My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Kencan Berdua 2


__ADS_3

“Hemm.” Ucap Arini sambil menganggukkan kepala dan


senyumannya masih mengembang di wajahnya.


Melihat tanggapan Arini Vico mendekatkan wajahnya mencium


puncak kepala Arini turun ke kedua pipinya lalu terakhir ciuman manis di bibir


Arini, karena merasa juga bahagia Arini menyambut ciuman itu walau sedikit kaku


Arini membalasnya dengan cukup lembut.


Pohon, laut, dan matahari menjadi saksi bisu kedua insan


anak cucu adam itu saling menyalurkan kasih sayang masing-masing dengan ciuman


lembut satu sama lain.


Terlihat sekretaris Kim yang melihatnya mendekat dan


mengabadikan momen yang menurutnya indah bagaikan film yang biasa di gelar di


layar bioskop.


Setelah terlihat matahari sudah tidak terlihat digantikan


warna abu-abu dan gelap yang akan menjadi penggantinya mereka berdua lalu


beranjak ke tempat selanjutnya yang ingin di kunjungi.


Mereka berjalan bergandengan dengan sangat mesra menuju


kendaraan yang terparkir, lalu masuk dan melajukan kendaraannya meninggalkan


tempat itu.


“ Kita ke mana lagi ?” Tanya Arini yang merasa itu bukanlah


jalan menuju ke rumah mereka berdua.


“ Kita ke Mall ya, ada Film bagus yang sedang di putar


sekarang.” Ucap Vico setelah tadi melihat jadwal yang akan di putar di bioskop


saat menunggu Arini melakukan ibadahnya.


“ Oh oke.” Jawab Arini sambil kembali fokus memandang


jalanan yang cukup ramai sore itu karena banyak orang pulang kerja.


Mereka sudah sampai di Mall yang juga milik Vico itu,


terlihat semua memandang kedatangan Vico dengan Arini, beberapa pengaman dan


resepsionis di meja costumer service menyambutnya dengan hormat.


Para pengunjung juga memperhatikan Vico, iya memang terlihat


sekali wibawa, ketampanan yang terpancar darinya tidak seperti pria kebanyakan.


Karena sadar suaminya dilihat pengunjung Arini lalu menarik


Vico ke salah satu toko yang menjual pakaian, sepatu dan topi untuk pria.


“ Kamu ingin membeli apa ?” Tanya Vico yang heran dengan


Arini yang menariknya ke toko itu.


Arini tidak menjawab pertanyaan itu lalu berkeliling memilih


beberapa pakaian dan jaket serta topi untuk di kenakan Vico.


Setelah beberapa saat sudah mendapatkan beberapa pilihan


yang menurutnya cocok Arini menghampiri Vico yang duduk di sofa.


“ Kamu coba pakaian ini.” Ucap Arini sambil menyerahkan


beberapa pasang pakaian pada Vico.


“ Buat apa membeli baju seperti ini, aku tidak biasa


menggunakannya.” Tolak Vico melihat baju informal yang biasa anak muda gunakan

__ADS_1


itu.


“ Pakailah, coba dulu cepatlah.” Ucap Arini sambil cemberut


dengan penolakan Vico itu.


“ Heh, baiklah, sudah jangan cemberut.” Ucap Vico lalu


berdiri dan mengambil pakaian di tangan Arini dan mencobanya di bilik pakaian.


Vico bak model peraga busana dia memakai baju-baju itu lalu


keluar untuk di nilai Arini.


“ No., next.” Ucap Arini pada beberapa baju yang sudah di


gunakan Vico.


Walaupun ada kejengahan dari diri Vico merasa tidak pernah


diperlakukan wanita seperti itu, tapi dia tetap menuruti permintaan Arini itu.


“ Arini ini adalah baju terakhir yang kamu berikan.” Ucap


Vico yang terlihat sedikit marah dengan acara mencoba baju itu.


“ Oke sudah cocok pakai itu jangan di lepas.” Ucap Arini


pada penampilan Vico mengenakan baju terakhir yang di pilih Arini.


Terlihat celana jeans warna hitam, kaos putih polos dan


jaket jeans warna biru dongker yang menjadi pakaian Vico yang menjadi pilihan


Arini. Terlihat sangat cocok untuk dikenakan Vico.


Terlihat dua pelayan toko yang berada di dekat mereka


mendapat hiburan karena melihat dua pasangan itu saling bertengkar kecil.


