
“ Halo Arini, kamu sedang apa ?” Tanya Vico seperti anak SMA
yang baru menjalin hubungan dengan seorang wanita.
“ Aku sedang mengerjakan beberapa desain untuk klien, ada
apa Vic ?” Terlihat Arini memang sibuk di ruangan itu dia terlihat desain yang belum
selesai di layar komputernya dan kertas desain yang tertata tidak rapi di
depannya.
“ Sore ini aku jemput ya, kita jalan-jalan.” Ajak Vico pada
Arini.
“ Baiklah .” Jawab Arini karena jika pun dia menolak Vico
akan tetap menjemput dan melakukannya seperti yang biasa terjadi
sebelum-sebelumnya.
“ Oke jam 5 aku akan ke kantormu.” Ucap Vico memberi
informasi waktu kedatangannya pada Arini.
“ Oke.” Jawab Arini lagi, ada seulas senyum kecil dari wajah
cantik Arini.
“ Yes, oke hari ini aku akan pergi dengan dia.” Ucap Vico
sambil mengepalkan tangannya dan terlihat sangat senang dengan beberapa rencana
yang masih menjadi pemikirannya untuk dilakukan dengan Arini malam ini.
Tok tok tok
“Masuk.” Sahut Vico kembali mode dingin dan fokus dengan
pekerjaannya.
“ Tuan Vico, ada Tuan Haris datang apakah boleh masuk ?”
Tanya sekretaris seksi yang menjadi bawahan sekretaris Kim selama ini.
“ Iya biarkan dia masuk.” Ucap Vico masih tetap menatap
layar komputer di depannya tanpa menoleh sedikit pun dengan sekretaris cantik seksi
dengan rok mini warna hitam dan dada yang cukup besar tertutup kemeja warna
biru.
“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris itu lalu meninggalkan ruangan
Vico
Tuan Vico apakah sudah tidak menyukai wanita setelah
berpisah dengan nona Poppy, selama ini dia tidak pernah sama sekali dekat
dengan wanita lain, bahkan nona Velove saja sudah tidak diijinkan masuk
ruangannya, aku selalu berdandan cantik dan berpakaian seksi untuk mendapat
perhatiannya tidak pernah dilirik. Batin wanita cantik itu geram pada
tingkah bos tempatnya bekerja beberapa tahun itu.
Sekretaris cantik tadi kembali ke meja kerjanya dan
menghubungi resepsionis untuk membiarkan Haris masuk.
“ Tuan Haris saya sudah dapat konfirmasi dari sekretaris
Tuan Vico Anda diperbolehkan ke ruangannya sekarang.” Ucap resepsionis di meja
__ADS_1
depan menghampiri Haris yang duduk di sofa ruang tunggu.
“ Oke Thank you.” Ucap Haris dan bergegas meninggalkan ruang
tunggu setelah mendapat lampu hijau dari pemilik gedung yang ingin dia temui
berjalan ke lift dan sekarang sudah berada di depan ruangan Vico.
“ Hai bro.” Ucap
Haris lalu menduduknya tubuhnya kasar di sofa empuk depan meja Vico.
“ Kenapa lagi kamu kesini, dasar pimpinan tidak punya
kerjaan.” Ucap Vico menyindir tanpa menatap wajah Haris.
“ pekerjaanku selesai jadi aku menemuimu.” Ucap Haris yang
sekarang mulai berdiri untuk minta sekretaris depan membuatkan dia minuman.
“ Buatkan minuman untukku ya.” Ucap Haris pada sekretaris
cantik di depan.
“ Baik tuan.” Jawab sekretaris itu.
Haris kembali duduk di sofa empuknya tadi.
“ Kalau kamu terlalu nganggur kerjalah padaku urusi proyek
pembangunan milikku.” Ucap Vico lagi yang sekarang sudah meninggalkan kursinya dan
berjalan mendekati Haris.
“ Aku sedang bad mood ini hibur dong, jangan hanya
diledekin.” Curhat dari Haris dan mencebikkan bibirnya pada Vico yang sudah
terduduk di sampingnya.
“ Bad mod kenapa lagi, bukannya tidak pernah punya kerjaan
“ Aku sedang patah hati Vic.” Ucap Haris lalu memasang
ekspresi sedih yang dibuat-buat.
