My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Berita Besar


__ADS_3

“ Ar bangun “ Vico yang bangun lebih dulu mencoba


membangunkan Arini yang masih tertidur lelap. Tidak seperti biasanya hari ini


Arini tidak bangun hingga sorot sang surya menyengat kulit putihnya. Vico


terlihat membangunkan Arini dengan mengusap pipi wanita cantik itu sambil  mencium kening Arini. Arini seperti anak


kecil yang enggan meninggalkan tempatnya yang nyaman itu terlihat dia hanya


mengerjap tanpa membuka mata indahnya.


“ Ar ayo bangun, apa kamu tidak bekerja hari ini ?” Kembali


Vico membangunkan istri tercintanya mengingat ini masih hari kerja, kini


telapak tangannya berpindah memeluk tubuh indah Arini. Rasanya dia tidak pernah


bosan memeluk dan menyentuh tubuh Arini. Merasa silau dengan sinar surya dan


tingkah mengganggu Vico Arini pun membuka matanya.


“ Iya aku bekerja, kenapa ya rasanya tubuhku malas sekali


bangun, hah tapi hari ini sangat aku tunggu-tunggu.” Ucap Arini dengan suara


pelan. Ia membalikkan tubuhnya dan menghadap sang suami yang memeluknya dari


belakang. Mencium Vico lalu melonggarkan tangan Vico dan bangkit dari kasur


empuk menuju kamar mandi.


“ Ada apa dengan hari ini Ar ? apa yang kamu tunggu ?” Tanya


Vico yang penasaran dengan ucapan lirih sang istri sebelumnya. Arini hanya


tersenyum pada Vico dan kembali melanjutkan keinginannya pergi ke kamar mandi.


Vico yang tidak mendapat jawaban hanya bisa mengangkat alisnya sambil menggaruk


kepala karena penasaran.


Berita menggemparkan memenuhi di berbagai platform media


sosial, televisi, dan koran. Skandal penggelapan dana, pelecehan, penyuapan dan


berbagai hal buruk yang melibatkan Presdir Teguh dari PT. Surya benar-benar


membuat harga saham jatuh terperosok ke jurang kehancuran. Terlihat pria bertubuh tambun


dengan rambut botak memegang kepalanya berita tentang dirinya mengguncang


dirinya. Dia berpikir keras masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Wanita


muda berambut panjang terlihat masih tertidur pulas tertutup selimut tebal di sampingnya.


“ Siapa yang berani melakukan ini semua padaku ? Hah padahal


semua itu sebelumnya tersimpan rapi dan tidak ada yang berani mengungkapkan


karena berbagai orang yang menjadi pendukungku selama ini, hah sepertinya para


anjing tua yang aku pelihara selama ini menghianatiku, bahkan mereka semua


tidak bisa aku hubungi sekarang jika pun bisa hanya bicara maaf saja.” Gumam pria


itu sambil memegangi benda pipih sebagai alat komunikasi itu. Sepertinya dia

__ADS_1


benar-benar frustasi dengan keadaannya yang menimpanya saat ini.


Panggilan dari sekretarisnya tentang rapat darurat para


pemegang saham membuatnya kini beranjak dari kasur empuk tempatnya menyalurkan


hasrat birahi dengan wanita muda nan cantik di sampingnya. Dia segera membersihkan


diri dan berangkat ke perusahaan miliknya. Dengan kecepatan penuh si sopir yang


telah menunggunya sejak tadi mengendarai mobil hitam berlogo kuda itu.


Saat dirinya memasuki gedung perusahaan yang dia warisi dari


kedua orang tuanya yang sebelumnya belum berkembang menjadi besar itu semua


mata karyawan memandangnya sambil berbisik. Sepertinya kekuasaannya sudah


benar-benar runtuh hingga kewibawaannya tidak dapat terlihat lagi. Walau semua karyawan


bertingkah terlihat sopan tapi pandangan mereka sudah sangat berbeda tentang


dirinya. Sosok yang sangat dihormati seperti plastik bekas yang benar-benar


tidak berharga sama sekali.


Rapat khusus para pemegang saham yang mendadak diadakan pun memperlihatkan


banyak pria dan wanita memandangnya dengan tatapan marah karena ulahnya selama


ini. Pria itu masuk dengan kekawatiran sangat tinggi karena bagaimana pun saham


miliknya tidak ada bisa menjadi kekuatannya jika tidak ada seorang pun yang mau


mendukungnya saat ini. Rapat pun dimulai dan semuanya hanya berisi mengenai


penurunan harga saham dan cara menanggulangi krisis yang terjadi saat ini itu.


menangkan para koleganya tersebut.


