
“ Berarti kamu masih manusia normal Vic.” Ucap Mike sedikit
meledek kegalauan hati Vico.
“Maksud kamu apa berbicara seperti itu ? Memangnya aku
selama ini tidak normal .” Ucap Vico emosi dengan ucapan Mike
“ Bukan begitu Vic, maksudku ada juga wanita yang tidak
tertarik denganmu, begitu maksudku ?” Jelas Mike takut jika Vico marah.
“Huh.” Vic membuang nafasnya kasar
Drt drt drt . Ponsel Vico Bergetar
“ Halo anak kurang ajar dimana kamu ?” Bentak Ayah Vico
marah.
“ Kenapa Pah ?” Ucap Vico malas
“ Kamu benar-benar ingin membatalkan pernikahanmu dengan
Arini ?, Jangan sampai kamu menyesal dengan keputusanmu ini ya Vic.” Ucap Pak
Marco tegas terhadap anaknya tersebut.
“ Vico tidak tahu Pah .” Jawab Vico masih terdengar malas.
“ Oke tidak usah pulang, tidak usah menikah dengan Arini,
dan tidak usah menjadi anak papah lagi.” Jelas Papahnya yang sudah tidak bisa
menahan emosinya menangani Vico.
“ Jangan Pah, Vico akan pulang sekarang .” Jawab Vico.
Begitulah Vico walaupun dia terlihat kuat dan tangguh di depan lawan bisnis
maupun orang lain dia tetaplah merasa seorang anak yang harus berbakti kepada
orang tuanya.
“ Cepat pulang sekarang. Papah tunggu di rumah.” Jelas papah
Vico sedikit membentak anak semata wayangnya itu.
“ Iya Pah Vico Pulang.” Jawabnya dan bergegas mengambil
kunci yang dia taruh di meja dan pulang
“ Kemana Vic ?” Tanya Mike yang melihat Vico buru-buru.
“Pulang, papah marah-marah.” Ucapnya dan pergi meninggalkan
Mike.
Dasar anak itu kalau menghukum orang tidak pernah kenal
maaf dan menghancurkan perusahaan orang lain yang menghianatinya tidak kenal
ampun, selalu melawan apa pun yang menghalanginya, tapi kalau di depan orang
tuanya dia akan menjadi kucing kecil yang penurut bukan singa yang akan selalu
membantah dan meraung. Batin Mike melihat kawan dan juga bosnya itu.
Vico telah sampai di rumah.
“ Heh anak kurang ajar ? jadi bagaimana keinginanmu ?”
Teriak papahnya yang menunggu di ruang tamu kepulangan Vico sambil menampar
Vico karena dia benar-benar kesal dibuatnya, selama ini dia selalu mengajari
Vico menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas semua pilihannya, dan tidak
boleh mempermainkan wanita seenaknya merasa gagal.
“ Baiklah pah Vico akan tetap menikah dengan Arini.” Jawab
__ADS_1
Vico sudah pasrah dengan keputusan papahnya tersebut.
“ Jadi Pria itu yang bisa dipegang ucapannya, jangan
seenaknya sendiri menganggap wanita seperti itu, papah sudah memberimu
kesempatan sebelum memutuskan dan kamu sudah mengiyakan, setelah sepakat kamu
seenaknya saja bilang dibatalkan.” Ucap Pak Marco kesal dengan anaknya itu.
“ Iya pah.” Jawab Vico sambil menunduk
“ Dan satu lagi ya Vic, kalau kamu memang merasa tidak
mencintai Arini, cobalah untuk tidak menyakitinya, Papah sangat tidak suka hal
itu, kamu mengerti. Dan pernikahan bukanlah hal yang main-main ?” Ucap Pak
Marco tegas.
Begitulah Pak Marco walaupun dia sering berdebat dengan
istrinya dia tidak pernah bertindak kasar dia lebih memilih diam untuk
meredakan emosinya, selain itu dia adalah suami yang hanya setia dengan
istrinya wanita yang dinikahinya, karena hal itulah dia juga mengajarkan Vico
hal yang sama, hal ini yang membuat Vico tidak mudah didekati wanita dan Vico
sendiri tidak mau menjalin hubungan jika dia tidak serius dengan hal itu.
“ Baik Pah.” Ucap Vico yang masih tertunduk mendengar semua
omelan papahnya.
“ Ya sudah cepat istirahat sana, Apa kamu minum alkohol ?”
Tanya Papahnya lagi.
