My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
8. Perjodohan


__ADS_3

Staf yang menjadi penanggung jawab perusahaan memasuki


ruangan Vico. Terlihat dia membawa desain yang sudah perusahaan Arini serahkan.


“Bagaimana perkembangan desain Perusahaan desain Queen ?”


Tanya Vico pada stafnya.


“Semua berjalan lancar Pak, Ibu Arini mendesain tempat


hiburannya dengan baik serta terlihat unik dan menarik, berikut ini beberapa


desain terbaru yang mereka serahkan sebagai rencana awalnya.” Jawab staf


tersebut sambil menyerahkan map kepada sekretaris Kim.


Sekretaris Kim menyerahkan desain tersebut kepada Vico. Vico


menerima dan memperhatikan desain tersebut dan melihat detail-detail yang


digambarkan untuk tempat hiburannya.


“Bagus, Lanjutkan .” Ucap Vico singkat.


Sebenarnya apa yang ingin Tuan Vico lakukan biasanya dia


akan meminta pimpinan tim desain menyerahkan jika sudah selesai dan dia


menyetujuinya. Tapi sekarang bahkan dia mengeceknya ke staf penanggung jawab


perusahaan tersebut. Batin sekretaris Kim


Tidak heran banyak yang memesan desain Arini walaupun


perusahaannya baru, desainnya memang sangat unik dan menarik serta detailnya


jarang aku melihat desain yang seperti itu. Kapan papah akan memberi kabar


untuk pembicaraan perjodohanku dengan Arini, Aku tidak sabar. Batin Vico


Vico pun lalu menghubungi papahnya melalui telepon genggam.


“Halo Vic, kenapa menghubungi papah, papah sedang sibuk


mengurus proyek .” Sahutan dari Papah Vico yang memasang sedang dengan beberapa


rekan bisnisnya di lokasi proyek.


“ Halo Pah, bagaimana untuk pembicaraan kita tadi pagi ?”


Tanya Vico tidak sabar.


“ Papah sudah menghubungi Pak Permana besok Papah akan ke


kantornya dan membicarakan permintaan kamu. “ Jawab Papah Vico.


“ Oke Pah, terima kasih, Vico perlu ikut ?” Tanyanya lagi.


“ Tidak usah nanti papah kabari hasilnya, sudah dulu papah


sibuk jangan ganggu.” Ucap Papah Vico lalu memutus panggilan Vico.


Vico mendengarnya dan tersenyum-senyum sendiri. Sekretaris


Kim yang melihat ekspresi Vico tersebut heran apa yang dia bicarakan tuannya


sehingga membuatnya tersenyum seperti itu, karena senyum Vico sangat jarang terjadi.


Malam hari di rumah Arini


Terlihat keluarga Arini sedang makan malam. Setelah selesai


mereka menuju ruang keluarga untuk saling berbincang.


“ Arini bagaimana perusahaan kamu ?” Tanya Papah Arini.


“ Lancar Papah untuk Proyek besar Arini sedang mengerjakan


proyek dari perusahaan Angkasa grup, Gedung konser musik milik Arga Purnama,


dan untuk desain Pak Fikri Arini sudah sepakat dengannya beberapa hari yang

__ADS_1


lalu dan beberapa permintaan desain rumah Pah.” Jawab Arini menjelaskan panjang


lebar pada Papahnya tersebut.


“ Oh, oke kalau kamu mau papah bisa kenalkan beberapa teman


papan untuk mendesain di perusahaan kamu ?” Tanya Pak permana lagi pada Arini.


“ Tidak perlu dulu pah, papah kan janji untuk tidak ikut


campur perusahaan Arini, Arini ingin membesarkan perusahaan Arini sendiri, dan


menerima tender dari hasil kerja keras Arini Pah.” Jawab Arini yang membuat


kedua orang tuanya bangga dengan Arini yang sangat mandiri sejak kecil.


“Adik kakak sudah dewasa ya sekarang ?” Ucap Putra sambil


mengacak rambut Arini.


“ Iya dong, Arini ingin bisa mandiri Pah dan membuat Papah,


mamah dan Kakak bangga dengan Arini.” Ucap Arini lagi


“ Aduh anak mamah, sini biar mamah peluk, mamah sangat


kangen selama di Amerika sama kamu.” Ucap mamah Arini sambil merentangkan


tangannya.


Arini yang mendengar hal tersebut langsung beranjak dari


duduknya dan memeluk mamahnya. Mereka berpelukan, keluarga Pak Permana memang


sangat harmonis.


