My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Diketahui Orlando


__ADS_3

Saat terlihat Vico memberi isyarat pada sekretaris Kim jika


mereka akan pergi, terlihat mobil menghampiri mereka berdua membawanya ke salah


satu restoran yang sangat terkenal dan memanjakan mata melihat suasana yang di


suguhkan, keromantisan sangat terasa saat memasuki ruangan privat yang sudah di


pesan mereka berdua. Vico paham betul jika negara yang dia kunjungi bukan


negara yang aman untuk mereka berdua, tetapi karena keinginannya untuk membawa


suasana romantis dan mendekatkan hubungannya dengan Arini dia memilih negara


ini.


Pelayan menyiapkan beberapa hidangan yang menjadi pilihan


pengunjung dan berbagai makanan khas Paris. Sekretaris Kim memang sudah


menyiapkan ruangan itu beserta menunya agar Vico bisa langsung menikmatinya


tanpa perlu menunggu lama.


Vico dan Arini sangat menikmati makan malam mereka berdua


yang bagaikan adegan terromantis yang ditampilkan Film Holywood dimana


penerangan hanya temaram disertai cahaya lilin, alunan biola yang sangat merdu


menampilkan lagu yang lembut di dekat mereka dengan pemandangan menara Eiffel


yang memukau dan makanan yang sangat memanjakan lidah.


Setelah mereka selesai menyantap makanan mereka kembali ke


Hotel tempat mereka menginap.


Drt drt drt terdengar suara ponsel Vico yang sedang dia


letakkan di atas nakas.


Vico mengambilnya dan menggeser tanda menerima panggilan


terlihat nama Orlando.


“ Hallo kenapa menghubungiku apakah ada masalah ?” Tanya


Vico yang kala itu sedang duduk di sofa menunggu Arini yang sedang membersihkan


diri di kamar mandi karena seharian pergi berjalan-jalan menyusuri kota Paris.


“ Tidak ada, aku dapat informasi kamu berada di paris,


kenapa tidak memberitahuku ? aku bisa menemuimu di sana.” Ucap Orlando yang belum


mengetahui bahwa Vico berada di Paris bersama wanita yang merupakan istri Vico.


“ Tidak perlu, aku di sini hanya berlibur.” Jawab Vico,


karena tidak ingin memberitahukan keberadaan Arini yang bersamanya, takut jika


terjadi masalah.


“ Aku akan kesana.” Ucap Orlando lalu mematikan panggilannya


tanpa mendengar jawaban Vico


Vico mengumpat karena panggilannya diputus Orlando dan


mengetahui jika temannya itu ingin datang menemuinya


Orlando yang telah mematikan panggilannya lalu mendapat


kabar dari anak buah yang mengikuti Vico mengatakan bahwa Vico di Paris bersama

__ADS_1


seorang wanita dan mengirimkan beberapa Foto yang terlihat mesra menurut


Orlando.


“ Oh dia bersama wanita, siapa wanita ini apa dia pacar baru


Vico setelah lama sendiri baru kali ini aku melihat dia dekat dengan wanita


lagi.” Gumam Orlando yang terlihat membawa beberapa keperluannya dan akan pergi


menemui Vico.


Ponsel Orlando terdengar beberapa kali berdering dia


mengetahui itu panggilan dari Vico sehingga dia mengabaikannya, menurutnya


lebih baik minta maaf nanti saat bertemu dari pada kehilangan momen untuk bertemu Vico yang


sedang bersama wanita.


“ Kurang ajar, dia tidak mau mengangkat panggilanku.” Umpat


Vico yang beberapa kali menghubungi Orlando tapi tidak diangkat dia mengetahui


kalau Orlando menginginkan sesuatu sangat sulit mencegahnya seperti dirinya dia


lalu menghubungi sekretaris Kim


“ Kim jangan biarkan Orlando menemuiku, cegah dengan


berbagai cara agar tidak menggangguku.” Ucap Vico agar dia dan Arini tidak


bertemu dengan Orlando di hotel tersebut.


“ Baik tuan.” Jawab sekretaris yang kala itu sedang terduduk


di sofa sambil menikmati secangkir kopi di kamarnya.


