My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Patah Hati


__ADS_3

“ Halo Arini, kamu sedang apa ?” Tanya Vico seperti anak SMA


yang baru menjalin hubungan dengan seorang wanita.


“ Aku sedang mengerjakan beberapa desain untuk klien, ada


apa Vic ?” Terlihat Arini memang sibuk di ruangan itu dia terlihat desain yang belum


selesai di layar komputernya dan kertas desain yang tertata tidak rapi di


depannya.


“ Sore ini aku jemput ya, kita jalan-jalan.” Ajak Vico pada


Arini.


“ Baiklah .” Jawab Arini karena jika pun dia menolak Vico


akan tetap menjemput dan melakukannya seperti yang biasa terjadi


sebelum-sebelumnya.


“ Oke jam 5 aku akan ke kantormu.” Ucap Vico memberi


informasi waktu kedatangannya pada Arini.


“ Oke.” Jawab Arini lagi, ada seulas senyum kecil dari wajah


cantik Arini.


“ Yes, oke hari ini aku akan pergi dengan dia.” Ucap Vico


sambil mengepalkan tangannya dan terlihat sangat senang dengan beberapa rencana


yang masih menjadi pemikirannya untuk dilakukan dengan Arini malam ini.


Tok tok tok


“Masuk.” Sahut Vico kembali mode dingin dan fokus dengan


pekerjaannya.


“ Tuan Vico, ada Tuan Haris datang apakah boleh masuk ?”


Tanya sekretaris seksi yang menjadi bawahan sekretaris Kim selama ini.


“ Iya biarkan dia masuk.” Ucap Vico masih tetap menatap


layar komputer di depannya tanpa menoleh sedikit pun dengan sekretaris cantik seksi


dengan rok mini warna hitam dan dada yang cukup besar tertutup kemeja warna


biru.


“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris itu lalu meninggalkan ruangan


Vico


Tuan Vico apakah sudah tidak menyukai wanita setelah


berpisah dengan nona Poppy, selama ini dia tidak pernah sama sekali dekat


dengan wanita lain, bahkan nona Velove saja sudah tidak diijinkan masuk


ruangannya, aku selalu berdandan cantik dan berpakaian seksi untuk mendapat


perhatiannya tidak pernah dilirik. Batin wanita cantik itu geram pada


tingkah bos tempatnya bekerja beberapa tahun itu.


Sekretaris cantik tadi kembali ke meja kerjanya dan


menghubungi resepsionis untuk membiarkan Haris masuk.


“ Tuan Haris saya sudah dapat konfirmasi dari sekretaris


Tuan Vico Anda diperbolehkan ke ruangannya sekarang.” Ucap resepsionis di meja

__ADS_1


depan menghampiri Haris yang duduk di sofa ruang tunggu.


“ Oke Thank you.” Ucap Haris dan bergegas meninggalkan ruang


tunggu setelah mendapat lampu hijau dari pemilik gedung yang ingin dia temui


berjalan ke lift dan sekarang sudah berada di depan ruangan Vico.


“ Hai bro.”  Ucap


Haris lalu menduduknya tubuhnya kasar di sofa empuk depan meja Vico.


“ Kenapa lagi kamu kesini, dasar pimpinan tidak punya


kerjaan.” Ucap Vico menyindir tanpa menatap wajah Haris.


“ pekerjaanku selesai jadi aku menemuimu.” Ucap Haris yang


sekarang mulai berdiri untuk minta sekretaris depan membuatkan dia minuman.


“ Buatkan minuman untukku ya.” Ucap Haris pada sekretaris


cantik di depan.


“ Baik tuan.” Jawab sekretaris itu.


Haris kembali duduk di sofa empuknya tadi.


“ Kalau kamu terlalu nganggur kerjalah padaku urusi proyek


pembangunan milikku.” Ucap Vico lagi yang sekarang sudah meninggalkan kursinya dan


berjalan mendekati Haris.


“ Aku sedang bad mood ini hibur dong, jangan hanya


diledekin.” Curhat dari Haris dan mencebikkan bibirnya pada Vico yang sudah


terduduk di sampingnya.


“ Bad mod kenapa lagi, bukannya tidak pernah punya kerjaan


“ Aku sedang patah hati Vic.” Ucap Haris lalu memasang


ekspresi sedih yang dibuat-buat.


