
Langkah kaki Vico terhenti kala memasuki ruangan tidak jauh
dari tempat penyekapan Fernando. Pemandangan yang sama terpampang di depannya.
Zack terlihat di terantai menggantung di dekat tembok. Tanpa basa-basi Vico menyuruh
anak buahnya membuka penutup mata dan penyumpal mulut Zack.
“ Kamu memang iblis seperti orang tuamu.” Ucap Zack yang
terlihat sangat marah dan dendam dengan Vico dan orang tuanya. Matanya terlihat
merah dan wajah tampannya kini sudah kusam tak terurus karena penyekapan
beberapa hari itu.
“ Dasar penghianat asal kamu tahu Papahku tidak bersalah
dengan kejadian pada Papahmu itu. Sebagai hadiah bekerja denganku selama ini aku
beritahu kenyataan yang terjadi. Papahmu berkhianat pada Perusahaan Papahku dan
karena itu dia memutus kontrak kerja dan meminta ganti rugi sesuai perjanjian
mereka tapi sepertinya Papahmu yang serakah itu tidak terima hingga membuatnya
mabuk dan berkemudi, tidak ada hal kotor terjadi di antara keduanya.” Ucap Vico
terlihat kesal karena percaya pada baj*ng*n seperti Zack selama ini.
“ Itu tidak benar Papahmu yang membuat Papahku mati dan
menghancurkan hidupku.” Zack masih tidak menerima kenyataan yang ada dan mempercayai
informasi yang dia miliki dan meyakini semua itu adalah ulah orang tuan Vico.
“ Memang susah berbicara dengan orang bodoh, Papahku berbeda
denganku dia orang yang lurus dalam bekerja. Dia tidak mungkin melakukan itu.
Sudahlah intinya orang tuamu sendiri yang menghancurkanmu bukan orang tuaku.”
Ucap Vico jengah dan malas berbicara dengan Zack yang menurutnya membuang
energi.
Seorang penjaga berdiri tegap tidak jauh dari Zack yang
tergantung itu. Pria itu berkaos coklat dengan celana jeans biru dengan tubuh
kekar berotot dan berkulit coklat.
“ Siapkan rebusan air panas di bawahnya.” Ucap Vico sambil
menyeringai membayangkan hukuman untuk anak buah kepercayaannya yang berkhianat
itu.
“ Dasar kalian semua iblis, Tuhan akan menghukummu lebih
kejam.” Sumpah serapah dari mulut Zack mendengar perintah Vico pada anak
buahnya mengetahui apa yang akan dia terima selanjutnya.
“ Sumpah orang bersalah tidak akan di terima Tuhan.” Vico
terlihat berdiri tegap dengan tangannya menyilang di dada melihat anak buahnya
menyiapkan peralatan yang memang biasa di gunakan untuk penyiksaan para
penghianat dan orang yang mengganggu Perusahaan atau orang-orang terdekat Vico.
__ADS_1
Bangunan Tua yang menjadi neraka dunia bagi orang yang
bersalah pada Vico. Di sinilah Vico terlihat menjadi iblis tak berperasaan dan
selalu bisa memikirkan hal-hal sadis untuk menghukum orang-orang bersalah
tersebut.
Terlihat Air pada Kuali besi besar itu mendidih, gelembung-gelembung
terlihat meletus keluar hawa panas dari pembakaran terasa walau dari jarak
hampir 2 meter. Ikatan pada Zack terpasang katrol untuk mempermudah menurunkan
tawanan yang tergantung.
Dengan gerakan telunjuk tangan Vico dan seringai iblisnya memberikan
perintah pada pria kekar di dekat pengikat mulai menurunkan tubuh tergantung
Zack pada didihan air panas tersebut dengan perlahan. Terlihat Zack bergerak
kesana-kemari mencoba menghindari air panas itu.
“ Jangan bergerak terlalu banyak, jika pengait itu putus
kamu bahkan akan langsung menjadi sup, terima saja pelan-pelan dan nikmati
hukuman karena menyakiti istriku.” Ucap Vico dengan tatapan sangat dingin dan
sorot tajam.
“ Kamu memang si*lan psikopat gila.” Ucap Zack mencoba menghindarkan
kakinya yang mulai mendekati air mendidih dengan gerakan tidak cepat seperti
sebelumnya karena melihat pengait atas yang tengah menggantungnya.
bisa menjadi monster untuk orang yang menyakiti orang yang aku sayang.” Ucap
Vico sambil menyeringai membalaskan dendamnya pada Zack anak buah
kepercayaannya yang bekerja padanya beberapa tahun itu.
