
“ Seharusnya tidak, dilihat dari karakter Arini tidak
mungkin melakukan hal ini, tapi jika dia memiliki orang yang mendukungnya
selama ini mungkin saja, bagaimana perusahaan desain yang baru beroperasi
selama setahun lebih bisa berkembang sangat pesat bahkan mengalahkan
desainer-desainer terkenal dari perusahaan besar untuk mendapatkan tender.”
Ucap Karyawan Future desain.
“ Tapi selama aku bekerja di perusahaan nona Arini, dia terlihat
bukan orang seperti itu, dia orang yang bahkan saat taat dalam beribadah dan
baik tidak terlihat dia seperti wanita jal*ang yang akan melakukan hal-hal
kotor untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.” Ucap Karyawan Arini yang
berkhianat.
“ Sudahlah sekarang bagaimana kita keluar dari sini ?” Pria
bertubuh jangkung terlihat berusaha melepaskan diri dengan mencoba melepas
ikatan pada tangannya menggunakan gigi-giginya. Sayang usahanya itu tidak
membuahkan hasil tali itu cukup kuat untuk mengikatnya.
“ Benar, tapi jika kita lepas pun bagaimana kita keluar,
lihatlah ruangan ini hanya ada pintu saja, tidak ada jendela atau celah untuk
kita bisa keluar. “ Pria dengan rambut cepak mengingatkan tentang keadaan yang
sangat menyulitkan rencana kabur mereka.
Saat kedua orang itu saling mengobrol, pintu terdengar
terbuka dan berjalanlah seorang pria tampan memasuki ruangan itu dengan para
pengawal yang juga penculik di belakangnya. Kedua pria yang mendengar itu mengalihkan
pandangannya melihat siapa sebenarnya yang melakukan itu pada mereka. Mereka
sangat kaget bukan kepalang melihat jika dia adalah Putra orang yang sangat
terkenal dalam dunia bisnis saat ini.
“ Tu tuan Putra.” Ucap Karyawan Arini.
Ah aku lupa jika tuan Putra pernah datang ke kantor
sekali mungkinkan benar ini karena nona Arini. Pantas saja bisa sampai begini
jika memang orang di belakangnya sekuat Tuan Putra dari AR Grup aku tidak mungkin
berani macam-macam. Ah sial kenapa aku melupakan hal terpenting itu. Batin
Karyawan Arini yang menciut ketakutan.
“ Lepaskan aku, aku tidak memiliki urusan denganmu, apa kau
tidak tahu aku punya orang kuat di belakangku aku akan memintanya menghancurkanmu.”
Ucap Karyawan Future desain.
“ Diamlah dia itu Tuan Putra dari AR Grup, kamu jangan
macam-macam dengannya.” Peringatan pria berambut cepak.
“ Biar saja sekuat apa pun Putra dari AR Grup aku mengenal Tuan
Vico dari Angkasa Grup dia adalah teman SMAku dia juga pernah berhutang padaku karena aku
pernah menyelamatkan pacarnya dulu pasti dia akan bisa membantuku, selama ini
aku tidak menggunakannya untuk berjaga-jaga jika ada hal yang sulit untukku.” Bisik
pria dengan tubuh jangkung. Dia terlihat tersenyum sinis pada Putra.
“ Wah benar kalau kamu meminta Tuan Vico itu mungkin akan
sulit untuk Tuan Putra mengingat kekuasaan tuan Vico yang lebih kuat di sini.”
Dukung pria satunya lagi mendengar pernyataan tersebut. Dia berpikir bisa
__ADS_1
dengan mudah untuk terlepas dari siksaan ini.
“ Siapa orang kuat yang kau maksud ?” Tanya Putra meremehkan
orang yang harus menerima pembalasan agar impas dengan apa yang dia lakukan
pada Arini itu harusnya introspeksi diri bukan malah bersikap sombong di
depannya.
“ Aku bisa meminta Vico, dia adalah teman SMAku dulu dan dia
masih berhutang satu hal padaku jika aku menggunakannya pasti dia akan
membantuku.” Jawab Pria jangkung yang tidak tahu apa-apa itu.
“ Oh Vico coba aku
hubungi dia.” Ucap Putra dan meminta asistennya menghubungi Vico untuk
membuktikan apakah benar yang orang menyebalkan ini katakan benar.
“Hallo iya kak ada apa ?” Tanya Vico yang terlihat
sebelumnya terlelap tidur di samping tubuh Arini.
“ Apa kamu mengenal Elang dari Future Desain, dia bilang dia
teman SMAmu dan kamu masih berhutang padanya ?”
“ mmmm Oh iya, kenapa kak ?” Vico bingung sebenarnya dia
sudah lama melupakan orang itu tapi mengingat pernah menolong Poppy dulu saat disakiti
orang dia pernah bilang untuk memberinya sebuah permohonan agar dia tidak
berhutang budi. Mengingat kebucinan di waktu SMA ingatan itu membuatnya muak
kenapa bisa sampai seperti itu.
“ Dia sudah menyakiti Arini dan aku akan membalasnya, apakah
kamu akan menolongnya ?” Tanya Putra sambil menaikkan alisnya sebelah.
