My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
22. Pernikahan


__ADS_3

“ Berarti kamu masih manusia normal Vic.” Ucap Mike sedikit


meledek kegalauan hati Vico.


“Maksud kamu apa berbicara seperti itu ? Memangnya aku


selama ini tidak normal .” Ucap Vico emosi dengan ucapan Mike


“ Bukan begitu Vic, maksudku ada juga wanita yang tidak


tertarik denganmu, begitu maksudku ?” Jelas Mike takut jika Vico marah.


“Huh.” Vic membuang nafasnya kasar


Drt drt drt . Ponsel Vico Bergetar


“ Halo anak kurang ajar dimana kamu ?” Bentak Ayah Vico


marah.


“ Kenapa Pah ?” Ucap Vico malas


“ Kamu benar-benar ingin membatalkan pernikahanmu dengan


Arini ?, Jangan sampai kamu menyesal dengan keputusanmu ini ya Vic.” Ucap Pak


Marco tegas terhadap anaknya tersebut.


“ Vico tidak tahu Pah .” Jawab Vico  masih terdengar malas.


“ Oke tidak usah pulang, tidak usah menikah dengan Arini,


dan tidak usah menjadi anak papah lagi.” Jelas Papahnya yang sudah tidak bisa


menahan emosinya menangani Vico.


“ Jangan Pah, Vico akan pulang sekarang .” Jawab Vico.


Begitulah Vico walaupun dia terlihat kuat dan tangguh di depan lawan bisnis


maupun orang lain dia tetaplah merasa seorang anak yang harus berbakti kepada


orang tuanya.


“ Cepat pulang sekarang. Papah tunggu di rumah.” Jelas papah


Vico sedikit membentak anak semata wayangnya itu.


“ Iya Pah Vico Pulang.” Jawabnya dan bergegas mengambil


kunci yang dia taruh di meja dan pulang


“ Kemana Vic ?” Tanya Mike yang melihat Vico buru-buru.


“Pulang, papah marah-marah.” Ucapnya dan pergi meninggalkan


Mike.


Dasar anak itu kalau menghukum orang tidak pernah kenal


maaf dan menghancurkan perusahaan orang lain yang menghianatinya tidak kenal


ampun, selalu melawan apa pun yang menghalanginya, tapi kalau di depan orang


tuanya dia akan menjadi kucing kecil yang penurut bukan singa yang akan selalu


membantah dan meraung. Batin Mike melihat kawan dan juga bosnya itu.


Vico telah sampai di rumah.


“ Heh anak kurang ajar ? jadi bagaimana keinginanmu ?”


Teriak papahnya yang menunggu di ruang tamu kepulangan Vico sambil menampar


Vico karena dia benar-benar kesal dibuatnya, selama ini dia selalu mengajari


Vico menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas semua pilihannya, dan tidak


boleh mempermainkan wanita seenaknya merasa gagal.


“ Baiklah pah Vico akan tetap menikah dengan Arini.” Jawab

__ADS_1


Vico sudah pasrah dengan keputusan papahnya tersebut.


“ Jadi Pria itu yang bisa dipegang ucapannya, jangan


seenaknya sendiri menganggap wanita seperti itu, papah sudah memberimu


kesempatan sebelum memutuskan dan kamu sudah mengiyakan, setelah sepakat kamu


seenaknya saja bilang dibatalkan.” Ucap Pak Marco kesal dengan anaknya itu.


“ Iya pah.” Jawab Vico sambil menunduk


“ Dan satu lagi ya Vic, kalau kamu memang merasa tidak


mencintai Arini, cobalah untuk tidak menyakitinya, Papah sangat tidak suka hal


itu, kamu mengerti. Dan pernikahan bukanlah hal yang main-main ?” Ucap Pak


Marco tegas.


Begitulah Pak Marco walaupun dia sering berdebat dengan


istrinya dia tidak pernah bertindak kasar dia lebih memilih diam untuk


meredakan emosinya, selain itu dia adalah suami yang hanya setia dengan


istrinya wanita yang dinikahinya, karena hal itulah dia juga mengajarkan Vico


hal yang sama, hal ini yang membuat Vico tidak mudah didekati wanita dan Vico


sendiri tidak mau menjalin hubungan jika dia tidak serius dengan hal itu.


“ Baik Pah.” Ucap Vico yang masih tertunduk mendengar semua


omelan papahnya.


“ Ya sudah cepat istirahat sana, Apa kamu minum alkohol ?”


