My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Impas


__ADS_3

“ Seharusnya tidak, dilihat dari karakter Arini tidak


mungkin melakukan hal ini, tapi jika dia memiliki orang yang mendukungnya


selama ini mungkin saja, bagaimana perusahaan desain yang baru beroperasi


selama setahun lebih bisa berkembang sangat pesat bahkan mengalahkan


desainer-desainer terkenal dari perusahaan besar untuk mendapatkan tender.”


Ucap Karyawan Future desain.


“ Tapi selama aku bekerja di perusahaan nona Arini, dia terlihat


bukan orang seperti itu, dia orang yang bahkan saat taat dalam beribadah dan


baik tidak terlihat dia seperti wanita jal*ang yang akan melakukan hal-hal


kotor untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.” Ucap Karyawan Arini yang


berkhianat.


“ Sudahlah sekarang bagaimana kita keluar dari sini ?” Pria


bertubuh jangkung terlihat berusaha melepaskan diri dengan mencoba melepas


ikatan pada tangannya menggunakan gigi-giginya. Sayang usahanya itu tidak


membuahkan hasil tali itu cukup kuat untuk mengikatnya.


“ Benar, tapi jika kita lepas pun bagaimana kita keluar,


lihatlah ruangan ini hanya ada pintu saja, tidak ada jendela atau celah untuk


kita bisa keluar. “ Pria dengan rambut cepak mengingatkan tentang keadaan yang


sangat menyulitkan rencana kabur mereka.


Saat kedua orang itu saling mengobrol, pintu terdengar


terbuka dan berjalanlah seorang pria tampan memasuki ruangan itu dengan para


pengawal yang juga penculik di belakangnya. Kedua pria yang mendengar itu mengalihkan


pandangannya melihat siapa sebenarnya yang melakukan itu pada mereka. Mereka


sangat kaget bukan kepalang melihat jika dia adalah Putra orang yang sangat


terkenal dalam dunia bisnis saat ini.


“ Tu tuan Putra.” Ucap Karyawan Arini.


Ah aku lupa jika tuan Putra pernah datang ke kantor


sekali mungkinkan benar ini karena nona Arini. Pantas saja bisa sampai begini


jika memang orang di belakangnya sekuat Tuan Putra dari AR Grup aku tidak mungkin


berani macam-macam. Ah sial kenapa aku melupakan hal terpenting itu. Batin


Karyawan Arini yang menciut ketakutan.


“ Lepaskan aku, aku tidak memiliki urusan denganmu, apa kau


tidak tahu aku punya orang kuat di belakangku aku akan memintanya menghancurkanmu.”


Ucap Karyawan Future desain.


“ Diamlah dia itu Tuan Putra dari AR Grup, kamu jangan


macam-macam dengannya.” Peringatan pria berambut cepak.


“ Biar saja sekuat apa pun Putra dari AR Grup aku mengenal Tuan


Vico dari Angkasa Grup dia adalah teman SMAku  dia juga pernah berhutang padaku karena aku


pernah menyelamatkan pacarnya dulu pasti dia akan bisa membantuku, selama ini


aku tidak menggunakannya untuk berjaga-jaga jika ada hal yang sulit untukku.” Bisik


pria dengan tubuh jangkung. Dia terlihat tersenyum sinis pada Putra.


“ Wah benar kalau kamu meminta Tuan Vico itu mungkin akan


sulit untuk Tuan Putra mengingat kekuasaan tuan Vico yang lebih kuat di sini.”


Dukung pria satunya lagi mendengar pernyataan tersebut. Dia berpikir bisa

__ADS_1


dengan mudah untuk terlepas dari siksaan ini.


“ Siapa orang kuat yang kau maksud ?” Tanya Putra meremehkan


orang yang harus menerima pembalasan agar impas dengan apa yang dia lakukan


pada Arini itu harusnya introspeksi diri bukan malah bersikap sombong di


depannya.


“ Aku bisa meminta Vico, dia adalah teman SMAku dulu dan dia


masih berhutang satu hal padaku jika aku menggunakannya pasti dia akan


membantuku.” Jawab Pria jangkung yang tidak tahu apa-apa itu.


“  Oh Vico coba aku


hubungi dia.” Ucap Putra dan meminta asistennya menghubungi Vico untuk


membuktikan apakah benar yang orang menyebalkan ini katakan benar.


“Hallo iya kak ada apa ?” Tanya Vico yang terlihat


sebelumnya terlelap tidur di samping tubuh Arini.


“ Apa kamu mengenal Elang dari Future Desain, dia bilang dia


teman SMAmu dan kamu masih berhutang padanya ?”


“ mmmm Oh iya, kenapa kak ?” Vico bingung sebenarnya dia


sudah lama melupakan orang itu tapi mengingat pernah menolong Poppy dulu saat disakiti


orang dia pernah bilang untuk memberinya sebuah permohonan agar dia tidak


berhutang budi. Mengingat kebucinan di waktu SMA ingatan itu membuatnya muak


kenapa bisa sampai seperti itu.


“ Dia sudah menyakiti Arini dan aku akan membalasnya, apakah


kamu akan menolongnya ?” Tanya Putra sambil menaikkan alisnya sebelah.


