
Vico terlihat berpikir sejenak mendengar pertanyaan Orlando
tersebut. Sebenarnya Arini memang tidaklah kejam selama ini tapi entah kenapa
dia merasa Arini bukan seperti wanita kebanyakan setelah bersama selama ini.
Terutama setelah dia mendengar cerita dari kakek Arini yang memang melatih
Arini banyak keahlian. Tidak heran jika Arini pandai menembak bahkan dapat
berkelahi melawan orang-orang yang akan menyakitinya. Vico masih belum tahu
sejauh apa kemampuan istrinya tersebut. Selain itu seperti yang ia tahu
keluarga Arini sangat ketat terhadap Agama yang dianutnya minuman haram dan
tempat hiburan yang ia kunjungi bukan hal baik untuk diketahui istri
tercintanya itu.
“ Tidak, dia istri yang baik bahkan sangat baik hanya saja
aku tidak ingin membuatnya marah jika tahu aku minum selain itu aku juga sudah
tidak ingin minum lagi, kamu nikmati saja .” Ucap Vico kembali mengambil gelas
berisi air dingin di depannya dan meneguknya.
“ Wah sepertinya kamu tipe suami yang takut pada istri ya
Vic ?” Ledek Orlando tersenyum sambil menepuk bahu Vico dengan tangannya. Ia
juga meneguk minuman berwarna coklat itu.
" Kamu akan mengerti jika sudah memilikinya." Ucap Vico singkat dengan tatapan tajam menusuk pada Orlando.
Malam yang gelap dan sepi tidak mengurungkan niat Arini
untuk mengetahui keberadaan suaminya itu. Hanya beberapa kendaraan yang Arini
temui dalam perjalanannya. Lampu merah pengatur lalu lintas kini hanya menyala
kuning saja tanda perlu berhati-hati bagi pengendara yang melintas. Dika yang
penasaran hanya mengikuti Arini dengan terus menjaga jarak agar tidak diketahui
adik Bosnya tersebut.
“ Apa yang Vico lakukan di sana ? Apakah Vico akan seperti
Valdo yang meminum obat-obatan haram sehingga membuatnya menyakitiku seperti dulu,
atau apa ? Aku memang selama ini tidak pernah mengecek ke mana saja dia pergi
dan hanya percaya dia tidak akan aneh-aneh. Apakah semua pria sama saja ? Aku
harus mengetahuinya.” Gumam Arini lalu menginjak gasnya lebih kencang lagi agar
bisa segera sampai ke Klub malam tempat Vico dan teman-temannya berada.
Arini mengetahui jika Valdo menjadi pecandu obat-obatan
setelah berpisah beberapa tahun dengannya. Beritanya cukup populer karena Valdo
ternyata anak Konglomerat di Belanda kala itu. Arini yang memang sudah tidak
peduli dengan mantan pacar yang hampir merenggut kesuciannya itu hanya sekedar
tahu dan tidak ingin mencari tahu lebih. Itulah hal yang membuatnya kawatir
__ADS_1
jika Vico juga menggunakan barang haram itu di mana biasanya penyebarannya di
berbagai tempat hiburan malam bagi anak-anak konglomerat.
Tidak beberapa lama setelah mengikuti petunjuk dari layar
ponselnya dia tiba di tempat hiburan malam tersebut. Ia segera memarkirkan
mobil miliknya mengambil tas dan memasukkan ponsel miliknya ke dalamnya. Dengan
langkah cepat dia memasuki tempat haram itu. Dika yang bingung dengan perilaku
Arini hanya berjalan mengikutinya dari belakang. Dia penasaran dengan alasan
yang membuat Arini ke tempat yang sangat tidak mungkin Arini kunjungi itu.
Arini berjalan masuk melawati penjaga. Dia terlihat menutup
hidungnya karena tidak tahan dengan bau alkohol yang menyeruak dari para
penikmat surga duniawi itu. Suara musik kencang dengan para manusia menari
dengan asyiknya melepas kepenatan tersuguh di depan mata Arini. Pupil mata
coklatnya menyapu seluruh penjuru untuk menemukan sang suami tercinta tapi
Arini masih belum bisa menemukannya.
Usai melihat semua yang ada di bagian menari dengan musik
kencang itu ia lalu berjalan mencari ke ruangan yang biasa di berikan pada tamu
VIP yang khusus menyewa ruangan yang biasa ditawarkan tempat hiburan malam.
