My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Membahas Rencana


__ADS_3

Seperti agenda sebelumnya malam itu Vico dan sekretaris Kim


yang sudah selesai kegiatan di kantornya menjemput Orlando di Hotel Vico di


mana Orlando menginap. Wajah tampan Vico selalu mengundang perhatian bagi kaum


hawa. Saat dia memasuki hotel tersebut tak sedikit para wanita bergunjing


mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini. Ada yang memuji ketampanannya,


kekayaannya, keberhasilannya, kekuasaannya dan tentu saja membicarakan tentang


kesendiriannya karena memang hubungannya dengan Arini benar-benar disembunyikan


dari khalayak ramai sesuai permintaan yang mulia ratu di hati Vico itu.


Bahkan ada seorang reporter yang mengabadikan kebersamaannya


dengan Arini tak lepas dari kehancuran jika berani mempublikasikannya. Orang


lain yang pernah melihat keduanya pun seolah bungkam dan tidak ingin membahas


karena memang tidak tahu hubungan pasti keduanya.


“ Bukankah itu Tuan Vico yang sangat terkenal itu ?” Tanya


seorang penghuni hotel yang menginap di sana dan sedang berada di lobi di depan


resepsionis untuk mengurus sesuatu. Wanita tersebut terlihat cantik dan


sepertinya dari kalangan atas yang juga mengagumi sosok Vico.


“ Iya benar itu Tuan Vico, beruntung sekali aku menginap di


sini dan bisa bertemu dengannya dia itu sudah tampan mapan lagi sungguh suami idaman


masa depan.” Ucap Gadis satu lagi yang mungkin teman wanita yang di sampingnya.


“ Hah tapi sayang mendekatinya sangat sulit apa lagi ada


sekretaris yang selalu bersamanya ke mana-mana itu sungguh menyeramkan wajahnya


selalu datar ya walaupun Tuan Vico juga berwajah sama datarnya tapi


ketampanannya tidak pudar hehehe.” Ucap Gadis lainnya yang mulai berjalan ke


arah lift mencoba untuk satu lift dengan Vico dan sekretaris Kim. Tapi dengan


sigap sekretaris Kim menahan keduanya karena ini adalah lift khusus Vico yang


merupakan pemilik hotel tersebut. Kedua gadis itu pun terlihat kecewa dan kesal


dengan tingkah sekretaris Kim tersebut. Tidak berapa lama lift itu sudah


mengantarkan keduanya di lantai di mana Orlando berada.


“ Bangunlah sudah malam.” Ucap Vico sambil menarik selimut


yang tengah digunakan Orlando. Terlihat pria Eropa itu masih tertidur pulas


tidak menghiraukan kedatangan kedua temannya itu. Walau sekretaris Kim menepuk


pundaknya Orlando seakan tidak rela meninggalkan pulau kapuk tempatnya mengistirahatkan


tubuh kekarnya itu.


“ Huh kalian mengganggu tidurku saja, ini baru jam berapa ?”


Protes Orlando dengan masih memeluk bantal dan menarik kembali selimutnya


menutupi tubuh atasnya yang telanjang. Mata Orlando seakan tidak rela terbuka

__ADS_1


untuk sekedar melihat kedua temannya itu.


“ Ini sudah malam, ayolah cepat aku juga ingin merencanakan


untuk memperluas Black Kingdom di Asia Tenggara hingga Australia dengan mereka,


dasar babi makan tidur pulas sekali cepat bangun !” Perintah Vico yang kesal


dengan tingkah Orlando yang menurutnya terkadang seperti anak-anak itu.


Walaupun tingkah seperti ini hanya dia lakukan terhadap Vico kalau orang lain


dia pasti tidak akan melakukannya karena menjaga wibawanya sebagai ketua mafia


di depan layar.


“ Hah iya iya aku bangun sebentar aku mandi dulu keluarlah.”


Orlando pun bangun dengan sangat malas. Vico dan sekretaris Kim keluar kamar


dan menunggu di ruang tamu. Orlando pun membersihkan diri lalu berpakaian rapi


siap untuk pergi ke Klub tempat Vico dan lain biasa bertemu.


Di rumah Vico dan Arini


Terlihat Arini yang baru melaksanakan ibadah isya duduk di


meja makan untuk menyantap makan malamnya sendirian karena dia sudah di kabari


Vico jika suaminya tersebut akan pulang cukup malam karena masih ada urusan.