Seorang pria tua tiba-tiba berpendapat untuk melengserkan


kedudukannya dan digantikan dengan orang baru yang lebih profesional dan mumpuni


di posisi itu. Keringat dingin memenuhi dahinya merasa dia benar-benar tidak


bisa bertingkah sama sekali lagi selain mencoba meredam kemarahan mereka, semua


pun mulai memikirkan pendapat itu dan mencoba mengambil suara dari semua orang


yang berkepentingan untuk menentukan kelayakan Presdir Teguh untuk melanjutkan


posisinya atau harus enyah dengan tidak hormat.


Pengambilan suara pun dilakukan di mana semua orang tidak


ada yang mendukungnya sama sekali dan malah mendukung untuk melengserkannya


dari posisinya saat ini. Dirinya mencoba berbagai cara untuk mempertahankan


posisinya berteriak tapi sungguh sayang semua hal itu tidak berguna. Kebodohan terbesarnya


adalah sering menjual saham miliknya untuk berfoya-foya tidak mengindahkan


nasihat orang tuanya dahulu dan mempercayai orang-orang akan selalu


mendukungnya selama kantong mereka dia penuhi dengan uang dan wanita. Ya memang

__ADS_1


penyesalan selalu terjadi di belakang. Istrinya yang baru mengetahui berita mengenai


suaminya pun menghubunginya seolah tidak percaya karena dia takut jika jatuh


miskin karena itulah ketakutan terbesarnya selain itu dia juga tidak mau


anaknya yang sedang menempuh pendidikan jadi terpengaruh.


Pria itu kini hanya bisa terduduk diam di dalam mobil yang


sebelumnya ia naiki menuju perusahaan itu. Nasi sudah menjadi bubur tidak bisa


diubah lagi semuanya. Kembali ia memegang kepalanya memijatnya pelan. Tidak


terasa air matanya menetes  mengingat kenangan


dengan orang tuanya. Pikirannya pun kiri mulai tenang dan dia menghubungi


seseorang untuk menyelidiki tentang kejadian yang menimpanya dan bersumpah akan


membalasnya. Wah memang benar orang berhati buruk akan sulit berkaca untuk


merefleksikan diri atau sekedar mengakui dan menyesali kesalahannya. Semua


seolah sudah dibutakan dengan dendam karena merasa tidak adil dengan semua yang


dia terima saat ini.


Kantor Arini


“ Selamat ya Pak Presdir, maaf saya terlalu bersemangat


sepertinya untuk membalas perbuatan tidak sopan bapak kemarin pada saya jadi


saya sedikit keterlaluan . Wah sepertinya anda kehilangan segalanya sekarang oh


dia sudah tidak menyandang posisi itu saat ini melihat berita PT. Surya


bertindak cepat agar harga sahamnya tidak semakin anjlok dengan melengserkan


posisi Anda. Sudahlah waktunya kerja, aku sepertinya sudah lama tidak bertemu


kakak.” Ucap Arini yang sebelumnya melihat layar komputernya untuk melihat


berita terbaru mengenai PT. Surya lebih tepatnya Presdir Teguh. Ekspresi bahagianya


berubah tenang kembali mengingat kerinduannya pada kedua orang tua dan


kakaknya.


“ Siang nona Arini ada tamu yang menunggu di ruang meeting.”


Ucap Vivi yang sebelumnya mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh Arini.


“ Siapa ? Aku sepertinya tidak ada janji pertemuan hari ini.”


Jawab Arini bingung karena dia merasa tidak ada jadwal bertemu seseorang dan


dia menggelengkan kepalanya merasa bingung. Ia mengambil ponselnya sekedar


mengecek apakah dia melewatkan sesuatu hingga dia kelupaan.


“ Menurut laporan resepsionis beliau ibu mertua nona Arini,


dan dia memaksa masuk dan sedikit berdebat karena sesuai peraturan pertemuan


harus sudah melakukan janji dan semua orang belum tahu jika nona sudah menikah.”

__ADS_1


Ucap Vivi menjelaskan keadaan yang terjadi merasa Arini memahami situasinya dia


pun undur diri dan menyiapkan minuman untuk disuguhkan sesuai perintah Arini


__ADS_2