“ Biarkan aku bicara dengannya ?” Ucap Elang jika Vico
“ Apa menyakiti Arini, biar Vico yang membereskannya kak,
aku akan ke sana kakak di mana ?” Tanya Vico yang terlihat sangat marah
mendengar hal itu.
“ Hei tidak perlu aku bisa membereskannya dengan mudah,
jawab saja pertanyaanku, oh sebentar kamu bicara saja dengan orangnya.” Ucap
Putra pada Vico. Putra juga menyuruh pengawalnya meletakkan ponsel di dekat
telinga Elang agar kedua orang itu bisa saling berbicara.
“ Halo Vic ini aku Elang temanmu dulu permohonannya aku
gunakan sekarang bantu aku lepas dari Putra AR Grup.” Ucap Elang dengan sombongnya
merasa bisa lepas dengan mudah.
“ Heh apa kau bilang membantumu, jika aku yang di sana kamu
pasti tidak bisa menelepon seperti yang kak Putra lakukan aku akan segera
mencelupkamu pada minyak yang mendidih. Jika kamu berani menyakiti Ariniku
tidak ada yang bisa menolongmu, permohonanmu tidak berlaku.” Ucap Vico dengan
sorot tajam menahan emosi sambil melihat wajah Arini agar suaranya tidak
mengganggu tidurnya.
“ Halo Vic, Vic, Vico Hah si*lan.” Ucap Elang karena
panggilannya terputus. Dia sekarang berkeringat dingin karena mendengar jika
Arini memang bukan orang biasa, bahkan dia bisa mengenal dua orang paling
berkuasa di negeri ini. Ketakutan menyelimuti dirinya yang tidak bisa berbuat
apa-apa. Kini dirinya hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi.
__ADS_1
“ Tuan Putra mohon belas kasihnya, lepaskan kami, saya mohon
kami akan melakukan apa yang Tuan Putra inginkan.” Elang yang sudah tidak bisa
bersikap sombong memohon di dekat kaki Putra agar bisa dilepaskan. Menurutnya kebebasan
adalah hal utama karena dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“ Iya Tuan Putra lepaskan saya, saya mohon maaf telah
berkhianat pada Perusahaan nona Arini, saya kan melakukan apa pun permintaan
tuan Putra selama Tuan melepaskan saya.” Ucap Karyawan Arini.
“ Itu sangat mudah, kalian harus mengaku jika kalian sudah
melakukan plagiat pada desain adikku, menyerahkan diri ke polisi dan bilang
juga ke semua bahwa Future Desain juga ikut andil dalam semua rencana kalian,
tapi sebelum itu bersujudlah dan meminta Arini memaafkan kalian. Jika kalian
macam-macam ucapkan selama tinggal pada Fajar Lusa yang akan terbit. Aku hanya
memberikan kalian waktu satu hari untuk membereskannya.” Ucap Putra sambil
menarik rambut kedua orang itu. Tatapan mata elang yang dia keluarkan sangat
mengintimidasi kedua orang itu. Sampai-sampai Elang terlihat kencing di celana
saking takutnya.
“ Baik-baik kami akan melakukannya.” Ucap kedua pria itu.
“ Bereskan mereka, dan awasi jika berani macam-macam
bereskan saja, ingat harus rapi.” Ucap Putra sambil menyeringai dan berjalan
pergi meninggalkan pengawalnya.
“ Baik Tuan.” Jawab Pria bertubuh kekar itu.
Sebelum kedua orang itu pergi keduanya mendapat pelajaran tambahan
tapi karena wajah penting untuk melakukan apa yang Putra minta, wajah mereka
terlihat baik-baik saja tapi bagian lain terlihat berbagai luka lebam. Esok Pun
tiba kedua orang itu terlihat sudah menunggu di depan kantor Arini. Saat Arini
tiba keduanya bersujud meminta maaf, Arini yang tahu ini perbuatan kakaknya dia
hanya tersenyum dan meminta keduanya berdiri dan memaafkannya. Arini juga
berpesan jika karyawannya itu sekarang sudah dia pecat. Lalu Arini pergi meninggalkan
kedua orang yang sebenarnya sangat menyebalkan untuknya.
Usai meminta maaf keduanya lalu memberikan klarifikasi
online masalah plagiat desain yang mereka lakukan, hal itu membuat saham dan
kepercayaan pasar terhadap Future Desain menurun tajam. Setelah itu mereka melaporkan
diri ke kepolisian. Mereka masih bisa hidup itulah yang terpenting menurut
mereka, semuanya akan segera usai dan mereka bisa kembali menjalani hidup jika
semua ini sudah selesai. Mereka memilihnya dari pada dia tidak bisa menikmati
hidup lagi karena masih banyak hal yang belum bisa keduanya lakukan.
“ Hallo Ar, bagaimana ?” Tanya Putra menghubungi adik
kesayangannya.
“ Terima kasih kakak, sempurna.” Ucap Arini walaupun ini
sangat keterlaluan tetapi tidak mungkin dia marah pada apa yang kakaknya
lakukan. Padahal pikirannya hanya ingin keduanya masuk penjara saja, karena
memang mendesain itu sulit dan mereka dengan mudahnya mencuri desain dan bahkan
menuduhnya plagiat. Orang yang sebelumnya menjadi pengacara suruhan juga ikut
menanggung getahnya.
__ADS_1