My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Ketahuan Arini


__ADS_3

Vico terlihat berpikir sejenak mendengar pertanyaan Orlando


tersebut. Sebenarnya Arini memang tidaklah kejam selama ini tapi entah kenapa


dia merasa Arini bukan seperti wanita kebanyakan setelah bersama selama ini.


Terutama setelah dia mendengar cerita dari kakek Arini yang memang melatih


Arini banyak keahlian. Tidak heran jika Arini pandai menembak bahkan dapat


berkelahi melawan orang-orang yang akan menyakitinya. Vico masih belum tahu


sejauh apa kemampuan istrinya tersebut. Selain itu seperti yang ia tahu


keluarga Arini sangat ketat terhadap Agama yang dianutnya minuman haram dan


tempat hiburan yang ia kunjungi bukan hal baik untuk diketahui istri


tercintanya itu.


“ Tidak, dia istri yang baik bahkan sangat baik hanya saja


aku tidak ingin membuatnya marah jika tahu aku minum selain itu aku juga sudah


tidak ingin minum lagi, kamu nikmati saja .” Ucap Vico kembali mengambil gelas


berisi air dingin di depannya dan meneguknya.


“ Wah sepertinya kamu tipe suami yang takut pada istri ya


Vic ?” Ledek Orlando tersenyum sambil menepuk bahu Vico dengan tangannya. Ia


juga meneguk minuman berwarna coklat itu.


" Kamu akan mengerti jika sudah memilikinya." Ucap Vico singkat dengan tatapan tajam menusuk pada Orlando.


Malam yang gelap dan sepi tidak mengurungkan niat Arini


untuk mengetahui keberadaan suaminya itu. Hanya beberapa kendaraan yang Arini


temui dalam perjalanannya. Lampu merah pengatur lalu lintas kini hanya menyala


kuning saja tanda perlu berhati-hati bagi pengendara yang melintas. Dika yang


penasaran hanya mengikuti Arini dengan terus menjaga jarak agar tidak diketahui


adik Bosnya tersebut.


“ Apa yang Vico lakukan di sana ? Apakah Vico akan seperti


Valdo yang meminum obat-obatan haram sehingga membuatnya menyakitiku seperti dulu,


atau apa ? Aku memang selama ini tidak pernah mengecek ke mana saja dia pergi


dan hanya percaya dia tidak akan aneh-aneh. Apakah semua pria sama saja ? Aku


harus mengetahuinya.” Gumam Arini lalu menginjak gasnya lebih kencang lagi agar


bisa segera sampai ke Klub malam tempat Vico dan teman-temannya berada.


Arini mengetahui jika Valdo menjadi pecandu obat-obatan


setelah berpisah beberapa tahun dengannya. Beritanya cukup populer karena Valdo


ternyata anak Konglomerat di Belanda kala itu. Arini yang memang sudah tidak


peduli dengan mantan pacar yang hampir merenggut kesuciannya itu hanya sekedar


tahu dan tidak ingin mencari tahu lebih. Itulah hal yang membuatnya kawatir

__ADS_1


jika Vico juga menggunakan barang haram itu di mana biasanya penyebarannya di


berbagai tempat hiburan malam bagi anak-anak konglomerat.


Tidak beberapa lama setelah mengikuti petunjuk dari layar


ponselnya dia tiba di tempat hiburan malam tersebut. Ia segera memarkirkan


mobil miliknya mengambil tas dan memasukkan ponsel miliknya ke dalamnya. Dengan


langkah cepat dia memasuki tempat haram itu. Dika yang bingung dengan perilaku


Arini hanya berjalan mengikutinya dari belakang. Dia penasaran dengan alasan


yang membuat Arini ke tempat yang sangat tidak mungkin Arini kunjungi itu.


Arini berjalan masuk melawati penjaga. Dia terlihat menutup


hidungnya karena tidak tahan dengan bau alkohol yang menyeruak dari para


penikmat surga duniawi itu. Suara musik kencang dengan para manusia menari


dengan asyiknya melepas kepenatan tersuguh di depan mata Arini. Pupil mata


coklatnya menyapu seluruh penjuru untuk menemukan sang suami tercinta tapi


Arini masih belum bisa menemukannya.


Usai melihat semua yang ada di bagian menari dengan musik


kencang itu ia lalu berjalan mencari ke ruangan yang biasa di berikan pada tamu


VIP yang khusus menyewa ruangan yang biasa ditawarkan tempat hiburan malam.


