
“Hemm.” Ucap Arini sambil menganggukkan kepala dan
senyumannya masih mengembang di wajahnya.
Melihat tanggapan Arini Vico mendekatkan wajahnya mencium
puncak kepala Arini turun ke kedua pipinya lalu terakhir ciuman manis di bibir
Arini, karena merasa juga bahagia Arini menyambut ciuman itu walau sedikit kaku
Arini membalasnya dengan cukup lembut.
Pohon, laut, dan matahari menjadi saksi bisu kedua insan
anak cucu adam itu saling menyalurkan kasih sayang masing-masing dengan ciuman
lembut satu sama lain.
Terlihat sekretaris Kim yang melihatnya mendekat dan
mengabadikan momen yang menurutnya indah bagaikan film yang biasa di gelar di
layar bioskop.
Setelah terlihat matahari sudah tidak terlihat digantikan
warna abu-abu dan gelap yang akan menjadi penggantinya mereka berdua lalu
beranjak ke tempat selanjutnya yang ingin di kunjungi.
Mereka berjalan bergandengan dengan sangat mesra menuju
kendaraan yang terparkir, lalu masuk dan melajukan kendaraannya meninggalkan
tempat itu.
“ Kita ke mana lagi ?” Tanya Arini yang merasa itu bukanlah
jalan menuju ke rumah mereka berdua.
“ Kita ke Mall ya, ada Film bagus yang sedang di putar
sekarang.” Ucap Vico setelah tadi melihat jadwal yang akan di putar di bioskop
saat menunggu Arini melakukan ibadahnya.
“ Oh oke.” Jawab Arini sambil kembali fokus memandang
jalanan yang cukup ramai sore itu karena banyak orang pulang kerja.
Mereka sudah sampai di Mall yang juga milik Vico itu,
terlihat semua memandang kedatangan Vico dengan Arini, beberapa pengaman dan
resepsionis di meja costumer service menyambutnya dengan hormat.
Para pengunjung juga memperhatikan Vico, iya memang terlihat
sekali wibawa, ketampanan yang terpancar darinya tidak seperti pria kebanyakan.
Karena sadar suaminya dilihat pengunjung Arini lalu menarik
Vico ke salah satu toko yang menjual pakaian, sepatu dan topi untuk pria.
“ Kamu ingin membeli apa ?” Tanya Vico yang heran dengan
Arini yang menariknya ke toko itu.
Arini tidak menjawab pertanyaan itu lalu berkeliling memilih
beberapa pakaian dan jaket serta topi untuk di kenakan Vico.
Setelah beberapa saat sudah mendapatkan beberapa pilihan
yang menurutnya cocok Arini menghampiri Vico yang duduk di sofa.
“ Kamu coba pakaian ini.” Ucap Arini sambil menyerahkan
beberapa pasang pakaian pada Vico.
“ Buat apa membeli baju seperti ini, aku tidak biasa
menggunakannya.” Tolak Vico melihat baju informal yang biasa anak muda gunakan
__ADS_1
itu.
“ Pakailah, coba dulu cepatlah.” Ucap Arini sambil cemberut
dengan penolakan Vico itu.
“ Heh, baiklah, sudah jangan cemberut.” Ucap Vico lalu
berdiri dan mengambil pakaian di tangan Arini dan mencobanya di bilik pakaian.
Vico bak model peraga busana dia memakai baju-baju itu lalu
keluar untuk di nilai Arini.
“ No., next.” Ucap Arini pada beberapa baju yang sudah di
gunakan Vico.
Walaupun ada kejengahan dari diri Vico merasa tidak pernah
diperlakukan wanita seperti itu, tapi dia tetap menuruti permintaan Arini itu.
“ Arini ini adalah baju terakhir yang kamu berikan.” Ucap
Vico yang terlihat sedikit marah dengan acara mencoba baju itu.
“ Oke sudah cocok pakai itu jangan di lepas.” Ucap Arini
pada penampilan Vico mengenakan baju terakhir yang di pilih Arini.
Terlihat celana jeans warna hitam, kaos putih polos dan
jaket jeans warna biru dongker yang menjadi pakaian Vico yang menjadi pilihan
Arini. Terlihat sangat cocok untuk dikenakan Vico.
Terlihat dua pelayan toko yang berada di dekat mereka
mendapat hiburan karena melihat dua pasangan itu saling bertengkar kecil.