Sepatu hak tinggi miliknya terdengar kala langkah cepatnya menyusuri lorong
setiap pintunya.
Dengan cepat dia melihat ke bagian dalam ruangan-ruangan
tersebut. Terlihat banyak wanita penggoda dan minuman keras tersaji dengan para
tamu pria yang terlihat sudah teler sambil menggerayangi para perempuan seksi
dengan pakaian minim itu. Arini terlihat ingin muntah menyaksikan kejadian itu.
Pikirannya sudah tidak dapat di kendalikan karena merasa mungkin Vico juga
melakukan hal yang sama.
Entah kenapa Arini memang sangat sensitif belakangan ini.
Ada 2 pintu terakhir yang belum Arini datangi. Hatinya sungguh tidak ingin jika
mengetahui suaminya yang sangat baik padanya selama ini itu terlihat seperti
para pria lain yang sudah dia lihat pada ruangan-ruangan sebelumnya. Arini
menghentikan langkahnya menggenggam erat kedua tangannya sambil menghela nafas
dalam-dalam ada rasa ragu di hatinya. Dan dia juga bingung apa yang akan ia
katakan jika mengetahui Vico melakukan hal itu. Berpisah apakah kata itu
mungkin terucap dari bibirnya pikirnya kembali.
Arini terlihat berbalik dan ingin melangkah kembali ke rumah
karena tidak ingin tahu kebenarannya. Semua keingintahuan yang sebelumnya
__ADS_1
menggebu dalam hati dan pikirannya sirna karena adanya tidak ingin mengetahui
kebenarannya. Arini sudah sangat nyaman dengan Vico selama ini. Arini berpikir
akan bertanya pada Vico saja besok pagi. Arini terlihat menggigit bibir
bawahnya karena masih ragu dengan keputusan yang akan dia ambil.
Arini tidak ingin melihat Vico mabuk dengan para wanita dengan
pakaian minim, dan bertingkah gila di depannya. Arini mungkin tidak tahan dan
meminta perpisahan jika itu benar-benar terjadi. Arini mencoba mengatakan
hal-hal positif tentang apa yang mungkin Vico lakukan di ruangan tersebut.
“ Vico tidak akan melakukan itu, mungkin dia bertemu dengan
rekan bisnis dan hanya membahas masalah pekerjaan, Vico bilang sangat
menyayangiku selama ini, Dia juga tidak pernah terlihat aneh atau pernah
minum-minum sebelumnya. Iya Vico hanya melakukan pekerjaannya tanpa melakukan
hal yang aneh-aneh. Aku percaya padanya dia tidak mungkin menghianatiku.” Gumam
Arini benar-benar berbalik ingin pergi meninggalkan 2 ruangan terakhir yang
berhadapan itu.
Kepercayaannya pada Vico bangkit hingga membuatnya
mengurungkan niatnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya suaminya itu lakukan
di dalam. Dika yang melihat Arini berbalik kembali bertingkah seolah tidak
mengenal Arini dan terlihat berbaur dengan yang lain.
“ Sudahlah aku tahu kamu selalu mengikutiku selama ini dan
itu atas perintah kakak, aku harap kamu tidak bilang ke kakak dengan apa yang
aku lakukan sekarang.” Ucap Arini berjalan melewati Dika dengan langkah
cepatnya. Dika sedikit kaget dengan informasi yang baru dia terima. Mungkin
inilah kenapa Putra selalu menyuruhnya berhati-hati jangan sampai diketahui
Arini saat menjaganya. Karena Arini memang sangat pintar dalam banyak hal
terutama pengamatan pada berbagai lingkungan di sekitarnya.
“ Baik nona.” Ucap Dika dan mengencangkan topi hitamnya lalu
berjalan di belakang Arini.
Mike yang merasa kekurangan minuman keluar dan berjalan ke
arah bar tempat minuman-minuman itu tertata. Mike yang pernah bertemu Arini
melihat punggung wanita yang sepertinya mirip dengan Arini berjalan menjauh ke
arah pintu keluar.
“ Apakah itu kakak ipar ? Tapi mana mungkin dia di sini ck
mungkin aku hanya salah lihat saja.” Ucap Mike lalu berjalan kembali ke tempat
tujuannya untuk mengambil minuman.
__ADS_1