“ Katanya tidak menjalin hubungan kok patah hati,
jangan-jangan patah hati karena kucing kesayanganmu memilih kucing tetangga
dari pada kamu ya ?” Ucap Vico masih tetap meledek kesukaan Haris pada kucing
betina warna putih dengan bulu tebal yang menjadi kesayangan Haris sejak dulu.
“ Heiiiiii jangan begitu bro, kamu ingat wanita yang pernah
aku ceritakan dulu saat awal kuliah, dan aku mencarinya sampai sekarang, dan
beberapa hari lalu aku bertemu dengannya ternyata dia sudah menikah,
huhuhuhuhuhuhu.” Ucap Haris merasa kecewa dengan curahan hatinya meratapi
nasibnya itu.
“ Ya sudahlah, bukannya jejeran cewek buat kamu masih banyak
?” Ucap Vico yang sedikit tersentuh dengan cerita Haris yang menjadi temannya
sejak kuliah itu.
“ Aku tahu, aku sering bertemu berbagai tipe wanita selama
ini tapi tidak ada yang seperti dia, Heeh.” Ucap Haris mengela nafas sedih dan
menundukkan wajah tampannya.
“ Kamu itu laki-laki jangan seperti itu, cari saja yang
__ADS_1
lain.” Ucap Vico lagi memberi dukungan pada Haris sambil menepuk pundaknya
cukup keras.
“ Sakit Vic, eh bagaimana kalau malam ini temani aku ke
tempat biasa, aku ingin bersenang-senang denganmu ?” Ajak Haris sambil mengusap
pundaknya yang terkenal pukulan Vico cukup keras.
“ Aku malam ini sibuk, tidak bisa menemani pria yang sedang
patah hati.” Tolak Vico yang memang sudah punya acara dengan Arini.
“ Kamu itu tidak setia kawan, sibuk apa sih kamu itu ? suruh
saja Kim untuk beresin.” Jelas Haris masih ingin mengajak temannya itu pergi
bersamanya.
“ Aku ada acara, tidak bisa di wakilkan sama Kim enak saja.”
Jelas Vico ada sirat senyum kecil dari wajahnya memikirkan rencananya hari ini.
“ Acara apa sampai tidak bisa diwakilkan sama Kim, Ayolah
temani aku, aku kan selalu ada buat kamu saat kamu patah hati masa kamu gak mau
menemaniku.” Ucap Haris memasang wajah iba bak ekspresi kucing memohon yang
sangat tidak cocok dengan wajah garangnya.
“ Apaan sih kamu itu, aku tidak bisa, besok saja aku tidak
ada rencana bagaimana ?” Ucap Vico sambil menepuk wajah Haris yang aneh menurutnya
itu.
“ Baiklah.” Ucap Harus setuju dengan Vico
Tok tok tok
“ Masuk.” Sahut Vico mendengar pintu ruangannya di ketuk.
Sekretaris seksi membawakan minuman untuk Haris dan Vico 2
cangkir kopi, terulas senyum manis dari wajahnya ingin terlihat ramah atau mungkin
hanya ingin sekedar menggoda pria tampan yang sedang berdua di ruangan itu.
Setelah meletakkan minuman sekretaris seksi itu pamit dan
meninggalkan ruangan itu.
“ Sekretaris kamu seksi-seksi sekali bro, apa kamu yang
membuat peraturan itu ?” Tanya Haris menggoda Vico sambil menyenggol lengan
Vico dan menaikkan alisnya.
“ Sembarangan enggaklah, toh aku juga tidak tertarik dengan
mereka, aku kan sudah ada yang punya.” Ucap Vico sambil tersenyum mengejek
pada Haris yang jomblo.
“ Aku jadi ingin ketemu dengan istri kamu, sampai-sampai
kamu tidak tertarik dengan wanita lain.” Ucap Haris dengan menatap erat pada
Vico.
“ Mau apa kamu bertemu istriku ?” Tanya Vico dengan sedikit
amarah karena tidak suka dengan kalimat yang Haris ucapkan barusan.
“ Begitu saja kamu sewot, ya hanya bertemu saja.” Ucap Haris
__ADS_1
menanggapi amarah Vico.