My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Kedekatan


__ADS_3

Arini terlihat keluar dari kamar mandi dengan hanya


menggunakan handuk yang melilit tubuh putihnya dan rambut yang basah masih


meneteskan air dan dia mengusapnya dengan handuk.


Vico yang melihatnya menelan air ludahnya, jantungnya


berdegub sangat kencang, desiran terjadi pada seluruh organnya, ini pertama


kalinya Vico melihat Arini seperti itu karena biasanya Arini sudah keluar


dengan berpakaian lengkap, terlihat Vico masih menatap tanpa berkedip .Arini


yang beberapa memanggilnya tapi seperti terhipnotis Vico tak mendengar suara


itu hingga Arini mendekat dan menepuk bahu Vico yang kala itu terduduk di tepi


ranjang.


“ Vico, aku sudah selesai mandi.” Ucap Arini membuyarkan


semua pikiran Vico yang berkecamuk dan perasaan tidak karuan dari dalam


dirinya, ada keinginan untuk menyambut hal itu tapi dia tidak ingin menyakiti


Arini.


“ OO Oh iya a a aku akan mandi dulu.” Ucap Vico sedikit terbata dan


berdiri dari ranjang yang empuk tempat dia terduduk lama menunggu Arini


membersihkan diri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


“ Bagaimana aku bisa terus menahan keinginanku bersentuhan


dengannya, aku rasanya seperti tersihir hanya melihatnya selesai mandi dan


menggunakan handuk itu, Arini kamu benar-benar membuatku lemah saat berada di


dekatmu.” Ucap Vico yang kala itu mengucurkan air dari sower ke tubuhnya untuk


mendinginkan pikiran yang berkecamuk sambil berbicara sendiri mengungkapkan


perasaan yang sedang dia alami. Cukup lama Vico lalu keluar dengan sudah


berpakaian.


“ Kamu ingin jalan-jalan menikmati suasana paris ?” Tanya


Vico yang mengeringkan rambutnya dengan handuk mendekati Arini yang lagi-lagi


berada di balkon menikmati menara Eiffel dari kejauhan yang terlihat sangat


memanjakan matanya.


“ Iya.” Jawab Arini lalu membalikkan tubuhnya ke arah Vico


dan dia memberanikan diri untuk memeluk Vico yang kala itu berjarak satu meter


di depan Arini.


Jantung Vico yang tadi sudah tenang karena guyuran air yang


mengalir dari kepalanya kembali bedegub kencang bagaikan terjadi lomba pacuan


kuda.


“ Vico maafkan aku, aku akan berusaha untuk menerima


semuanya, aku akan belajar untuk dekat denganmu, maafkan aku yang masih belum


bisa melakukan kewajibanku.” Ucap Arini yang memeluk erat tubuh suaminya

__ADS_1


tersebut dan membenamkan wajahnya di dada bidang Vico dan sedikit meneteskan


air mata mengungkap perasaan bersalahnya terhadap Vico.


“ Iya Arini aku akan menunggumu siap untuk segalanya, kita


akan pelan-pelan saling mengenal, mempercayai satu sama lain, kamu tidak perlu


terburu-buru.” Ucap Vico menjauhkan tubuh Arini dan sedikit menunduk agar


tinggi mereka sama dan menghapus air mata Arini dengan ibu jarinya.


Vico lalu memcium puncak kepala Arini dan memeluknya kembali


dengan erat diiringi senyuman terukir di bibirnya.


“ Ayo kita pergi sekarang.” Ajak Vico lalu menggandeng


tangan istrinya keluar dari kamar itu menuju lobby hotel untuk menaiki mobil


menuju beberapa destinasi yang sudah disiapkan oleh sekretaris Kim.


Arini terlihat tersenyum menikmati jalan-jalannya.


“ Vico ayo beli ice cream di sana.” Ucap Arini dan


menggandeng Vico menuju kedai ice cream yang terlihat ramai pengunjung yang


antre membeli olahan susu yang sangat nikmat dikala siang menjelang itu.


Vico mengikuti kemana istrinya itu berjalan dan mengajaknya


tanpa ada penolakan dan rasa tidak suka, baginya menuruti keinginan Arini saat


ini bisa membuat Arini bahagia dan nyaman dengan kehadirannya.


