My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Vico Mabuk


__ADS_3

“ Oke Haris, Thanks Infonya.” Jawab Poppy sedikit


menyeringai membuat rencana mendapatkan cinta Vico kembali.


Mendengar informasi tersebut Poppy lalu mengambil tas dan


kunci kendaraannya untuk bergegas ke pusat perbelanjaan untuk mencari pakaian


yang cocok untuk bertemu Vico nanti malam.


Poppy berjalan masuk berbagai toko dimana dia mencari


pakaian seseksi mungkin untuk menggoda dan menaklukkan Vico kembali dia merasa


Vico adalah kekasih terbaik di bandingkan semua lelaki yang pernah dia kencani


selama ini.


“ Ada yang bisa saya bantu nona ?” Tanya seorang pelayan


toko yang melihat kedatangan Poppy.


“ Tunjukan koleksi terbaru dari toko ini .” Ucap Poppy


dengan sangat pongah terhadap pelayan tersebut.


“ Silahkan nona, berikut ini koleksi terbaru dari toko


kami.” Ucap Pelayan menunjukkan baju yang tergantung di paling depan toko


tersebut yang menjadi koleksi terbaru dan termahal dalam toko tersebut.


“ Oke, aku akan mencobanya dulu.” Ucap Poppy lalu mengambil


beberapa pakaian yang dia rasa cocok untuknya dan pergi ke ruang pas.


“ Sepertinya ini cukup cocok untuk nanti malam, terlihat


seksi tapi juga elegan terserah orang lain mengatakan terlalu terbuka yang


penting aku bisa mendapatkan Vico.” Ucap Poppy melihat penampilannya di cermin


menampakkan paha seksi jenjang yang dimiliki, belahan yang terbuka dan punggung


yang hanya tertutup beberapa tali dari baju tersebut benar-benar merusak


pemandangan orang timur jika melihatnya.


Poppy yang merasa sudah cocok lalu bergegas pergi ke kasir


untuk membayar pakaiannya.


Setelah mendapat pakaian dia mencari sepatu dan tas dia


benar-benar ingin tampil terbaik untuk malam ini karena memang sebelumnya Vico


tidak pernah mau bertemu dengannya, apa lagi kehadiran teman sekaligus


sekretaris yang menurut Poppy menyebalkan itu.


Telihat sepatu hitam dengan hak tinggi terpajang di salah


satu toko membuat Poppy tertarik dia lalu memasuki toko tersebut dan


membelinya.


Poppy tinggal mencari tas yang cocok untuk penampilannya dia


berkeliling mengunjungi beberapa toko tas tapi tidak menemukan yang cocok


dengannya hingga akhirnya dia melihat sebuah tas berwarna ungu yang sangat


cantik cocok dengan atasan baju yang dia beli lalu dia membelinya.


Tidak cukup hanya baju, tas, dan sepatu Poppy juga pergi ke


salon untuk memoles wajah agar terlihat cantik menurutnya dan menata rambut

__ADS_1


dengan cantik.


“ Hallo sis, mau diapain hari ini ?” Tanya seorang lelaki


yang bertingkah dan berpenampilan bak perempuan yang mendekati Poppy.


“ Aku mau make up se-georgeus mungkin untuk acara


club malam ini.” Jawab Poppy yang memang sudah langganan dengan salon tersebut


walau hanya sekedar mencuci rambut.


“ Oke nek siapppppp, sebentar eke ambilin peralanannya ya


nek.” Ucap Pria yang menyambutnya tadi lalu pergi meninggalkan Poppy yang


terduduk di kursi hitam di depannya terdapat kaca rias yang besar. Terlihat


salon itu cukup ramai tapi karena Poppy pelanggan tetap dia mendapat pelayanan


VIP untuknya.


Poppy sudah menyelesaikan riasannya sekarang beralih dengan


tatanan rambut yang dia minta.


Benar-benar dapat membuktikan kalau dia model internasional


dari mulai pakaian, assesoris, dan riasannya. Poppy merasa puas dengan apa yang


dia siapkan untuk ke club malam ini dia terlihat sangat percaya diri untuk


berangkat.


