My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Balasan Fernando


__ADS_3

Penyembuhan untuk Arini berjalan dengan baik sekarang sudah


dapat bekerja seperti biasanya. Vico yang sudah menahan amarahnya untuk


memberikan balasan pada Fernando selama penyembuhan Arini akhirnya hari ini


mulai menjalankan keinginannya tersebut.


Sinar surya yang cerah berangsur keorenan akan kembali ke


ufuk barat. Arini hari ini karena ada janji dengan kakaknya untuk pergi dia


tidak dijemput Vico pulang seperti biasanya. Sedangkan Vico yang sudah


berencana membereskan urusannya dengan Fernando dan Zack langsung pergi ke


tempat keduanya disekap.


“ Kim kamu sudah cek masalah Zack ?” Tanya Vico yang ingin


menyelidiki kejadian yang sebenarnya terjadi pada ayah Zack minimal sebagai


hadiah kerjanya selama ini sebelum dia diberikan hukuman dari Vico.


“ Sudah tuan, dari data yang saya terima semua itu terjadi


benar karena kesalahan ayah Zack sendiri yang berkhianat pada Tuan besar dan dia


berkemudi dalam keadaan mabuk Tuan.” Jawab sekretaris Kim sambil memberikan


dokumen yang dia terima dari anak buahnya yang menyelidiki kejadian yang sudah


sangat lama tersebut.


“ Bagus, cepatlah agar aku bisa segera membereskan mereka.”


Ucap Vico yang terlihat berwajah dingin seperti biasa. Terlihat dia berkirim


pesan dengan Arini yang tengah pergi dengan Putra ke Mall miliknya itu.


“ Kim menurutmu aku dan Putra tampan siapa ?” Tanya Vico


tiba-tiba entah apa yang merasuki pikirannya membuatnya dengan tanpa sadar


bertanya hal itu pada sekretaris Kim.


“ Sama-sama tampan tuan.” Jawab sekretaris Kim yang tidak


ingin memihak salah satu dari keduanya, jika dia menjawab bahwa Vico lebih tampan Vico akan


meragukan jawabannya melihat sifat Vico, sedangkan jika dia menjawab jika Putra


yang tampan Vico akan tetap marah sehingga jawabannya tersebut yang menurutnya


paling membuatnya aman.


“ Kenapa ya aku kadang cemburu jika Arini bersama Putra, dia


terlihat seperti pasangan kekasih yang sebenarnya dibandingkan jika bersama


denganku. Ya walaupun sekarang Arini sudah jauh berubah tidak seperti awal kita


menikah dia sedikit lebih lucu sekarang tidak sedingin es atau sekaku tembok


Berlin.” Curhat Vico saat melihat Foto yang Arini kirim dengan kakaknya dari


permintaan Vico untuk melapor padanya.


“ Tuan hubungan nona dan Tuan Putra memang sangat dekat


karena mereka keluarga, nona Arini sekarang hanya milik Tuan jadi tidak perlu


mencemaskan hal tersebut.” Jawab sekretaris Kim mencoba berucap menenangkan


Vico yang merasa cemburu dan cemas itu.


Jalanan terlihat sedikit macet di beberapa titik karena

__ADS_1


waktu pulang kerja para karyawan. Vico mendengar ucapan sekretaris Kim mencoba


menerima dan bersemangat kembali. Walaupun dia selalu merasa ada yang tidak


sesuai dengan perasaannya saat ini karena kedekatan Putra dan Arini yang selalu


bagaikan kekasih itu.


30 menit tidak terasa mobil yang Vico dan sekretaris Kendarai


sudah berada di depan sebuah bangunan tua pinggiran kota yang kumuh dan jauh


dari hirup pikuk perkotaan. Kedua orang tersebut keluar dari mobil hitam itu


dan melangkah masuk ke tempat penyekapan Fernando.


Kedatangannya di sambut para penjaga yang sekretaris Kim


perintahkan untuk mengawasi tahanan itu.” Selamat datang Tuan, silakan ikuti


saya.” Ucap Pria bertubuh kekar dengan pakaian hijau berjalan menunjukkan


ruangan Fernando.


Terlihat ruangan itu sangat lembap, kotor dan penerangannya


sangat rendah hanya terlihat remang-remang. Fernando terikat pada kedua tangan


dan kakinya tertahan di tembok dengan mata tertutup dan mulut tersumpal.


Sungguh kejam penahanan yang Vico lakukan pada paman yang menurutnya sangat


jahat itu.


Vico berjalan mendekati Pamannya yang terlentang dan


tertempel di tembok dengan rantai mengikatnya itu.


“ Bagaimana kabarmu Paman ?”


