
Saat terlihat Vico memberi isyarat pada sekretaris Kim jika
mereka akan pergi, terlihat mobil menghampiri mereka berdua membawanya ke salah
satu restoran yang sangat terkenal dan memanjakan mata melihat suasana yang di
suguhkan, keromantisan sangat terasa saat memasuki ruangan privat yang sudah di
pesan mereka berdua. Vico paham betul jika negara yang dia kunjungi bukan
negara yang aman untuk mereka berdua, tetapi karena keinginannya untuk membawa
suasana romantis dan mendekatkan hubungannya dengan Arini dia memilih negara
ini.
Pelayan menyiapkan beberapa hidangan yang menjadi pilihan
pengunjung dan berbagai makanan khas Paris. Sekretaris Kim memang sudah
menyiapkan ruangan itu beserta menunya agar Vico bisa langsung menikmatinya
tanpa perlu menunggu lama.
Vico dan Arini sangat menikmati makan malam mereka berdua
yang bagaikan adegan terromantis yang ditampilkan Film Holywood dimana
penerangan hanya temaram disertai cahaya lilin, alunan biola yang sangat merdu
menampilkan lagu yang lembut di dekat mereka dengan pemandangan menara Eiffel
yang memukau dan makanan yang sangat memanjakan lidah.
Setelah mereka selesai menyantap makanan mereka kembali ke
Hotel tempat mereka menginap.
Drt drt drt terdengar suara ponsel Vico yang sedang dia
letakkan di atas nakas.
Vico mengambilnya dan menggeser tanda menerima panggilan
terlihat nama Orlando.
“ Hallo kenapa menghubungiku apakah ada masalah ?” Tanya
Vico yang kala itu sedang duduk di sofa menunggu Arini yang sedang membersihkan
diri di kamar mandi karena seharian pergi berjalan-jalan menyusuri kota Paris.
“ Tidak ada, aku dapat informasi kamu berada di paris,
kenapa tidak memberitahuku ? aku bisa menemuimu di sana.” Ucap Orlando yang belum
mengetahui bahwa Vico berada di Paris bersama wanita yang merupakan istri Vico.
“ Tidak perlu, aku di sini hanya berlibur.” Jawab Vico,
karena tidak ingin memberitahukan keberadaan Arini yang bersamanya, takut jika
terjadi masalah.
“ Aku akan kesana.” Ucap Orlando lalu mematikan panggilannya
tanpa mendengar jawaban Vico
Vico mengumpat karena panggilannya diputus Orlando dan
mengetahui jika temannya itu ingin datang menemuinya
Orlando yang telah mematikan panggilannya lalu mendapat
kabar dari anak buah yang mengikuti Vico mengatakan bahwa Vico di Paris bersama
__ADS_1
seorang wanita dan mengirimkan beberapa Foto yang terlihat mesra menurut
Orlando.
“ Oh dia bersama wanita, siapa wanita ini apa dia pacar baru
Vico setelah lama sendiri baru kali ini aku melihat dia dekat dengan wanita
lagi.” Gumam Orlando yang terlihat membawa beberapa keperluannya dan akan pergi
menemui Vico.
Ponsel Orlando terdengar beberapa kali berdering dia
mengetahui itu panggilan dari Vico sehingga dia mengabaikannya, menurutnya
lebih baik minta maaf nanti saat bertemu dari pada kehilangan momen untuk bertemu Vico yang
sedang bersama wanita.
“ Kurang ajar, dia tidak mau mengangkat panggilanku.” Umpat
Vico yang beberapa kali menghubungi Orlando tapi tidak diangkat dia mengetahui
kalau Orlando menginginkan sesuatu sangat sulit mencegahnya seperti dirinya dia
lalu menghubungi sekretaris Kim
“ Kim jangan biarkan Orlando menemuiku, cegah dengan
berbagai cara agar tidak menggangguku.” Ucap Vico agar dia dan Arini tidak
bertemu dengan Orlando di hotel tersebut.
“ Baik tuan.” Jawab sekretaris yang kala itu sedang terduduk
di sofa sambil menikmati secangkir kopi di kamarnya.
