My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Mencari Arini


__ADS_3

“ Dasar Bodoh .” Ucap Vico lalu meninggalkan meja


resepsionis itu menuju ruangannya ingin menghubungi Arini tapi dia lupa karena


buru-buru tidak membawa ponselnya tersebut.


Kedua resepsionis yang tidak tahu apa-apa itu lalu terduduk


takut melihat tatapan tajam Vico yang terlihat sangat marah, tapi dia juga


tidak tahu wanita yang mengantar makanan tadi mereka hanya menjalankan


prosedur.


Vico sudah sampai di ruangannya. Terlihat sekretaris Kim


berada di depan Lift mungkin ingin menyusul Vico.


“ Kim pecat sekretaris bodoh yang di bawah itu, karena tidak


membiarkan Arini masuk menemuiku.” Ucap Vico yang sudah marah akan apa yang


terjadi itu.


“ Tuan mereka hanya melakukan prosedur tuan, mereka juga


tidak tahu jika nona Arini adalah istri Tuan.” Jawab sekretaris Kim


mengingatkan kenyataan yang ada.


“ Ah di mana ponselku aku ingin menghubungi Arini.” Ucap Vico


yang sudah memasuki ruangannya dan terlihat bingung dan mencari sesuatu dengan


buru-buru.


“ Ini tuan tadi saya membawanya ingin menyusul Tuan ke bawah.”


Ucap sekretaris Kim dan menyerahkan ponsel pada Vico.


Vico lalu menyahutnya dan mencari nomor istrinya tersebut


untuk menelponnya.


Beberapa kali Vico menghubungi Arini tetapi tidak ada


jawaban dari Arini.


“ Hasssshhh apakah Arini marah, dia tidak mengangkat


panggilanku, aku akan memperkenalkan dia ke semua karyawan agar semua tahu


kalau dia istriku jadi lain kali kalau kesini dia tidak perlu pergi lagi.” Ucap


Vico yang tidak dapat menghubungi istrinya tersebut dia mengusap kasar wajahnya


dan menggaruk rambutnya beberapa kali.


“ Kim mana kunci aku akan menemui Arini di kantornya.” Ucap


Vico yang sudah berdiri dari sofa dan mendekati sekretaris Kim.


“ Biar saya antar tuan ?” Tawar sekretaris Kim sambil


mengeluarkan kunci mobil dari saku jasnya.


“ Tidak perlu kamu di sini saja urus semuanya.” Ucap Vico


dan menyambar kunci di tangan sekretaris Kim lalu pergi meninggalkan kantornya


ingin menemui Arini di kantornya.


Sesampainya di kantor Arini Vico langsung menuju resepsionis


menanyakan ruangan Arini.


“ Ruangan Arini di mana ?” Tanya Vico yang masih memasang


tatapan tajam pada resepsionis di kantor Arini.


“ Nona tidak ada di kantor Tuan, nona pergi sejak akan waktu


makan siang dan belum kembali sampai sekarang.” Ucap resepsionis tersebut yang

__ADS_1


bingung dengan kedatangan Vico di kantor Arini siang itu.


Vico yang mengetahui itu lalu pergi meninggalkan kantor


Arini menuju rumahnya mungkin Arini pulang ke rumah.


Vico sampai di rumah dan berteriak memanggil-manggil Arini


sampai Bi Titin menemuinya.


“ Tuan Vico nona Arini belum pulang.” Ucap Bi Titin pada


Vico


Vico yang mendengar itu bingung mencari Arini ke mana, dia lalu


mencoba menghubungi Putra.


“ Kak Arini bersama kakak ?” Tanya Putra sudah tidak


memikirkan hal lain selain menemui Arini.


“ Tidak, kenapa kamu membuat masalah dengan adikku ?” Tanya


Putra curiga karena adiknya tidak pernah sekalipun kabur dari rumah selama ini.


“ Ada sedikit masalah kak aku dengan Arini.” Ucap Vico


memberanikan diri berbicara dengan Putra.


“ Oh sebentar aku cekkan dia di mana ?” Ucap Putra lalu menutup


panggilan adik iparnya tersebut.


Putra lalu menghubungi Dika yang menjadi mata-mata yang


selalu mengikuti Arini selama ini dan mengatakan bahwa Arini sedang berada di


taman Kota membaca buku di bawah pohon.


Dan mengatakan bahwa Arini baik-baik saja tidak terlihat


bersedih atau menangis pada Putra.