“ Bagaimana perkembangan perusahaan Putra?” pertanyaan Pak


Permana ke Putra semata wayangnya.


“ Semua lancar Pah, lusa Putra akan ke Belanda menemui Kakek


papahnya.


“ Oke tidak masalah. Hati-hati jangan lupa sampaikan salam


papah dan mamah kepada kakekmu. “ Ucap Pak Permana lagi.


Perbincangan mereka berlangsung sampai malam dan mereka


menyudahi untuk segera beristirahat di kamarnya masing-masing terkecuali Putra.


Dia menuju ruang kerjanya untuk menelepon mata-mata suruhannya. Karena memang


dia menginformasikan agar orang suruhannya tersebut melaporkan kejadian hari


ini setelah Putra menghubunginya.


“Selamat malam tuan.” Sahutan dari seberang.


“ Malam, bagaimana perkembangan dengan apa yang aku suruh


kemarin, dan apakah mata-mata itu masih mengikuti adikku ?” Tanya Putra


“ Mata-mata tersebut siang tadi meninggalkan kantor Nona


Arini tuan, dan dia pergi ke Italia. Menurut Pencarian Informan pusat, dia


adalah mata-mata terlatih dari Orlando Philips grup Mafia Black Kingdom Tuan.”


Ucap mata-mata suruhan Putra.


“ Kenapa orang Italia sekelas Orlando Philips menyuruh anak


buahnya memata-matai adikku, setahuku mereka tidak pernah ada hubungan sama


sekali.” Ucap Putra.


“ Saya belum mendapat informasi lebih lanjut Tuan. Saya akan


mencari tahu dari teman-teman saya di Eropa tuan” Ucap Dika menjelaskan lagi.

__ADS_1


“Tidak usah L


lusa aku akan ke Belanda aku akan tanya beberapa rekanku di sana.”


Ucap Putra dan mengakhiri Panggilannya.


Putra termenung memikirkan adiknya, takut dia tidak dapat


menjaganya karena saat ini orang yang memata-matainya adalah salah satu saingan


Grup Mafianya di Eropa. Putra pun memikirkan beberapa rencana . Setelah cukup


larut Putra menguap dan pergi ke kamarnya untuk Istirahat.


Terlihat matahari mulai mengintip di sela gunung


memperlihatkan pagi sudah tiba, burung-burung berkicau riuh di pohon-pohon


dekat rumah Arini.


Arini yang sudah bangun dari Subuh dan sholat berjamaah di


rumah sudah mulai disibukkan olahraga bersama kakaknya berlari mengelilingi


rumah yang menjadi rutinitasnya setiap hari.


Keluarga Permana sarapan pagi bersama-sama lalu mereka


berangkat ke tujuannya masing-masing tidak lupa pamit dengan kedua orang tuanya


diselingi ciuman dipuncak kepala masing-masing anaknya. Begitulah kebiasaan


pagi mereka jika orang tuanya sedang di rumah.


Siang itu Papah Vico berkunjung ke kantor Pak Permana untuk


menyampaikan keinginannya menjodohkan anaknya dengan anak perempuan dari Pak


Permana.


Tok tok tok


“Iya masuk.” Ucap Pak Permana dari tempat duduknya.


“ Tuan Permana ada Bapak Marco di depan ingin menemui


Bapak.” Ucap Sekretaris cantik masuk dan memberitahukan apa maksud


kedatangannya pada atasannya.


“Biarkan masuk, kemarin sudah ada janji denganku. O iya


siapkan minuman dan makanan ringan untuk kita.” Ucap Pak Permana kepada


sekretarisnya.


“Baik tuan” Jawab sekretaris tersebut dan meninggalkan


ruangan atasannya dan mempersilahkan Pak Marco masuk.


“ Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu.” Ucap Pak Marco


“ Waalaikumsallam wahmatullohi wabarokatu, ayo masuk


silahkan duduk. “ Pak Permana menjawab salam Pak Marco dan mempersilahkannya


duduk.


“Begini Permana, maksud kedatanganku kesini ingin membahas


perjodohan dengan putrimu, kita kan sudah saling kenal seperti saudara bukan


hanya rekan bisnis jadi aku ingin sekali menjalin keluarga denganmu.” Ucap Pak


Marco menyampaikan keinginannya.


“ Anakmu yang tampan itu, Tapi aku tidak ingin memaksa


anakku, karena aku sendiri dulu tidak mau dijodohkan dengan orang tuaku, dan


lebih memilih ibunya Putra.” Jawab Pak Permana

__ADS_1


__ADS_2