
Staf yang menjadi penanggung jawab perusahaan memasuki
ruangan Vico. Terlihat dia membawa desain yang sudah perusahaan Arini serahkan.
“Bagaimana perkembangan desain Perusahaan desain Queen ?”
Tanya Vico pada stafnya.
“Semua berjalan lancar Pak, Ibu Arini mendesain tempat
hiburannya dengan baik serta terlihat unik dan menarik, berikut ini beberapa
desain terbaru yang mereka serahkan sebagai rencana awalnya.” Jawab staf
tersebut sambil menyerahkan map kepada sekretaris Kim.
Sekretaris Kim menyerahkan desain tersebut kepada Vico. Vico
menerima dan memperhatikan desain tersebut dan melihat detail-detail yang
digambarkan untuk tempat hiburannya.
“Bagus, Lanjutkan .” Ucap Vico singkat.
Sebenarnya apa yang ingin Tuan Vico lakukan biasanya dia
akan meminta pimpinan tim desain menyerahkan jika sudah selesai dan dia
menyetujuinya. Tapi sekarang bahkan dia mengeceknya ke staf penanggung jawab
perusahaan tersebut. Batin sekretaris Kim
Tidak heran banyak yang memesan desain Arini walaupun
perusahaannya baru, desainnya memang sangat unik dan menarik serta detailnya
jarang aku melihat desain yang seperti itu. Kapan papah akan memberi kabar
untuk pembicaraan perjodohanku dengan Arini, Aku tidak sabar. Batin Vico
Vico pun lalu menghubungi papahnya melalui telepon genggam.
“Halo Vic, kenapa menghubungi papah, papah sedang sibuk
mengurus proyek .” Sahutan dari Papah Vico yang memasang sedang dengan beberapa
rekan bisnisnya di lokasi proyek.
“ Halo Pah, bagaimana untuk pembicaraan kita tadi pagi ?”
Tanya Vico tidak sabar.
“ Papah sudah menghubungi Pak Permana besok Papah akan ke
kantornya dan membicarakan permintaan kamu. “ Jawab Papah Vico.
“ Oke Pah, terima kasih, Vico perlu ikut ?” Tanyanya lagi.
“ Tidak usah nanti papah kabari hasilnya, sudah dulu papah
sibuk jangan ganggu.” Ucap Papah Vico lalu memutus panggilan Vico.
Vico mendengarnya dan tersenyum-senyum sendiri. Sekretaris
Kim yang melihat ekspresi Vico tersebut heran apa yang dia bicarakan tuannya
sehingga membuatnya tersenyum seperti itu, karena senyum Vico sangat jarang terjadi.
Malam hari di rumah Arini
Terlihat keluarga Arini sedang makan malam. Setelah selesai
mereka menuju ruang keluarga untuk saling berbincang.
“ Arini bagaimana perusahaan kamu ?” Tanya Papah Arini.
“ Lancar Papah untuk Proyek besar Arini sedang mengerjakan
proyek dari perusahaan Angkasa grup, Gedung konser musik milik Arga Purnama,
dan untuk desain Pak Fikri Arini sudah sepakat dengannya beberapa hari yang
__ADS_1
lalu dan beberapa permintaan desain rumah Pah.” Jawab Arini menjelaskan panjang
lebar pada Papahnya tersebut.
“ Oh, oke kalau kamu mau papah bisa kenalkan beberapa teman
papan untuk mendesain di perusahaan kamu ?” Tanya Pak permana lagi pada Arini.
“ Tidak perlu dulu pah, papah kan janji untuk tidak ikut
campur perusahaan Arini, Arini ingin membesarkan perusahaan Arini sendiri, dan
menerima tender dari hasil kerja keras Arini Pah.” Jawab Arini yang membuat
kedua orang tuanya bangga dengan Arini yang sangat mandiri sejak kecil.
“Adik kakak sudah dewasa ya sekarang ?” Ucap Putra sambil
mengacak rambut Arini.
“ Iya dong, Arini ingin bisa mandiri Pah dan membuat Papah,
mamah dan Kakak bangga dengan Arini.” Ucap Arini lagi
“ Aduh anak mamah, sini biar mamah peluk, mamah sangat
kangen selama di Amerika sama kamu.” Ucap mamah Arini sambil merentangkan
tangannya.
Arini yang mendengar hal tersebut langsung beranjak dari
duduknya dan memeluk mamahnya. Mereka berpelukan, keluarga Pak Permana memang
sangat harmonis.