Tanya Papahnya lagi.


“ Iya Pah sedikit.” Jawab Vico Jujur. Satu tinjuan melayang


ke wajahnya.


parah pukulan dari papah !” tegas Pak Marco yang tidak menyukai Vico mengkonsumsi barang haram


itu.


“ Iya Pah, Vico janji tidak melakukannya lagi.” Ucap Vico


dan berlalu meninggalkan Papahnya menuju kamarnya dan membersihkan diri lalu


istirahat.


Kepulangan Putra


Siang itu Putra turun dari jet pribadi yang dia naiki sampai


di Indonesia.


“ Semua pekerjaanku beres di Belanda, walaupun sedikit yang


masih tersisa aku yakin George dan Felix bisa menyelesaikannya dengan baik.”


Gumam Putra menuju tempat penjemputan


“ Selamat siang den “ Sapa Pak Jukri yang saat itu menjemput


Putra.


“ Siang Pak, Pak antarkan saya ke Perusahaan Arini ya.”


Perintah Putra yang ingin memberi kejutan adiknya yang pulang lebih awal.


“ Baik den, silahkan masuk den.” Ucap Pak Jukri yang


membukakan pintu mobil untuk Putra.


Putra masuk dan pak Jukri menuju kursi kemudinya dan melajukan


kendaraannya ke kantor Arini.

__ADS_1


Putra yang memang pertama kali di Perusahaan adiknya itu,


dipandangi banyak karyawan perempuan yang terpesona dengan ketampanan dan


tubuhnya yang sangat menawan.


“ Iya tuan sedang mencari siapa ya ?” Tanya resepsionis.


“ Arini ada ?” Tanya Putra.


“ Nona Arini ada di ruangannya tuan, apakah tuan sudah


membuat janji bertemu ?” Tanya resepsionis itu sesuai dengan peraturan yang ada


semua orang yang ingin bertemu harus membuat janji dahulu.


“ Ruangannya dimana ?” Tanya Putra melewatkan pertanyaan


Resepsionis.


“ Ruangan nona ada di lantai paling atas tuan, keluar Lift


lurus saja di situ ruangan nona Arini berada.” Ucap Resepsionis yang menjawab


Putra, karena dia terpesona dengan sosok tampan di depannya dia lupa untuk


konfirmasi ke Arini dahulu sebelum mempersilahkan Putra naik ke atas.


“ Oke Terima kasih.” Jawab Putra lalu pergi menuju Lift.


“ Aduh tampan sekali ya pria tadi, bayanganku jadi melayang


kemana-mana andai saja aku punya suami seperti dia, Apakah dia kekasih nona ya


?” Gumamnya yang masih melihat punggung Putra yang semakin menjauh


“ Heh kamu kenapa senyum-senyum sendiri begitu ?” Tanya


rekannya yang kembali dari toilet membuyarkan lamunannya.


“ Tadi ada pria yang sangat tampan datang, seperti opa-opa


korea tapi lebih maco, bayangkan wajahnya seperti Kim So Hyun dan badannya


kekar seperti Kim Wo Bin.” Ucap resepsionis yang bertemu tadi menjelaskan sosok


putra.


“ Lalu dia kemana sekarang ?” Tanya rekannya tadi


“ Dia ingin menemui nona di ruangannya, mungkin kekasihnya.”


Ucapnya lagi


“ Kamu sudah lapor atau menanyakannya pada nona, dan


memberitahukan nama pria itu ?” Tanya Rekannya mengingatkan peraturan tamu yang


bisa bertemu Arini


“ Aduh aku lupa, aku telepon nona sekarang.” Jawabnya yang


sadar dengan kesalahannya itu


“ Kamu itu, lihat pria tampan langsung lupa segalanya, ingat


kamu itu sudah menikah dan sekarang sudah punya anak di rumah.” Ucapnya pada


resepsionis tadi


“ Aduh bukannya aku lupa dengan suami dan anakku, tapi kan


jarang-jarang bisa melihat sosok opa-opa tampan di depan mata, kita para wanita


juga perlu menyegarkan mata untuk mencegah stress, kamu tahu ?” Jawabnya yang


masih lupa menghubungi atasannya.


“ Sudah jangan berdebat denganku cepat kamu telepon nona


Arini.” Perintah rekan resepsionis tadi

__ADS_1


“ Tuh kan karena membicarakannya aku lupa lagi tugasku.”


Ucapnya dan mengambil telepon ingin menghubungi Arini.


__ADS_2