My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Hukuman Fernando


__ADS_3

Flash Back On


Setelah penculikan Arini Vico menyelidiki kejadian itu


dengan serius dan meminta anak buahnya mengabari secepatnya siapa dalang dari


aksi penculikan yang membuat Arini terluka.


Setelah 2 hari penyelidikan yang dilakukan tanpa henti diketahui


otak rencana itu adalah paman Vico.


Vico lalu menyuruh anak buahnya membawa Pamannya ke suatu


gudang Tua.


Kala itu Paman Vico terlihat di markasnya dan akan pergi


bersama beberapa pengawalnya untuk berangkat ke kantor tapi saat di perjalanan


di hentikan banyak anak buah Vico. Semua anak buah Paman Vico di habisi di


tempat dan di masukkan pada sebuah Van hitam untuk menghilangkan jejak


pembunuhan dengan membuang seluruh mayatnya pada sebuah sumur tua.


“ Apa yang kalian lakukan ?” Terlihat Paman Vico tidak dapat


berkutik saat menunggu semua anak buahnya dengan berada di dalam mobil.


“ Anda harus ikut saya sekarang ?” Ucap seorang pria tinggi


kekar besar berkulit coklat mendekati Fernando yang berada di dalam Mobil.


“ Tidak, jangan mendekat aku akan menghabisi kalian jika


kalian mendekat.” Ucap Fernando sambil menodongkan sebuah pistol yang biasa dia


bawa untuk berjaga-jaga.


“ Tembak saja, cepat ikut saya sebelum kesabaran saya


habis.” Ucap Pria itu tidak takut bahkan semakin mendekat dan menarik tangan


Fernando.


Duarrrr duarrr duaarrr


Bunyi tembakan yang dikeluarkan dari suari pistol yang di


pegang Fernando mengenai kepala pria itu.


“ Hahaha kamu kira itu akan mempan.” Ucap Pria tadi lalu


melepas topeng karet yang dia pakai yang sudah menggunakan teknologi canggih


yang dikembangkan perusahaan Orlando di mana akan tahan dengan tembakan dan


tidak akan dapat tertembus oleh pistol atau senapan tercanggih pun.


Trek trek trek


Terdengar suara tembakan sudah tidak mengeluarkan pelurunya


karena sudah habis ditembakkan.


“ Sudah tidak usah banyak melawan, cepat ikut.” Ucap Pria


satu lagi yang datang membantu dan menyeret Fernando masuk ke dalam mobil untuk


membawanya ke tempat yang sudah di perintahkan Vico.


Fernando lalu di ikat dan di gantung di dinding dengan rantai


dengan mata ditutup dan mulut terbungkam kain yang diikat.


Markas Besar Black Kingdom


Drt drt drt


“ Tuan perintah sudah kami selesaikan, Fernando sudah di

__ADS_1


gudang.” Ucap penelpon pada Vico.


“ Oke aku akan ke sana sekarang.” Jawab Vico dan menyeringai


puas dengan kerja anak buahnya.


“Bagaimana Vic, sudah beres ya, aku ikut membereskan pamanmu


yang melukai kakak ipar ya ?” Ucap Orlando yang mendengar dari dekat Vico.


“ Tidak perlu, aku akan memberikan pelajaran padanya.” Jawab


Vico lalu bergegas pergi dari markas ditemani sekretaris Kim ke Gudang yang


sudah mereka tentukan.


Sebelumnya Vico mengantar Arini pulang ke Indonesia dan dia


langsung kembali ke Eropa untuk membereskan masalah penculikan Arini ditemani


sekretaris dan juga teman setianya Kim.


Sekretaris Kim lalu segera membukakan pintu untuk Vico dan


mengendarainya ke Gudang di mana Fernando di sekap.


“Tuan Vico selamat datang.” Ucap semua anak buah Vico.


“ Ya di mana Fernando ?” Tanya Vico saat akan memasuki Gudang


tua itu.


“ Silakan ikuti saya tuan.” Jawab pria berpakaian serba


hitam itu dan mengantar Vico ke tempat Fernando di gantung.


“ Hai Paman.” Ucap Vico pertama kali melihat pamannya


tergantung di dinding.


“ MMMMmMMMmMHHHH.” Terdengar suara Fernando dengan mulut


“ Buka penutup mulutnya dan matanya.” Perintah Vico pada


anak buahnya.


