
Bali
“ Ok, tapi lepaskan dulu.” Gadis itu terlihat menyerah
dengan ucapan yang sebenarnya hanya dimaksudkan untuk menggoda saja. Merasa wanita
itu melemah Orlando melepaskan tangan gadis itu. Tidak ada pergerakan usai
Orlando melepaskan tangan wanita itu.
“ Mari kita selesaikan mandilah dulu aku akan menunggu kamu.”
Ucap gadis itu terlihat dengan ekspresi wajah datar. Langkahnya kini menuju
ranjang besar dan mendudukkan tubuhnya sambil memperbaiki jubah mandinya. Orlando
mendengar hal tersebut terlena tanpa memasang kewaspadaan sama sekali.
Tidak ingin ditipu seorang gadis dia mengunci pintu kamarnya
agar wanita penghangat ranjangnya itu tidak kabur. Tiba-tiba dengan cepat gadis
itu menyambar leher Orlando dan menodongkan pistol ke kepalanya. Orlando merasa
kaget dengan bola mata hampir keluar ketika melirik sebuah pistol sudah berada
tepat di dekat telinganya.
Pandangan sang wanita yang sebelumnya terlihat datar kini
terlihat sangat dingin.” Buka pintunya sekarang atau aku buka isi kepalamu.”
Suara yang pelan membisik di dekat telinga membuat Orlando mau tak mau menuruti
keinginan sang gadis tersebut.
Usai dirinya membuka pintu gadis itu segera pergi
meninggalkan Orlando di dalam kamarnya. Dia terlihat berlari entah ke arah
mana. Gadis itu segera mengambil ponsel miliknya disaku satunya dan menghubungi
seseorang.
“ Apa yang kalian lakukan segera ke kamarku ada yang masuk
saat ini, dasar penjaga tidak becus.” Ucapnya merasa kesal dengan orang-orang
suruhannya tersebut. Dia tetap terus berlari dan bersembunyi di tempat yang
aman. Gadis berambut pendek yang terlihat warga negara asing itu bernama
Alexandra Cyzarine dia adalah putri tunggal orang berkebangsaan Rusia dan ibu
orang Indonesia yang menetap di sana.
Dirinya berada di sini karena ingin berlibur dan mencoba
melebarkan sayap usaha di negara agraris ini. Karena kekayaan dan kekuatan keluarganya
dirinya menjadi sasaran dari berbagai musuh bisnis yang ingin menghancurkan
bisnis keluarganya. Hal-hal seperti yang hari ini terjadi merupakan hal yang
sudah biasa, karena hal itulah dia selalu ditemani beberapa pengawal pribadi kepercayaan
keluarganya.
Merasa negara ini sangat jauh dari negara asal dan setelah
__ADS_1
menyelidiki tidak adanya rekan yang memiliki hubungan dengan negara ini dirinya
mencoba bersantai dengan liburan dan bekerja memperluas usahanya di tanah kelahiran
mamanya ini. Tapi sayang berita dirinya berada di Indonesia tercium oleh musuh
hingga dirinya harus menyelamatkan diri sebelum diketahui lebih banyak serigala
yang akan memburunya.
Di dalam kamar
“Siapa gadis tadi benar-benar mengejutkan saja, pertama dia
terlihat seorang yang sangat ceroboh, tetapi ada sisi Arogansi dan mendominasi
dari setiap ucapannya, apa lagi caranya berbicara benar-benar tidak sopan dan
sekarang aku ditipu gadis itu, bagaimana bisa dia berlarian hanya memakai jubah
mandi dan pistol, sayang sekali penghangat ranjangku kabur, ck awas saja lain
kali jika bertemu lagi aku pasti tidak akan tertipu.” Orlando yang saat ini
tengah duduk di sofa kamarnya merasa sangat kesal dengan wanita yang baru saja
menggoda dan menipunya. Berkali-kali dia terlihat menghembuskan nafasnya secara
kasar.
“ Jika saja aku memiliki potretnya aku akan menyuruh orang
untuk menyelidiki siapa sebenarnya gadis itu, oh aku tahu, aku akan ke ruang
informasi untuk mendapatkan gambarnya dari cctv dan menyuruh anak buahku
seperti ini tidak akan terjadi dua kali.” Ucap Orlando dan kini dirinya
beranjak dari sofa empuk berwarna hijau itu untuk menjalankan idenya mengenai
gadis yang sudah mengganggu liburannya yang berharga itu.