“ Jika istrimu yang lugu itu tahu sifat aslimu dia pasti
akan meninggalkanmu.” Ucap Zack sambil meludah dan tatapan dendam pada Vico.
“ Kamu terlalu sok tahu. Bagi orang yang akan bertemu dengan
malaikat kematian tidak perlu banyak berbicara terlalu buang-buang tenaga.”
Ucap Vico melihat kaki Zack sudah tercelup dan terangkat kembali itu. Teriakan
kesakitan dari Zack tidak Vico indahkan sama sekali, rasanya teriakan itu
sangat indah di pendengarannya.
“ Ahhhhhhhh Lepaskan aku dasar pria br*ngs*k .” Umpat Zack
kesakitan karena kakinya terkena air mendidih itu. Kaki yang sebelumnya
terlihat kecoklatan kini berubah kemerahan. Mata Zack terlihat semakin merah
sorot tajam matanya benar-benar bagaikan zombi.
“ Kalian semua membuang waktuku.” Ucap Vico dan kini
berjalan keluar meninggalkan ruang penyiksaan Zack tersebut mengingat waktu
mulai malam tidak ingin sang istri tercinta menunggunya terlalu lama di rumah.
__ADS_1
“ Kim bereskan saja mereka kirim foto kepala mereka padaku
besok pagi.” Ucap Vico pada sekretaris Kim yang berjalan di belakangnya.
Sekretaris Kim yang memang sudah biasa dengan hal-hal sadis itu terlihat
mengangguk mengerti dengan perintah Tuannya tersebut.
Sekretaris Kim membukakan pintu mobil untuk Vico dan
mengendarai mobil hitam itu mengantarkan Tuan mudanya kembali ke kediamannya.
Sepi dan gelap menjadi pemandangan selama perjalanan dari tempat penyekapan itu
hingga sampai di jalan besar yang sudah mulai ramai. Entah apa yang Vico
pikirkan dia hanya diam sambil memijat pelipisnya.
Sekretaris Kim yang melihat dari spionnya beberapa kali
menatap tuannya tersebut dan mencoba menanyakan apa yang Tuan mudanya tersebut
pikirkan.
“ Ada apa Tuan ?”
“ Kim menurutmu apakah Arini akan meninggalkanku jika tahu
tentangku yang sebenarnya, pekerjaanku, kesadisanku dan semua ini ?”
Tanya Vico sambil menghembus nafas kasar dan menunduk.
“ Tuan jika nona mengetahui semua itu dari Tuan sendiri, dan
tuan dapat menjelaskan semuanya dengan baik nona mungkin akan kaget pada
awalnya tapi semuanya mungkin bisa lebih baik kedepannya melihat sifat nona
Arini dia bukan orang yang seperti tuan kira.” Ucap sekretaris Kim karena
semakin mengenal nona mudanya Arini bukan orang yang sepolos kelihatannya ada
banyak hal yang bisa menjadi kejutan dari sifat dingin Arini selama ini, selain
itu keluarganya juga seorang mafia bukan tidak mungkin Arini juga mengetahui
hal itu walaupun hal tersebut masih belum diketahui kebenarannya.
“ Aku masih takut Kim jika menjelaskan pada Arini, aku takut
dia akan meninggalkanku bahkan Kakeknya dan kakaknya berpesan agar Arini tidak
mengetahui dunia gelap yang aku geluti ini, tapi aku takut jika dia tahu dari
orang lain Kim.” Ucap Vico gelisah memikirkan segala kemungkinan terburuk pada
hubungannya dan Arini.
“ Menurut saya lebih baik Tuan jujur saja pada nona entah
bagaimana nanti tanggapan nona.” Ucap sekretaris Kim tegas karena menurut buku
novel yang juga ia baca sebagai hiburan saat tidak bekerja wanita sangat membenci
rahasia dari pria yang dekat dengannya.
“ Begitukah Kim menurutmu ?” Tanya Vico memastikan kembali.
“ Iya Tuan.” Jawab sekretaris Kim yang memang tidak pernah
menjalin hubungan dan hanya tahu dari novel itu.
__ADS_1