
“ Ar bangun “ Vico yang bangun lebih dulu mencoba
membangunkan Arini yang masih tertidur lelap. Tidak seperti biasanya hari ini
Arini tidak bangun hingga sorot sang surya menyengat kulit putihnya. Vico
terlihat membangunkan Arini dengan mengusap pipi wanita cantik itu sambil mencium kening Arini. Arini seperti anak
kecil yang enggan meninggalkan tempatnya yang nyaman itu terlihat dia hanya
mengerjap tanpa membuka mata indahnya.
“ Ar ayo bangun, apa kamu tidak bekerja hari ini ?” Kembali
Vico membangunkan istri tercintanya mengingat ini masih hari kerja, kini
telapak tangannya berpindah memeluk tubuh indah Arini. Rasanya dia tidak pernah
bosan memeluk dan menyentuh tubuh Arini. Merasa silau dengan sinar surya dan
tingkah mengganggu Vico Arini pun membuka matanya.
“ Iya aku bekerja, kenapa ya rasanya tubuhku malas sekali
bangun, hah tapi hari ini sangat aku tunggu-tunggu.” Ucap Arini dengan suara
pelan. Ia membalikkan tubuhnya dan menghadap sang suami yang memeluknya dari
belakang. Mencium Vico lalu melonggarkan tangan Vico dan bangkit dari kasur
empuk menuju kamar mandi.
“ Ada apa dengan hari ini Ar ? apa yang kamu tunggu ?” Tanya
Vico yang penasaran dengan ucapan lirih sang istri sebelumnya. Arini hanya
tersenyum pada Vico dan kembali melanjutkan keinginannya pergi ke kamar mandi.
Vico yang tidak mendapat jawaban hanya bisa mengangkat alisnya sambil menggaruk
kepala karena penasaran.
Berita menggemparkan memenuhi di berbagai platform media
sosial, televisi, dan koran. Skandal penggelapan dana, pelecehan, penyuapan dan
berbagai hal buruk yang melibatkan Presdir Teguh dari PT. Surya benar-benar
membuat harga saham jatuh terperosok ke jurang kehancuran. Terlihat pria bertubuh tambun
dengan rambut botak memegang kepalanya berita tentang dirinya mengguncang
dirinya. Dia berpikir keras masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Wanita
muda berambut panjang terlihat masih tertidur pulas tertutup selimut tebal di sampingnya.
“ Siapa yang berani melakukan ini semua padaku ? Hah padahal
semua itu sebelumnya tersimpan rapi dan tidak ada yang berani mengungkapkan
karena berbagai orang yang menjadi pendukungku selama ini, hah sepertinya para
anjing tua yang aku pelihara selama ini menghianatiku, bahkan mereka semua
tidak bisa aku hubungi sekarang jika pun bisa hanya bicara maaf saja.” Gumam pria
itu sambil memegangi benda pipih sebagai alat komunikasi itu. Sepertinya dia
__ADS_1
benar-benar frustasi dengan keadaannya yang menimpanya saat ini.
Panggilan dari sekretarisnya tentang rapat darurat para
pemegang saham membuatnya kini beranjak dari kasur empuk tempatnya menyalurkan
hasrat birahi dengan wanita muda nan cantik di sampingnya. Dia segera membersihkan
diri dan berangkat ke perusahaan miliknya. Dengan kecepatan penuh si sopir yang
telah menunggunya sejak tadi mengendarai mobil hitam berlogo kuda itu.
Saat dirinya memasuki gedung perusahaan yang dia warisi dari
kedua orang tuanya yang sebelumnya belum berkembang menjadi besar itu semua
mata karyawan memandangnya sambil berbisik. Sepertinya kekuasaannya sudah
benar-benar runtuh hingga kewibawaannya tidak dapat terlihat lagi. Walau semua karyawan
bertingkah terlihat sopan tapi pandangan mereka sudah sangat berbeda tentang
dirinya. Sosok yang sangat dihormati seperti plastik bekas yang benar-benar
tidak berharga sama sekali.
Rapat khusus para pemegang saham yang mendadak diadakan pun memperlihatkan
banyak pria dan wanita memandangnya dengan tatapan marah karena ulahnya selama
ini. Pria itu masuk dengan kekawatiran sangat tinggi karena bagaimana pun saham
miliknya tidak ada bisa menjadi kekuatannya jika tidak ada seorang pun yang mau
mendukungnya saat ini. Rapat pun dimulai dan semuanya hanya berisi mengenai
penurunan harga saham dan cara menanggulangi krisis yang terjadi saat ini itu.
menangkan para koleganya tersebut.
