My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Perhitungan Zack


__ADS_3

Langkah kaki Vico terhenti kala memasuki ruangan tidak jauh


dari tempat penyekapan Fernando. Pemandangan yang sama terpampang di depannya.


Zack terlihat di terantai menggantung di dekat tembok. Tanpa basa-basi Vico menyuruh


anak buahnya membuka penutup mata dan penyumpal mulut Zack.


“ Kamu memang iblis seperti orang tuamu.” Ucap Zack yang


terlihat sangat marah dan dendam dengan Vico dan orang tuanya. Matanya terlihat


merah dan wajah tampannya kini sudah kusam tak terurus karena penyekapan


beberapa hari itu.


“ Dasar penghianat asal kamu tahu Papahku tidak bersalah


dengan kejadian pada Papahmu itu. Sebagai hadiah bekerja denganku selama ini aku


beritahu kenyataan yang terjadi. Papahmu berkhianat pada Perusahaan Papahku dan


karena itu dia memutus kontrak kerja dan meminta ganti rugi sesuai perjanjian


mereka tapi sepertinya Papahmu yang serakah itu tidak terima hingga membuatnya


mabuk dan berkemudi, tidak ada hal kotor terjadi di antara keduanya.” Ucap Vico


terlihat kesal karena percaya pada baj*ng*n seperti Zack selama ini.


“ Itu tidak benar Papahmu yang membuat Papahku mati dan


menghancurkan hidupku.” Zack masih tidak menerima kenyataan yang ada dan mempercayai


informasi yang dia miliki dan meyakini semua itu adalah ulah orang tuan Vico.


“ Memang susah berbicara dengan orang bodoh, Papahku berbeda


denganku dia orang yang lurus dalam bekerja. Dia tidak mungkin melakukan itu.


Sudahlah intinya orang tuamu sendiri yang menghancurkanmu bukan orang tuaku.”


Ucap Vico jengah dan malas berbicara dengan Zack yang menurutnya membuang


energi.


Seorang penjaga berdiri tegap tidak jauh dari Zack yang


tergantung itu. Pria itu berkaos coklat dengan celana jeans biru dengan tubuh


kekar berotot dan berkulit coklat.


“ Siapkan rebusan air panas di bawahnya.” Ucap Vico sambil


menyeringai membayangkan hukuman untuk anak buah kepercayaannya yang berkhianat


itu.


“ Dasar kalian semua iblis, Tuhan akan menghukummu lebih


kejam.” Sumpah serapah dari mulut Zack mendengar perintah Vico pada anak


buahnya mengetahui apa yang akan dia terima selanjutnya.


“ Sumpah orang bersalah tidak akan di terima Tuhan.” Vico


terlihat berdiri tegap dengan tangannya menyilang di dada melihat anak buahnya


menyiapkan peralatan yang memang biasa di gunakan untuk penyiksaan para


penghianat dan orang yang mengganggu Perusahaan atau orang-orang terdekat Vico.

__ADS_1


Bangunan Tua yang menjadi neraka dunia bagi orang yang


bersalah pada Vico. Di sinilah Vico terlihat menjadi iblis tak berperasaan dan


selalu bisa memikirkan hal-hal sadis untuk menghukum orang-orang bersalah


tersebut.


Terlihat Air pada Kuali besi besar itu mendidih, gelembung-gelembung


terlihat meletus keluar hawa panas dari pembakaran terasa walau dari jarak


hampir 2 meter. Ikatan pada Zack terpasang katrol untuk mempermudah menurunkan


tawanan yang tergantung.


Dengan gerakan telunjuk tangan Vico dan seringai iblisnya memberikan


perintah pada pria kekar di dekat pengikat mulai menurunkan tubuh tergantung


Zack pada didihan air panas tersebut dengan perlahan. Terlihat Zack bergerak


kesana-kemari mencoba menghindari air panas itu.


“ Jangan bergerak terlalu banyak, jika pengait itu putus


kamu bahkan akan langsung menjadi sup, terima saja pelan-pelan dan nikmati


hukuman karena menyakiti istriku.” Ucap Vico dengan tatapan sangat dingin dan


sorot tajam.


