My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Kontrak Kerja sama


__ADS_3

“ Rencanaku akan berjalan lancar kalau Aldo mau bekerja sama


denganku juga “ Gumam Poppy sambil menatap cermin, diikuti tawa jahat akan


rencananya.


Kantor Arini


Arini yang kembali dari beribadah duduk di kursi hitam


kesayangannya, terdengar getaran dari ponselnya. Ada sebuah pesan masuk dari


nomor yang tidak di kenal.


Hai Arini, aku merindukanmu, aku ingin segera membawamu


pergi dan menemaniku selamanya.—Unknown number


Arini kembali cemas dan gemetar saat membaca pesan yang


diterimanya itu.


“ Apakah aku harus bicara dengan kakak ?” Gumam Arini karena


merasa kakaknya yang bisa membantu menyelesaikan masalahnya itu.


“ Tapi aku tidak ingin kakak bertengkar seperti dulu, atau


bisa-bisa menjadi pembunuh karena ketidaksabarannya, apa aku bilang Vico, tapi


aku tidak ingin membuatnya kawatir, biarkan saja mungkin dia hanya menggertak,


aku akan lebih hati-hati dan sebisa mungkin tidak ke mana-mana sendiri.” Ucap


Arini setelah memikirkan beberapa hal yang perlu di waspadai mulai hari ini.


Tok tok tok


“ Iya masuk.” Sahut Arini mendengar pintunya di ketok dari


luar.


“ Nona barusan saya dapat telepon dari nona Poppy, dia ingin


melihat desain awal yang sudah selesai dibuat nona.” Ucap Vivi saat sudah masuk


dan berdiri di depan Arini.


“ Baiklah atur jadwal pertemuannya lusa siang saja Vivi aku


akan menyelesaikannya malam ini tinggal kurang sedikit kok.” Jawab Arini


memberi perintah pada Vivi untuk mengatur pertemuan.


“ Baik nona, akan saya konfirmasi dengan nona Poppy.” Jawab


Vivi lalu pamit pergi meninggalkan Arini di ruangannya. Arini sama sekali tidak


menampilkan wajah cemas dan ketakutan pada Vivi dia bersikap profesional


seperti biasanya.


Rabu di Kantor Aldo


Aldo terlihat sangat serius dalam pekerjaannya terlihat dia


mendengarkan dan memberi pendapat untuk kerja sama menjadi brand ambasador


untuk Produknya dengan Poppy.


Poppy juga terlihat serius dengan apa yang sedang dia


kerjakan. Ruang pertemuan itu di isi enam orang terdiri dari Aldo, sekretaris


Aldo, kepala bagian pemasaran, kepala bagian hukum perusahaan, Poppy, dan


manajernya.

__ADS_1


Saat semua hak dan kewajiban sudah dibacakan dan setiap


pasalnya sudah disetujui kedua belah pihak mereka lalu melakukan tanda tangan


kontrak.


“ Senang sekali saya bisa bekerja sama dengan perusahaan Tuan


Aldo.” Ucap Poppy sambil menjabat tangan Aldo dan tersenyum manis.


“ Iya terima kasih, nona Poppy semoga ke depannya kita bisa


melakukan inovasi, dan saling menguntungkan untuk kerja sama ini.” Ucap Aldo menanggapi


perkataan Poppy sambil tersenyum ramah.


“ Oiya Tuan Aldo jika ada hal lain, Tuan bisa juga


menghubungi langsung ke saya.” Ucap Poppy lagi saat rapat tersebut usai dan


terlihat Poppy menghentikan langkah kaki Aldo yang akan kembali ke ruangannya.


“ Baik nona Poppy.” Ucap Aldo lagi.


“ O iya Tuan Aldo dekat dengan Arini ya ?” Tanya Poppy


tiba-tiba membuat dahi Aldo mengernyit kaget dengan pertanyaan Poppy tersebut.


“ Begini Arini adalah teman saya, jadi dia pernah cerita


tentang Anda pada saya.” Jelasnya lagi karena melihat ekspresi aneh dari Aldo.


“ Oh begitu, setahu saya Arini soalnya tidak memiliki teman


di Indonesia jadi saya sedikit kaget tentang hal yang menurut saya sangat


pribadi itu.” Ucap Aldo menambahi pernyataannya.


