
“ Santai brother, tumben kenapa kamu ingin buru-buru pulang
baru juga tiba ?” Tanya Orlando melihat tingkah Vico.
“ Tidak apa-apa.” Jawab Vico
Orlando lalu kembali melanjutkan penjelasannya.
“ Oke kita perluas sesuai instruksimu, untuk Grup Paman
bisakah kau kirim satu penyusup yang bisa memberi kita informasi lebih rinci
terhadap rencana paman atau kamu suap salah satu anak buah kepercayaannya,
untuk Dark Knight juga kirim satu orang yang bisa memberikan kita info
pergerakannya.” Ucap Vico
“ Oke . Oiya kenapa kita harus terlibat dengan Dark Knight,
dia saat ini bukan musuh kita malah bisa jadi teman kita menghadapi pamanmu.”
Ucap Orlando
“ Aku hanya ingin memastikan saja.” Jawab Vico
“ O Iya Vic, aku juga beberapa hari ini membersihkan kecoa
di sini, apa kau ingin melihat mereka ?” Tanya Orlando
“ Habisi saja, aku tidak ingin berurusan, O iya bagaimana
dengan orang yang kamu cari ?” Tanya Vico
“ Masih belum ada perkembangan, Vico Perusahaan kakekmu yang dikelola pamanmu
mulai hancur, saham dan kepercayaan pasar menurun.” Ucap Orlando
“ Biarkan saja, terserah paman aku tidak mau mengurusnya.”
Jawab Vico
Indonesia
Arini bangun dan melakukan rutinitas paginya. Arini lalu
berangkat kerja mengendarai mobilnya.
Setelah memasuki kantor Arini bergegas ke ruangan tempat
wawancara. Pagi itu cukup banyak peserta wawancara.
Semua peserta silih berganti melakukan wawancara dengan
Arini, Vivi dan beberapa Staf.
“ Terima kasih telah mengikuti wawancara hari ini, informasi
karyawan yang terpilih akan kami hubungi besok.” Ucap Vivi lalu para peserta
pergi meninggalkan gedung itu. Wawancara berjalan lancar.
Arini kembali ke ruang kerjanya untuk melihat dan melihat
desain karyawannya.
Telpon kantor berbunyi
“ Iya ada apa ?” Tanya Arini
“ Nona Arini ada Tuan Haris mencari nona di bawah.” Ucap
Resepsionis
“ Iya minta ke ruang pertemuan saja, aku akan kesana.” Ucap
Arini
Arini lalu pergi menemui Haris
“ Ada apa Ris ?” Tanya Arini
“ Tidak apa-apa aku hanya ingin menemuimu saja, Oiya aku
membawakan makanan kesukaanmu dan ini.” Ucap Haris dan memberikan makanan serta
__ADS_1
seikat bunga yang indah pada Arini.
“ Terima kasih tapi kamu tidak perlu repot-repot.” Ucap
Arini
“ Tidak apa-apa aku hanya ingin bertemu denganmu dan tidak
enak kalau tidak membawa apa-apa kemari.” Ucapnya
“ Ris seperti yang aku sampaikan kemarin aku tidak bisa
bersamamu kita hanya bisa berteman.” Jawab Arini yang sudah mengetahui
keinginan Haris
“ Oke oke kita teman, sesama teman bolehkan saling
perhatian.” Ucap Haris
“ Ar aku pamit dulu aku ada pertemuan di dekat sini, sampai
jumpa. Ucap Haris dan pergi.
“ Huh, dia itu kenapa keras kepala sekali.” Ucap Arini
Arini lalu kembali ke ruangannya dan memberikan makanan dan
bunga pada Vivi
“ Terima Kasih nona.” Ucap Vivi
Drt drt drt
“ Halo iya Vic ada apa ?’ Jawab Arini
“ Kamu sedang apa ?” Tanya Vico
“ di kantor membuat desain ada apa ?” Tanya Arini
“ Tidak apa-apa, ya sudah begitu saja aku matikan
teleponnya.” Ucap Vico dan mematikan panggilannya
Drt drt drt
“ Siapa lagi yang telpon aku ingin segera menyelesaikan
desain ini.” Ucap Arini sedikit emosi
“ Ada apa Ga ?” Tanya Arini
“ Ar bagaimana kamu bisa datang malam ini ?” Ucap Arga
“ Maaf Ga aku tidak bisa .” Jawab Arini
“ Oh oke .” Jawab Arga dan mematikan panggilannya.