“ Kamu memang si*lan psikopat gila.” Ucap Zack mencoba menghindarkan


kakinya yang mulai mendekati air mendidih dengan gerakan tidak cepat seperti


sebelumnya karena melihat pengait atas yang tengah menggantungnya.


bisa menjadi monster untuk orang yang menyakiti orang yang aku sayang.” Ucap


Vico sambil menyeringai membalaskan dendamnya pada Zack anak buah


kepercayaannya yang bekerja padanya beberapa tahun itu.


“ Jika istrimu yang lugu itu tahu sifat aslimu dia pasti


akan meninggalkanmu.” Ucap Zack sambil meludah dan tatapan dendam pada Vico.


“ Kamu terlalu sok tahu. Bagi orang yang akan bertemu dengan


malaikat kematian tidak perlu banyak berbicara terlalu buang-buang tenaga.”


Ucap Vico melihat kaki Zack sudah tercelup dan terangkat kembali itu. Teriakan


kesakitan dari Zack tidak Vico indahkan sama sekali, rasanya teriakan itu


sangat indah di pendengarannya.


“ Ahhhhhhhh Lepaskan aku dasar pria br*ngs*k .” Umpat Zack


kesakitan karena kakinya terkena air mendidih itu. Kaki yang sebelumnya


terlihat kecoklatan kini berubah kemerahan. Mata Zack terlihat semakin merah


sorot tajam matanya benar-benar bagaikan zombi.


“ Kalian semua membuang waktuku.” Ucap Vico dan kini


berjalan keluar meninggalkan ruang penyiksaan Zack tersebut mengingat waktu


mulai malam tidak ingin sang istri tercinta menunggunya terlalu lama di rumah.

__ADS_1


“ Kim bereskan saja mereka kirim foto kepala mereka padaku


besok pagi.” Ucap Vico pada sekretaris Kim yang berjalan di belakangnya.


Sekretaris Kim yang memang sudah biasa dengan hal-hal sadis itu terlihat


mengangguk mengerti dengan perintah Tuannya tersebut.


Sekretaris Kim membukakan pintu mobil untuk Vico dan


mengendarai mobil hitam itu mengantarkan Tuan mudanya kembali ke kediamannya.


Sepi dan gelap menjadi pemandangan selama perjalanan dari tempat penyekapan itu


hingga sampai di jalan besar yang sudah mulai ramai. Entah apa yang Vico


pikirkan dia hanya diam sambil memijat pelipisnya.


Sekretaris Kim yang melihat dari spionnya beberapa kali


menatap tuannya tersebut dan mencoba menanyakan apa yang Tuan mudanya tersebut


pikirkan.


“ Ada apa Tuan ?”


“ Kim menurutmu apakah Arini akan meninggalkanku jika tahu


tentangku yang sebenarnya, pekerjaanku, kesadisanku dan semua ini ?”


Tanya Vico sambil menghembus nafas kasar dan menunduk.


“ Tuan jika nona mengetahui semua itu dari Tuan sendiri, dan


tuan dapat menjelaskan semuanya dengan baik nona mungkin akan kaget pada


awalnya tapi semuanya mungkin bisa lebih baik kedepannya melihat sifat nona


Arini dia bukan orang yang seperti tuan kira.” Ucap sekretaris Kim karena


semakin mengenal nona mudanya Arini bukan orang yang sepolos kelihatannya ada


banyak hal yang bisa menjadi kejutan dari sifat dingin Arini selama ini, selain


itu keluarganya juga seorang mafia bukan tidak mungkin Arini juga mengetahui


hal itu walaupun hal tersebut masih belum diketahui kebenarannya.


“ Aku masih takut Kim jika menjelaskan pada Arini, aku takut


dia akan meninggalkanku bahkan Kakeknya dan kakaknya berpesan agar Arini tidak


mengetahui dunia gelap yang aku geluti ini, tapi aku takut jika dia tahu dari


orang lain Kim.” Ucap Vico gelisah memikirkan segala kemungkinan terburuk pada


hubungannya dan Arini.


“ Menurut saya lebih baik Tuan jujur saja pada nona entah


bagaimana nanti tanggapan nona.” Ucap sekretaris Kim tegas karena menurut buku


novel yang juga ia baca sebagai hiburan saat tidak bekerja wanita sangat membenci


rahasia dari pria yang dekat dengannya.


“ Begitukah Kim menurutmu ?” Tanya Vico memastikan kembali.


“ Iya Tuan.” Jawab sekretaris Kim yang memang tidak pernah


menjalin hubungan dan hanya tahu dari novel itu.

__ADS_1


__ADS_2