
Aldo lalu masuk berjalan cepat menuju kursi tengah yang
biasa dia duduki untuk memimpin rapat.
Belum juga dia mendudukkan diri ke kursi yang nyaman
beberapa pemegang saham melontarkan banyak keluhan padanya.
“ Tuan Aldo kita sudah lama bekerja sama kenapa hal ini bisa
terjadi ?” Tanya seorang pria tua dengan perut gendut di sebelah Aldo.
“ Iya Tuan Aldo kita menanamkan saham agar kita untung ini
malah hancur.” Ucap Pria yang berpakaian rapi menggunakan jas warna abu-abu di
pojok meja rapat.
“ Tuan Aldo harus segera membereskan kekacauan ini, kita
sudah mengeluarkan banyak uang untuk menanam saham di sini Anda harus
bertanggung jawab dengan baik.” Ucap Pria kurus berkaca mata yang terlihat
sangat marah karena penurunan harga saham yang derastis itu.
“ Tenanglah semua, beri kesempatan Tuan Aldo mengatasinya.”
Ucap Pria yang terlihat berwibawa dan berwajah tampan walau sudah usia lanjut.
“ Mohon maaf atas apa yang saat ini terjadi, saya sebagai
CEO akan berusaha mengatasinya sebaik mungkin dan secepatnya sehingga
Perusahaan tidak merugi lebih besar.” Ucap Aldo menenangkan para pemegang saham
perusahaannya yang berkomplain ria di dalam ruang rapat itu.
“ Baiklah kita akan pulang dulu, segera berikan berita bagus
untuk kita semua.” Ucap para pemegang saham lalu pergi meninggalkan ruang rapat
itu dengan ekspresi kecewa, marah dan saling bergumam pada pemegang saham lain
saat mulai berjalan keluar.
“ Hah, kenapa ini bisa terjadi aku tidak pernah punya
masalah dengan Angkasa Grup selama ini bahkan aku sangat berhati-hati saat
bekerja sama dengannya karena sangat berbahaya jika ada masalah.” Gumam Aldo
yang bingung di kursinya
“ Segera hubungi angkasa Grup aku ingin bertemu dengan Tuan
Vico dan menanyakan masalah yang sebenarnya, oh selain itu minta pada media yang
memberitakan kita untuk menghapus berita itu dan untuk berita online minta para
bagian IT segera hapus sebanyak yang bisa mereka lakukan.
Kantor Vico
Tok tok tok
“ Masuklah.” Teriak Vico mendengar ada yang mengetuk kantor
miliknya.
“ Tuan Aldo ingin bertemu dengan Anda Tuan.” Ucap sekretaris
Kim memberitahu Vico setelah mendapat informasi dari sekretaris perempuan jika
__ADS_1
Aldo ingin meminta janji bertemu Vico membahas masalah produk Perusahaan Aldo
yang didistribusikan Vico mengalami kecacatan.
“ Oke atur saja siang nanti bertemu di sini aku ingin
bertemu dengan orang yang berani menyentuh istriku.” Perintah Vico pada
sekretaris Kim terlihat seringai dari bibir Vico.
“ Baik tuan akan segera saya atur.” Jawab sekretaris Kim.
“ Oiya Kim yang masalah Bali sudah kamu atur kan ? Aku ingin
secepatnya pergi dengan Arini ?” Tanya Vico yang sebelumnya memerintah
sekretaris Kim menyiapkan liburannya berdua ke Bali dengan Arini karena dia
sudah berjanji untuk menikmati sunset di pantai kuta dengan Arini.
“ Sudah Tuan, saya tinggal menunggu tanggal tuan ingin
berangkat ke sana saja.” Jawab sekretaris Kim yang pekerjaannya semakin
bertambah sejak tuannya itu menikah dengan Arini.
“ Oke aku akan berbicara dengan Arini dulu, pergilah.” Ucap
Vico lalu kembali memandang layar monitor di depannya. Sekretaris Kim yang
sudah menyampaikan informasi segera membungkuk pamit lalu pergi untuk mengatur
perintah Vico.