Vico dengan suara rendah meremehkan berucap di dekat telinga


dalam keadaan yang sangat menghinakan itu menyeringai. Ingin dia menembaknya


dalam sekali tembakan untuk membalas semua perilaku pamannya tersebut tapi ia


urungkan karena itu akan mempermudah kematian Fernando.


“ Mmmmmmhhhhmhmmhmhm mhmmhmhmmh.”


Fernando bersuara tidak jelas karena mulutnya yang tersumpal


kain. Tenaganya terlihat lemah tapi tetap berusaha memberontak. Dirinya memang


saat ini benar-benar dalam kondisi terendahnya anak buahnya yang bersamanya


tidak ada yang tersisa orang-orang yang berada di Jerman sudah di beresi oleh


Orlando hingga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya.


“ Buka mulutnya!”


Vico memerintah anak buahnya yang tadi mengantarnya masuk.


Pria itu lalu berjalan mendekati Fernando dan membuka penyumpalnya.


“ Dasar keponakan br*ngsek lepaskan aku.” Ucapan pertama


yang keluar dari mulut Fernando usai mulutnya leluasa berbicara.


“ Heh lepaskan, Paman kali ini jangan pernah berpikir aku


berbaik hati melakukan itu untukmu.”


Vico terlihat duduk di kursi coklat terbuat dari kayu dengan


kaki tersilang angkuh menatap pamannya. Sekretaris Kim berdiri tegak di samping

__ADS_1


belakangnya bagai patung tak bersuara sama sekali dan hanya memperhatikan


tuannya memberi pelajaran pada Fernando. Vico terlihat menyeringai seakan jiwa


iblisnya keluar untuk menyiksa pamannya.


“ Buka matanya, siksa dengan besi panas pada seluruh


tubuhnya.” Ucapnya pada Pria berpakaian hijau. Pria tersebut lalu berjalan


keluar dan mempersiapkan peralatan penyiksaan tersebut.


“ Keponakan si*l*n lepaskan aku\, aku tidak pernah berniat


menyakitimu atau istrimu jika kamu memberikan warisan tua bangka itu padaku.”


Ucapnya masih berusaha meminta dilepaskan.


“ Hah aku bukan anak kecil yang bisa dibohongi Paman.” Ucap


Vico menyeringai dan menyaksikan anak buahnya mulai menyalakan api pada Tong


besi dengan gelondongan kayu dan memasukkan beberapa besi memanasinya hingga


berubah merah.


Besi panas itu tanpa


babibu disentuhkan pada beberapa bagian tubuh Fernando. Senyum iblis keluar


dari wajah Vico melihat kejadian itu, jiwa psikopatnya melihat penyiksaan pada


Fernando terlihat sangat puas sambil mendengar teriakan kesakitan dan ampun


dari mulut Fernando.


Fernando benar-benar tidak menyangka jika keponakannya bisa


sesadis itu memperlakukannya. Bagian yang telah tersentuh besi panas terlihat


memerah dan bersiap melepuh. Siksaan itu sungguh sangat mengerikan entah bagaimana


jika Arini melihat apa yang dilakukan suami yang selalu lemah lembut padanya


itu.


“ Lepaskan aku, ahhhhhhhhhh.” Ucap Fernando sambil menerima


siksaan demi siksaan dari orang suruhan Vico tersebut.


“ Hentikan, cambuk dia 100 kali.” Ucap Vico menyudahi


siksaan pertamanya. Kali ini Pria berpakaian hijau itu keluar dan masuk kembali


dengan cambuk panjang bersiap menyambuk tubuh Fernando yang mulai melepuh itu.


“ Hahahah Bagaimana paman ? Vico ingin Paman mengingat semua


ini hingga akhir hayatmu agar walaupun Paman sudah menjadi Hantu pun tidak


berani menyakiti Vico dan keluarga Vico lagi.” Ucap Vico dan mulai berdiri


ingin beralih pergi ke tempat penyekapan Zack.


“ Anak si8lan lepaskan aku, orang lain akan membalaskan


dendamku walaupun aku sudah tidak di dunia ini, bunuh saja aku cepat! kamu


tidak berani kan? kamu hanya bisa bermain-main.” Ucap Fernando meremehkan Vico.


“ Paman Vico sudah biasa membunuh banyak orang selama ini


hingga bisa di posisi ini sekarang, jadi paman tenang saja jika ingin segera


bertemu dengan raja neraka tunggu Vico puas menyiksa paman baru aku akan kirim


ke raja neraka. Hahhahahahahaha.” Ucap Vico sambil tertawa puas dan berjalan

__ADS_1


keluar.


__ADS_2