“ Katanya tidak menjalin hubungan kok patah hati,


jangan-jangan patah hati karena kucing kesayanganmu memilih kucing tetangga


dari pada kamu ya ?” Ucap Vico masih tetap meledek kesukaan Haris pada kucing


betina warna putih dengan bulu tebal yang menjadi kesayangan Haris sejak dulu.


“ Heiiiiii jangan begitu bro, kamu ingat wanita yang pernah


aku ceritakan dulu saat awal kuliah, dan aku mencarinya sampai sekarang, dan


beberapa hari lalu aku bertemu dengannya ternyata dia sudah menikah,


huhuhuhuhuhuhu.” Ucap Haris merasa kecewa dengan curahan hatinya meratapi


nasibnya itu.


“ Ya sudahlah, bukannya jejeran cewek buat kamu masih banyak


?” Ucap Vico yang sedikit tersentuh dengan cerita Haris yang menjadi temannya


sejak kuliah itu.


“ Aku tahu, aku sering bertemu berbagai tipe wanita selama


ini tapi tidak ada yang seperti dia, Heeh.” Ucap Haris mengela nafas sedih dan


menundukkan wajah tampannya.


“ Kamu itu laki-laki jangan seperti itu, cari saja yang

__ADS_1


lain.” Ucap Vico lagi memberi dukungan pada Haris sambil menepuk pundaknya


cukup keras.


“ Sakit Vic, eh bagaimana kalau malam ini temani aku ke


tempat biasa, aku ingin bersenang-senang denganmu ?” Ajak Haris sambil mengusap


pundaknya yang terkenal pukulan Vico cukup keras.


“ Aku malam ini sibuk, tidak bisa menemani pria yang sedang


patah hati.” Tolak Vico yang memang sudah punya acara dengan Arini.


“ Kamu itu tidak setia kawan, sibuk apa sih kamu itu ? suruh


saja Kim untuk beresin.” Jelas Haris masih ingin mengajak temannya itu pergi


bersamanya.


“ Aku ada acara, tidak bisa di wakilkan sama Kim enak saja.”


Jelas Vico ada sirat senyum kecil dari wajahnya memikirkan rencananya hari ini.


“ Acara apa sampai tidak bisa diwakilkan sama Kim, Ayolah


temani aku, aku kan selalu ada buat kamu saat kamu patah hati masa kamu gak mau


menemaniku.” Ucap Haris memasang wajah iba bak ekspresi kucing memohon yang


sangat tidak cocok dengan wajah garangnya.


“ Apaan sih kamu itu, aku tidak bisa, besok saja aku tidak


ada rencana bagaimana ?” Ucap Vico sambil menepuk wajah Haris yang aneh menurutnya


itu.


“ Baiklah.” Ucap Harus setuju dengan Vico


Tok tok tok


“ Masuk.” Sahut Vico mendengar pintu ruangannya di ketuk.


Sekretaris seksi membawakan minuman untuk Haris dan Vico 2


cangkir kopi, terulas senyum manis dari wajahnya ingin terlihat ramah atau mungkin


hanya ingin sekedar menggoda pria tampan yang sedang berdua di ruangan itu.


Setelah meletakkan minuman sekretaris seksi itu pamit dan


meninggalkan ruangan itu.


“ Sekretaris kamu seksi-seksi sekali bro, apa kamu yang


membuat peraturan itu ?” Tanya Haris menggoda Vico sambil menyenggol lengan


Vico dan menaikkan alisnya.


“ Sembarangan enggaklah, toh aku juga tidak tertarik dengan


mereka, aku kan sudah ada yang punya.” Ucap Vico sambil tersenyum mengejek


pada Haris yang jomblo.


“ Aku jadi ingin ketemu dengan istri kamu, sampai-sampai


kamu tidak tertarik dengan wanita lain.” Ucap Haris dengan menatap erat pada


Vico.


“ Mau apa kamu bertemu istriku ?” Tanya Vico dengan sedikit


amarah karena tidak suka dengan kalimat yang Haris ucapkan barusan.


“ Begitu saja kamu sewot, ya hanya bertemu saja.” Ucap Haris

__ADS_1


menanggapi amarah Vico.


__ADS_2