Langkah panjangnya kini sudah mengantarnya ke sebuah ruangan
dengan tertulis information room di pintunya. Kala dirinya masuk beberapa orang
mengusirnya karena merasa Orlando tidak memiliki kepentingan untuk berada di ruangan
tersebut.
“ Cepat keluar ruangan ini hanya khusus staf.” Ucap pria
bertubuh kekar dan tinggi berkulit hitam yang merupakan bagian keamanan yang
kala itu sedang berkunjung di sana. Kumis tebal dan kepala plontosnya
membuatnya terlihat sangar. Tapi Orlando bukanlah orang biasa yang akan takut
dengan hal remeh sepeti itu.
“ Tenang, aku ke sini hanya untuk melihat rekaman cctv
beberapa menit yang lalu karena ada wanita yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.”
Ucap Orlando sambil menarik tangan pria bertubuh kekar itu ke belakang kala
dirinya bersiap memukul Orlando. Merasa orang sekuat bagian keamanan bisa dilumpuhkan
begitu saja staf pun menuruti keinginan Orlando dan memutar ulang rekaman cctv
__ADS_1
yang berada paling dekat dengan Orlando.
Saat vidio yang menampilkan ada gadis itu dirinya meminta
staf menghentikan vidio itu dan memperbesarnya. Orlando memotretnya dengan
ponsel dan meminta rekaman saat itu disalin ke dalam ponsel miliknya. Usai keinginannya
terpenuhi Orlando melepaskan pria yang berkumis tadi. Orlando terlihat
tersenyum sinis bagaikan iblis yang mendapat incaran mangsa yang istimewa.
“ Tunggu aku ya, kamu harus tetap menjadi penghangat ranjangku,
jika kamu tidak bisa memberikannya aku yang akan memintanya dengan paksa karena
itu adalah hutangmu.” Gumam Orlando sambil berjalan kembali ke arah kamarnya.
“ Thank You Vic undanganmu ke negara ini sangat
membahagiakan padahal aku mulai bosan dan ingin segera pulang, tapi sepertinya
aku harus tahu sesuatu dulu sebelum kembali agar aku tidak mati penasaran.”
Gumam Orlando kembali sambil membuka pintu kamarnya.
Rumah Arini
Malam itu mama Arini menginap di rumah Arini terlihat
keduanya sedang menonton acara tv di temani camilan dan beberapa buah segar. Sambil menunggu kedatangan Putra.
“ Sayang kamu sering ya ditinggal Vico sendiri seperti ini ?”
Tanya mama Arini yang penasaran karena bagaimana pun dia juga merasakan hal
yang sama karena menikahi seorang pengusaha yang sukses.
“ Nggak sih mah cuma kadang-kadang saja, Vico sering di
rumah kok, kalau ada masalah yang memang harus dirinya menyelesaikan dia akan pergi,
Arini tidak masalah kok mah Arini sendirian kan ada bibi dan yang lain di rumah
jadi Arini tidak takut.” Jawab Arini berusaha tidak membuat Vico terlihat buruk
dimata mamanya.
“ Mama tahu sayang putri mama adalah gadis yang pemberani
sejak kecil, tapi sayang mama juga pernah mengalami masa seperti kamu jadi mama
tahu perasaan kesepian saat papamu sedang keluar negeri. Jadi mama Cuma ingin
kalau Vico seumpama pergi untuk beberapa hari seperti ini kamu mending tinggal
sama mama sementara sayang, selain kamu ada temannya jika ada apa-apa kan ada
yang menjaga kamu Ar, mama kawatir kalau kamu sendirian seperti ini.” Mama
Arini memang sangat menyayangi Arini dan Putra dirinya tidak melanjutkan usaha
orang tuanya malah di urus oleh orang yang sebelumnya adalah orang kepercayaan papahnya
dan sekarang diurus Putra sendiri, karena dia ingin lebih fokus dengan
anak-anak dan suaminya hingga rela jauh dari orang tuanya kala rumah tangganya
harus di jalani di negara berjuta pulau ini.
__ADS_1