Kantor Vico


“Tuan apakah kita jadi pergi ke tempat sesuai janji dengan


Haris ?” Tanya sekretaris Kim


“ Iya Kim, aku sungguh ingin melepaskan kemarahanku hari ini


sekretaris Kim


Terlihat Vico benar-benar terlihat kusut bagai pakaian yang


belum di setrika sore itu, dia terduduk di kursi hitamnya menghadap ke


pemandangan kota dengan pandangan kosong dia sangat menyesal memperlakukan


Arini seperti itu siang tadi, dia bingung bagaimana bertemu Arini malam ini,


sehingga dia ingin pergi dan saat pulang Arini sudah tidur.


“ Tuan , Tuan Vico.” Panggil sekretaris Kim yang menunggunya


untuk berangkat tapi tidak ditanggapi Vico.


“ Oh Iya Kim.” Jawab Vico yang tersadar akan lamunannya yang


kalut sambil memijat dahinya.


“ Sudah waktunya berangkat tuan.” Ucap Kim mengingatkan


janji pergi ke Club yang di maksud Haris.


“ Ayo berangkat sekarang.” Jawab Vico lalu bangkit dengan


malas dari tempat duduk nyamannya berjalan dengan tubuh tegapnya meninggalkan


ruang kantornya menuju parkiran diikuti sekretaris Kim.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan sekretaris Kim


terlihat berpikir sendiri dengan keadaan Vico saat ini.


“ Kim, aku menyakiti Arini hari ini, aku membuatnya menangis

__ADS_1


padahal aku sudah janji dengan papah, Kak Putra dan diriku sendiri untuk tidak


membuatnya menangis .” Ucap Vico dengan wajah yang cukup sedih mengingat


perlakuannya tadi siang terhadap Arini hingga membuat wanita itu menangis


tersedu-sedu.


“ Tuan coba tuan berbicara baik-baik dengan nona.” Saran


sekretaris Kim yang melihat kondisi Vico saat ini.


“ Aku bingung Kim, apa yang harus aku lakukan padanya.” Ucap


Vico lagi yang terlihat mengusap wajahnya kasar.


“ Tuan nona adalah istri tuan saat ini dia milik tuan jadi


Tuan tidak perlu terlalu berpikir yang rumit, Tuan coba berbicara dengan nona


saja, nona pasti mengerti apa yang tuan rasakan.” Ucap sekretaris Kim memahami


apa yang Vico pikirkan saat ini. Tak ada tanggapan akan ucapan itu.


Mereka sudah tiba di Club yang di sebutkan Haris tadi, dan


mereka memasukinya terlihat banyak orang menari dengan suara musik yang keras,


bau alkohol menyeruak saat mereka masuk, mereka lalu menuju ruang VIP yang


biasa teman-temannya pesan.


“ Hai Vic.” Ucap Poppy langsung menggelayuti tangan Vico


“ Lepaskan aku atau kau akan berurusan dengan Kim ?” Ucap


Vico tak tertarik dengan Poppy.


“ Santai Bro, ayo minumlah.” Ucap Haris lalu menawari Vico


minuman.


Vico yang sudah sangat stress dengan pikirannya sendiri lalu


meneguk minuman itu sampai habis.


Tak berhenti di situ saja Vico mengambil satu botol minuman


di depan Haris dan meneguknya sampai habis, entah apa yang dipikirkan Vico yang


sangat menjauhi minum-minuman keras itu menjadi sangat kalap dan menghabiskannya.


“ Tuan cukup, nanti jika nona mengetahui tuan seperti ini


akan cemas.” Ucap sekretaris Kim di dekat telinga Vico.


“ Aku tidak peduli Kim, aku ingin sebentar saja


melupakannya.” Ucap Vico yang masih meneguk minumannya hingga kesadaraannya


berangsur-angsur sirna.


Rumah Vico dan Arini


Karena waktu sudah sangat larut dan Vico tidak kunjung


pulang, Arini sangat kawatir dengan keberadaan dan keadaan suaminya yang belum


pulang bahkan tidak mengabarinya, karena biasanya Vico memang memberitahu Arini


jika dia pulang telat atau tidak bisa menjemput Arini tapi kali ini Vico


benar-benar tidak menghubungi sama sekali sejak siang tadi.


“ Apakah dia sangat marah denganku ?” Gumam Arini yang masih


terduduk di sofa memandangi Telpon genggam dan Jam dinding.

__ADS_1


“ Apa aku telepon dia saja ya ?” Gumam Arini lagi


__ADS_2