“ Bagaimana perkembangan perusahaan Putra?” pertanyaan Pak
Permana ke Putra semata wayangnya.
“ Semua lancar Pah, lusa Putra akan ke Belanda menemui Kakek
papahnya.
“ Oke tidak masalah. Hati-hati jangan lupa sampaikan salam
papah dan mamah kepada kakekmu. “ Ucap Pak Permana lagi.
Perbincangan mereka berlangsung sampai malam dan mereka
menyudahi untuk segera beristirahat di kamarnya masing-masing terkecuali Putra.
Dia menuju ruang kerjanya untuk menelepon mata-mata suruhannya. Karena memang
dia menginformasikan agar orang suruhannya tersebut melaporkan kejadian hari
ini setelah Putra menghubunginya.
“Selamat malam tuan.” Sahutan dari seberang.
“ Malam, bagaimana perkembangan dengan apa yang aku suruh
kemarin, dan apakah mata-mata itu masih mengikuti adikku ?” Tanya Putra
“ Mata-mata tersebut siang tadi meninggalkan kantor Nona
Arini tuan, dan dia pergi ke Italia. Menurut Pencarian Informan pusat, dia
adalah mata-mata terlatih dari Orlando Philips grup Mafia Black Kingdom Tuan.”
Ucap mata-mata suruhan Putra.
“ Kenapa orang Italia sekelas Orlando Philips menyuruh anak
buahnya memata-matai adikku, setahuku mereka tidak pernah ada hubungan sama
sekali.” Ucap Putra.
“ Saya belum mendapat informasi lebih lanjut Tuan. Saya akan
mencari tahu dari teman-teman saya di Eropa tuan” Ucap Dika menjelaskan lagi.
__ADS_1
“Tidak usah L
lusa aku akan ke Belanda aku akan tanya beberapa rekanku di sana.”
Ucap Putra dan mengakhiri Panggilannya.
Putra termenung memikirkan adiknya, takut dia tidak dapat
menjaganya karena saat ini orang yang memata-matainya adalah salah satu saingan
Grup Mafianya di Eropa. Putra pun memikirkan beberapa rencana . Setelah cukup
larut Putra menguap dan pergi ke kamarnya untuk Istirahat.
Terlihat matahari mulai mengintip di sela gunung
memperlihatkan pagi sudah tiba, burung-burung berkicau riuh di pohon-pohon
dekat rumah Arini.
Arini yang sudah bangun dari Subuh dan sholat berjamaah di
rumah sudah mulai disibukkan olahraga bersama kakaknya berlari mengelilingi
rumah yang menjadi rutinitasnya setiap hari.
Keluarga Permana sarapan pagi bersama-sama lalu mereka
berangkat ke tujuannya masing-masing tidak lupa pamit dengan kedua orang tuanya
diselingi ciuman dipuncak kepala masing-masing anaknya. Begitulah kebiasaan
pagi mereka jika orang tuanya sedang di rumah.
Siang itu Papah Vico berkunjung ke kantor Pak Permana untuk
menyampaikan keinginannya menjodohkan anaknya dengan anak perempuan dari Pak
Permana.
Tok tok tok
“Iya masuk.” Ucap Pak Permana dari tempat duduknya.
“ Tuan Permana ada Bapak Marco di depan ingin menemui
Bapak.” Ucap Sekretaris cantik masuk dan memberitahukan apa maksud
kedatangannya pada atasannya.
“Biarkan masuk, kemarin sudah ada janji denganku. O iya
siapkan minuman dan makanan ringan untuk kita.” Ucap Pak Permana kepada
sekretarisnya.
“Baik tuan” Jawab sekretaris tersebut dan meninggalkan
ruangan atasannya dan mempersilahkan Pak Marco masuk.
“ Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu.” Ucap Pak Marco
“ Waalaikumsallam wahmatullohi wabarokatu, ayo masuk
silahkan duduk. “ Pak Permana menjawab salam Pak Marco dan mempersilahkannya
duduk.
“Begini Permana, maksud kedatanganku kesini ingin membahas
perjodohan dengan putrimu, kita kan sudah saling kenal seperti saudara bukan
hanya rekan bisnis jadi aku ingin sekali menjalin keluarga denganmu.” Ucap Pak
Marco menyampaikan keinginannya.
“ Anakmu yang tampan itu, Tapi aku tidak ingin memaksa
anakku, karena aku sendiri dulu tidak mau dijodohkan dengan orang tuaku, dan
lebih memilih ibunya Putra.” Jawab Pak Permana
__ADS_1