My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
10. Keanehan Vico


__ADS_3

“ Kim menurut kamu aku atau pria tadi yang lebih tampan ?”


Pertanyaan aneh terlontar dari mulut Vico.


Apakah Anda tidak pernah sadar setiap wanita yang menatap


Anda Tuan Vico, dari tadi saja kita duduk di sini banyak wanita yang memperhatikanmu


tapi Tuan sama sekali tidak melihatnya. Anda sangat tampan Tuan. Batin


sekretaris Kim.


“ Anda jauh lebih tampan dari pria tadi tuan.” Jawab


sekretaris Kim.


“Kim cari tahu laki-laki tadi dan apa hubungannya dengan


Arini.” Perintah Vico pada sekretaris Kim


“ Baik Tuan.” Jawab sekretarisnya singkat.


Mereka sebenarnya datang ke Mall tersebut untuk meninjau


serta mengecek laporan keuangan tetapi mereka berhenti sebentar di restoran


tersebut untuk membeli minum sebentar, tapi karena melihat Arini Vico mengurungkan


pekerjaannya tersebut dan berakhir menguping pembicaraan Arini dan Aldo karena


rasa penasarannya. Sekretaris Kim yang memang sudah memahami keinginan tuannya


hanya mengikutinya saja dan duduk diam di depan tuannya ikut mendengarkan tanpa


menatapnya.


“Ayo kita kembali ke kantor Kim !” Ajak Vico


“Bagaimana dengan  Inspeksi dan laporannya tuan ?” Sekretaris Kim mengingatkan tujuan


utamanya datang ke Mall tersebut sebelumnya.


“Suruh mereka mengirimnya hari ini.” Jawab Vico yang memang


tidak lagi berselera untuk Inspeksi dan mengecek Mall miliknya tersebut.


“Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim lalu mengikuti Tuannya


menuju tempat parkir.


Sesampainya di tempat parkir sekretaris Kim membukakan pintu


untuk Vico, lalu melajukan kendaraannya menuju kantor Angkasa Grup.


Sesampainya di kantor Vico segera masuk ke ruang kerjanya,


sekretaris Kim tidak mengikuti Vico masuk ke ruang kerjanya dia masuk ke ruang


kerjanya sendiri.


Sekretaris Kim menelepon pengelola pusat perbelanjaan yang


mereka sempat datangi tadi, memintanya menyerahkan Laporan hari ini. Selain itu


sekretaris Kim juga menghubungi anak buahnya yang lain untuk mencari tahu


tentang Aldo.


Sejenak sekretaris Kim memikirkan apa yang telah terjadi


hari ini dengan Vico yang bertingkah cukup aneh.


Ruangan Vico


Terlihat Vico membuat panggilan telepon dengan seseorang.


“Halo, Iya Vic kenapa menghubungi papah ?” Tanya papahnya


yang sebenarnya mengerti kenapa Vico menghubunginya, yang tak lain pasti


masalah permintaan Vico yang ingin dijodohkan dengan Arini.

__ADS_1


“Bagaimana Pah pertemuannya dengan Om Permana ?” Tanya Vico


to the point.


“Oh sepertinya tidak bisa Vic, Arini sudah dijodohkan dari


lahir oleh keluarganya.” Jawab papah Vico berbohong pada putranya.


“Oh ya sudah Pah, terima kasih ya papah sudah mau menuruti permintaan


Vico, Bye pah.” Jawab Vico lemas mendengar pernyataan papahnya yang membuat dia


sangat kecewa, dia pun segera mengakhiri panggilan tersebut.


“ Sebentar dulu Vic.” Ucapan papahnya tersebut sudah


terputus dengan panggilan Vico.


Aduh anak ini orang tua belum selesai bicara dimatikan


padahal kan aku bercanda barusan. Batin Pak Marco sambil


menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Kim datang ke ruanganku sekarang.” Perintah Vico melalui


panggilan telepon kantornya.


Tidak selang lama sekretaris Kim memasuki ruangan Vico.


“Iya tuan, ada yang tuan perlukan ?” Tanya sekretaris Kim


sambil memandang Wajah Tuannya yang terlihat masam.


“Jadwalku selanjutnya apa ?” Tanyanya pada sekretarisnya


tersebut.


“Nanti sore ada pertemuan dengan Klien dari Australia Tuan,


setelah itu makan malam dengan Pak Ardan untuk membahas proyek perumahan.”


Jawab sekretaris Kim menjelaskan agenda Vico selanjutnya.


Ungkap Vico lagi.