Sepatu hak tinggi miliknya terdengar kala langkah cepatnya menyusuri lorong


setiap pintunya.


Dengan cepat dia melihat ke bagian dalam ruangan-ruangan


tersebut. Terlihat banyak wanita penggoda dan minuman keras tersaji dengan para


tamu pria yang terlihat sudah teler sambil menggerayangi para perempuan seksi


dengan pakaian minim itu. Arini terlihat ingin muntah menyaksikan kejadian itu.


Pikirannya sudah tidak dapat di kendalikan karena merasa mungkin Vico juga


melakukan hal yang sama.


Entah kenapa Arini memang sangat sensitif belakangan ini.


Ada 2 pintu terakhir yang belum Arini datangi. Hatinya sungguh tidak ingin jika


mengetahui suaminya yang sangat baik padanya selama ini itu terlihat seperti


para pria lain yang sudah dia lihat pada ruangan-ruangan sebelumnya. Arini


menghentikan langkahnya menggenggam erat kedua tangannya sambil menghela nafas


dalam-dalam ada rasa ragu di hatinya. Dan dia juga bingung apa yang akan ia


katakan jika mengetahui Vico melakukan hal itu. Berpisah apakah kata itu


mungkin terucap dari bibirnya pikirnya kembali.


Arini terlihat berbalik dan ingin melangkah kembali ke rumah


karena tidak ingin tahu kebenarannya. Semua keingintahuan yang sebelumnya

__ADS_1


menggebu dalam hati dan pikirannya sirna karena adanya tidak ingin mengetahui


kebenarannya. Arini sudah sangat nyaman dengan Vico selama ini. Arini berpikir


akan bertanya pada Vico saja besok pagi. Arini terlihat menggigit bibir


bawahnya karena masih ragu dengan keputusan yang akan dia ambil.


Arini tidak ingin melihat Vico mabuk dengan para wanita dengan


pakaian minim, dan bertingkah gila di depannya. Arini mungkin tidak tahan dan


meminta perpisahan jika itu benar-benar terjadi. Arini mencoba mengatakan


hal-hal positif tentang apa yang mungkin Vico lakukan di ruangan tersebut.


“ Vico tidak akan melakukan itu, mungkin dia bertemu dengan


rekan bisnis dan hanya membahas masalah pekerjaan, Vico bilang sangat


menyayangiku selama ini, Dia juga tidak pernah terlihat aneh atau pernah


minum-minum sebelumnya. Iya Vico hanya melakukan pekerjaannya tanpa melakukan


hal yang aneh-aneh. Aku percaya padanya dia tidak mungkin menghianatiku.” Gumam


Arini benar-benar berbalik ingin pergi meninggalkan 2 ruangan terakhir yang


berhadapan itu.


Kepercayaannya pada Vico bangkit hingga membuatnya


mengurungkan niatnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya suaminya itu lakukan


di dalam. Dika yang melihat Arini berbalik kembali bertingkah seolah tidak


mengenal Arini dan terlihat berbaur dengan yang lain.


“ Sudahlah aku tahu kamu selalu mengikutiku selama ini dan


itu atas perintah kakak, aku harap kamu tidak bilang ke kakak dengan apa yang


aku lakukan sekarang.” Ucap Arini berjalan melewati Dika dengan langkah


cepatnya. Dika sedikit kaget dengan informasi yang baru dia terima. Mungkin


inilah kenapa Putra selalu menyuruhnya berhati-hati jangan sampai diketahui


Arini saat menjaganya. Karena Arini memang sangat pintar dalam banyak hal


terutama pengamatan pada berbagai lingkungan di sekitarnya.


“ Baik nona.” Ucap Dika dan mengencangkan topi hitamnya lalu


berjalan di belakang Arini.


Mike yang merasa kekurangan minuman keluar dan berjalan ke


arah bar tempat minuman-minuman itu tertata. Mike yang pernah bertemu Arini


melihat punggung wanita yang sepertinya mirip dengan Arini berjalan menjauh ke


arah pintu keluar.


“ Apakah itu kakak ipar ? Tapi mana mungkin dia di sini ck


mungkin aku hanya salah lihat saja.” Ucap Mike lalu berjalan kembali ke tempat


tujuannya untuk mengambil minuman.

__ADS_1


__ADS_2