Dua anak buah Vico lalu berjalan mendekat dan melepas


penutup mata dan mulut Fernando.


“ Dasar anak kurang ajar, lepaskan aku.” Ucapnya setelah


mulutnya terbuka sambil meronta-ronta.


“ Oh Fernando kenapa kamu bermain-main denganku, aku sudah


tidak peduli dengan harta kakek dan perusahaannya, kamu yang mengelolanya


hingga ingin menghancurkannya, tapi kenapa kamu masih menggangguku ?” Ucap Vico


terlihat sangat marah dan memegang dagu Paman sekaligus musuhnya itu.


“ Apa yang kamu katakan aku tidak mengerti.” Ucap Fernando


mengelak perbuatannya pada Arini.


“ Paman, aku bukan anak kecil yang bisa di ajak bermain jadi


paman tidak perlu berakting tidak bersalah, aku sudah menyelidikinya dan semua


bukti tertuju padamu.” Ucap Vico menatap Pamannya tajam ada rasa ingin membunuh


pria yang masih menjadi keluarga dari darah ibunya itu.


“ Aku tidak melakukannya.” Jawab Fernando tetap tidak mau


mengaku.


“ Apa paman ingin mulut paman aku robek, sekarang juga ?”


Ucap Vico lagi dan mulai melepaskan tangannya dari wajah paman dan berlalu

__ADS_1


pergi.


“ Jangan-jangan, maafkan aku, berikan semua sahammu di


Perusahaan Ayah, aku pasti tidak akan mengganggumu lagi.” Ucap Fernando masih


sempat menawar akan apa yang sudah terjadi itu.


“ Hahahahahaha Paman apakah kamu sedang membuat lelucon, itu


sangat lucu, apakah tepat jika kamu tawar menawar denganku saat keadaanmu


seperti ini.” Ucap Vico memandang sinis pada Pamannya.


“ Apa yang kamu mau, cepat lepaskan aku.” Ucap Pamannya


dengan berteriak dan meronta.


“ Berikan semua saham yang kakek wariskan pada paman dan


berikan semua warisan yang paman terima juga, aku ingin melihat paman tidak


punya apa-apa karena sepertinya memiliki banyak pun paman tidak bersyukur


tetapi malah serakah.” Ucap Vico dan tersenyum sinis.


“ Kamu keponakan durhaka, beraninya kamu meminta hal itu.”


Ucap Fernando dengan mata berapi-api.


“ Paman ingin disiksa di sini selamanya juga tidak apa-apa,


sampai jumpa ?” Ucap Vico lalu berjalan keluar dengan sekretaris Kim.


“ Tunggu-tunggu baiklah.” Jawab Fernando tidak mau mati


sia-sia toh kalau hanya harta dia masih bisa merebutnya lagi.


“ Turunkan dia, dan borgol tangan kirinya dengan meja serta


ikat kakinya pada kursi biarkan tangan kanannya leluasa untuk tanda tangan.”


Ucap Vico memerintah anak buahnya.


“ Baik Tuan.” Jawab anak buah Vico dan melaksanakan perintah


itu.


“ Kim berikan dokumen pemindahan aset pada paman agar bisa


segera ditanda tangani.” Perintah Vico pada sekretaris Kim.


Sekretaris Kim lalu berjalan menuju meja di mana Fernando


diikat dan menyuruhnya untuk tanda tangan di tempat yang ditentukan.


“ Aku sudah melakukan yang kamu mau lepaskan aku.” Ucap


Fernando setelah menandatangani dokumen tersebut.


“ Oh terima kasih Paman, dan satu lagi.” Ucap Putra pada


Fernando dan memberi kode pada anak buahnya dengan membuat bentuk lingakaran


dari jari telunjuk dan jempolnya memberi kode untuk merusak mata kanan


pamannya.


“ Paman jangan pernah menggangguku lagi atau siapa pun orang


terdekatku, jika tidak jangan salahkan Vico yang kejam ini tidak akan


mengampuni paman seperti ini dan membiarkan paman dapat bernafas dan menikmati


dunia yang indah ini.” Ucap Vico dekat dengan telinga Pamannya setiap kata-kata


yang dia ucapkan tidak pernah main-main.


Vico lalu pergi meninggalkan Gudang itu bersama sekretaris


Kim.

__ADS_1


__ADS_2