“ Biarkan aku bicara dengannya ?” Ucap Elang jika Vico


“ Apa menyakiti Arini, biar Vico yang membereskannya kak,


aku akan ke sana kakak di mana ?” Tanya Vico yang terlihat sangat marah


mendengar hal itu.


“ Hei tidak perlu aku bisa membereskannya dengan mudah,


jawab saja pertanyaanku, oh sebentar kamu bicara saja dengan orangnya.” Ucap


Putra pada Vico. Putra juga menyuruh pengawalnya meletakkan ponsel di dekat


telinga Elang agar kedua orang itu bisa saling berbicara.


“ Halo Vic ini aku Elang temanmu dulu permohonannya aku


gunakan sekarang bantu aku lepas dari Putra AR Grup.” Ucap Elang dengan sombongnya


merasa bisa lepas dengan mudah.


“ Heh apa kau bilang membantumu, jika aku yang di sana kamu


pasti tidak bisa menelepon seperti yang kak Putra lakukan aku akan segera


mencelupkamu pada minyak yang mendidih. Jika kamu berani menyakiti Ariniku


tidak ada yang bisa menolongmu, permohonanmu tidak berlaku.” Ucap Vico dengan


sorot tajam menahan emosi sambil melihat wajah Arini agar suaranya tidak


mengganggu tidurnya.


“ Halo Vic, Vic, Vico Hah si*lan.” Ucap Elang karena


panggilannya terputus. Dia sekarang berkeringat dingin karena mendengar jika


Arini memang bukan orang biasa, bahkan dia bisa mengenal dua orang paling


berkuasa di negeri ini. Ketakutan menyelimuti dirinya yang tidak bisa berbuat


apa-apa. Kini dirinya hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi.

__ADS_1


“ Tuan Putra mohon belas kasihnya, lepaskan kami, saya mohon


kami akan melakukan apa yang Tuan Putra inginkan.” Elang yang sudah tidak bisa


bersikap sombong memohon di dekat kaki Putra agar bisa dilepaskan. Menurutnya kebebasan


adalah hal utama karena dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


“ Iya Tuan Putra lepaskan saya, saya mohon maaf telah


berkhianat pada Perusahaan nona Arini, saya kan melakukan apa pun permintaan


tuan Putra selama Tuan melepaskan saya.” Ucap Karyawan Arini.


“ Itu sangat mudah, kalian harus mengaku jika kalian sudah


melakukan plagiat pada desain adikku, menyerahkan diri ke polisi dan bilang


juga ke semua bahwa Future Desain juga ikut andil dalam semua rencana kalian,


tapi sebelum itu bersujudlah dan meminta Arini memaafkan kalian. Jika kalian


macam-macam ucapkan selama tinggal pada Fajar Lusa yang akan terbit. Aku hanya


memberikan kalian waktu satu hari untuk membereskannya.” Ucap Putra sambil


menarik rambut kedua orang itu. Tatapan mata elang yang dia keluarkan sangat


mengintimidasi kedua orang itu. Sampai-sampai Elang terlihat kencing di celana


saking takutnya.


“ Baik-baik kami akan melakukannya.” Ucap kedua pria itu.


“ Bereskan mereka, dan awasi jika berani macam-macam


bereskan saja, ingat harus rapi.” Ucap Putra sambil menyeringai dan berjalan


pergi meninggalkan pengawalnya.


“ Baik Tuan.” Jawab Pria bertubuh kekar itu.


Sebelum kedua orang itu pergi keduanya mendapat pelajaran tambahan


tapi karena wajah penting untuk melakukan apa yang Putra minta, wajah mereka


terlihat baik-baik saja tapi bagian lain terlihat berbagai luka lebam. Esok Pun


tiba kedua orang itu terlihat sudah menunggu di depan kantor Arini. Saat Arini


tiba keduanya bersujud meminta maaf, Arini yang tahu ini perbuatan kakaknya dia


hanya tersenyum dan meminta keduanya berdiri dan memaafkannya. Arini juga


berpesan jika karyawannya itu sekarang sudah dia pecat. Lalu Arini pergi meninggalkan


kedua orang yang sebenarnya sangat menyebalkan untuknya.


Usai meminta maaf keduanya lalu memberikan klarifikasi


online masalah plagiat desain yang mereka lakukan, hal itu membuat saham dan


kepercayaan pasar terhadap Future Desain menurun tajam. Setelah itu mereka melaporkan


diri ke kepolisian. Mereka masih bisa hidup itulah yang terpenting menurut


mereka, semuanya akan segera usai dan mereka bisa kembali menjalani hidup jika


semua ini sudah selesai. Mereka memilihnya dari pada dia tidak bisa menikmati


hidup lagi karena masih banyak hal yang belum bisa keduanya lakukan.


“ Hallo Ar, bagaimana ?” Tanya Putra menghubungi adik


kesayangannya.


“ Terima kasih kakak, sempurna.” Ucap Arini walaupun ini


sangat keterlaluan tetapi tidak mungkin dia marah pada apa yang kakaknya


lakukan. Padahal pikirannya hanya ingin keduanya masuk penjara saja, karena


memang mendesain itu sulit dan mereka dengan mudahnya mencuri desain dan bahkan


menuduhnya plagiat. Orang yang sebelumnya menjadi pengacara suruhan juga ikut


menanggung getahnya.

__ADS_1


__ADS_2