
Pagi itu Arini sudah diberitahu Vivi jika hari ini ada
pertemuan dengan Poppy untuk membahas desain tahap ke-2 untuk Rumah yang
dipesan Poppy.
Terlihat Arini dan Poppy bertemu di sebuah cafe dekat kantor
Arini untuk membahas desain itu kali ini dia tidak ditemani Vivi selain karena
tempat yang dekat Vivi juga memiliki pekerjaan lain untuk mengatur beberapa
desain yang dipersiapkan untuk mengikuti beberapa tender yang sudah di buat
karyawan untuk diserahkan pada Arini.
“ Selamat siang nona Poppy.” Sapa Arini ramah saat Poppy
sudah duduk di depannya.
“ Siang nona Arini.” Santai saja tidak perlu terlalu Formal
dengan saya kitakan seumuran anggap saja saya sebagai teman yang memesan
desain." Ucap Poppy pada Arini
“ Baik nona Poppy.” Ucap Arini lagi.
“ Panggil Poppy saja agar lebih akrab bukannya kamu setuju
menjadi temanku ?” Pinta Poppy sambil tersenyum ramah menjalankan rencana
mendekati dan mendapatkan kepercayaan dari Arini.
“ Iya Poppy, ini untuk desain tahap ke-2 yang sudah saya
buat.” Beberapa kertas desain di serahkan Arini pada Poppy.
“ Saya menyukai desain ini Arini.” Ucap Poppy sambil
menunjukkan kertas desain pilihannya.
“ Berikut detai 3Dnya Poppy serta denah dalam dengan
detailnya yang lebih rinci.” Arini menyerahkan leptop miliknya untuk
memperlihatkan desain Rumah, dengan taman, kolam renang, air mancur dan beserta
desain interiornya.
“ Wah ini sangat bagus Arini saat sudah melihatnya
langsung.” Ucap Poppy memuji Arini
“ Terima Kasih Poppy atas pujiannya, saya berusaha
semaksimal mungkin untuk membuat klien saya puas dengan desain saya.” Ucap
Arini sambil menggeser-geser gambar desainnya.
“ Sebenarnya aku ingin membangun rumah ini sesuai impian
saya dengan kekasih saya dulu, dia sangat menyayangi kala itu tetapi karena
kesalahpahaman kita berpisah, dia sangat mencintai saya bahkan kita sudah
berhubungan sejak SMA sampai selesai Kuliah, Huh.” Curhat Poppy menceritakan
masa lalunya dengan Vico sambil menarik nafas panjang.
“ Saya turut sedih dengan apa yang menimpamu Poppy.” Ucap
Arini sambil menepuk bahu Poppy lembut.
“ Iya, tapi aku tetap ingin mewujudkan mimpi kita berdua,
__ADS_1
aku akan menjelaskannya pada dia lagi, agar kita bisa bersama-sama dan bisa
kembali seperti semula.” Jelas Poppy tersenyum masam terlihat rasa sedih pada
mimik mukanya.
“ Sabar saja, dan jelaskan pada kekasihmu, walaupun aku
tidak berpengalaman masalah hubungan tapi pasti ketulusan akan membuahkan
hasil.” Ucap Arini menyemangati Poppy.
“ Terima kasih ya Arini, aku merasa sangat nyaman sejak pertama
bertemu denganmu.” Ucap Poppy lagi sambil menyesap jus jeruk di depannya.
“ Mungkin karena pekerjaanku yang selalu mengharuskan
menjadi pendengar yang baik sehingga membuatmu nyaman.” Ucap Arini dan
tersenyum manis pada Poppy
Sebenarnya aku sangat tidak nyaman denganmu, tapi aku
terpaksa melakukan ini untuk mendapatkan Vico kembali, dasar wanita bodoh aku
akan menyingkirkanmu dan mendapatkan Vico kembali. Batin Poppy dan
tersenyum tipis saat memikirkan perasaan yang sebenarnya.
“ Iya mungkin begitu, aku senang bertemu denganmu.” Ucap
Poppy dan tertawa ceria.
Perbincangan mereka berlanjut pada hal-hal pribadi dan
setelah selesai mereka lalu berpisah.
Setelah melakukan pertemuan dengan Arini Poppy lalu menuju
Terlihat dia sangat profesional saat melakukan sesi
pemotretan yang dia jalani untuk produk itu.