Terlihat Arini sangat bahagia dia berlarian kesana-kemari,


di kolam yang memiliki air mancur yang indah dan mencipratkan sedikit ke Vico,


Vico pun tak kalah membalas apa yang Arini lakukan.


Sekretaris Kim yang memandang dari kejauhan tersenyum dengan


semua yang tuan dan nona mudanya lakukan.


Seperti ini saja saya sudah bahagia tuan, selama ini


menemani Anda yang jarang sekali tersenyum karena terlalu banyak beban pikiran


yang menjadi tanggung jawab tuan, nona memang sedikit kaku awalnya tapi jika


sudah dekat kelihatannya dia tipe wanita yang sangat ceria. Batin


sekretaris Kim


Dari kejauhan terlihat tiga orang mata-mata mengamati semua


yang mereka berdua lakukan


Mata-mata paman Vico yang mengetahui keponakannya datang ke


Paris dan diberi informasi kalau Vico datang bersama wanita.


Mata-mata dari Putra yang dia utus untuk mengawasi dan


menjaga Arini karena dia tahu Vico bukan orang biasa dan pasti memiliki banyak


musuh apalagi tujuan mereka adalah di tempat yang cukup bahaya menurut Putra,


tempat dimana ketiga kubu mafia memilki kekuasaannya masing-masing yang bisa


saja menyakiti Arini.

__ADS_1


Mata-mata Orlando yang hanya mengawasi untuk melaporkannya


ke Orlando dan memastikan bahwa yang dilihat adalah salah satu bosnya yang


memang tidak diketahui banyak orang hanya beberapa pertinggi dalam grup mafia


itu yang mengetahuinya.


Terlihat mereka terduduk di salah satu bangku taman.


kala itu langit sudah terlihat jingga tersirat waktu untuk sang surya menutup hari itu


berganti menjadi malam, lampu-lampu mulai menyala burung-burung berkicau riang


mulai beterbangan kembali ke sarangnya.


“ Arini apa kamu bahagia ?” Tanya Vico melihat senyum Arini


yang masih terlukis di bibirnya dan memandang ke segala arah yang menurutnya


menarik.


“ Iya aku sangat bahagia hari ini, aku jarang pergi berlibur


kecuali dengan kakak, kalau dengan mamah papah jarang karena mereka selalu


sibuk.” Jawab Arini yang terlihat sedikit getir dari mimik mukanya menceritakan


pengalaman liburan yang memang jarang dilakukan, karena dia biasanya hanya akan


di rumah, membaca buku dan hal lainnya.


“Itu sebabnya kamu sangat dekat dengan kakakmu ?” Tanya Vico


untuk membuat Arini melupakan hal yang tidak membahagiakan menurutnya.


“ Iya kakak selalu melindungiku, mengajakk bermain, mendukungku


dan selalu ada untukku selama ini saat mamah dan papah tidak ada.” Jawab Arini


kembali tersenyum menceritakan kakaknya yang menurutnya sangat menyayanginya,


walaupun kakaknya sangat protektif dan posesif menurutnya tapi  dia tahu kakaknya melakukan itu karena ingin


menjaga Arini. Bahkan dari kakaknya juga dia belajar berbagai seni bela diri


dan menebak, tapi dia tidak pernah menunjukkannya karena larangan kakaknya agar


menggunakan keahlian itu hanya saat situasi terjepit untuk melindungi diri


saja.


“ Aku tahu sekarang kenapa dia sangat tidak menyukaiku, dan


memperingatkanku berkali-kali tentangmu, Arini aku berjanji akan menjagamu


seperti yang kakak Putra lakukan, percalah padaku.” Ucap Vico dan mengacak


rambut Arini dan tersenyum pada wanita yang sangat cantik menurutnya.


“ Terima kasih.” Ucap Arini dan juga memberikan senyuman


sejuta watt yang selalu dia tampilkan untuk Vico.


“ Ayo kita makan malam.” Ajak Vico menggandeng tangan Arini


untuk berdiri beranjak dari duduknya karena dia merasa masih lapar dengan semua


makanan yang dia lahap dengan Arini sejak tadi.


“ Baiklah,” Jawab Arini lalu berdiri dan meninggalkan kursi


panjang tempat mereka berdua duduk untuk pergi menyantap sajian khas  Paris.

__ADS_1


__ADS_2