnya kamu ke sini juga.
Bagaimana penerbanganmu ?” Vico memeluk teman kecil dan rekan mafianya itu.
Vico terlihat tersenyum senang karena senang bisa membuat Orlando datang ke
sini walau sangat tidak ingin melakukannya tetapi karena rasa penasaran dengan
sosok penolong kecilnya dulu dia berani menantang ketakutannya itu.
“ Iya rasanya aku masih tidak menyangka aku benar-benar
datang ke sini, syukurlah penerbangan lancar dan tidak ada kendala sama sekali
semuanya mulus, asal kau tahu bagaimana repotnya orang-orang karena berjaga
untuk penerbanganku ini sesuai rencanamu. Jadi bagaimana siapa orangnya ?”
Orlando melepas pelukannya dari Vico, dia juga berpelukan dengan sekretaris Kim
karena memang ketiganya selalu akrab walau sekretaris Kim selalu berekspresi
datar di setiap waktu.
“ Santai sabar dulu, baru juga datang masa langsung ke
intinya saja, kamu kan pertama kali ke sini jadi ayo kita nikmati dulu negara asal
ayahku ini oke.” Ucap Vico karena ingin membuat Orlando bisa menikmati negara
dengan sejuta pulau ini. Vico sudah meminta sekretaris Kim untuk membuat agenda
perjalanan untuk Orlando selama berada di Indonesia.
Usai berpelukan untuk menyambut Orlando mereka lalu berjalan
ke luar di mana mobil penjemputan dengan sopir pribadi terlihat berdiri dan
membukakan pintu untuk ketiga orang penting itu. Setelah Orlando, Vico dan sekretaris
__ADS_1
Kim masuk dan duduk sopir kembali ke kursi kemudi dan membawa ketiganya ke
sebuah restoran ternama untuk makan siang karena memang memakan waktu lebih
dari 18 jam perjalanan yang Orlando lakukan dengan satu kali transit untuk
mengisi bahan bakar si burung besi itu.
“ Oh di mana istrimu Vic ?” Tanya Orlando yang memang tidak
pernah bertemu Arini lagi setelah bulan madu yang gagal di Paris karena adanya
penculikan Arini itu. Orlando terlihat menikmati perjalanan siang itu karena
ini momen pertamanya.
“ Oh dia di Kantornya, aku tidak mengajaknya menjemputmu
bahkan dia tidak tahu kamu datang.” Ucap Vico dengan santainya karena merasa
kedatangan Orlando tidak penting untuk diberitahukan ke Arini. Wajah Orlando menjadi masam karena Vico
merasa kedatangannya tidak penting dan heran kenapa istri orang sekaya Vico
harus bekerja.
“ Apa kamu tidak merasa sudah kaya hingga menyuruh istrimu
bekerja, selain itu apa aku tidak penting hingga istrimu tidak kamu beri tahu
kedatanganku, aku jadi kesal karena kamu seperti itu aku bahkan hampir pingsan
saat memasuki pesawat untuk datang ke sini karena detak jantungku berdegup
sangat kencang untuk datang sesuai undanganmu karena aku sangat ingin tahu
tersebut dan menyindir kekayaan Vico karena membuat istrinya bekerja. Bukankah
sangat enak jika hanya di rumah dan menikmati semuanya seperti kebanyakan
wanita yang biasa dia temui jika memiliki suami super kaya seperti Vico.
“ Arini punya dunianya sendiri, jika aku melarangnya bekerja dia
akan sedih nanti itu perusahaan yang sudah dia rintis sebelum menjadi istriku bahkan
karena pekerjaannya itu aku bisa bertemu dan menyukainya, dan dia sangat
bahagia saat bekerja, saat dia aku larang bekerja beberapa hari karena dia terluka cukup
parah karena diculik saja dia terlihat tidak bahagia hanya berada di rumah ,
Aku tidak ingin melihatnya sedih selama itu hal positif kenapa tidak. Untuk kedatanganmu
pasti pentinglah kalau tidak aku tidak akan menjemputmu, dasar kamu seperti
seorang gadis marah pada hal tidak penting mana jiwa laki-lakimu ?” Vico
menyindir kejantanan Orlando karena merasa Orlando terlalu terbawa perasaan
pada hal yang menurutnya tidak penting itu.
“ Oh begitu.” Orlando kembali diam usai menjawab penjelasan
Vico dan kembali mengalihkan pandangannya pada jalan raya yang memperlihatkan
__ADS_1
banyak kendaraan lalu lalang dan pohon-pohon di pinggir jalan.
“ Kim semuanya sudah siap kan ?” Tanya Vico pada sekretaris
Kim pada semua agenda yang dia minta sekretaris Kim siapkan khusus untuk
Orlando agar temannya itu bisa menikmati banyak hal di sini dan bahkan akan
berkeinginan datang lagi.
“ Sudah Tuan, Usai makan siang hari ini Tuan Orlando akan di
antarkan ke Hotel untuk beristirahat nanti malam akan di jemput untuk pertemuan
di Klub kita, besok akan menikmati wisata di daerah bogor lalu lusa akan ke Bali
selama 3 hari, ke lombok 2 hari lalu 3 hari ke Papua menikmati indahnya raja
ampat setelah itu kembali ke sini dan menginap di rumah tuan Vico untuk
menikmati jamuan makan dan juga mendapatkan informasi yang akan Anda berikan
Tuan.” Ucap sekretaris Kim menjelaskan agenda kegiatan yang akan Orlando jalani
selama di Indonesia.
“ Tunggu, kenapa aku jadi sangat lama di sini, wah kamu
benar-benar menipuku, dan lagi apakah kamu juga akan menemaniku ke berbagai
tempat itu, aku baru datang ke sini dan baru mendengar nama-nama tempat itu
kecuali Bali ?” Orlando merasa tidak terima karena dia kira dia hanya akan
datang dan mendapat informasi tersebut lalu mungkin jalan-jalan di Jakarta dan
lalu kembali ke Italia.
“ Sudahlah kamu sudah jauh-jauh ke sini nikmatilah liburan
di sini juga, dan untuk yang menemanimu nanti akan ada orangku yang akan
bersamamu tenang saja semuanya pasti aman ini adalah kekuasaanku, jangan
seperti anak kecil yang perlu aku temani ke mana-mana dan aku masih ingin menghabiskan
waktu dengan istriku setelah beberapa hari aku tinggal sebelumnya, Aku jamin
kamu akan ketagihan untuk datang lagi ke sini, semua yang kamu datangi hanya
sedikit tempat menarik di sini masih banyak sekali tempat yang sangat menarik
di negara ini waktu setahun pun kamu jelajahi tidak akan ada habisnya destinasi
menarik untukmu.” Vico menjelaskan keinginannya untuk mengobati trauma yang
Orlando miliki itu. Tapi memang benar apa yang dia jelaskan jika negara ini
memiliki destinasi wisata yang sangat banyak, menarik dan indah-indah.
“ Baiklah yang mulia raja Vico Marleno aku mengikuti saranmu
saja, aku yakin kamu tidak akan mengecewakanku.” Ucap Orlando pasrah dengan ide
Vico karena bagaimana pun dia akan berdebat pasti keinginan Vico tidak akan
__ADS_1
bisa dia bantah, dia sudah hafal dengan sifat Vico yang selalu dominan di
setiap kesempatan itu.