Apartemen Poppy
“ Sialan kenapa Vico tidak bertengkar dengan istrinya dan
tetap mesra, malah terjadi masalah dengan Perusahaan Aldo dasar Arini ja*ang
dengan pria lain saja Vico sangat marah, hah harusnya aku telanjangi saja Arini
itu semalam, tapi menurut informasi yang aku dapat dia itu adiknya Putra yang
sangat berpengaruh dan terkenal kejam di dunia bisnis, aku tidak berani
berurusan dengannya.” Gumam Poppy yang bejalan mondar-mandir di dalam kamar
apartemennya sambil menggigit kuku jarinya terlihat kecemasan pada wajahnya dan
kekecewaan karena rencana memisahkan Vico dengan Arini tidak berhasil.
Menurut laporan mata-mata yang dia kirim bahkan Arini dan
Vico tetap mesra saat Vico mengatar Arini berangkat ke kantor hari ini.
“ Bagaimana lagi aku memisahkan mereka berdua ya ? Kenapa
Vico tidak marah dengan apa yang dia lihat bahkan semalam menurut pelayan di
hotel itu Vico sendiri yang menggendong Arini pergi dari kamar itu pasti Vico
sudah melihat kalau istrinya itu tidur dengan pria lain. Minimal ada
pertengkaran lah, ini malah tetap baik-baik saja. Apa sih istimewanya wanita
itu modal polos saja kok.” Gumam Poppy lagi memikirkan rencana lain untuk
memisahkan Vico dengan Arini.
“ Apa aku coba hubungi Tante Anggi saja ya ?” Ucap Poppy
yang memang sudah lama tidak berhubungan dengan mamahnya Vico semenjak mereka
__ADS_1
sudah tidak berpasangan lagi.
“ Dari informasi yang aku dapat tante Anggi tidak setuju
dengan pernikahan Vico ini bahkan ingin menjodohkan Vico dengan Fellicia si
anak manja itu.” Gumam Poppy lagi saat sudah mendapatkan ide terbaru untuk
memisahkan pasangan suami istri itu.
Poppy lalu mengambil ponsel miliknya dan menghubungi mamah
Vico.
“ Halo Tante, ini Poppy.” Ucap Poppy dengan nada suara
teramah yang bisa dia lakukan.
“ Eh iya Poppy ada apa ?” Tanya mamah Vico yang memang
menyukai Poppy sejak dulu saat berhubungan dengan Vico ya karena mereka
memiliki aliran yang sama dari berbagai sisi.
“ Poppy ingin bertemu tante, Poppy baru pulang dari Paris
ingin memberikan oleh-oleh, ya walaupun Poppy sudah berpisah dengan Vico tapi
Poppy selama ini sudah menganggap tante seperti mamah Poppy sendiri.” Ucap
Poppy pada tante dengan suara dibuat-buat merayu calon mertua idamannya itu.
“ Aduh terima kasih kenapa harus repot-repot bagaimana kalau
kita bertemu di kafe biasanya saja, tante lama tidak bertemu kamu sejak kamu
berpisah dengan Vico dan pergi ke Paris.” Jawab mamah Vico yang senang dengan
salah satu menantu idamannya itu, ya karena dia memang tidak tahu alasan Vico
berpisah dengan Poppy selama ini.
“ Siap tante, Poppy jemput tante di rumah ya. Poppy akan
berangkat sekarang sekalian kita bisa jalan-jalan dan belanja seperti dulu
Poppy kangen banget sama tante.” Jilat Poppy merayu mamah Vico terdengar
menjijikkan sebenarnya tapi tidak ada pikiran negatif dari mamah Vico karena
memang kepiawaian Poppy menjaga kesan baik pada mamah Vico selama ini.
Poppy memang biasanya berakting sebagai calon menantu yang
sangat perhatian pada kedua orang tua Vico saat hubungannya dengan Vico masih
terjalin, bahkan mereka digadang-gadang akan segera melangsungkan pernikahan
karena sudah mendapat restu dari masing-masing orang tua mereka, tapi karena
penghianatan Poppy terbongkar semua itu hanya jadi cerita masa lalu dan tidak
pernah terwujud.
“ Iya sayang tante akan siap-siap sekarang, tante tunggu.”
Jawab mamah Vico yang senang dengan calon mantu idamannya di masa lalu itu yang
sangat pengertian padanya.
Poppy selalu menemaninya berbelanja, mengikuti arisan dan
selalu nyambung jika diajak berbicara tidak seperti istri Vico yang sekarang
__ADS_1
yaitu Arini yang menurutnya jauh berbeda dengan wanita kelas atas yang sesuai
kriterianya.