Bagaimana tidak biasanya Vico datang dengan wajah super
garang dan tegas menjadi kucing kecil penurut pada seorang wanita muda, entah
“ Lihatlah tuan Vico sepertinya menurut sekali ya dengan
wanita itu, setelah dia putus dengan nona Poppy beberapa tahun lalu dia tidak
pernah terlihat dengan wanita.” Ucap pelayan yang terlihat sedikit gemuk.
“ Iya dan nona yang ini terlihat lebih ramah dan
menggemaskan dibandingkan nona Poppy yang sombong itu, bahkan Tuan Vico sangat
menurut dengan perintahnya.” Jawab pelayan dengan tubuh kurus.
“ Iya mungkin itu kekasih Tuan Vico.” Balas pelayan yang
sedikit gemuk.
“ nghhhemmm.” Sekretaris Kim berdehem membuat kedua pelayan
yang bergosip membubarkan diri meninggalkan kedua sejoli itu.
“Coba pakai sepatu ini juga Vic.” Ucap Arini sambil
menyodorkan sepatu di dekat kaki Vico.
Setelah terpakai semua Arini lalu mengambilkan dan
memakaikan topi hitam pada Vico.
“ Sipp, ayo aku bayar.” Ucap Arini lalu menarik tubuh Vico
menuju ke kasir.
Arini lalu menyodorkan kartu Atm miliknya.
“ Langsung tagihkan kantor, atas namaku.” Ucap Vico pada
kasir di depannya.
Lalu Vico langsung mendorong Arini pergi meninggalkan toko
__ADS_1
itu.
Sekretaris Kim memberesi semua hasil dari kedua sejoli itu, menyuruh
pelayan mengemasi pakaian Vico yang ada di ruang ganti, sepatu dan membayar
pakaian yang tadi dikenakan Vico pada kasir lalu kembali mengikuti Tuan dan
nona Mudanya kembali.
“ Kenapa aku harus memakai baju ini ?” Tanya Vico setelah
menahan pertanyaan itu cukup lama.
“ Karena kamu semua orang jadi memandangi kita lihat itu
mereka masih tetap memandangi kita.” Ucap Arini sambil menunjuk beberapa orang
yang menatap mereka.
“ Mereka menatap kamu karena kamu cantik, ganti kamu yang
memakai pakaian lain, jangan pakaian kantor itu, jadi tidak serasi saja.” Ucap
Vico ganti menarik tubuh Arini ke Toko yang menjual pakaian dan sepatu untuk
wanita.
Vico yang sudah berada di dalam toko lalu meminta pelayan
memilihkan beberapa baju yang cocok dengan Arini.
“ Pilihkan baju yang tertutup, tidak berwarna mencolok,
desainnya harus serasi dengan pakaianku, sepatu juga memiliki warna yang sama
dengan ini, dengan kualitas terbaik dari toko ini.” Ucapnya menjelaskan
keinginannya untuk pelayan mengambilkan pakaian tersebut lalu menyerahkan pada
Arini.
“ Kamu gantian yang coba bajunya.” Ucap Vico pada Arini dan
menunggunya di depan kamar ganti.
Arini lalu memakai baju pilihan pelayan itu.
“ Kurang cocok ganti.” Ucap Vico saat melihat baju warna
kuning yang di kenakan Arini.
“ Terlalu terbuka pada bagian dada, ganti.” Ucapnya lagi
melihat baju warna hijau yang dikenakan Vico lalu menatap tajam pada pelayan
yang memberikan baju tersebut.
“ Mencolok, ganti.” Ucap Vico melihat Arini memakai baju
warna merah maroon.
“ kurang bagus, ganti.” Ucap Vico melihat Arini memakai baju
warna hitam dan mendorong Arini kembali ke ruang ganti.
“ Good.” Ucap Vico saat melihat Arini memakai baju warna
putih dan dengan celana jeans warna Hitam dengan wajah super cemberut yang
sangat lucu walaupun terlihat sedikit kebesaran tapi bagus saat Arini kenakan
dan Vico juga mengambil Topi warna putih cocok sekali di gunakan Arini.
Mereka lalu keluar dari toko itu, seperti anak SMA yang baru
pertama pacaran memakai baju couple hitam dan putih cocok sekali di pandang dan
membuat iri para jomblo atau pasangan lain.
Seperti di toko sebelumnya sekretaris Kim menyuruh pelayan
mengemasi semua milik Arini di toko itu karena saat Arini ingin memberesi Vico
__ADS_1
menarik tangan itu dan mengatakan tidak perlu kawatir kita jalan saja.