“ Iya Pah sedikit.” Jawab Vico Jujur. Satu tinjuan melayang
ke wajahnya.
parah pukulan dari papah !” tegas Pak Marco yang tidak menyukai Vico mengkonsumsi barang haram
itu.
“ Iya Pah, Vico janji tidak melakukannya lagi.” Ucap Vico
dan berlalu meninggalkan Papahnya menuju kamarnya dan membersihkan diri lalu
istirahat.
Kepulangan Putra
Siang itu Putra turun dari jet pribadi yang dia naiki sampai
di Indonesia.
“ Semua pekerjaanku beres di Belanda, walaupun sedikit yang
masih tersisa aku yakin George dan Felix bisa menyelesaikannya dengan baik.”
Gumam Putra menuju tempat penjemputan
“ Selamat siang den “ Sapa Pak Jukri yang saat itu menjemput
Putra.
“ Siang Pak, Pak antarkan saya ke Perusahaan Arini ya.”
Perintah Putra yang ingin memberi kejutan adiknya yang pulang lebih awal.
“ Baik den, silahkan masuk den.” Ucap Pak Jukri yang
membukakan pintu mobil untuk Putra.
Putra masuk dan pak Jukri menuju kursi kemudinya dan melajukan
kendaraannya ke kantor Arini.
__ADS_1
Putra yang memang pertama kali di Perusahaan adiknya itu,
dipandangi banyak karyawan perempuan yang terpesona dengan ketampanan dan
tubuhnya yang sangat menawan.
“ Iya tuan sedang mencari siapa ya ?” Tanya resepsionis.
“ Arini ada ?” Tanya Putra.
“ Nona Arini ada di ruangannya tuan, apakah tuan sudah
membuat janji bertemu ?” Tanya resepsionis itu sesuai dengan peraturan yang ada
semua orang yang ingin bertemu harus membuat janji dahulu.
“ Ruangannya dimana ?” Tanya Putra melewatkan pertanyaan
Resepsionis.
“ Ruangan nona ada di lantai paling atas tuan, keluar Lift
lurus saja di situ ruangan nona Arini berada.” Ucap Resepsionis yang menjawab
Putra, karena dia terpesona dengan sosok tampan di depannya dia lupa untuk
konfirmasi ke Arini dahulu sebelum mempersilahkan Putra naik ke atas.
“ Oke Terima kasih.” Jawab Putra lalu pergi menuju Lift.
“ Aduh tampan sekali ya pria tadi, bayanganku jadi melayang
kemana-mana andai saja aku punya suami seperti dia, Apakah dia kekasih nona ya
?” Gumamnya yang masih melihat punggung Putra yang semakin menjauh
“ Heh kamu kenapa senyum-senyum sendiri begitu ?” Tanya
rekannya yang kembali dari toilet membuyarkan lamunannya.
“ Tadi ada pria yang sangat tampan datang, seperti opa-opa
korea tapi lebih maco, bayangkan wajahnya seperti Kim So Hyun dan badannya
kekar seperti Kim Wo Bin.” Ucap resepsionis yang bertemu tadi menjelaskan sosok
putra.
“ Lalu dia kemana sekarang ?” Tanya rekannya tadi
“ Dia ingin menemui nona di ruangannya, mungkin kekasihnya.”
Ucapnya lagi
“ Kamu sudah lapor atau menanyakannya pada nona, dan
memberitahukan nama pria itu ?” Tanya Rekannya mengingatkan peraturan tamu yang
bisa bertemu Arini
“ Aduh aku lupa, aku telepon nona sekarang.” Jawabnya yang
sadar dengan kesalahannya itu
“ Kamu itu, lihat pria tampan langsung lupa segalanya, ingat
kamu itu sudah menikah dan sekarang sudah punya anak di rumah.” Ucapnya pada
resepsionis tadi
“ Aduh bukannya aku lupa dengan suami dan anakku, tapi kan
jarang-jarang bisa melihat sosok opa-opa tampan di depan mata, kita para wanita
juga perlu menyegarkan mata untuk mencegah stress, kamu tahu ?” Jawabnya yang
masih lupa menghubungi atasannya.
“ Sudah jangan berdebat denganku cepat kamu telepon nona
Arini.” Perintah rekan resepsionis tadi
__ADS_1
“ Tuh kan karena membicarakannya aku lupa lagi tugasku.”
Ucapnya dan mengambil telepon ingin menghubungi Arini.