Bagaimana tidak biasanya Vico datang dengan wajah super


garang dan tegas menjadi kucing kecil penurut pada seorang wanita muda, entah


“ Lihatlah tuan Vico sepertinya menurut sekali ya dengan


wanita itu, setelah dia putus dengan nona Poppy beberapa tahun lalu dia tidak


pernah terlihat dengan wanita.” Ucap pelayan yang terlihat sedikit gemuk.


“ Iya dan nona yang ini terlihat lebih ramah dan


menggemaskan dibandingkan nona Poppy yang sombong itu, bahkan Tuan Vico sangat


menurut dengan perintahnya.” Jawab pelayan dengan tubuh kurus.


“ Iya mungkin itu kekasih Tuan Vico.” Balas pelayan yang


sedikit gemuk.


“ nghhhemmm.” Sekretaris Kim berdehem membuat kedua pelayan


yang bergosip membubarkan diri meninggalkan kedua sejoli itu.


“Coba pakai sepatu ini juga Vic.” Ucap Arini sambil


menyodorkan sepatu di dekat kaki Vico.


Setelah terpakai semua Arini lalu mengambilkan dan


memakaikan topi hitam pada Vico.


“ Sipp, ayo aku bayar.” Ucap Arini lalu menarik tubuh Vico


menuju ke kasir.


Arini lalu menyodorkan kartu Atm miliknya.


“ Langsung tagihkan kantor, atas namaku.” Ucap Vico pada


kasir di depannya.


Lalu Vico langsung mendorong Arini pergi meninggalkan toko

__ADS_1


itu.


Sekretaris Kim memberesi semua hasil dari kedua sejoli itu, menyuruh


pelayan mengemasi pakaian Vico yang ada di ruang ganti, sepatu dan membayar


pakaian yang tadi dikenakan Vico pada kasir lalu kembali mengikuti Tuan dan


nona Mudanya kembali.


“ Kenapa aku harus memakai baju ini ?” Tanya Vico setelah


menahan pertanyaan itu cukup lama.


“ Karena kamu semua orang jadi memandangi kita lihat itu


mereka masih tetap memandangi kita.” Ucap Arini sambil menunjuk beberapa orang


yang menatap mereka.


“ Mereka menatap kamu karena kamu cantik, ganti kamu yang


memakai pakaian lain, jangan pakaian kantor itu, jadi tidak serasi saja.” Ucap


Vico ganti menarik tubuh Arini ke Toko yang menjual pakaian dan sepatu untuk


wanita.


Vico yang sudah berada di dalam toko lalu meminta pelayan


memilihkan beberapa baju yang cocok dengan Arini.


“ Pilihkan baju yang tertutup, tidak berwarna mencolok,


desainnya harus serasi dengan pakaianku, sepatu juga memiliki warna yang sama


dengan ini, dengan kualitas terbaik dari toko ini.” Ucapnya menjelaskan


keinginannya untuk pelayan mengambilkan pakaian tersebut lalu menyerahkan pada


Arini.


“ Kamu gantian yang coba bajunya.” Ucap Vico pada Arini dan


menunggunya di depan kamar ganti.


Arini lalu memakai baju pilihan pelayan itu.


“ Kurang cocok ganti.” Ucap Vico saat melihat baju warna


kuning yang di kenakan Arini.


“ Terlalu terbuka pada bagian dada, ganti.” Ucapnya lagi


melihat baju warna hijau yang dikenakan Vico lalu menatap tajam pada pelayan


yang memberikan baju tersebut.


“ Mencolok, ganti.” Ucap Vico melihat Arini memakai baju


warna merah maroon.


“ kurang bagus, ganti.” Ucap Vico melihat Arini memakai baju


warna hitam dan mendorong Arini kembali ke ruang ganti.


“ Good.” Ucap Vico saat melihat Arini memakai baju warna


putih dan dengan celana jeans warna Hitam dengan wajah super cemberut yang


sangat lucu walaupun terlihat sedikit kebesaran tapi bagus saat Arini kenakan


dan Vico juga mengambil Topi warna putih cocok sekali di gunakan Arini.


Mereka lalu keluar dari toko itu, seperti anak SMA yang baru


pertama pacaran memakai baju couple hitam dan putih cocok sekali di pandang dan


membuat iri para jomblo atau pasangan lain.


Seperti di toko sebelumnya sekretaris Kim menyuruh pelayan


mengemasi semua milik Arini di toko itu karena saat Arini ingin memberesi Vico

__ADS_1


menarik tangan itu dan mengatakan tidak perlu kawatir kita jalan saja.


__ADS_2