“ Adikku di taman kota, kamu sebagai suami harusnya yang


lebih tahu kenapa jadi menyusahkan aku.” Ucap Putra yang terlihat duduk di


kursinya membereskan pekerjaannya dengan berbagai berkas di mejanya.


“ Baik kak, terima kasih.” Ucap Vico lalu pergi meninggalkan


rumahnya dan menemui Arini di taman Kota.


Vico yang sudah sampai di Taman Kota lalu menyisir semua


sudut untuk menemukan keberadaan istrinya tersebut. Dia akhirnya menemukan


Arini.


Terlihat Arini sangat fokus membaca buku tentang Arsitektur


kesukaannya itu di bawah pohon yang rindang terdengar suara burung dan angin


sepoi-sepoi yang berhembus membuatnya tenang dan sangat menikmati siang itu.


“Akhirnya aku menemukanmu.” Ucap Vico lega setelah melihat


istrinya dari kejauhan itu.


Vico lalu bergegas mendekati Arini dan menatapnya . Arini


yang tidak mendengar kedatangan orang dia melihat sepasang sepatu dan


menatapnya hingga terlihat wajah panik Vico.


“ Vico, kenapa kamu kesini ?” Tanya Arini yang bingung akan


kedatangan Vico tersebut.


“ Aku mencarimu, maafkan aku Arini atas apa yang aku lakukan


kemarin.” Ucap Vico yang sudah duduk dan berhadapan dengan Arini.

__ADS_1


“ Aku yang sebaiknya minta maaf, maafkan aku tidak meminta


ijin saat bertemu dengan Arga kemarin, tapi sungguh aku dan Arga tidak ada


hubungan apa-apa kami hanya makan siang saja.” Ucap Arini memperlihatkan rasa


bersalahannya dengan menunduk sambil meminta maaf pada Vico.


“ Iya, aku yang terlalu marah kemarin, maafkan aku hingga


membuatmu menangis .” Ucap Vico yang sudah mengangkat dagu Arini yang semula


tertunduk sekarang sudah berhadapan tepat di depan wajahnya.


“ Iya.” Jawab Arini dan tersenyum terhadap Vico.


Vico tidak bisa menahan lagi ingin mengecup bibir merah


Arini yang sedikit terpoles lipstik itu.


Vico mencium Arini dalam tanpa ada balasan dari Arini,


mengalirkan semua rasa sesal yang sudah dia perbuat hingga membuat wanita yang


disayangi itu menangis.


Vico lalu memeluk erat tubuh Arini dan membenamkan wajah


Arini pada dada lebarnya tersebut.


“ Kamu semalam di mana ?” Tanya Arini yang sudah menjauhkan


tubuh Vico dari pelukannya.


“ Aku hanya menenangkan diri dan tidur di hotelku dengan


Kim.” Ucap Vico menjelaskan keberadaannya pada Arini.


“ Aku menunggumu dan menghubungimu berkali-kali apa kamu


tidak mendengarnya ?” tanya Arini kecewa karena panggilannya tidak diangkat


Vico.


“ Maafkan aku, aku semalam ingin menenangkan diri tidak


ingin menyakitimu jadi aku memilih pergi untuk menghilangkan rasa marahku.”


Ucap Vico yang membelai wajah cantik Arini dan menyusupkan rambut-rambu pendek


yang menari-nari terbawa angin di wajah Arini.


“ Maafkan aku membuatmu marah.” Ucap Arini yang masih merasa


bersalah.


“ Bukan sebenarnya apa yang kamu lakukan tidak terlalu


membuatku marah, hanya saja sebelumnya aku sudah marah, dan melihatmu membuatku


sedikit tambah marah.” Ucap Vico jujur dengan apa yang dia alami tersebut.


“ Apakah karena perusahaan ?” Tanya Arini memberanikan diri


bertanya.


“ Bukan, sudahlah apa kamu sudah makan ?” Tanya Vico mulai


mengalihkan pembicaraan mereka.


“ Belum, kamu sudah makan makanan yang aku bawakan ?” Tanya


Arini.


“ Aku langsung mencarimu setelah mengetahui kamu datang ke


kantor, aku tadi ke kantormu dan pulang ke rumah hingga aku menghubungi kak


Putra tentang keberadaanmu, dan memberitahukan kamu di sini sehingga aku datang


kesini sekarang.” Ucap Vico lalu mengajak Arini pergi meninggalkan taman kota


tersebut dan mengajaknya makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2