Drt drt drt
“ Hah siapa lagi.” Ucap Arini sedikit jengkel
“ Halo kenapa kak ?” Ucap Arini sedikit sewot
“ Tidak apa-apa dek kakak hanya mau mengajakmu ke pameran
desain malam ini, apa kamu mau ?” Ucap Putra
“ Oke kak dimana ?” Tanya Arini
“ Di Gedung Z dek, mau kakak jemput saja ?” Tanya Putra
“ Tidak perlu kak, kita bertemu disana saja.” Ucap Arini
“ Oke.” Jawab Putra dan memutus panggilannya
Hari kepulangan Vico.
Hari itu Vico langsung pergi ke kantor setelah sampai di
Indonesia.
Dia menghubungi Arini bahwa sore akan menjemputnya di kantor
“ Hai bro ?” Sapa Haris yang memasuki ruangan Vico
__ADS_1
“ Ada apa kesini ?” Tanya Vico
“ Santai, aku hanya ingin bertemu denganmu, bagaimana
kabarmu ?” Tanya Haris
“ Baik, kapan kau pulang ?” Tanya Vico
Haris adalah teman Kuliah Vico diluar negeri.
“ Baru seminggu aku disini, disuruh papah mengurus
perusahaan di sini dan mencari istri katanya hahaha.” Jawab Haris dan tertawa.
“ Lalu kenapa kamu kesini ?” Tanya Vico
“ Aku hanya ingin bertemu sahabat lamaku, kemarin aku kesini
katanya kamu tidak ada, ya jadi aku baru kesini hari ini.” Ucap Haris
“ Kamu tidak sibuk ? Keluyuran kemana-mana .” Tanya Vico
“ Yang sibukkan karyawanku bro, selama aku sudah mengurus
semuanya aku bisa meninggalkannya.” Jawab Haris
“ Bagaimana hubunganmu dengan Poppy ?” Tanya Haris
“ Aku sudah pisah darinya.” Jawab Vico
“ Wah kita berarti sama-sama jomblo ya, hahahaha.” Ucap
Haris
“ Aku sudah menikah.” Jawab Vico karena tidak mau diejek
kalau dirinya masih sendiri atau masih belum move on dari Poppy
“ Wah siapa istrimu, kenapa tidak ada undangan atau berita
tentang itu.” Tanya Haris
“ Istriku tidak mau, kamu juga tidak perlu memberitakan pada
orang lain cukup tahu saja.” Ucap Vico
“ Kamu takut dengan istrimu ya hahaha, Vico CEO dingin takut
pada istrinya.” Ucap Haris mengejek
“ Diam kamu, pergi sana aku sibuk.” Ucap Vico mengusir
“ Kamu kurang ajar sekali dengan tamu, ditawari makan minum
kek diusir saja.” Ucap Haris
“ Sudahlah pergi sana aku ingin segera menyelsaikan tugasku
dan menjemput istriku.” Ucap Vico
“ Wah aku harus bertemu dengan kakak ipar dan mencium
tangannya karena telah membuatmu bertekuk lutut.” Ucap haris lagi
“ Haris sialan dia itriku bukan istrimu kenapa harus cium
tangan segala, Kim usir tamu tidak diundang ini mengganggu saja.” Ucap Vico
“ Iya iya aku pergi, aku juga masih ada urusan kok, Kim
tidak perlu melihatku seperti itu, kita kan teman ?” Ucap Haris lalu pergi.
“ Kim jadwalku apa lagi ?” Tanya Vico
“ 30 menit lagi ada rapat tuan setelah itu tidak ada lagi,”
Ucap Kim
“ Oke, Kim tempat bulan madunya sudah kamu atur ?” Tanya
Vico
“ Sudah Tuan, tuan ingin berangkat kapan ?” Tanya sekretaris
Kim
__ADS_1