Poppy terlihat sangat elegan dan menarik di setiap jepretan
fotonya, dengan berbagai pose yang indah.
Seusai pemotretan Poppy lalu mengganti pakaian dan menghapus
riasannya, Poppy lalu mendekati Aldo yang terlihat datang melihat hasil dari
pemotretan produk yang akan segera diluncurkan perusahaannya itu.
“ Tuan Aldo bisakah kita kafe kemarin saya belum sempat
bercerita karena ada urusan.” Ajak Poppy saat sudah di depan Aldo yang tengah
sibuk melihat layar monitor hasil pemotretan iklan produknya.
“ Oh oke, di dekat sini ada kafe kita ke sana saja.” Jawab
Aldo mengalihkan pandangannya pada Poppy lalu memberikan beberapa instruksi ke
bawahannya lalu pergi meninggalkan lokasi pemotretan karena memang Aldo ingin
sekali mengetahui banyak hal tentang Arini tapi sayang Arini sangat tertutup
selama ini sehingga membuatnya susah untuk mendekati jadi saat mengatakan Poppy
adalah teman Arini dia seperti mendapat suplai oksigen untuk kembali mendekati
Arini dengan informasi yang dia dapat dari Poppy.
“ Naik mobil saya saja nanti saya antarkan pulang nona
__ADS_1
Poppy.” Ucap Aldo saat tengah berada di Lift bersama Poppy.
“ Oke Tuan Aldo.” Jawab Poppy sambil tersenyum pada Aldo,
memperlihatkan berapa ramah dan tak ada tipu daya pada pandangannya selain itu
dia juga berpenampilan sopan seperti yang biasa Arini gunakan tidak seperti dia
yang biasanya, menurutnya untuk menyusun rencana yang bagus harus benar-benar
all out jangan setengah-setengah.
Terlihat Aldo dan Poppy berkendara dengan mobil Aldo menuju
kafe yang bisa dibilang cukup dekat dengan perusahaan Aldo karena hanya dalam
waktu 10 menit saja mereka sudah tiba di kafe tersebut.
Kafe terlihat sangat Klasik dengan arsitektur gaya eropa dan
pernak-pernik eropa dengan gaya elegan dan juga kesan simple dari penggunaan
kursi membuat para pengunjung betah berlama-lama untuk berbicara satu sama
lain.
Poppy dan Aldo duduk di salah satu meja di sudut dekat
jendela lalu memesan minuman dan makanan yang mereka inginkan.
“ Tuan Aldo apakah sangat tertarik dengan Arini ?” Tanya
Poppy membuka pembicaraan dengan Aldo sambil menunggu hidangan mereka.
“ Iya, dia adalah teman saya dulu saat masih bersekolah di
Belanda.” Jawabnya kan pertanyaan Poppy.
“ Arini itu sangat pendiam tapi dia sebenarnya orang yang
cukup periang dan terbuka jika kalian sudah dekat dengan dia.” Ucap Poppy
menjelaskan karakteristik Arini yang dia lihat dari beberapa pertemuannya
dengan Arini dan beberapa informasi dari mata-mata yang dia sewa.
“ Benarkah ? , karena selama ini dia terlihat cukup tertutup
dengan hal yang bersifat pribadi mungkin karena kami belum cukup dekat. Nona
Poppy bisa membantu saya untuk dekat dengan Arini ?” Tanya Aldo semangat pada
Poppy
He... umpanku sudah dimakan, sekarang aku tinggal
menyusun rencana selanjutnya dengan Arini, sepertinya Aldo percaya padaku tanpa
menyelidiki lebih dulu tidak seperti Vico yang sangat teliti dan mencari tahu
banyak hal. Batin Poppy sambil tersenyum kecil
“ Tentu saja saya akan membantu Tuan Aldo, bagaimana pun
Arini teman saya, saya ingin dia dekat dengan pria dan memiliki hubungan karena
sifat tertutupnya itu.” Jawab Poppy sambil tersenyum.
“ Oke , panggil Aldo saja biar lebih akrab kita kan seumuran
juga, ya selain saat bekerja.” Jawab Aldo terlihat bahagia mendapat dukungan
dari teman dekat Arini.
“ Tentu Aldo, nanti aku akan berbicara dengan Arini tenang
__ADS_1
saja.” Jawab Poppy