
“ Rencanaku akan berjalan lancar kalau Aldo mau bekerja sama
denganku juga “ Gumam Poppy sambil menatap cermin, diikuti tawa jahat akan
rencananya.
Kantor Arini
Arini yang kembali dari beribadah duduk di kursi hitam
kesayangannya, terdengar getaran dari ponselnya. Ada sebuah pesan masuk dari
nomor yang tidak di kenal.
Hai Arini, aku merindukanmu, aku ingin segera membawamu
pergi dan menemaniku selamanya.—Unknown number
Arini kembali cemas dan gemetar saat membaca pesan yang
diterimanya itu.
“ Apakah aku harus bicara dengan kakak ?” Gumam Arini karena
merasa kakaknya yang bisa membantu menyelesaikan masalahnya itu.
“ Tapi aku tidak ingin kakak bertengkar seperti dulu, atau
bisa-bisa menjadi pembunuh karena ketidaksabarannya, apa aku bilang Vico, tapi
aku tidak ingin membuatnya kawatir, biarkan saja mungkin dia hanya menggertak,
aku akan lebih hati-hati dan sebisa mungkin tidak ke mana-mana sendiri.” Ucap
Arini setelah memikirkan beberapa hal yang perlu di waspadai mulai hari ini.
Tok tok tok
“ Iya masuk.” Sahut Arini mendengar pintunya di ketok dari
luar.
“ Nona barusan saya dapat telepon dari nona Poppy, dia ingin
melihat desain awal yang sudah selesai dibuat nona.” Ucap Vivi saat sudah masuk
dan berdiri di depan Arini.
“ Baiklah atur jadwal pertemuannya lusa siang saja Vivi aku
akan menyelesaikannya malam ini tinggal kurang sedikit kok.” Jawab Arini
memberi perintah pada Vivi untuk mengatur pertemuan.
“ Baik nona, akan saya konfirmasi dengan nona Poppy.” Jawab
Vivi lalu pamit pergi meninggalkan Arini di ruangannya. Arini sama sekali tidak
menampilkan wajah cemas dan ketakutan pada Vivi dia bersikap profesional
seperti biasanya.
Rabu di Kantor Aldo
Aldo terlihat sangat serius dalam pekerjaannya terlihat dia
mendengarkan dan memberi pendapat untuk kerja sama menjadi brand ambasador
untuk Produknya dengan Poppy.
Poppy juga terlihat serius dengan apa yang sedang dia
kerjakan. Ruang pertemuan itu di isi enam orang terdiri dari Aldo, sekretaris
Aldo, kepala bagian pemasaran, kepala bagian hukum perusahaan, Poppy, dan
manajernya.
__ADS_1
Saat semua hak dan kewajiban sudah dibacakan dan setiap
pasalnya sudah disetujui kedua belah pihak mereka lalu melakukan tanda tangan
kontrak.
“ Senang sekali saya bisa bekerja sama dengan perusahaan Tuan
Aldo.” Ucap Poppy sambil menjabat tangan Aldo dan tersenyum manis.
“ Iya terima kasih, nona Poppy semoga ke depannya kita bisa
melakukan inovasi, dan saling menguntungkan untuk kerja sama ini.” Ucap Aldo menanggapi
perkataan Poppy sambil tersenyum ramah.
“ Oiya Tuan Aldo jika ada hal lain, Tuan bisa juga
menghubungi langsung ke saya.” Ucap Poppy lagi saat rapat tersebut usai dan
terlihat Poppy menghentikan langkah kaki Aldo yang akan kembali ke ruangannya.
“ Baik nona Poppy.” Ucap Aldo lagi.
“ O iya Tuan Aldo dekat dengan Arini ya ?” Tanya Poppy
tiba-tiba membuat dahi Aldo mengernyit kaget dengan pertanyaan Poppy tersebut.
“ Begini Arini adalah teman saya, jadi dia pernah cerita
tentang Anda pada saya.” Jelasnya lagi karena melihat ekspresi aneh dari Aldo.
“ Oh begitu, setahu saya Arini soalnya tidak memiliki teman
di Indonesia jadi saya sedikit kaget tentang hal yang menurut saya sangat
pribadi itu.” Ucap Aldo menambahi pernyataannya.