“ Perketat penjagaan jangan sampai Tuan Orlando masuk ke


Dasar orang keras kepala satunya akan datang, mengganggu


bulan madu tuan muda saja. Batin sekretaris Kim


Orlando yang sudah hafal karakter temannya itu yang akan


memperketat penjagaannya dia masuk menjadi seorang sopir pengantar sayur-mayur


di hotel tersebut. Setelah masuk dia mencuri pakaian pelayan laki-laki dan


mengambil rak dorong untuk menyajikan makanan kepada tamu lalu berlalu ke kamar


sesuai informasi anak buahnya.


“ Selamat malam kami ingin mengantarkan makanan ” Ucap


Orlando berlaga menjadi pelayan hotel tersebut.


“ Tidak ada yang memesan makanan, kamu pergilah Orlando.”


Jawab Vico yang sudah tahu rencana Orlando, selain itu dia tidak memesan


makanan bagaimana hotel menyajikannya.


“ Ayolah Vic, aku sudah jauh-jauh kesini bukakan pintu


untukku.” Ucap Orlando yang penyamarannya sudah terbongkar di depan pintu.


“ Siapa Vic ?” Tanya Arini yang mendengar Vico berbicara


dengan seseorang di balik pintu.


“ Bukan siapa-siapa tidak penting.” Jawab Vico singkat dan


melihat Arini melangkah mendekati Vico.

__ADS_1


“ Kamu istirahat saja dulu, aku akan mengurusnya.” Ucap Vico


pada Arini membuat Arini kembali ke ranjang empuk dan merebahkan tubuhnya yang


kelelahan karena semua yang dia lakukan.


“ Ayolah Vic biarkan aku masuk.” Teriak Orlando lagi.


“ Ayo berbicara di luar.” Ucap Vico saat membuka pintu, tapi


karena Orlando sudah bersiap-siap dia lalu menerobos masuk ke dalam kamar dan


duduk di sofa.


“ Keluar.” Teriak Vico marah akan kelancangan Orlando


Mendengar Vico yang berteriak Arini lalu melihat keributan


itu. Arini lalu bertemu dengan Orlando


“ Halo nona aku Orlando teman Vico.” Ucap Orlando yang


melihat kedatangan Orlando dan mengajak Arini berjabat tangan.


“ Tidak usah berjabat tangan, cepat keluar dari kamarku kita


bicara di luar.” Ucap Vico dan menarik tangan Orlando yang sebelumnya terulur.


“ Vico jika kamu ingin berbicara di sini tidak apa-apa aku


akan kembali ke kamar.” Ucap Arini karena kamar dan ruang tamu memiliki dinding


pemisah, dan merasa kalau teman Vico mungkin memiliki urusan hingga menemui


Vico sampai ke kamarnya.


“ Wah Vic siapa dia ?” Tanya Orlando penasaran dan menepuk bahu


Vico yang terlihat sangat marah dengan Orlando.


“ Wanita.” Jawab Vico singkat dan melotot tajam pada Orlando


“ Santai kawan, jangan seperti itu aku tidak mungkin ingin


mendekatinya jika dia milikmu, aku hanya ingin bertemu denganmu dan sedikit


penasaran dengan wanita yang kamu ajak jauh-jauh kemari untuk hanya sekedar


berlibur.” Ucap Orlando tersenyum agar membuat sahabatnya itu tidak terlalu


marah.


“ Sekarang sudah bertemu, ayo cepat keluar kamu menggangguku


saja.” Ucap Vico dan memukul-mukul Orlando dan menyeretnya keluar dari kamar


mereka berdua dan merasa terganggu dengan Orlando.


“ Vico jangan begitu aku sudah di sini dengan melakukan


perjalanan yang cukup lama dari Italia, biarlah aku duduk atau kamu


mengambilkan minuman begitu untukku.” Ucap Orlando yang sedikit menggoda sahabatnya


itu.


“ Tidak ada, siapa suruh kesini, aku sudah melarangmu, ayo


cepat pergi, aku akan menemuimu besok, puas.” Ucap Vico dan mendorong temannya


tersebut keluar dari kamarnya dan akhirnya berhasil mengusir sahabatnya itu.


“ Janji ya, awas kamu ingkar aku bisa melakukan apa saja


untuk dapat masuk.” Ucap Orlando lalu berlalu pergi dari depan kamar sahabatnya

__ADS_1


itu.


__ADS_2