“ Perketat penjagaan jangan sampai Tuan Orlando masuk ke
Dasar orang keras kepala satunya akan datang, mengganggu
bulan madu tuan muda saja. Batin sekretaris Kim
Orlando yang sudah hafal karakter temannya itu yang akan
memperketat penjagaannya dia masuk menjadi seorang sopir pengantar sayur-mayur
di hotel tersebut. Setelah masuk dia mencuri pakaian pelayan laki-laki dan
mengambil rak dorong untuk menyajikan makanan kepada tamu lalu berlalu ke kamar
sesuai informasi anak buahnya.
“ Selamat malam kami ingin mengantarkan makanan ” Ucap
Orlando berlaga menjadi pelayan hotel tersebut.
“ Tidak ada yang memesan makanan, kamu pergilah Orlando.”
Jawab Vico yang sudah tahu rencana Orlando, selain itu dia tidak memesan
makanan bagaimana hotel menyajikannya.
“ Ayolah Vic, aku sudah jauh-jauh kesini bukakan pintu
untukku.” Ucap Orlando yang penyamarannya sudah terbongkar di depan pintu.
“ Siapa Vic ?” Tanya Arini yang mendengar Vico berbicara
dengan seseorang di balik pintu.
“ Bukan siapa-siapa tidak penting.” Jawab Vico singkat dan
melihat Arini melangkah mendekati Vico.
__ADS_1
“ Kamu istirahat saja dulu, aku akan mengurusnya.” Ucap Vico
pada Arini membuat Arini kembali ke ranjang empuk dan merebahkan tubuhnya yang
kelelahan karena semua yang dia lakukan.
“ Ayolah Vic biarkan aku masuk.” Teriak Orlando lagi.
“ Ayo berbicara di luar.” Ucap Vico saat membuka pintu, tapi
karena Orlando sudah bersiap-siap dia lalu menerobos masuk ke dalam kamar dan
duduk di sofa.
“ Keluar.” Teriak Vico marah akan kelancangan Orlando
Mendengar Vico yang berteriak Arini lalu melihat keributan
itu. Arini lalu bertemu dengan Orlando
“ Halo nona aku Orlando teman Vico.” Ucap Orlando yang
melihat kedatangan Orlando dan mengajak Arini berjabat tangan.
“ Tidak usah berjabat tangan, cepat keluar dari kamarku kita
bicara di luar.” Ucap Vico dan menarik tangan Orlando yang sebelumnya terulur.
“ Vico jika kamu ingin berbicara di sini tidak apa-apa aku
akan kembali ke kamar.” Ucap Arini karena kamar dan ruang tamu memiliki dinding
pemisah, dan merasa kalau teman Vico mungkin memiliki urusan hingga menemui
Vico sampai ke kamarnya.
“ Wah Vic siapa dia ?” Tanya Orlando penasaran dan menepuk bahu
Vico yang terlihat sangat marah dengan Orlando.
“ Wanita.” Jawab Vico singkat dan melotot tajam pada Orlando
“ Santai kawan, jangan seperti itu aku tidak mungkin ingin
mendekatinya jika dia milikmu, aku hanya ingin bertemu denganmu dan sedikit
penasaran dengan wanita yang kamu ajak jauh-jauh kemari untuk hanya sekedar
berlibur.” Ucap Orlando tersenyum agar membuat sahabatnya itu tidak terlalu
marah.
“ Sekarang sudah bertemu, ayo cepat keluar kamu menggangguku
saja.” Ucap Vico dan memukul-mukul Orlando dan menyeretnya keluar dari kamar
mereka berdua dan merasa terganggu dengan Orlando.
“ Vico jangan begitu aku sudah di sini dengan melakukan
perjalanan yang cukup lama dari Italia, biarlah aku duduk atau kamu
mengambilkan minuman begitu untukku.” Ucap Orlando yang sedikit menggoda sahabatnya
itu.
“ Tidak ada, siapa suruh kesini, aku sudah melarangmu, ayo
cepat pergi, aku akan menemuimu besok, puas.” Ucap Vico dan mendorong temannya
tersebut keluar dari kamarnya dan akhirnya berhasil mengusir sahabatnya itu.
“ Janji ya, awas kamu ingkar aku bisa melakukan apa saja
untuk dapat masuk.” Ucap Orlando lalu berlalu pergi dari depan kamar sahabatnya
__ADS_1
itu.