“Baik Tuan”. Jawab sekretaris Kim.


Vico merasa hatinya hancur baru pertama kali ini dia


mengalami perasaan seperti ini yang sangat serius dengan wanita tapi sudah


harus pupus sebelum memulainya. Jangankan untuk menikah mendekatinya saja dia


sudah tidak bisa. Sebenarnya Vico pernah sekali menjalin hubungan dengan wanita


dia adalah Poppy Ardinata seorang model internasional dan anak dari pengusaha


yang terkenal dalam negeri tapi hubungannya kandas karena Poppy menghianatinya


saat melakukan pekerjaannya di luar negeri. Sejak saat itu Vico tidak tertarik menjalin


hubungan karena memang hubungannya dengan Poppy sangat lama dari mulai SMA


sampai mereka meneruskan di Universitas yang sama di Inggris. Vico juga


berpikir mungkin ini karma karena selama ini setiap dia dikenalkan dengan


wanita anak dari beberapa rekan bisnis Papahnya selalu menolak dan perlakuannya


yang dingin kepada wanita yang menyukainya.


Agenda hari ini selesai semua, Vico dan sekretaris Kim


menuju ke salah satu tempat hiburan malam nomor satu di kota tersebut.


Terlihat beberapa temannya berada di ruangan yang biasa


mereka tempati.


Mike, Peter, Zack dan Rezky duduk sambil ditemani berbagai

__ADS_1


jenis minuman dan wanita cantik tentunya.


“ Tumben kesini kamu Vic, ada masalah apa bro ?” Mike


bertanya karena Vico jarang sekali ke tempat hiburan malam kecuali ada masalah


pertemuan bisnis, atau hal lain mengenai perasaannya.


“ Tidak ada, aku hanya ingin kesini saja.” Ungkap Vico


berbohong kepada teman-temannya.


Sekretaris Kim ikut memasuki ruangan tersebut dan duduk di


sebelah kanan Vico.


“Kim pesankan jus jeruk ya ?” Pinta Vico pada sekretaris


Kim, walaupun tempat hiburan itu miliknya, kepemilikan ini tanpa diketahui


orang tuanya. Hanya sekretaris Kim dan 4 temannya tersebut yang tahu, karena


memang dia menyerahkan pengelolaannya pada Mike.


“Baik Tuan, akan saya ambilkan.” Jawab sekretaris Kim dan


berlalu mengambilkan pesanan Tuannya tersebut. Iya Vico memang tidak terlalu


suka minum minuman beralkohol dia lebih menyukai Jus jeruk saat datang ke


tempat itu, teman-temannya sudah biasa melihat kebiasaan tersebut.


Vico duduk dan ditemani salah satu wanita, wanita tersebut


hanya duduk dan mengambilkan air putih dengan ditaruh beberapa es batu tanpa


menyentuh atau bertindak lebih pada Vico. Vico meminum air tersebut, Vico


memang tidak suka disentuh orang asing apalagi bermain-main dengan wanita.


Sekretaris Kim datang dan membawakan segelas jus jeruk pesanan Vico.


“Silahkan Tuan.” Sekretaris Kim menaruh di dekat Vico dan


mempersilahkan untuk minum.


“Terima kasih Kim” Jawab Vico singkat.


Vico menatap Mike memberikan isyarat agar menyuruh


wanita-wanita yang ada di dalam pergi.


“Ladies silahkan pergi dulu nanti kalau ada perlu lagi akan aku


panggil.” Ucap Mike.


Semua wanita yang berjumlah enam orang dengan penampilan


seksi dan wajah aduhai meninggalkan ruangan tersebut. Saat semua wanita sudah


pergi meninggalkan mereka berenam Vico memulai pembicaraannya.


“Mike bagaimana keadaan disini ?” Tanyanya pada Mike


“ Lancar Vic, ada peningkatan pelanggan serta ada beberapa


penghibur baru.” Jawab Mike


“ Untuk pesanan pelanggan senjata kemarin bagaimana Zack ?”


Viko beralih ke Zack.


“Sudah siap, kapal sudah sandar kemarin saat ini sedang aku


atur pengirimannya ke klien.” Jawab Zack.


“Untuk beberapa masalah di cabang Jerman sudah aku bereskan


Vic.” Peter memberi informasi sebelum Vico bertanya padanya.


“ Pamanmu saat ini mulai bergerak merambah Asia Vic, dia

__ADS_1


mengajak beberapa rekan bisnis gelap untuk membantunya, menghancurkanmu dan


Orlando.” Jawab Rezky.


__ADS_2