Arini terlihat memakan hidangan yang tersaji dengan tidak selera karena tidak


adanya Vico dan di temani dua pelayannya yang dia minta menemaninya makan.


“ Nona apa nona ingin bibi masakkan yang lain ?” Tanya


makanan yang ada di piring Arini hanya diaduk-aduk saja dan tidak dia suapkan


ke mulutnya.


“ Tidak perlu bi Arini makan ini saja.” Ucapnya lalu segera


menyelesaikan kegiatan makan malamnya. Usai makan malam Arini kembali ke


kamarnya untuk istirahat. Hari itu Arini merasa bosan karena tidak bisa tidur


dan memikirkan Vico yang belum pulang juga. Karena menunggu memang hal yang


tidak menyenangkan Arini pun mencoba iseng ingin mengetahui keberadaan Vico.


Arini lalu turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah lemari


di mana leptopnya berada. Usai menemukan barang yang dia inginkan dia lalu


menggunakannya untuk meretas ponsel Vico untuk menemukan keberadaan Vico saat


ini, ya sekedar ingin tahu saja di mana suaminya itu berada. Arini sangat


terkejut menemukan jika Vico berada di sebuah klub malam. Karena penasaran


Arini lalu berganti baju dan ingin mendatangi Klub malam itu untuk memastikan


kebenaran informasi yang dia dapat. Arini segera berganti pakaian yang terlihat


seperti laki-laki dan menggunakan topi untuk menutupi rambut panjangnya. Dia


segera ke tempat parkir mobil dan bergegas berangkat.


Terlihat Dika yang biasa mengikuti Arini ke mana pun sesuai

__ADS_1


perintah Putra akan kembali ke kediamannya karena waktu sudah menunjukkan pukul


21.00 dia memang biasa pulang setelah cukup malam memastikan Arini aman dan


tidak ada aktivitas di luar. Dia meregangkan otot-otonya yang kaku karena duduk


di sana cukup lama tak lama kemudian dia menyalakan mobil miliknya. Dika


mengurungkan niatnya karena melihat mobil yang biasa dikendarai Arini berjalan


keluar dari rumah tersebut. Dika mengikuti ke mana perginya Arini malam-malam


begini karena hal ini tidak seperti biasanya.


Klub Malam


Di suatu ruangan VIP yang cukup luas terlihat sekretaris


Kim, Vico, Mike, Orlando, Peter dan Rezky sedang berdiskusi masalah rencana


mereka memperluas jaringan grup mafia mereka. Sesuai rencana sebelumnya Vico


memang sangat ingin memperluas di daratan cina sehingga dia meminta Orlando dan


sekarang ditemani Peter untuk melakukan penyelidikan bagaimana keadaan di sana.


Sedangkan untuk Mike dan Peter menyelidiki keadaan dan


mendapatkan informasi tentang Australia. Keempat temannya itu terlihat mengerti


instruksi yang Vico berikan. Orlando juga memberikan beberapa ide untuk


merambah sektor lain dalam grupnya. Dia juga memberitahu jika saat ini sektor


penyelundupan sulit di lakukan karena adanya perubahan regulasi di berbagai


negara barat. Semua orang yang tengah berdiskusi itu ditemani berbagai minuman


yang terjajar di meja mereka. Semua terlihat meminumnya kecuali sekretaris Kim


yang harus mengemudi dan Vico tentunya yang tidak ingin Arini tahu dia berada


di tempat sepeti itu tentunya.


“ Kau tidak minum ?” Tanya Orlando melihat Vico hanya


meneguk air putih dingin. Orlando memang sudah biasa meminum benda haram itu,


di Eropa memang sangat wajar meminum minuman kerasa walau hanya sekedar


menghangatkan tubuh. Segelas minuman berwarna coklat yang baru dituangkan dia


tengkuk dalam sekali percobaan.


“ Tidak aku tidak ingin membuat istriku curiga, bagaimana


pun penciumannya sangat tajam kakeknya sudah melatih banyak keahlian padanya


asal kau tahu saja, selain itu aku tidak ingin membuatnya marah jika tahu aku


berada di sini malam ini.” Ucap Vico yang kembali meneguk air putih dingin


miliknya.


“ Apakah kakak ipar sangat kejam padamu ?” Tanya Orlando


yang tidak terlalu mengenal Arini, dan di pertemuan pertamanya dia merasa Arini


perempuan yang baik dan lemah lembut dan tidak terlihat orang yang seaneh Vico


ceritakan. Arini terlihat seperti perempuan biasa pada umumnya.

__ADS_1


__ADS_2