Seorang pria tua tiba-tiba berpendapat untuk melengserkan
kedudukannya dan digantikan dengan orang baru yang lebih profesional dan mumpuni
di posisi itu. Keringat dingin memenuhi dahinya merasa dia benar-benar tidak
bisa bertingkah sama sekali lagi selain mencoba meredam kemarahan mereka, semua
pun mulai memikirkan pendapat itu dan mencoba mengambil suara dari semua orang
yang berkepentingan untuk menentukan kelayakan Presdir Teguh untuk melanjutkan
posisinya atau harus enyah dengan tidak hormat.
Pengambilan suara pun dilakukan di mana semua orang tidak
ada yang mendukungnya sama sekali dan malah mendukung untuk melengserkannya
dari posisinya saat ini. Dirinya mencoba berbagai cara untuk mempertahankan
posisinya berteriak tapi sungguh sayang semua hal itu tidak berguna. Kebodohan terbesarnya
adalah sering menjual saham miliknya untuk berfoya-foya tidak mengindahkan
nasihat orang tuanya dahulu dan mempercayai orang-orang akan selalu
mendukungnya selama kantong mereka dia penuhi dengan uang dan wanita. Ya memang
__ADS_1
penyesalan selalu terjadi di belakang. Istrinya yang baru mengetahui berita mengenai
suaminya pun menghubunginya seolah tidak percaya karena dia takut jika jatuh
miskin karena itulah ketakutan terbesarnya selain itu dia juga tidak mau
anaknya yang sedang menempuh pendidikan jadi terpengaruh.
Pria itu kini hanya bisa terduduk diam di dalam mobil yang
sebelumnya ia naiki menuju perusahaan itu. Nasi sudah menjadi bubur tidak bisa
diubah lagi semuanya. Kembali ia memegang kepalanya memijatnya pelan. Tidak
terasa air matanya menetes mengingat kenangan
dengan orang tuanya. Pikirannya pun kiri mulai tenang dan dia menghubungi
seseorang untuk menyelidiki tentang kejadian yang menimpanya dan bersumpah akan
membalasnya. Wah memang benar orang berhati buruk akan sulit berkaca untuk
merefleksikan diri atau sekedar mengakui dan menyesali kesalahannya. Semua
seolah sudah dibutakan dengan dendam karena merasa tidak adil dengan semua yang
dia terima saat ini.
Kantor Arini
“ Selamat ya Pak Presdir, maaf saya terlalu bersemangat
sepertinya untuk membalas perbuatan tidak sopan bapak kemarin pada saya jadi
saya sedikit keterlaluan . Wah sepertinya anda kehilangan segalanya sekarang oh
dia sudah tidak menyandang posisi itu saat ini melihat berita PT. Surya
bertindak cepat agar harga sahamnya tidak semakin anjlok dengan melengserkan
posisi Anda. Sudahlah waktunya kerja, aku sepertinya sudah lama tidak bertemu
kakak.” Ucap Arini yang sebelumnya melihat layar komputernya untuk melihat
berita terbaru mengenai PT. Surya lebih tepatnya Presdir Teguh. Ekspresi bahagianya
berubah tenang kembali mengingat kerinduannya pada kedua orang tua dan
kakaknya.
“ Siang nona Arini ada tamu yang menunggu di ruang meeting.”
Ucap Vivi yang sebelumnya mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh Arini.
“ Siapa ? Aku sepertinya tidak ada janji pertemuan hari ini.”
Jawab Arini bingung karena dia merasa tidak ada jadwal bertemu seseorang dan
dia menggelengkan kepalanya merasa bingung. Ia mengambil ponselnya sekedar
mengecek apakah dia melewatkan sesuatu hingga dia kelupaan.
“ Menurut laporan resepsionis beliau ibu mertua nona Arini,
dan dia memaksa masuk dan sedikit berdebat karena sesuai peraturan pertemuan
harus sudah melakukan janji dan semua orang belum tahu jika nona sudah menikah.”
__ADS_1
Ucap Vivi menjelaskan keadaan yang terjadi merasa Arini memahami situasinya dia
pun undur diri dan menyiapkan minuman untuk disuguhkan sesuai perintah Arini