“ Iya kita teman saat kuliah dulu, lain kali saja kita


membahasnya saya pamit dulu.” Ucap Poppy lalu pamit pergi meninggal Aldo yang


Mendengar kata Arini Aldo kembali bersemangat ingin


mendekati Arini lagi karena sebelumnya dia ingin melepaskan Arini karena


sulitnya mendekati Arini jika tidak membahas soal pekerjaan.


“ Iya Nona Poppy.” Jawab Aldo ramah.


Jerman


Terlihat seorang pria setengah baya dengan tatapan tajam


duduk di kursi hitam dengan kayu terukir kepala harimau dan separuh matanya tertutup


kulit hitam entah penyebabnya apa.


Ruangannya terlihat luas dan megah banyak anak buah berdiri


berjaga, pria tersebut lalu meminta anak buahnya mengambilkan ponsel miliknya


lalu menghubungi seseorang.


“ Selidiki  semua


kegiatan Vico dan Arini dan kirimkan semua datanya padaku.” Ucap Fernando saat


menghubungi salah satu anak buahnya.


“ Baik Tuan akan saya laksanakan dan segera kirimkan


informasinya.” Jawab sang anak buah menerima perintah.


“ Jangan sampai ada yang terlewat.” Peringatan Fernando lagi


pada anak buahnya lalu memutuskan panggilannya.

__ADS_1


“ Aku ingin segera membereskan masalah warisan si tua bangka


itu dan segera bisa menghabisi keponakan sialan itu, dan melenyapkannya dari


muka bumi ini, aku bisa menggunakan wanita yang sepertinya sangat dia cintai


sebagai umpan. Selain itu aku juga dapat memperluas daerah kekuasaanku di


Eropa. Hahahahaha sekali mendayung dua tiga pulau terlampau.” Ucap Fernando


membayangkan rencananya pada Vico saat dia tiba di Indonesia lagi selain


menjalankan kerja sama bisnis gelapnya.


Drt drt drt drt


Getar ponsel milik Fernando Paman Vico terdengar saat berada


di atas meja coklat di dekatnya.


Seorang pria yang menjadi asistennya mengambilkan dan


menyerahkan pada Fernando.


“ Halo Tuan.” Jawab Fernando hormat pada penelpon tersebut.


“ Bagaimana rencanamu ? kenapa sampai sekarang aku belum


mendapat kabar bagus ?” Tanya sang penelpon sedikit murka pada Fernando.


“ Tuan tenang saja rencana saya kali ini pasti akan


berhasil, akan segera saya kabari Tuan.” Jawab Fernando ramah dan terlihat


tergetar dengan suara penelpon itu.


“ Awas kalau kamu tidak mendapat hasil yang bagus, aku


sendiri yang akan menyingkirkanmu.” Ucap penelpon mengancam Fernando.


“ Baik Tuan serahkan saja semuanya pada saya, kali ini pasti


akan berhasil saya sudah merencanakannya dengan matang.” Jawab Fernado terlihat


ketakutan.


“ Aku tunggu kabar secepatnya.” Jawab penelpon lalu


memutuskan panggilannya.


“ Hais ck kenapa dia tidak sabaran sekali, sebenarnya dia


ini siapa selama ini selalu membantuku dan bahkan memberikan Grup mafia ini dan


ingin sekali melenyapkan Vico, tapi ya karena aku juga membutuhkan dan memiliki


tujuan yang sama aku ikuti saja perintahnya, yang penting aku harus segera


membereskan semuanya, Harta tua bangka itu akan menjadi miliki semua dan aku


akan menguasai perusahaan yang ada di Jerman ini.” Ucapnya lagi setelah


menyerahkan ponselnya pada asistennya lagi.


“ Glen segera siapkan semua kebutuhan kita di Indonesia, dan


jangan lupa rencana kita kali ini untuk menculik istrinya Vico harus berhasil,


aku tidak mau ada kegagalan seperti waktu itu, aku tidak ingin kehilangan


mataku yang satunya dan bahkan sisa saham rahasia yang aku miliki dari


perusahaan.” Ucap Fernando pada Glen asisten pribadinya.


“ Baik Tuan akan saya siapkan semua, beberapa orang terlatih


yang dikirim dari Tuan R juga untuk membantu juga sudah koordinasi dengan tim

__ADS_1


kita untuk melakukan rencana itu.” Jawab Glen menjelaskan persiapan mereka.


__ADS_2