“ Iya kita teman saat kuliah dulu, lain kali saja kita
membahasnya saya pamit dulu.” Ucap Poppy lalu pamit pergi meninggal Aldo yang
Mendengar kata Arini Aldo kembali bersemangat ingin
mendekati Arini lagi karena sebelumnya dia ingin melepaskan Arini karena
sulitnya mendekati Arini jika tidak membahas soal pekerjaan.
“ Iya Nona Poppy.” Jawab Aldo ramah.
Jerman
Terlihat seorang pria setengah baya dengan tatapan tajam
duduk di kursi hitam dengan kayu terukir kepala harimau dan separuh matanya tertutup
kulit hitam entah penyebabnya apa.
Ruangannya terlihat luas dan megah banyak anak buah berdiri
berjaga, pria tersebut lalu meminta anak buahnya mengambilkan ponsel miliknya
lalu menghubungi seseorang.
“ Selidiki semua
kegiatan Vico dan Arini dan kirimkan semua datanya padaku.” Ucap Fernando saat
menghubungi salah satu anak buahnya.
“ Baik Tuan akan saya laksanakan dan segera kirimkan
informasinya.” Jawab sang anak buah menerima perintah.
“ Jangan sampai ada yang terlewat.” Peringatan Fernando lagi
pada anak buahnya lalu memutuskan panggilannya.
__ADS_1
“ Aku ingin segera membereskan masalah warisan si tua bangka
itu dan segera bisa menghabisi keponakan sialan itu, dan melenyapkannya dari
muka bumi ini, aku bisa menggunakan wanita yang sepertinya sangat dia cintai
sebagai umpan. Selain itu aku juga dapat memperluas daerah kekuasaanku di
Eropa. Hahahahaha sekali mendayung dua tiga pulau terlampau.” Ucap Fernando
membayangkan rencananya pada Vico saat dia tiba di Indonesia lagi selain
menjalankan kerja sama bisnis gelapnya.
Drt drt drt drt
Getar ponsel milik Fernando Paman Vico terdengar saat berada
di atas meja coklat di dekatnya.
Seorang pria yang menjadi asistennya mengambilkan dan
menyerahkan pada Fernando.
“ Halo Tuan.” Jawab Fernando hormat pada penelpon tersebut.
“ Bagaimana rencanamu ? kenapa sampai sekarang aku belum
mendapat kabar bagus ?” Tanya sang penelpon sedikit murka pada Fernando.
“ Tuan tenang saja rencana saya kali ini pasti akan
berhasil, akan segera saya kabari Tuan.” Jawab Fernando ramah dan terlihat
tergetar dengan suara penelpon itu.
“ Awas kalau kamu tidak mendapat hasil yang bagus, aku
sendiri yang akan menyingkirkanmu.” Ucap penelpon mengancam Fernando.
“ Baik Tuan serahkan saja semuanya pada saya, kali ini pasti
akan berhasil saya sudah merencanakannya dengan matang.” Jawab Fernado terlihat
ketakutan.
“ Aku tunggu kabar secepatnya.” Jawab penelpon lalu
memutuskan panggilannya.
“ Hais ck kenapa dia tidak sabaran sekali, sebenarnya dia
ini siapa selama ini selalu membantuku dan bahkan memberikan Grup mafia ini dan
ingin sekali melenyapkan Vico, tapi ya karena aku juga membutuhkan dan memiliki
tujuan yang sama aku ikuti saja perintahnya, yang penting aku harus segera
membereskan semuanya, Harta tua bangka itu akan menjadi miliki semua dan aku
akan menguasai perusahaan yang ada di Jerman ini.” Ucapnya lagi setelah
menyerahkan ponselnya pada asistennya lagi.
“ Glen segera siapkan semua kebutuhan kita di Indonesia, dan
jangan lupa rencana kita kali ini untuk menculik istrinya Vico harus berhasil,
aku tidak mau ada kegagalan seperti waktu itu, aku tidak ingin kehilangan
mataku yang satunya dan bahkan sisa saham rahasia yang aku miliki dari
perusahaan.” Ucap Fernando pada Glen asisten pribadinya.
“ Baik Tuan akan saya siapkan semua, beberapa orang terlatih
yang dikirim dari Tuan R juga untuk membantu juga sudah koordinasi dengan tim
__ADS_1
kita untuk melakukan rencana itu.” Jawab Glen menjelaskan persiapan mereka.